Arsip untuk ‘Demokrasi’ Kategori
Ditulis oleh The Young Community di/pada November 6, 2009
Kampanye anti pemikiran islam liberal nampaknya semakin gencar dilakukan aktifis-aktifis islam kanan di NTB. Setelah baru lalu mengadakan diskusi-diskusi anti penyesatan, kemaren (5/11) mereka mengadakan seminar dengan tema “kajian pemikiran islam” di Gedung Graha Bakti Kantor Gubernur NTB.
Acara yang diselenggarakan Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor cabang Mataram tersebut menghadirkan tiga aktifis garda depan penentang islam liberal yakni Dr. Adian Husaini (Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia), dan dua aktifis dari Institute for the Study of Islamic Thought and Civilization (INSISTS) Jakarta, DR. Hamid Fahmy Zarkasyi dan Dr. Nirwan Safrin.
Gubernur NTB TGH. Zainul Majedi dalam sambutannya mengatakan, liberalisasi pemikiran dan hukum islam menjadi ancaman serius tehadap eksistensi agama Islam, persepsi dan pemahaman agama islam seperti ini harus dikaji lebih dalam.
“proses liberalisasi pemikiran dalam islam tidak lahir begitu saja, tapi sengaja diskenario dan direkayasa secara oleh pihak-pihak tertentu” tambah Gubernur yang baru lalu mendapat rekor sebagai Gubernur termuda dari MURI itu.
Ketua penyelenggara kegiatan tersebut Dr. Lalu Wira mengatakan, acara ini dimaksudkan sebagai counter dari pemikiran islam liberal yang selama ini berkembang ditengah masyarakat.
Selain menghadirkan para pembicara, panitia juga menghadirkan pimpinan pondok pesantren modern Gontor KH. Abdullah Zarkasyi dan beberapa pimpinan pondok pesantren di NTB seperti TGH. Safwan hakim Kediri dan TGH. Lalu Anas Hasry Anjani Lombok Timur. []
Ditulis dalam Agama, Demokrasi, Fundamentalis, Islam, Kebebasan, PKS, Pluralisme | Bertanda: Konspirasi, PKS | 1 Komentar »
Ditulis oleh The Young Community di/pada November 5, 2009
Dukungan masyarakat sipil untuk Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah dua pimpinan KPK non aktif yang sempat di penjarakan itu terus mengalir. Dukungan tak hanya lewat dunia nyata dalam bentuk aksi demonstrasi tapi juga dari dunia maya, facebook (FB).
Oleh : Jhellie Maestro*

Di dunia nyata aksi-aski berlangsung tidak hanya di Jakarta tapi juga di daerah-daerah. Tokoh-tokoh nasional seperti Gusdur, Syafi’i Ma’arif, Masdar Farid Mas’udi dan lain-lain juga tak tanggung-tanggung turut turun kejalan. Sementara di dunia maya dukungan tak kalah dahsyat. Seorang bernama Usman Yasin dosen universitas muhammadiyah Bengkulu memulainya dengan mengangkat tema Gerakan 1 juta Facebookers Dukung Chandra Hamzah & Bibit Samad Riyanto.
Fantastis, dua hari setelah dukungan itu dibuat ada 200 ribuan orang menyatakaan dukungannya. Sampai dibentuknya tim 8 oleh presiden pada selasa lalu, angkanya sudah mencapai 500 ribu orang. Angka yang begitu fantastis konon menurut beberapa analis, telah menginspirasi SBY membentuk TIM 8. Hari ini angka dukungan itu sudah menembus 894.323 orang.
Aksi dukungan melalui FB seperti ini juga pernah mencuat ketika Prita Mulya Sari mengalami kriminalsasi oleh rumah sakit omni internasional. Hasilnya prita dibebaskan ketika angka dukungan mencapai 80 ribu orang. Bahkan diliputan televisi, dengan jujur polisi mengatakan, mereka membebaskan Prita salah satu alasannya karena besarnya dukungan masyarakat lewat FB.
Diakui maupun tidak, FB hari ini telah ikut mewarnai sistem demokrasi kita. Ketika saluran demokrasi formal seperti partai politik, DPR dan DPD sudah tersumbat dan tak lagi bisa diandalkan rakyat, ketika dunia hukum mengabaikan nalar dan akal sehat, maka FB yang awalnya hanya sebuah jejaring pertemanan menjadi saluran demokrasi alternatif yang sangat efektif.
Suka tidak suka, dalam kontestasi dua kasus ini, FB telah menghasilkan people power yang luarbiasa dan tak bisa dianggap remeh penguasa. Sebuah media massa menulis, dalam kasus KPK, FB telah menstimulasi munculnya pembangkangan sipil. Masyarakat secara sadar dan mengikuti nurani bersuara lantang, KPK harus diselamatkan, dan mafioso-mafioso politik dinegeri ini harus dilawan. []
Ditulis dalam Demokrasi, Konspirasi, Korupsi, Politik | Bertanda: Konspirasi, Hukum, Korupsi, Politik | Leave a Comment »
Ditulis oleh The Young Community di/pada Oktober 22, 2009
Marak diberitakan, seseorang laki-laki paruh baya bernama Amaq Bakri asal Desa sambelia Lombok Timur mengaku menjadi nabi. Isu itu merebak setelah selebaran berjudul “seputar nabi palsu” beredar di tengah masyarakat. Menurut selebaran itu Amaq Bakri mengaku diri seorang nabi karena telah melakukan perjalanan isra’ mi’raj persis seperti yang dilakukan nabi muhammad.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Agama, Berita, Demokrasi, Informasi, Lokal, Pluralisme | 1 Komentar »
Ditulis oleh The Young Community di/pada September 29, 2009
Kantor Wilayah Departemen Agama (Depag) Nusa Tenggara Barat (NTB) masih memperbolehkan warga Ahmadiyah berhaji atau menunaikan ibadah haji meskipun ada larangan Pemerintah Arab Saudi.
“Kami tidak melarang mereka berhaji makanya tidak ada pendeteksian warga Ahmadiyah dalam daftar calon haji,” kata Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Depag NTB, Suhaimy Ismy, di Mataram, Senin (7/9), usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pemberangkatan calon haji dan dan pemulangan jamaah haji asal NTB.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Agama, Ahmadiyah, Berita, Demokrasi, Pluralisme | 9 Komentar »
Ditulis oleh The Young Community di/pada September 27, 2009
VIVAnews - Lima orang tewas dan sejumlah orang luka-luka dalam peristiwa bentrokan antara dua kelompok warga yakni Dusun Daye Lurung dan Dusun Bagekdewe di Desa Ketare Lombok Tengah.
Kelima korban tersebut masing-masing bernama Haji Ali, Lalu Budi, Misbah, Haji Nila keempatnya warga Dayen Lurung, Ketare, serta Sujan warga Rangge Gate Lombok Tengah.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Berita, Demokrasi, Informasi, Lokal, Politik, Sasak, kekerasan | 1 Komentar »
Ditulis oleh The Young Community di/pada Agustus 25, 2009
Saat mudik ke Kampung halaman, Darussalam Bungbulang (Kandangwesi) Garut. Tentu tak ada aktivitas ngenet; ngeblog, ngefacebook, noongan Harian Umum. Jangankan berinternet ria, listrik saja harus rela menunggu giliran nyala.
Memang kampung sekali. Tiba-tiba beberapa kawan di Tim Sunan Gunung Djati memberikan pesan malulai pesan singkat “Apa komentarmu tentang aksi terorisme? Adakah setiap agama memerintahkan dan membenarkan praktik bom bunuh diri? Haruskan ajaran Islam dinodai dengan kekerasan? Dimanakah Slogan Rahmatan Lil Alamin itu?”
Ibnu Gifari*
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Agama, Berita, Demokrasi, Fundamentalis, Informasi, Kliping, Pluralisme, Politik, Sosial, kekerasan | 4 Komentar »
Ditulis oleh The Young Community di/pada Agustus 16, 2009
Terkait kontribusi partai politik agama terhadap demokrasi, hasil penelitian Stathis N. Kalyvas tentang partai-partai Kristen Demokrat di Eropa sangat menarik untuk dikemukakan. Menurut Kalyvas, para pelaku politik keagamaan ternyata tidak hanya diikat oleh keyakinan ideologi keagamaan mereka, tapi juga oleh perhitungan untung-rugi dalam usaha mencapai atau mempertahankan kekuasaan. Karena berorientasi pada kekuasaan, partai-partai ini berupaya memoderatkan posisi politik mereka dalam rangka mendapatkan banyak dukungan suara rakyat. Sebab, mereka sadar bahwa mayoritas massa pemilih lebih menyukai posisi politik moderat ketimbang yang terlalu ekstrem.
Oleh Iqbal Hasanuddin
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Agama, Demokrasi, Fundamentalis, Islam, Nasionalisme, PKS, Pluralisme, Politik, Sosial | Bertanda: PKS | 2 Komentar »
Ditulis oleh The Young Community di/pada Agustus 12, 2009
Saya baru tahu kalau jemaat Ahmadiyah naik haji ke Mekkah juga. Anehnya
saya malah tahu dari Pemerintah Saudi. Saya tahu bukan dari teman-teman
saya yang berasal dari pengikut Ahmadiyah, meski saya cukup dekat
dengan mereka tapi saya tidak pernah tanya soal sas-sus itu. Dan saya
memang tak pernah mau tahu urusan keyakinan mereka.
Mohamad Guntur Ramli Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Ahmadiyah, Demokrasi, Fundamentalis, Pluralisme, Politik, Sosial, kekerasan | Bertanda: Ahmadiyah | 11 Komentar »
Ditulis oleh The Young Community di/pada Juli 10, 2009
Sosoknya seakan tak pernah mati, karena mampu “minda rupa” atau berganti peran secara eksistensial. Menyesuaikan diri dengan perkembangan horizon masyarakat Sunda yang kian kompleks. Ia bisa mancala putera, mancala puteri -dalam artian mampu meragamkan pribadi -menjadi sesosok manusia multi-fungsi yang mengasyikkan, menghibur dan menuntun, tulis Sukron Abdilah, Pegiat Sunda dan Kearifan Lokal (Kompas Jabar, Anjungan, 23 Juni 2007)
Oleh IBN GHIFARIE
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Agama, Demokrasi, Islam, Lokal, Pluralisme | Leave a Comment »
Ditulis oleh The Young Community di/pada Juni 2, 2009
Seminar Pancasila dalam Pusaran Globalisasi dan Fundamentalisme
Wahid Luncurkan Buku Islam , Konstitusi dan Hak Asasi Manusia
Jakarta-wahidinstitute.org.Di sela-sela acara Seminar Pancasila dalam Pusaran Globalisasi dan Fundamentalisme di Auditorium Perpustakaan Nasional Senin kemarin (1/06), the Wahid Institute meluncurkan buku terbarunya Islam, Konstitusi dan Hak Asasi Manusia; Problematika Hak Kebebasan Beragam dan Berkeyakinan di Indonesia.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Berita, Buku, Demokrasi, Informasi, Politik | Leave a Comment »