JARINGAN ISLAM KAMPUS (JARIK) MATARAM

Icon

Meretas Perbedaan, Menuai Rahmat Kebangsaan

Loh, Ahmadiyah Hajinya Ke Mekkah Juga Ya?

kabah04Saya baru tahu kalau jemaat Ahmadiyah naik haji ke Mekkah juga. Anehnya
saya malah tahu dari Pemerintah Saudi. Saya tahu bukan dari teman-teman
saya yang berasal dari pengikut Ahmadiyah, meski saya cukup dekat
dengan mereka tapi saya tidak pernah tanya soal sas-sus itu. Dan saya
memang tak pernah mau tahu urusan keyakinan mereka.

Mohamad Guntur Ramli

Saya tahu setelah media kita ribut-ribut mengabarkan bahwa Pemerintah
Saudi Arabia akan melarang jemaat Ahmadiyah naik haji. Loh, selama ini
Pemerintah Saudi yang Wahabi itu mengabarkan bahwa Ahmadiyah termasuk
aliran sesat karena salah satu alasannya: haji mereka ke Qodian atau
Lahore. Alasan ini pula yang ditaklid buta oleh kelompok-kelompok yang
selama ini menerima dana dari Saudi di Indonesia.

Lihatlah bagaimana jemaat Ahmadiyah menjadi bulan-bulanan di negeri
ini. Hingga kini jemaat Ahmadiyah di NTB masih hidup di pengungsian di
gedung Transito hampir sejak lima tahun yang lalu. Kampung Ahmadiyah di
Manislor diserang, sekolahnya disegel, di tempat lain masjid-masjid
Ahmadiyah dibakar. Alasannya, ya tuduhan itu: salah satunya karena
mereka hajinya tidak ke Mekkah, tapi ke Qodian atau Lahore.

Saya sebenarnya tak terlalu peduli alasan-alasan kenapa jemaat
Ahmadiyah ini muncul, alasan teologis misalnya tentang pemahaman dan
keyakinan internal yang mereka anut. Pun selama ini, saya tak peduli
pada serangan-serangan terhadap jemaat Ahmadiyah ini, misalnya konon
mereka mengganti kalimat syahadat, mengganti Al-Quran dengan Tadzkirah,
atau hajinya tidak ke Mekkah. Saya tidak pernah tahu
kesahihan-kesahihan tuduhan ini. Saya tidak pernah meminta konfirmasi
ke pengikutnya—karena bagi saya ini tidak penting.

Bagi saya Ahmadiyah memiliki hak untuk hidup di Indonesia—dengan model
keyakinan apapun yang dimilikinya, asal mereka mematuhi hukum yang ada
di Indonesia ini, demikian juga dengan kelompok-kelompok Islam yang
lain. Sepanjang pengetahuan saya, pengikut Ahmadiyah telah memenuhi
kewajibannya sebagai warga negara yang baik, mereka juga terlibat
pembangunan fasilitas publik: sekolah, rumah ibadah, balai pendidikan,
yayasan dan fasilitas-fasilitas yang lain-lain.

Malah pengikut-pengikut dari kelompok-kelompok yang menyerang mereka
melakukan tindakan kekerasan dan sering mengangkangi hukum di negeri
ini. Pun dari kelompok-kelompok itu tak satu-ruangan-pun membangun
untuk sekolah atau pesantren, program asasinya adalah demonstrasi, dan
mengumbar cacian dan fitnah di media-media yang mereka terbitkan.
Mumpung lagi terbuka alam demokrasi dan kebebasan, meski mereka tak
paham apa itu demokrasi dan kebebasan. Pikir mereka, demokrasi dan
kebebasan adalah alasan yang sebebas-bebasnya untuk menghakimi
keyakinan orang lain, mengumbar fitnah, cacian dan provokasi, melakukan
penyerangan dan kekerasan terhadap kelompok yang dituding “sesat” dan
“menyimpang”. Maklum kelompok ini memang “penumpang gelap” dalam
kondisi ini.

Kira-kita tiga tahun yang lalu, saya pernah berada di dalam sebuah
masjid Ahmadiyah Al-Fadl di Bogor yang dituntut disegel oleh kelompok
yang menamakan dirinya Gerakan Umat Islam (GUI) di bawah pimpinan yang
mengaku Habib Abdurrahman Assegaf. Saya juga baru tahu, ternyata “Habib
Abdurrahman Assegaf” bukan nama sebenarnya. Laki-laki ini tidak
memiliki wajah Timur Tengah, tapi “Timur Tengah Indonesia” alias
berwajah Ambon Manise. Nama aslinya Abdul Haris Umarella. Saya tidak
pernah tahu, bagaimana ia mendapat marga Assegaf, dan mendapat julukan
Habib yang berarti orang yang dicintai. Wajah Habib Abdurrahman Assegaf
ini, uuupss Abdul Haris Umerella baru saja muncul di televisi ketika
menyebut bahwa Nur Said atau Nur Sahid yang sebelum-sebelum ini
ditenggarai pelaku bom bunuh diri (ternyata salah!) adalah lulusan
Pesantren Ngruki. Pihak Ngruki pun meradang, mereka akan menuntut Pak
Abdul Haris ini. Mereka awalnya menolak informasi tentang Nur Said itu,
namun akhirnya mengakuinya. Pertanyaan saya, darimana sumber informasi
yang diterima oleh Pak Abdul Haris Umarella ini? Saya kenal dia bukan
peneliti atau pengamat terorisme, darimana ia memperoleh data yang
valid? Dari intel atau aparat kah? Wallahu a’lam.

Tuntutan penyegelan itu hari Jumat, tepatnya setelah sholat Jumat. Saya
pun merinding, bagaimana sholat Jumat digunakan sebagai tempat
mobilisir massa, khutbahnya ajang provokasi, setelah tu teriak-teriak
takbir “Allahu Akbar, Allahu Akbar” ingin menyerang orang. Sholat Jumat
di masjid Ahmadiyah sama seperti yang lain, khutbah dua kali, khatibnya
duduk di antara dua khutbah, tiap khutbah memuji Allah dan bersalawat
pad Rasul-Nya, menganjurkan wasiat taqwa, dan di khutbah kedua
mendoakan ampunan bagi kaum muslimin—termasuk mereka yang menyerang
Ahmadiyah. Khutbahnya dalam bahasa Indonesia. Sholat Jumat nya juga dua
rakaat.

Kembali ke larangan Pemerintah Saudi itu yang akan melarang jemaat
Ahmadiyah naik haji, direspon oleh seorang sekretaris Muhammadiyah,
yang menurutnya sangat sulit karena paspor dan KTP Indonesia cuma
mencantumkan agama Islam “thok”. Tak ada embel-embel yang lain. Ketika
saya lemparkan informasi ini di status facebook saya, ada komentar
menarik, hal ini akan mungkin kalau Saudi Arabia memiliki kecanggihan
teknologi melebihi Amerika, yakni semacam “pemindai keyakinan”. Kalau
“metal detector” akan mengeluarkan bunyi-peringatan kalau mendeteksi
besi—kalau “pemindai keyakinan” akan berbunyi kalau menyentuh orang
Ahmadiyah atau orang-orang yang disesatkan oleh Pemerintah Saudi yang
Wahabi itu.

Saya ingin kegilaan Pemerintah Saudi ini ditolak mentah-mentah oleh
Pemerintah Indonesia yang masih waras ini. Dan dari permintaan Saudi
ini pula, saya baru tahu kalau jemaat Ahmadiyah naik haji ke Mekkah,
bukan ke Qodian atau Lahore yang selama ini dituduhkan pada mereka.

Jakarta 11 Agustus 2009

Mohamad Guntur Romli

Filed under: Ahmadiyah, Demokrasi, Fundamentalis, Pluralisme, Politik, Sosial, kekerasan ,

11 Responses

  1. Mustafa Kamal mengatakan:

    Aneh memang, pak guntur benar, sejak lama, nyaris setiap tahun pemerintah saudi melarang orang ahmadiyah hajji ke makkah. Padahal mereka sendiri yang ngotot katakan bahwa ahmadiyah hajinya ke india sana.

    Saya pernah mendengar warga ahmadiyah menjawab pertanyaan kanapa mereka tidak ada yang pergi haji? Alasannya, karena Haji itu punya syarat selain mampu juga harus aman diperjalanan. Selama pemerintah saudi melarang ahmadiyah datang haji ke negerinya selama itu pula mereka telah menghambat jutaan ribu warga ahmadiyah mendapat kunci syurga seperti dijanjikan nabi.

  2. Agus Suhanto mengatakan:

    sy Agus Suhanto, nyampe di blog ini dr mbah yahoo. Salam kenal ya… :)

  3. zero mengatakan:

    kalau saya tak pernah bersinggungan dengan ahmadiyah
    tapi saya tak menyetujui menegur dengan cara kekerasan bila ahmadiyah melenceng dari ajaran islam rangkullah,ajaklah untuk kembali ke ajaran islam yang sebevarnya,saya tak berani bilang ahmadiyah itu sesat karena saya tak pernah bersinggungan dengan penganutnya.
    stop kekerasan dalam berdakwah!!!!
    contohlah rosulullah dalam berdakwah
    islam berhasil menyebar ke penjuru dunia,dan rosulullah adalah mnusia no 1 di dunia yang paling berhasil dalm kepemimpinannya itu adalah seorang yang santun dalam bertutur,bijak dalam bersikap,dan welas asih terhadap sesama manusia…saya pikir itulah kunci keberhasilannya.

  4. FPI mengatakan:

    PERASAANKU KEPADA AHMADIYAH…

    ibaratnya kami 5 bersaudara. kelima saudara tersebut RESMI diakui sebagai anak kandung oleh ortu kami karena merekalah yang menentukan standar apakah kami termasuk anaknya atau bukan. kalo ada Pak RT yang datang dengan seorang anak dan memaksa ortu kami menerimanya sebagai anak kandung, padahal semur hidupnya ortu kami tidak merasa memilki anak tersebut tentu lucu jika Pak RT tsbt tetep ngotot memaksakan kehendaknya agar anak tersebut diterima sebagai sodara kami.

    PERASAANKU KEPADA AHMADIYAH

    ibaratnya kami 100 orang dinyatakan lulus SPMB dan diwajibkan daftar ulang dengan membawa kartu ujian dan pas foto 3 x 4. tentu saja jika ada seorang anak yang TIDAK DINYATAKAN LULUS kemudian datang membawa semau persyaratan daftar ulang dan ingin mendaftar ulang TIDAK AKAN DITERIMA, KARENA KONTEKSNYA DAFTAR ULANG ADALAH UNTUK ANAK YANG LULUS UJIAN. bukan untuk anak yang tidak lulus walaupun dia melengkapi semua persyaratan daftar ulang..

    PERASAANNKU KEPADA PEMBELA AHMADIYAH…

    kalau mau mencarikan ortu kandung dari seorang anak, jangan memaksa orang tua kami tapi carilah ortunya yang asli yang asli.. karena bagaimanapun dia tidak memenuhi syarat untuk disebut anak kandung..

    kalau mau daftar ulang, lulus ujian dulu rek!! kalo gak, cari universitas atau perguruan tinggi yang laen..

  5. Admin mengatakan:

    Mustafa kamal, agus suhanto salam kenal..

    Untuk FPI salam jitak aja dech..hehe…:)
    Ada dua point yang saya pahami dari komentar panjang anda pak FPI..! Pertama: ahmadiyah anak (indonesia) yang tak diakui 2. ahmadiyah tak lulus ujian.

    Boleh kami tahu alasan anda mengapa ahmadiyah anda katakan tak diakui dan tak lulus ujian?

    regard

    Admin

  6. Fatahillah Akbar mengatakan:

    @ Admin, Mustafa Kamal,Zero salam kenal ! Semoga Allah Ta’ala melimpahi anda semua dengan kerendahan hati, kecemerlangan pikir dan keberanian membela keadilan untuk semua. Barrakallaahu lakum !! (kawan seperjuangan).

    @FPI : Jika mau bermain logika/mantiq perbandingannya harus apple to apple, jangan anda bandingkan kucing dengan kuda atau apple dengan mangga ! pelajari lagi kitab-kitab mantiq bung ! Silakan dikritisi dengan perbandingan yang sehat dan logika ilmiah yang benar !

    Sepanjang saya berkenalan dan mengetahui sepak terjang ahmadiyah di Indonesia dan di dunia Islam, inilah beberapa yang telah dan sedang dilakukan :

    1. Ahmadiyah telah membuka missi eksisnya di 195 negara di dunia dengan total jumlah anggota sekitar 250-an juta.
    2. Ahmadiyah telah mengutus mubaligh-mubalighnya hingga ke kepulauan terpencil Pasifik semata-mata untuk mengajak umat manusia mencintai Allah dan Rasulullah Muhammad saw melalui agama Islam.
    3. Ahmadiyah telah menerjemahkan Al Quran dalam 100 bahasa dunia dan menyebarkannya di seluruh dunia.
    4. Ahmadiyah telah memperkenalkan Islam yang sangat indah dan damai kepada dunia Eropa, Amerika dan Afrika sehingga telah menarik jutaan orang masuk ke dalam jamaahnya.
    5. Ahmadiyah telah memiliki stasiun TV dakwah (Muslim TV Ahmadiyah International) yang mengudara 24 jam-Non Stop setiap harinya guna mendukung dakwah Islam masuk ke pintu-pintu Asia, Eropa, Amerika dan seluruh dunia sehingga banyak dari mereka mulai tertarik, menghormati dan ingin tahu dan berkenalan dengan keindahan Islam sebagai Rahmatan lil ‘Alamiin.
    6. Ahmadiyah telah membuka kembali missi dakwah Islam yang kosong di Andalusia (Spanyol) dengan mendirikan cabang di sana (Basyarat Mosque) setelah dakwah Islam vakum selama 500 tahun lebih di sana.
    7. Ahmadiyah masuk lebih jauh hingga ke jantung Eropa melalui Perancis, Swiss hingga ke Jerman. Di Jerman sekarang ini Ahmadiyah sedang in project mendirikan 100 masjid di kota-kota besar di Jerman dan seiring dengan itu Islam sekarang diakui sebagai agama yang eksis di Jerman.

    Bung FPI sangat menarik apabila anda menceritakan pula sudah sampai di berapa negara FPI berdakwah atau membuka missi dakwah Islamnya dan sudah berapa banyak non muslim atau atheist yang kemudian mencintai Islam dan Rasulullah saw berkat dakwah FPI di Russia, Eropa dan Amerika atau bahkan Israel ? Mari ber-Fastabiqul Khairat bung !

  7. FPI mengatakan:

    @admin:
    sudah gaharu cendana pula. sudah tahu bertanya pula
    malu bertanya sesat di jalan. salah nanya malu-maluin di jalan..

    sulit untuk bermain argumen untuk kasus apapun termasuk ahmadiyah jika standar yang kita pakai berbeda. jika saya mengatakan pada suhu 100 derajat air akan mendidih, pasti ada yang pro dan ada yang kontra. tergantung mereka menggunakan parameter celcius atau tidak.

  8. FPI mengatakan:

    @ Fatahillah:
    FPI emang kepanjangannya apa menurut ente?
    yang ente maksud frot pembela islam ya?
    sy buka FPI itu…
    sayang sekali…

  9. FPI mengatakan:

    fatahillah akbar mengemukakan fakta yang bagus untuk referensi namun sayang sumbernya ga dicantumkan. menurut kaidah pengutipan ilmiah, tulisan antum masih dianggap isapan jempol atau omong kosong karena data tsb ga jelas sumbernya.

    terkait dengan logika, saya sih paham dikit2. tidak semua perbandingan itu harus identik, mas. kita mengenal yang namanya analogi yg digunakan untuk penyederhanaan performance of telling tergantung pendengar yang kita ajk bicara. kalo saya menganalogikan interaksi enzim dengan perumpamaan gembok dan kunci sah-sah saja, walaupun tidak semua sifat enzim dan reseptor identik dengan sifat gembok dan kunci. (sepertinya anda yang harus nambah buku mantik)

  10. FPI mengatakan:

    TANGGAPAN UNTUK POIN2 DARI MAS FATAHILLAH

    sayang sekali poin yang disampaikan tidak menyentuh substansi masalah. yg sedang saya bicarakan adalah standar kelayakan ahmadiyah untuk jadi bagian dari anak kandung (misal). tetapi yang antum sampaiakn adalah KEGIATAN YANG DILAKUKAN OLEH AHMADIYAH. coba deh kita cek satu2:

    point 1. : dijelaskan tentang jumlah negara yang diakses dan jumlah anggota ahmadiyah. saya tanya anda apakah dengan mencantumkan data tsb, ahmadiyah secra konsep serta merta menjadi bener?. kalo kita bandingkan dengan nasrani dan yahudi pun akses dan jumlah pemeluknya jauh lebih besar tetapi tidak menjadikan mereka diakui sebagai konsep islam. begitu juga dengan musailammah al-kadzab si nabi palsu jumlah tetntaranya di perang yamamah sangat beasr. tetapi apakah itu membuat dia dengan sendirinya menjadi bener? kalo jawabannya iya, kenapa kaum muslimin generasi awal masih memerangi mereka?

    poin2 selanjutnya juga tidak menyentuh substansi persoalan…

  11. Jamaluddin Feeli mengatakan:

    Ass. Alhamdulillah, kesengsaraan membawa berkat, ayao Kanwil mana lagi yang nyusul, fastabiqul khairat. Masa Ibadah dihalangi. wss

Leave a Reply