JARINGAN ISLAM KAMPUS (JARIK) MATARAM

Icon

Meretas Perbedaan, Menuai Rahmat Kebangsaan

Perusakan Pure Sangkareang Di Keru Lombok Barat

image.jpg
- Sabtu, 12

Secara tiba-tiba (tanpapemberitahuan sebelumnya) Camat Keru Lombok Barat beserta kepala desa dan sejumlah tokoh masyarakat mendatangi lokasi pure Sangkareang di Keru Lombok Barat sekitar pukul 10.00 Wita. Mereka di terima pengurus pure, ketua renovasi pure dan panitia acara Pujewali di pure tersebut (Acara pujewali rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 18 Januari 2008-hari ini).

Camat datang dengan mengaku ingin menanyakan beberapa hal terkait informasi yang ia terima dari masyarakat. Informasi tersebut diantaranya pertama: acara pujewali yang akan dilaksanakan di pure sangkareang disertai dengan penyembelihan babi secara besar-besaran. Kedua: informasi bahwa acara itu akan dihadiri juga oleh ummat hindu di luar lombok seperti bali. Ketiga: ada isu material pembangunan pure yang batal dilaksanakan di kaki gunung rinjani telah dipindahkan ke lokasi pure sangkareang. Keempat : Isu pure Sangkareang akan menjadi pusat penyebaran agama hindu di asia tenggara.

Keempat isu ini dibantah kebenarannya oleh panitia dan pengurus pure sangkareang. Namun sepertinya Kepalad desa Keru tidak puas dengan bantahan tersebut dan merasa perlu membicarakannya pada hari lain dengan rencana akan menghadirkan pihak pemerintah, toma, toga dan masyarakat setempat. Walau kurang setuju, dengan keterpaksaan pihak pure menyepakatinya dan pertemuan di rencanakan selasa 15 Januari 2008.

- Ahad, 13 Januari 2008 pkl. 14.00 Wita

Melihat adanya ketidakberesan atas kedatangan camat dan warga secara tiba-tiba itu, pihak pure melakukan rapat dan memutuskan untuk mencari perlindungan ke pihak kepolisian sebagai langkah antisipasi jika terjadi hal-hal yang tidak di inginkan. Mereka meminta secara resmi pada kepolisian resort narmada untuk menjaga mereka yang kemudian disetuji dengan di kirimnya 6 (enam) personel polisi yang berjaga malam itu.

- Ahad, 13 Januari 2008 pkl. 22.30 Wita

Sekelompok massa yang di perkirakan berjumlah ratusan menyerbu pure tersebut dan merusak serta membakarnya. Enam aparat polisi yang ada disitu tidak bisa berbuat apa-apa, bahkan konon para polisi nyaris di keroyok massa karena mencoba menghalangi. Massa berjumlah besar itu secara leluasa merusak apa saja yang ada di pure tersebut. Tidak ada korban jiwa tapi sejumlah ornamen seperti patung-patung serta tempat pemujaan hancur lebur oleh benda-benda keras. Kelambu dan kain sembahyangan nyaris habis terbakar serta tembok dan pembatas roboh..

- Senin, 14 Januari 2006 pkl. 07.30

Pagi-pagi sekali, pure tersebut telah di penuhi wartawan dan polisi. Menurut pengakuan warga yang berhasil kami temui disekitar pure. Mereka samasekali tidak tahu menahu perihal orang yang merusak itu. Mereka hanya mendengar keributan-keributan, ucapan takbir serta teriakan jihad malam itu. Mereka juga tidak mengetahui jumlah persis kelompok massa tersebut. Tapi yang jelas banyak sekitar 100-an orang. Enam polisi yang menjadi saksi perusakan nampaknya akan mejadi kunci pembuka informasi perusakan ini.

- Selasa, 15

Pengurus PHDI melakukan rapat internal dengan tokoh-tokoh hindu di kawasan pure tersebut. Sementara di tempat lain di cakranegara, ummat hindu telah berkumpul sekitar 300-an orang yang berniat “jihad” tandingan melawan aksi semalam. Namun dapat di cegah dengan pertimbangan konflik akan meluas. Tokoh-2 hindu menyarankan agar aksi diarahkan ke KAPOLDA NTB saja, mereka berhasil melakukan hearing disana dan mendesak POLDA untuk mengamankan pure tersebut serta acara puje wali yang akan di laksanakan 18 januari 2008.

- Rabu, 16

Dilakukan rapat yang dihadiri sekitar 50-an yang terdiri dari Camat, PHDI, Kapolres, Kapolsek, FKUB Lobar, toga, toma dan masyarakat. Diskusi berlangsung sepihak. PHDI Dan pengurus pure seakan diadili di tempat dan tidak bisa banyak komentar. Tuntutan sepihak dari Kades dan warga yang kontra melayang di forum itu.
Adapun tuntutannya,

Pertama : Menolak keberadaan pure itu dengan alasan tidak ada ijinnya dari negara perihal pembangunan rumah ibadah.
Kedua: Pure tersebut harus di vakumkan dulu selama status hukumnya belum jelas.
Ketiga : Harus ada SKB dua menteri atas keberadaan pure tersebut.

Oleh tokoh-2 hindu tuntutan sepihak itu belum bisa diterima dengan alasan, pure tersebut telah ada sejak tahun1680-an dan sudah melakukan renovasi dua kali pada 1990 dan 2006 yang lalu. Dan renovasi yang ketiga kali ini.
Tidak ada undang-undang yang mengatur, renovasi harus ada ijinnya. Ijin hanya berlaku bagi rumah ibadah yang baru didirikan.
Karena tak berhasil menemukan apa solusi tepat. Pertemuan rencananya keeseokan harinya.

- Jum’at, 18

Belum ada informasi hasil pertemuan lanjutan itu.
Namun di tempat lain, pada pukul 16.00 wita. Sejumlah elemen mahasiswa berkumpul untuk membicarakan hal yang sama. Mereka tergabung dalam Koalisi Kebangsaan Untuk Perdamaian (KKUP) NTB terdiri dari PMII, JARIK Mataram, KMHDI, KMDI UNRAM, PPMI Dewan Kota Mataram, PHDI NTB, Lurah, BEM STAH Mataram, UKM-BKM. Rencananya aksi damai akan dilansungkan hari ini sebagai bentuk keprihatinan mereka pada NTB yang dalam darurat kekerasan. Mereka berencana menuju KAPOLDA NTB, orasi terbuka, menyebarkan selebaran dan press relese serta pernyataan sikap. Di perkirakan aksi akan di ikuti sekitar 150-an orang hari ini. Kabar selanjutnya ditunggu.

Salam Kebebeasan

TIM INVESTIGASI
Jaringan Islam Kampus (Jarik) Mataram

Filed under: Agama, Berita

10 Responses

  1. wayan sudane mengatakan:

    Pernyataan Sikap PP KMHDI
    tentang Perusakan Pura Sangkareang di Lombok Barat

    http://www.kmhdi.org/index.php?menu=news&id=121

  2. wayan sukarsa mengatakan:

    saya sangat tidak setuju dengan pengerusakan. tapi saya juga tidak setuju kalau teman-teman hindu membangun pure seenaknya di tempat yang tidak ada umat hindunya. bagaimana tanggapan umat hindu seandainya teman-teman muslim membangun masjid seenaknya di tengah pemukiman hindu padahal di sana tak ada umat muslim. jadi saya harap umat hindu juga tahu diri bahwa kita di sini adalah minoritas. jadi pandai-pandailah membawa diri.

    • Primadana mengatakan:

      untuk pak wayan, saya kira metode pembangunan sebuah pure sudah di atur dalam sebuah aturan khusus berdasarkan aturan dalam asta kosala kosali, serta akan selalu berpedoman pada konsep Tri Hita Karana, jadi tidak akan mungkin dibangun pure pada tempat yang tidak memiliki kriteria yang terkait dengan dua buah pedoman tadi.

      Lain hanya ketika pure tersebut termasuk katagori sebuah candi atau peninggalan sejarah yang dipugar untuk menjaga kelestariannya sebagai kekayaan dan bukti sejarah bangsa (yang pada umumnya disekitar lokasi hampir tidak ada umat beragama hindu).

      Terkait dengan keberadaan pure sangkareang (sepanjang yang saya ketahui dari media internet baik tulisan maupun photo), keberadaan pure tersebut dapat di lihat dari kondisi sebelum pemugaran, karena bahasa bentuk, bahan dan kontur lahan akan terlihat dengan jelas, apakah pure tersebut memang baru dibuat atau telah ada sejak jaman lampau.

      Adapun peristiwa perusakan yang terjadi adalah hal yang sangat disesalkan, adanya kesan bahwa rasionalisasi dan kejujuran akan keberadaan pure tersebut tertutupi oleh sebuah asumsi yang mengarah kepada tindakan vandalisme, seharusnya hal tersebut dapat dihindari jika para aparat lokal dapat memberikan pengayoman, perlindungan, dan tanggapan serius dengan mengedepankan kepedulian mereka terhadap kerukunan beragama dalam masyarakat yang plural namun harmonis, dan seperti harapan teman teman yang lain sayapun berharap kejadian seperti ini semoga tidak terulang lagi.

      Terimakasih untuk teman-tean Jarik atas media informasinya.

      Suksma

  3. widiyasa mengatakan:

    saya asli orang cakranegara lombok…
    dalam hal ini temen2 hindu di lombok sangat kecewa sekali dgn terjadinya perusakn pure ini…
    kami tau diri bahwa kami minoritas disini..
    tapi keberadaan pure tsb sudah ada sejak tahun 1680 an.
    untuk sodara wayan mungkin bukan asli lombok hingga berkata begitu, keberadaan pure sangkereang
    merupakan erat hbungannya dgn suku sasak dulu disana dan terdapat mata air didalmnya dimana bisa memberikan kehidupan untuk masyarakat sekitarnya.
    kalo tidak ada keberadaan pure tsb udh dulu mata air itu akan hilang..
    Kami komunitas hindu lombok..cukup bersabar dgn kejadian demi kejadian yang terjadi di lombok…
    tapi saya merasakan kami akan mulai berbuat sesuatu untuk generasi kedepan hindu di kemudian hari..

    kami merasa di diskriminasikan selama ini…semoga untuk kedepannya kejadian ini tidak terulang lagi…!!!

  4. Lombok Travelnet mengatakan:

    Sebenarnya hal seperti ini tidak perlu terjadi, kenapa kita tidak duduk bersama menyelesaikan persoalan dengan menggunakan akal pikiran kita bukan dengan kekerasan sebab islam tumbuh dan berkembang bukan dengan pedang tapi dengan hati nurani. Mari kita saling asah, saling asuh, menghargai dan menghormati keyakinan orang lain.

  5. jay khan mengatakan:

    sy orang hindu asli lombok,sy sangat prihatin dg pengerusakan pure sangkareang.Untuk suadara2 muslim di manapun berada,bukankah agama anda mengajarkan anti kekerasan,seperti yg dahulu dilakukan nabi anda.Sy sering mendengar khotbah ustadz2disetiap pengajian yg mengatakan”SEGALA PERBUATAN DAN TINKAH LAKU KITA HARUS MENGAMBIL CONTOH NABI MUHAMMAD”Tapi…perbuatan yg kalian lakukan tdk mencerminkan anda seorang MUSLIM pengikut MUHAMMAD.Anda seperti orang tdk beradab yg tdk punya agama,seharusnya semakin tinggi agama seseorang semakin jauh dia dari sifat menyakiti orang lain.Sy sangat bangga dilahirkan menjadi seorang HINDU,krn HINDU di penuhi dgn ajaran kasih sayang,toleransi.HINDU mengajarkan AHIMSA untuk tdk menyakiti siapapun.Untuk saudara2 ku umat hindu di lombok tetap pegang teguh ajaranTRI KAYA PERISUDHA,perdalam filsafat HINDU,karna filsfat hindu penuh dg ajaran suci kebanaran.INGAT hidup kt hanya senmentara,isilah hidip ini dg jln menyebarkan kebaikan,tanpa memandang SUKU AGAMA,RAS,spt yg diajarkan BHAGAWADGITA

    • Anonim mengatakan:

      SAYA SASAK TULEN SAYA SANGAT TERSINGGUNG DG UCPN SDR,SASAK ADALH ISLAM, ANDA ADALH PENDATANG DI PULAU INI WALAUPUN ANDA DI LAHIRKAN DI LOMBOK BUKAN BERARTI ANDA BS JD ORNG SASAK.SEKARANG SY BERTANYA APA MUNGKIN ORNG-2 HINDU BS MEMBANGUN PURE DI TENGAH UMAT ISLAM,..??INI LOMBOK TANAH KAMI…!!!

      • jay khan mengatakan:

        Klo anda mengklaim satu daerah hanya milik satu kelompok,ras,agama,berarti pemikiran anda sangat primitif,seperti katak dlm tempurung.pola pikir orang2 spt anda ini yang bisa memecah persatuan NKRI yg berazas PANCASILA.pasti anda pernah ke pulau BALI’pernahkah anda melihat satu kampung muslim yg hidup damai berdampingan dg umat HINDU disana,mrk diizinkan dg ikhlas mendirikan masjid,beribadah,lebaran,dsb.karna dlm HINDU disebutkan untuk menghormati dan menghargai jalan/agama apapun yg ditempuh manusia untuk bertemu dg TUHAN,disini menunjukan betapa toleransinya HINDU thp agama lain.trus..KENAPA…agama anda tdk bs spt itu?sy pernah membaca jaman dulu MUHAMMAD sangat meghargai musuh2nya yg orang kafir.tapi kenapa anda yg merupakan umatnya tdk bs menghormati bangsa anda sendiri yg krn beda agama?

  6. Agus suparna mengatakan:

    Ini semakin menguatkan anggapan orang luar, bahwa Sasak itu adalah suku yg primitif. Tidak mengedepankan nalar dan logika dalam mengambil sikap. Malu2in aja.

  7. cantik mengatakan:

    sombong sekali saudara anonim, mengatakan bahwa ini lombok tanah kami. memangnya apa yg telah anda berikan untuk tanah lombok? umat hindupun berhak hidup disana, tdk ada yg bisa melarangnya.anda jng hanya bisa bilang saya org islam. anda islam sebenarnya atw islam ktp?

Leave a Reply