Arsip untuk Desember, 2007
Ditulis oleh The Young Community di/pada Desember 28, 2007

Judul: Selilit Sang Nabi. Bisik-bisik tentang Aliran Sesat
Penulis: Eddy Kristiyanto, OFM
Penerbit: Kanisius, Yogyakarta
Cetakan: I, 2007
Tebal: 178 halaman
Munculnya berbagai aliran sesat dalam tubuh agama dapat dianggap sebagai selilit yang sangat mengganggu. Kelahiran sejumlah aliran, ajaran, dan paham yang diberi stigma oleh lembaga agama sebagai sesat, menyimpang, membahayakan iman dan agama, sebenarnya terdapat dalam setiap sejarah agama manapun.
Oleh Robby H. Abror
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam resensi | Leave a Comment »
Ditulis oleh The Young Community di/pada Desember 28, 2007

Setelah gusdur mengecam MUI kini giliran Advokat senior Adnan Buyung Nasution. “Kalau cuma berkeluh kesah dan mengimbau, capek deh kita. Lawan dong ini pemerintahan. Ada upaya hukum yang bisa ditempuh, bukan kekerasan,” Katanya di Jakarta baru lalu.
Kami memposting berita tersebut secara lengkap di blog ini. Terimakasih mas Guntur yang sudah sangat telaten mengumpulkan berita ini kemudian di posting di milis JIL.
Selamat membaca
Mohamad Guntur Romli
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Agama, Demokrasi, Islam, Sosial | Leave a Comment »
Ditulis oleh The Young Community di/pada Desember 28, 2007
Laporan Akhir Tahun 2007 Tentang Perilaku ‘Penertiban Keyakinan’ (Bagian 1)

Apapun alasannya mengumpat, mencaci-maki, menghancurkan tempat ibadah tertentu, hingga menghilangkan nyawa orang lain, tak termasuk dalam kategori perbuatan baik. Diridhoi oleh Tuhan apalagi, jelas tidak.
Terlebih lagi, hanya karena beda pemahaman dalam menafsirkan sumber umat Islam (al-Quran dan hadis). Rasanya tak pantas bila kita menyelesaikan persoalan beda pendapat dengan budaya preman. Mengerikan sekali.
Oleh Ibn Ghifarie
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Agama, Demokrasi, Islam, Politik, Sosial | 2 Komentar »
Ditulis oleh The Young Community di/pada Desember 24, 2007
Negara seharusnya bertindak netral terhadap semua agama dan aliran kepercayaan dan tidak boleh melarang timbulnya aliran kepercayaan atau agama apapun. Kalau yang menjadi alasan negara dalam menertibkan aliran-aliran kepercayaan dan keagamaan karena menimbulkan keresahan masyarakat dan merangsang pertikain dan konflik serta menggangu stabilitas sosial. Pertenyan yang menyeruak adalah apa yang menjadi ukuran dalam hal ini, apakah setiap gagasan atau keyakinan baru-yang karena itu berbeda dengan gagasan dan keyakinan lama- dapat dikatakan sebagai bentuk pelanggaran karena meresahkan segelintir orang .
Oleh Muhamad Laduny*
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Opini | Leave a Comment »
Ditulis oleh The Young Community di/pada Desember 23, 2007

Maka ketika sekelompok orang merusak mesjid dan mengintimidasi orang-orang Ahmadiyah di Kuningan, Jawa Barat dan kemudian menganggap mereka sesat, para perusak itu sebenarnya sudah melampaui wewenang Allah. Tafsir dibalas dengan tafsir, teks dibalas teks. Mereka merasa tafsir dan teks mereka tentang kesesatan dan juga tentang ketidaksesatan adalah yang paling benar dan melupakan ayat bahwa kebenaran hanya milik Allah.
Oleh Rusdi Mathari
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Agama, Demokrasi, Islam, Sosial | 2 Komentar »
Ditulis oleh The Young Community di/pada Desember 22, 2007

Setiapkali ritual ibadah dijalani, setiap itu pula hadir kemungkinan adanya kesadaran penting soal kritik dari Allah. Seperti ibadah-ibadah lainnya, momen Idul Adha yang hadir adalah sebuah interupsi dari Allah bagi kita bahwasanya seringkali kita tak menyadari masih belum memahami ibadah sebagai proses ”tahu diri”. Karena diri kita sudah terlalu berkarat oleh kotoran hawa nafsu yang jarang dikoreksi. Oleh sebab itu, setiap konsepsi ibadah memberi wilayah yang luas untuk tumbuh-kembangnya kritik.
Oleh Badru Tamam Mifka
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Opini | Leave a Comment »
Ditulis oleh The Young Community di/pada Desember 22, 2007

Bila frame ini digunakan, kita susah untuk mengelak dari fakta bahwa MUI telah menjadi agen negara untuk ”merekayasa” agama (Islam) untuk memenuhi keinginan negara. Bahwa MUI adalah agen negara untuk mengendalikan dan mengontrol umat Islam, meski tidak serepresif aparatur negara lainnya. Kita makin kesulitan lagi untuk mengelak, tatkala kita melihat kenyataan bahwa selama ini fatwa MUI selalu dijadikan rujukan dan diterima begitu saja oleh para pembuat kebijakan. Seolah-olah, fatwa MUI memiliki otoritas yang mengikat semua pihak.
Oleh: Nasrudin
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Agama, Demokrasi, Islam, Sosial | Leave a Comment »
Ditulis oleh The Young Community di/pada Desember 22, 2007

Mengapa iklim kebebasan beragam sulit untuk diwujudkan di Indonesia?, paling tidak ada dua faktor yang berpeluang besar menyebabkan kesulitan tersebut, yaitu: krisis peranan dan krisis kesadaran. Krisis peranan hampir sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah, meskipun sedikitnya krisis ini menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Krisis dimaksud adalah tanggung jawab untuk berperan aktif merealisasikan undang-undang yang telah ada dan dirasa cukup mapan menjamin kebebasan beragama di Indonesia. Bahkan, tanpa ikut menandatangani HAM sekalipun, pada dasarnya undang-undang Negara Indonesia terkait masalah kebebasan beragama sudah cukup memadai jika tidak ada penafsiran-penafsiran yang menyimpang.
Oleh: Eko Marhaendy
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Opini | Leave a Comment »
Ditulis oleh The Young Community di/pada Desember 22, 2007

Salah satu tokoh Islam sekuler yang mengatakan bahwa Turki bukanlah negara sekuler adalah Syaikh Abdullah Ahmad An Na’iem. Ulama Islam yang kerap mengkampanyekan sekulerisme ini mengatakan bahwa sekulerisme adalah sebuah ideologi yang memisahkan urusan agama dan negara. Negara tidak boleh mengintervensi dan mengatur keyakinan hingga ritual keagamaan warganya. Sebaliknya, negara juga tidak boleh melakukan pengekangan terhadap pelaksanaan ajaran agama oleh warganya.
Oleh : Mukhlis Hasyim*
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Opini | Leave a Comment »
Ditulis oleh The Young Community di/pada Desember 14, 2007

Di Lombok, Nusa Tenggara Barat, terus terjadi kekerasan atas nama keyakinan agama. Ratusan orang anggota jemaat Ahmadiyah adalah korbannya. Sudah setahun mereka mengungsi, diusir dari rumah mereka lantaran beda keyakinan. Tak banyak yang membela. Di antara sedikit yang membela mereka adalah Tuan Guru Subki Sasaki. Meski bukan penganut Ahmadiyah, pemahaman Islam yang luas dan kemajemukan menjadikan dia tokoh keberagaman yang mesti diperhitungkan.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Agama, Demokrasi, Islam, Lokal, Politik, Sasak, Sosial | 4 Komentar »