Maret 31, 2009 • 12:40 pm
Kenapa nasib teknokrat di mana-mana hampir sama — tidak populer, dibenci para politisi, dianggap tidak pro-rakyat, antek-asing, dan sebagainya, dan sebagainya?
Kasus Indonesia adalah contoh yang sangat baik. Mula-mula, kehadiran teknokrat di awal Orde Baru, terutama tahun-tahun pertama setelah Suharto menerima “kekuasaan” dari Bung Karno untuk –konon– “memulihkan” keadaan, banyak dipuji oleh beberapa pihak. Hingga menjelang pemilu pertama 1971, mereka masih dianggap sebagai (istilah zaman itu) “orang kita” oleh para demonstran 66.
Read the rest of this entry »
Filed under: Demokrasi, Politik, Sosial
JAKARTA - Rencana peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Baladewa,
Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, pada 29 Maret 2009 yang menghadirkan Gus
Dur dan Gus Nuril dilarang kelompok wahabi antimaulid Front Pembela
Islam (FPI).
Menurut Soleh, ketua panitia maulid nabi dari Pengajian Taman Hati
Tanah Tinggi pimpinan Gus Nuril, massa FPI yang berjumlah 50 orang
datang secara tiba-tiba dan masuk ke pemukiman warga sekira pukul 14.50
WIB, Kamis (26/3/2009).
Read the rest of this entry »
Filed under: Berita, Fundamentalis
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dipelesetkan menjadi Partai Komunis Sejahtera. Bahkan partai Islam ini juga banyak ‘disamakan’ dengan Partai Komunis Indonesia (PKI), namun pihak PKS tidak menanggapi hal tersebut dengan serius.
Read the rest of this entry »
Filed under: Agama, Demokrasi, Informasi, Pluralisme, Politik
Senin, 02 Maret 2009
Pada suatu hari di abad ke-7, dua orang Madinah bertengkar. Yang satu Muslim dan yang satu lagi Yahudi. Yang pertama mengunggulkan Muhammad SAW ”atas sekalian alam”. Yang kedua mengunggulkan Musa. Tak sabar, orang Muslim itu menjotos muka Si Yahudi.
Orang Yahudi itu pun datang mengadu ke Nabi Muhammad, yang memimpin kehidupan kota itu. Ia ceritakan apa yang terjadi. Maka Rasulullah pun memanggil Si Muslim dan berkata:
Read the rest of this entry »
Filed under: Agama, Kliping, Opini