SECARA teoritis, adat tidak diakui sebagai sumber hukum Islam. Tapi dalam prakteknya adat dijadikan rujukan dalam pembentukan hukum. Buktinya sekarang adat dipakai tidak hanya pada masalah yang ada rujukannya dalam Al-Qur’an dan Hadist. Hal ini menegaskan, bahwa sejak awal pembentukan hukum Islam, kontribusi adat lokal sangat besar.
Baca entri selengkapnya »
Arsip untuk Maret, 2008
Islam dan Adat Lokal
Ditulis oleh The Young Community di/pada Maret 12, 2008
Ditulis dalam Agama, Islam, Kliping, Pluralisme, Sasak, Sosial | Leave a Comment »
Islam Itu Sekuler!
Ditulis oleh The Young Community di/pada Maret 5, 2008
![]()
Perdebatan hubungan agama dan negara nyaris tak ada habis. Kelompok yang pro pusi atas keduanya menginginkan agama dan negara satu kesatuan seperti dua sisi dalam sekeping mata uang. Tapi yang kontra menolak, agama dan negara seperti minyak dan air yang selamanya takkan bisa berjalan seiring sejalan. Bagaimana pandangan pemikir lokal NTB tentang agama negara. Kita simak wawancara Achmad Jumaely dengan dosen IAIN Mataram Drs. M. Asyiq Amrullah, M.Ag. beberapa waktu lalu kantornya.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Agama, Demokrasi, Islam, Lokal, Sasak, Sosial, Wawancara | 5 Komentar »
REVOLUSI FIKIR FIQH TUAN GURU
Ditulis oleh The Young Community di/pada Maret 5, 2008
![]()
Pemikiran Fiqh Tuan Guru selama ini kadung dicap kolot, kampungan, tak relevan dengan zaman bahkan kering analisis. Hal ini disinyalir karena fiqh tuan guru kerap hanya berputar-putar di wilayah kitab kuning, madzhab dan kuat-kuatan dalil. Akibatnya Fiqh seperti itu tak pernah menghasilkan fiqh membumi, aktual dan relevan dengan persoalan ummat. Benarkah tuduhan-tuduhan itu? Atau malah sebaliknya? Pertanyaan-pertanyaan ini akan dijawab dalam tulisan ini. Sebuah penelitian paling mutakhir dari seorang Doktor Muda di IAIN Mataram, DR. H. Mutawalli tentang Tuan Guru dan Pergeseran paradigma pemikiran fiqh mereka. Selamat Mebaca dan mengkritisi!
Oleh : DR. H. Mutawalli
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Agama, Demokrasi, Islam, Pluralisme, Sasak, Sosial | Leave a Comment »

