<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>JARINGAN ISLAM KAMPUS (JARIK) MATARAM</title>
	<atom:link href="http://jarikmataram.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jarikmataram.wordpress.com</link>
	<description>Meretas Perbedaan, Menuai Rahmat Kebangsaan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 06 Nov 2009 07:45:07 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='jarikmataram.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/4c157c161524d3e223a07234ba8a2851?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>JARINGAN ISLAM KAMPUS (JARIK) MATARAM</title>
		<link>http://jarikmataram.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Pemikiran Liberal Masih ditentang</title>
		<link>http://jarikmataram.wordpress.com/2009/11/06/pemikiran-liberal-masih-ditentang/</link>
		<comments>http://jarikmataram.wordpress.com/2009/11/06/pemikiran-liberal-masih-ditentang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 07:45:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>The Young Community</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Demokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Fundamentalis]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kebebasan]]></category>
		<category><![CDATA[PKS]]></category>
		<category><![CDATA[Pluralisme]]></category>
		<category><![CDATA[Konspirasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jarikmataram.wordpress.com/?p=507</guid>
		<description><![CDATA[Kampanye anti pemikiran islam liberal nampaknya semakin gencar dilakukan aktifis-aktifis islam kanan di NTB. Setelah baru lalu mengadakan diskusi-diskusi anti penyesatan, kemaren (5/11) mereka mengadakan seminar dengan tema “kajian pemikiran islam” di Gedung Graha Bakti Kantor Gubernur NTB. 
Acara yang diselenggarakan Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor cabang Mataram tersebut menghadirkan tiga aktifis garda depan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jarikmataram.wordpress.com&blog=1054426&post=507&subd=jarikmataram&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Kampanye anti pemikiran islam liberal nampaknya semakin gencar dilakukan aktifis-aktifis islam kanan di NTB. Setelah baru lalu mengadakan diskusi-diskusi anti penyesatan, kemaren (5/11) mereka mengadakan seminar dengan tema “kajian pemikiran islam” di Gedung Graha Bakti Kantor Gubernur NTB. </p>
<p>Acara yang diselenggarakan Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor cabang Mataram tersebut menghadirkan tiga aktifis garda depan penentang islam liberal yakni Dr. Adian Husaini (Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia), dan dua aktifis dari <em>Institute for the Study of Islamic Thought and Civilization</em> (INSISTS) Jakarta, DR. Hamid Fahmy Zarkasyi dan Dr. Nirwan Safrin. </p>
<p>Gubernur NTB TGH. Zainul Majedi dalam sambutannya mengatakan,  liberalisasi pemikiran dan hukum islam menjadi ancaman serius tehadap eksistensi agama Islam, persepsi dan pemahaman agama islam seperti ini harus dikaji lebih dalam. </p>
<p>“proses liberalisasi pemikiran dalam islam tidak lahir begitu saja, tapi sengaja diskenario dan direkayasa secara oleh pihak-pihak tertentu” tambah Gubernur yang  baru lalu mendapat rekor sebagai Gubernur termuda dari MURI itu.</p>
<p>Ketua penyelenggara kegiatan tersebut Dr. Lalu Wira mengatakan, acara ini dimaksudkan sebagai counter  dari pemikiran islam liberal yang selama ini berkembang ditengah masyarakat. </p>
<p>Selain menghadirkan para pembicara, panitia juga menghadirkan pimpinan pondok pesantren modern Gontor KH. Abdullah Zarkasyi dan beberapa pimpinan pondok pesantren di NTB seperti TGH. Safwan hakim Kediri dan TGH. Lalu Anas Hasry Anjani Lombok Timur. []</p>
Posted in Agama, Demokrasi, Fundamentalis, Islam, Kebebasan, PKS, Pluralisme Tagged: Konspirasi, PKS <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jarikmataram.wordpress.com/507/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jarikmataram.wordpress.com/507/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jarikmataram.wordpress.com/507/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jarikmataram.wordpress.com/507/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jarikmataram.wordpress.com/507/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jarikmataram.wordpress.com/507/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jarikmataram.wordpress.com/507/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jarikmataram.wordpress.com/507/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jarikmataram.wordpress.com/507/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jarikmataram.wordpress.com/507/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jarikmataram.wordpress.com&blog=1054426&post=507&subd=jarikmataram&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jarikmataram.wordpress.com/2009/11/06/pemikiran-liberal-masih-ditentang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3769e77ae53654a7952e0bfff7012f8d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">The Young Community</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Facebook dan Pembangkangan Sipil</title>
		<link>http://jarikmataram.wordpress.com/2009/11/05/facebook-dan-pembangkangan-sipil/</link>
		<comments>http://jarikmataram.wordpress.com/2009/11/05/facebook-dan-pembangkangan-sipil/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 15:42:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>The Young Community</dc:creator>
				<category><![CDATA[Demokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Konspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jarikmataram.wordpress.com/?p=504</guid>
		<description><![CDATA[Dukungan masyarakat sipil untuk Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah dua pimpinan KPK non aktif yang sempat di penjarakan itu terus mengalir. Dukungan tak hanya lewat dunia nyata dalam bentuk aksi demonstrasi tapi juga dari dunia maya, facebook (FB).
Oleh : Jhellie Maestro*

Di dunia nyata aksi-aski berlangsung tidak hanya di Jakarta tapi juga di daerah-daerah. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jarikmataram.wordpress.com&blog=1054426&post=504&subd=jarikmataram&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Dukungan masyarakat sipil untuk Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah dua pimpinan KPK non aktif yang sempat di penjarakan itu terus mengalir. Dukungan tak hanya lewat dunia nyata dalam bentuk aksi demonstrasi tapi juga dari dunia maya, facebook (FB).<br />
Oleh : Jhellie Maestro*<br />
<img src="http://jarikmataram.files.wordpress.com/2009/11/75art.gif?w=257&#038;h=200" alt="75Art" title="75Art" width="257" height="200" class="alignleft size-full wp-image-505" /><br />
Di dunia nyata aksi-aski berlangsung tidak hanya di Jakarta tapi juga di daerah-daerah. Tokoh-tokoh nasional seperti Gusdur, Syafi’i Ma’arif, Masdar Farid Mas’udi dan lain-lain juga tak tanggung-tanggung turut  turun kejalan.  Sementara di dunia maya dukungan tak kalah dahsyat. Seorang bernama Usman Yasin dosen universitas muhammadiyah Bengkulu memulainya dengan mengangkat tema Gerakan 1 juta Facebookers Dukung Chandra Hamzah &amp; Bibit Samad Riyanto.</p>
<p>Fantastis, dua hari setelah dukungan itu dibuat ada 200 ribuan orang menyatakaan dukungannya. Sampai dibentuknya tim 8 oleh presiden pada selasa lalu, angkanya sudah mencapai 500 ribu orang. Angka yang begitu fantastis konon menurut beberapa analis, telah menginspirasi SBY membentuk TIM 8.  Hari ini angka dukungan itu sudah menembus 894.323 orang. </p>
<p>Aksi dukungan melalui FB seperti ini juga pernah mencuat ketika Prita Mulya Sari mengalami kriminalsasi oleh rumah sakit omni internasional. Hasilnya prita dibebaskan ketika angka dukungan mencapai 80  ribu orang. Bahkan diliputan televisi, dengan jujur polisi mengatakan, mereka membebaskan Prita salah satu alasannya karena besarnya dukungan masyarakat lewat FB.  </p>
<p>Diakui maupun tidak, FB hari ini telah ikut mewarnai  sistem demokrasi kita. Ketika saluran demokrasi formal seperti partai politik, DPR dan DPD sudah tersumbat  dan tak lagi bisa diandalkan rakyat, ketika dunia hukum mengabaikan nalar dan akal sehat, maka FB yang awalnya hanya sebuah jejaring pertemanan menjadi saluran demokrasi alternatif yang sangat efektif. </p>
<p>Suka tidak suka, dalam kontestasi dua kasus ini, FB telah menghasilkan  people power yang luarbiasa dan tak bisa dianggap remeh penguasa. Sebuah media massa menulis, dalam kasus KPK, FB telah menstimulasi munculnya pembangkangan sipil. Masyarakat secara sadar dan mengikuti nurani bersuara lantang, KPK harus diselamatkan, dan mafioso-mafioso politik dinegeri ini harus dilawan.  []</p>
Posted in Demokrasi, Konspirasi, Korupsi, Opini, Politik Tagged: Hukum, Konspirasi, Korupsi, Politik <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jarikmataram.wordpress.com/504/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jarikmataram.wordpress.com/504/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jarikmataram.wordpress.com/504/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jarikmataram.wordpress.com/504/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jarikmataram.wordpress.com/504/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jarikmataram.wordpress.com/504/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jarikmataram.wordpress.com/504/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jarikmataram.wordpress.com/504/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jarikmataram.wordpress.com/504/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jarikmataram.wordpress.com/504/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jarikmataram.wordpress.com&blog=1054426&post=504&subd=jarikmataram&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jarikmataram.wordpress.com/2009/11/05/facebook-dan-pembangkangan-sipil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3769e77ae53654a7952e0bfff7012f8d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">The Young Community</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jarikmataram.files.wordpress.com/2009/11/75art.gif" medium="image">
			<media:title type="html">75Art</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rekaman KPK</title>
		<link>http://jarikmataram.wordpress.com/2009/11/04/rekaman-kpk/</link>
		<comments>http://jarikmataram.wordpress.com/2009/11/04/rekaman-kpk/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 07:57:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>The Young Community</dc:creator>
				<category><![CDATA[Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Konspirasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jarikmataram.wordpress.com/?p=502</guid>
		<description><![CDATA[Nama dua ketua KPK yang dijadikan tersangka oleh Kepolisian RI, Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah, nampaknya akan menjadi ‘maskot’ penegakan hukum di negeri ini. Selasa kemaren, rekaman percakapan antara Anggodo Widjojo dengan Wisnu Subroto (mantan Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen) serta beberapa orang lainnya- membuka labirin gelap mafia hukum di negeri ini.

Mata publik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jarikmataram.wordpress.com&blog=1054426&post=502&subd=jarikmataram&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://jarikmataram.files.wordpress.com/2009/11/negeri-bedebah500.gif?w=300&#038;h=286" alt="negeri-bedebah500" title="negeri-bedebah500" width="300" height="286" class="alignleft size-medium wp-image-501" />Nama dua ketua KPK yang dijadikan tersangka oleh Kepolisian RI, Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah, nampaknya akan menjadi ‘maskot’ penegakan hukum di negeri ini. Selasa kemaren, rekaman percakapan antara Anggodo Widjojo dengan Wisnu Subroto (mantan Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen) serta beberapa orang lainnya- membuka labirin gelap mafia hukum di negeri ini.<br />
<span id="more-502"></span><br />
Mata publik terbelalak, ada keterlibatan kepolisian, kejaksaan dan bahkan presiden dalam kasus pemberangusan peran KPK yang selama ini kuat dicurigai banyak pihak. Sebuah skenario tingkat elit yang sungguh luarbiasa rapinya.<br />
Berikut ringkasan transkrip rekaman dari tanggal 23 Juli 2009 hingga 10 Agustus 2009 yang diperdengarkan MK pada sidang kemaren. (selasa, 3 November 2009)</p>
<p>Anggodo dan orang yang diduga Wisnu Subroto</p>
<p>Pembicaraan 22 Juli terjadi pukul 12.03 WIB.</p>
<p>&#8220;Nanti malam saya rencananya ngajak si Edi (Edi Sumarsono) sama Ari (Ari Muladi) ketemu Truno 3 (Kabareskrim Komjen Susno Duadji),&#8221; kata Anggodo kepada Wisnu.</p>
<p>Sehari kemudian giliran Wisnu menelepon Anggodo, sekitar pukul 12.15.</p>
<p>Wisnu : Bagaimana perkembangannya?<br />
Anggodo : Ya, masih tetap nambahin BAP, ini saya masih di Mabes. Pokoknya berkasnya ini kelihatannya dimasukkan ke tempatnya Ritonga (saat itu Jaksa Agung Muda Pidana Umum, Abdul Hakim Ritonga, sekarang Wakil Jaksa Agung) minggu ini, terus balik ke sini, terus action.<br />
Wisnu : RI-I (Presiden) belum.<br />
Anggodo : Udah-udah, aku masih mencocokkan tanggal.</p>
<p>Sedang telepon yang membahas sikap Edi Sumarsono yang tidak mau mengakui bahwa ia mengetahui adanya perintah dari Antasari Azhar untuk memberi suap kepada Chandra Hamzah, berlangsung 29 Juli 2009, sekitar pukul 13.58.</p>
<p>Anggodo : Terus gimana Pak, mengenai Edi gimana, Pak.<br />
Wisnu : Edi udah tak omongken Irwan apa. Ini bukan sono yang salah, kita-kita ini yang jadi salah.<br />
Anggodo : Iya, padahal ia saksi kunci Chandra. Maksud saya Pak, dia kenalnya dari Bapak dan Pak Wisnu, nggak apa-apa kan Pak.<br />
Wisnu : Nggak apa-apa, kalau dari Wisnu nggak apa-apalah.<br />
Anggodo : Kalau kita ngikutin, kan berarti saya ngaku Irwan kan. Cuma kalau dia nutupin dia yang perintah. Perintahnya Antasari suruh ngaku ke Chandra (Chandra Hamzah) itu nggak ngaku. Terus siapa yang ngaku.<br />
Wisnu : Ya you sama Ari.<br />
Anggodo : Nggak bisa dong Pak, wong nggak ada konteksnya dengan Chandra.<br />
Wisnu : Nggak, saya dengar dari Edi.<br />
Anggodo : Iya dari Edi, emang perintahnya dia Pak. Lha Edi-nya nggak mau ngaku, gitu Pak, Dia (Edi) nggak kenal Chandra, saya ndak nyuruh ngasihin duit. Gimana bos?<br />
Wisnu : Ya nggak apa-apa.</p>
<p>Pada 30 Juli 2009, Anggodo kembali menghubungi Wisnu.</p>
<p>Anggodo : Pak tadi jadi ketemu.<br />
Wisnu : Udah, akhirnya Kosasih (pengacara) yang tahu persis teknis di sana. Suruh dikompromikan di sana. Kosasih juga sudah ketemu Pak Susno. Dia juga ketemu Pak Susno lagi dengan si Edi. Yang penting kalau dia tidak mengaku susah kita. Yang saya penting, dia menyatakan waktu itu supaya membayar Chandra atas perintah Antasari.<br />
Anggodo : Nah itu. Wong waktu di malam si itu dipeluk anu tak nanya, kok situ bisa ngomong. Si Ari dipeluk karena teriak-teriak, dipeluk sama Chandra itu kejadian.<br />
Wisnu : Bohong, nggak ada kejadian, kamuflase saja.</p>
<p>Anggodo dan orang yang diduga Kosasih</p>
<p>Pada 28 Juli 2009 Anggodo menghubungi seseorang yang diduga Kosasih, pengacaranya.</p>
<p>&#8220;Perlu enggak Ritonga dikasih?&#8221; tanya Anggodo. Saat itu Ritonga masih menjabat sebagai Jaksa Agung Muda tindak Pidana Umum (Jampidum).<br />
&#8220;Nanti saja pak,” jawab Kosasih.</p>
<p>Pada 28 Juli 2009 Anggodo menghubungi Kosasih, pengacaranya. Anggodo berkata kepada Kosasih, “Sebenarnya Edi Sumarsono itu seharusnya masuk penjara juga Kos. Tapi sama Pak Wisnu minta sama Ritonga gak dieksekusi-eksekusi.”</p>
<p>Pada 6 Agustus 2009 seorang perempuan menghubungi Anggodo. Berikut percakapannya.</p>
<p>Perempuan : Tadi Pak Ritonga telepon, besok dia pijet di Depok, ketawa-ketawa dia, pokoknya harus ngomong apa adanya semua, ngerti? Kalau enggak gitu kita yang mati, soalnya sekarang dapat dukungan dari SBY, ngerti ga?<br />
Anggodo : Siapa?<br />
Perempuan : Kita semua. Pak Ritonga, pokoknya didukung, jadi KPK nanti ditutup ngerti ga?<br />
Anggodo : Iya-iya<br />
Perempuan : Udah pokoknya jangan khawatir ini urusannya bisa tuntas, harus selesai. Dia ngomong begitu, Pak Ritonga. Bener Pak Ritonga itu loh, siapa polisi itu, si Susno itu. Kemarin Pak Ritonga dianu itu, Pak Ritonga ngamuk. Kan dia itu anu Pak, janji to? Gitu loh, kok dia yang nyeleweng, gak berani dia, katanya Anggodo suruh nelepon kamu, kamu stress toh Pak? Hari ini masuk TV terang loh Pak, masuk tv terang bos itu kayak apa itu?<br />
Anggodo : lya&#8230;hehe<br />
Perempuan : Tapi lebih baik kok katanya, bagus. Harus begini, karena Antasari, kan kamu tak certain ya Pak, ini kenapa dia ngomong gini? Mulai.. (tidak jelas) semua, Antasari kan butuh&#8230;tutup (tidak jelas) ngerti Pak? Pak Ritonga kan rentut-nya se-Indonesia yang nentuin Pak<br />
Anggodo : Iya<br />
Perempuan : Nah ini loh yang ini, makanya Pak Ritonga dengan urusan sampe tuntas<br />
Anggodo : Ya..ya</p>
<p>Satu hari kemudian, pada 7 Agustus 2009 Anggodo dihubungi seorang perempuan.</p>
<p>Anggodo : Apa sudah telepon Ritonga?<br />
Perempuan : Belum, baru sms saja. Telepon yang ngangkat ajudannya, bilang lagi rapat. Saya bilang sama ajudannya besok ada yang mau ketemu, ajudannya bilang ya saya terima.<br />
Anggodo : Apa itu artinya besok pasti.<br />
Perempuan : Mungkin saja kalau dia ngomongnya seperti itu.</p>
<p>Selanjutnya, pada 10 Agustus terjadi pula percakapan antara Anggodo dan seorang perempuan. Pembicaraan berlangsung dalam bahasa Jawa Timur.</p>
<p>Perempuan : Ritonga takon, Gimana Anggodo sakit? Ritonga iku apik wonge, ngerti budi. (Ritonga tanya, Gimana Anggodo sakit? Ritonga itu orangnya baik, tahu balas jasa). Ritonga ngomong, Bilang Pak Anggodo, banyak temen yang support dia. Jaksa Agung itu banyak. Jangan stress, bisa-bisa nggak bisa mikir kalo stress.</p>
<p>Anggodo dan mantan Jaksa Agung Muda Intelijen Wisnu Baroto.</p>
<p>&#8220;Nanti malam saya rencananya ngajak si Edi (Edi Sumarsono) sama Ari (Ari Muladi) ketemu Truno 3 (Kabareskrim Komjen Susno Duadji),&#8221; kata Anggodo kepada Wisnu.</p>
<p>Pada 30 Juli 2009, Anggodo kembali menghubungi Wisnu.</p>
<p>Anggodo : Pak tadi jadi ketemu.<br />
Wisnu : Udah, akhirnya Kosasih (pengacara) yang tahu persis teknis di sana. Suruh dikompromikan di sana. Kosasih juga sudah ketemu Pak Susno. Dia juga ketemu Pak Susno lagi dengan si Edi. Yang penting kalau dia tidak mengaku susah kita. Yang saya penting, dia menyatakan waktu itu supaya membayar Chandra atas perintah Antasari.<br />
Anggodo : Nah itu. Wong waktu di malam si itu dipeluk anu tak nanya, kok situ bisa ngomong. Si Ari dipeluk karena teriak-teriak, dipeluk sama Chandra itu kejadian.<br />
Wisnu : Bohong, nggak ada kejadian, kamuflase saja.</p>
<p>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p>Anggodo : Susno itu dari awal berangkat sama saya ke Singapura, itu dia sudah tau Toni itu saya, sudah ngerti Pak. Yang penting dia enggak usah masalahin Susno itu kan urusan penyidik Pak. Yang penting dia ngakuin itu bahwa dia yang merintahken untuk nyogok Chandra, itu aja.<br />
Wisnu : Sekarang begini, dia perintah kan udah Ari denger, you denger kan sudah selesai. Dia gak ngaku kan sal.. ga anu..gitu aja<br />
Anggodo : Tapi kalo dia gak ngebantu kita Pak, terjerumus. Dia benci sama Susno<br />
Wisnu : Biarin aja. Tapi nyatanya dia ngomong dipanggil Susno<br />
Anggodo : Dipanggil cuma ditanyain aja, dipancing Susno<br />
Wisnu : Saya sudah ingatken jangan nanti kena sasaran enggak, masuk penjara semua. Udah tak gitu-gituin juga</p>
<p>Dalam percakapan lain dengan seorang lelaki yang tidak diketahui identitasnya, Anggodo berucap dengan nada gembira soal kemenangan.</p>
<p>Anggodo : Ternyata Truno 3 komitmennya tinggi sama saya<br />
Lelaki : O, gitu bos yo<br />
Anggodo : Lho, kan wis mlebu bos (Lho, kan sudah masuk bos)<br />
Lelaki : Iyo toh<br />
Anggodo : Gak dilebokno tapi wis TSK, saiki nonaktif. Tapi gak gathuk koncone kene situk. (Gak dimasukkan, tapi sudah jadi tersangka. Sekarang nonaktif. Tapi, teman kita satu kena.)<br />
Lelaki : OC<br />
Anggodo : Dudu, Bibit. (Bukan, Bibit)<br />
Lelaki : O, iku ternyata kene. (O, itu ternyata (teman) kita)<br />
Anggodo : Lek iku kan jek kancane kene bos, tapi nek situk chandra sesuk dilebokno malah tak pateni neng njero. (Lha, itu kan temen sebenernya temen kita sendiri Bos, tapi kalau besok Chandra yang dimasukin malah saya bunuh di dalam)</p>
<p>Anggodo dan seorang perempuan bernama Yuliana</p>
<p>&#8220;Pokoke saiki (pokoknya sekarang) Pak SBY mendukung. SBY itu mendukung Ritonga lho,&#8221; ujar perempuan itu.</p>
<p>Anggodo sempat tidak percaya dengan dukungan SBY itu dan mengatakan, &#8220;Koen ngarang ae (Kamu ngarang aja nih), tetapi perempuan itu meyakinkan.</p>
<p>&#8220;Harus ditegakno, ngarang yo opo sih (harus ditegakkan, ngarang gimana sih)?&#8221; jawab perempuan itu.</p>
<p>Sementara itu, istilah RI 1 disebutkan sekali dalam file percakapan &#8220;Anggodo dengan seseorang&#8221;.</p>
<p>&#8220;Untuk menjaga ketidaklangsungan B1 dengan RI 1&#8230;.&#8221; </p>
<p>RESOURCE : <a href="http://jhelliesite.blogspot.com">http://jhelliesite.blogspot.com</a></p>
Posted in Korupsi, Politik Tagged: Hukum, Konspirasi, Korupsi, Politik <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jarikmataram.wordpress.com/502/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jarikmataram.wordpress.com/502/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jarikmataram.wordpress.com/502/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jarikmataram.wordpress.com/502/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jarikmataram.wordpress.com/502/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jarikmataram.wordpress.com/502/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jarikmataram.wordpress.com/502/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jarikmataram.wordpress.com/502/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jarikmataram.wordpress.com/502/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jarikmataram.wordpress.com/502/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jarikmataram.wordpress.com&blog=1054426&post=502&subd=jarikmataram&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jarikmataram.wordpress.com/2009/11/04/rekaman-kpk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3769e77ae53654a7952e0bfff7012f8d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">The Young Community</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jarikmataram.files.wordpress.com/2009/11/negeri-bedebah500.gif?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">negeri-bedebah500</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;Orang yang Menjuluki Saya Nabi&#8221; Kata Abdullah alias Amaq Bakri</title>
		<link>http://jarikmataram.wordpress.com/2009/10/22/orang-yang-menjuluki-saya-nabi-kata-abdullah-alias-amaq-bakri/</link>
		<comments>http://jarikmataram.wordpress.com/2009/10/22/orang-yang-menjuluki-saya-nabi-kata-abdullah-alias-amaq-bakri/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Oct 2009 12:08:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>The Young Community</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kebebasan]]></category>
		<category><![CDATA[Pluralisme]]></category>
		<category><![CDATA[Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[Lokal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jarikmataram.wordpress.com/?p=496</guid>
		<description><![CDATA[AmaQ Bakri alias Abdullah alias Papuq Junaedi menggegerkan masyarakat Nusa Tengara Barat. Pria yang dikabarkan pernah melakukan mi’raj seperti nabi muhammad ini dinilai memiliki ajaran yang kontrovesial. Berikut wawancara Fathul Rakhman, Wartawan dan Kontributor Jarik Mataram. 
Fathul Rakhman*

Tak sulit menemukan Abdullah karena nyaris semua warga Desa Sambelia mengenalnya. Ia lebih dikenal dengan Amaq Bakri daripada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jarikmataram.wordpress.com&blog=1054426&post=496&subd=jarikmataram&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>AmaQ Bakri alias Abdullah alias Papuq Junaedi menggegerkan masyarakat Nusa Tengara Barat. Pria yang dikabarkan pernah melakukan mi’raj seperti nabi muhammad ini dinilai memiliki ajaran yang kontrovesial. Berikut wawancara Fathul Rakhman, Wartawan dan Kontributor Jarik Mataram. </p>
<p><strong>Fathul Rakhman*</strong><br />
<span id="more-496"></span><br />
Tak sulit menemukan Abdullah karena nyaris semua warga Desa Sambelia mengenalnya. Ia lebih dikenal dengan Amaq Bakri daripada nama aslinya Abdullah. Kebiasaan masyarakat Lombok, menamakan orang dengan nama anak pertamanya. Bakri adalah anak pertama abdullah sehingga melekat nama Abdullah. </p>
<p>Di Gubuk daya, Dasan Tinggi, Desa Sambelia kecamatan Sambelia  saya menemuinya beberapa waktu lalu. Di kampung terpencil paling ujung lombok timur itu saya disambut beberapa lelaki. Mereka adalah anaknya yang pertama  dan seorang cucunya. Setelah saya menyatakan ingin wawancara, pria yang bernama Bakri itupun mengantarkan saya ke kediaman bapaknya.</p>
<p>Rumah Abdullah ternyata cukup jauh dari warga sekitar, sekitar 1 kilo dari perkampungan. Bersama Urun isterinya,Abdullah tinggal di sebuah ladang yang memang dekat dengan perbukitan. Ladang ini dikenal masyarakat dengan nama Bebile. Konon di tempat inilah Kiyai Santri Loba, seorang ulama yang pernah membangun Sambelia di makamkan.</p>
<p>Hanya jalan setapak yang bisa dilalui untuk sampai di Bebile ini. Hanya cukup untuk dilewati satu sepeda motor. Kurang 15 menit, saya sampai di kediaman lelaki yang dikenal sebagai pemimpin kelompok perguruan Isti Jenar Raksa Gunung Rinjani ini. Kelompok tarekat yang mengajarkan ilmu Sanggar Putung.</p>
<p>Ada tiga bangunan di tempat kediaman Abdullah ini. Sebuah Berugak besar, Berugak kecil, dan bangunan rumah bedek 4 X 5 meter. Berugak Besar inilah bangunan yang paling besar diantara tiga bangunan lainnya. Abdullah menerima saya di Berugak besar ini.</p>
<p>Saya tiba di kediaman Abdullah tepat 12.30 siang. Bakri anaknya memberitahu saya bahwa bapaknya sedang ada tamu. Saya terpaksa menunggu d berugak besar. Beberapa menit kemudian sepasang pria-wanita berusia sekitar 29-31 tahunan dan seorang remaja laki-laki keluar rumah Abdullah. Belakangan saya ketahui ternyata mereka sedang dalam proses menjadi murid dari Abdullah. </p>
<p>Sementara itu, Abdullah keluar menemui saya dengan setelan celana coklat usang dan baju singlet, pria inipun menerima saya dengan ramah dan bersahaja. Ia memanggil kerabatnya untuk membuatkan saya kopi dan membawakan sepiring kue kering. </p>
<p>Tak lama obrolanpun dimulai. Abdullah bercerita panjang lebar tentang perjalanan hidupnya, termasuk hal-hal kontroversi yang sering diberitakan termasuk isu ia mengaku nabi. </p>
<p>“saya tak pernah bilang saya nabi, mungkin orang lain yang manggil begitu. Orang boleh panggil saya apa saja, tapi bukan saya yang mengatakan,’’ kelitnya ketika saya berulangkali menanyakan kepadanya apakah benar dia pernah mengaku menjadi nabi.</p>
<p>Pria yang tidak tahu berapa usianya ini (dia hanya ingat, ketika Jepang datang menjajah dia sudah remaja) memiliki 15 anak. Dari 15 orang ini, hanya delapan yang hidup, dan kini dia memililki 15 orang cucu. Dulu, Abdullah muda sudah mulai haus mencari ilmu, terutama ilmu kebatinan. Awalnya dia berguru pada seorang pria yang bernama Yakub. Lama dia berguru di sini, suatu hari ketika dia tertidur, dia mendengar suara aneh dalam tidurnya tersebut. Suara itu mengatakan ilmu yang dipelajarinya saat ini hanya untuk duniawi saja. Ada satu lagi ilmu yang harus dicarinya untuk selamat di dunia dan akhirat. </p>
<p>Karena penasaran dengan ilmu itu, Abdullahpun berkeliling mencari ilmu tersebut ke seluruh penjuru. Dari guru yang satu pindah ke guru yang lain. Dari semua guru yang dia temui, dia mendapatkan jawaban yang sama. “Ada satu ilmu yang bisa harus kamu cari agar kamu selamat dunia dan akhirat!”. </p>
<p>Karena penasaran, Abdullah memutuskan untuk menyendiri ke atas gunung. Melakoni tapa, memperbanyak zikir, dan amalan lainnya. Kegiatan menyepi ini ia lakukan puluhan tahun bahkan hingga berumah tangga dan memiliki anak.</p>
<p>Hingga, pada suatu sore menjelang maghrib, ditengah renungannya  Abdullah muda yang bernama Abdullah ini mendengar suara yang tidak asing lagi. Suara itu menunjuk ke arah sebuah pohon, tak jauh dari tempatnya duduk. Dia disuruh mendekat ke pohon itu. ‘’Kamu yang begitu menyiksa diri, pergilah kesana ke dekat pohon itu,’’ katanya menirukan suara yang dia dengar tatkala itu.</p>
<p>Iapun mengikuti perintah itu dan mendekati pohon. Di sela-sela pohon itu ia dapati sebuah tangga aneh karena anak tangganya hanya dua buah saja. Suara itu kemudian menyuruhnya menaiki tangga tersebut. Sesampai di tangga kedua, tiba-dia merasakan keanehan. ‘’Seperti ada dongkrak, tangga itu berputar-putar semakin tinggi dan terus makin tinggi. Saya ketakutan dan berpegangan keras,’’ ujarnya.</p>
<p>Tanpa ia sadari, Tangga tersebut telah membawanya melayang-layang diatas pepohonan. Tangga tersebut makin meninggi,sampai akhirnya dia melihat ada cahaya kuning, lalu naik lagi hingga melewati batas dunia. Dia mengaku ketakutan, dan terus berpegangan pada tangga tersebut. Dia menutup mata, sampai pada akhirnya kembali dia mendengar suara. ‘’Buka matamu, kamu telah sampai ke langit ketujuh,’’ katanya menirukan suara tersebut.</p>
<p>Dia kemudian disuruh berjalan di tanah yang wanarnya kuning. Rasanya, seperti berjalan diatas kapas” katanya.  Lalu suara itu muncul lagi, kali ini suara itu menyuruhnya berjalan ke sebuah arah, “disanalah surga” katanya menirukan suara itu.  Saat perjalanan menuu syurga itulah ia kembali menemui keanehan dia melihat seseorang yang sedang ia kejar. Ketika akhirnya mentok di sebuah dinding ia baru menyadari yang ia kejar itu bayanngannya sendiri. Di tempat gaib tersebut, dia bertatap muka langsung dengan bayangannya. Di sanalah surga itu.</p>
<p>Di surga ada semacam lapisan dari kaca, di atas kaca tersebut ada lubang kecil seperti jarum, dari sanalah keluar masuk angin yang terasa lembut. Dari sana dia kemudian melihat dengan dekat surga itu. ‘’Sangat indah, nikmat, senikmat orang menikah, makanya disebut surga dunia,’’ katanya tersenyum.</p>
<p>Dalam perjalanan ini, Abdullah merasa sudah melihat semua isi surga dan semua tingkatan surga. ‘’Tujuh tingkatan itu sama saja rasany cuma pengucapannya yang berbeda,’’ ujarnya. </p>
<p>Setelah selesai menelusuri setiap jengkal “surga”, Abdullah kembali ke tempat semula. Dia masih menemukan bekas jejak kakinya, dan sampai akhirnya dia kembali “turun” ke bumi. Pengalaman spiritual ini dialaminya malam Jumat tanggal bulan Maulid (Rabiul Awal), kira-kira tahu 1975 dengan kalender masehi.</p>
<p>Nah ketika proses pulang dari jalan-jalan ke surga itulah, Abdullah menemukan ilmu yang lama dicarinya. Penuturannya, ketika mau turun, tiba-tiba badannya terbelah dua. Dia melihat dengan jelas belahannya itu, dan saat itu dia berdialog dengan suara yang sering didengarnya itu. ‘’Inilah yang selama ini kamu cari di dunia selama ini. Sekarang bersihkanlah aku, bersihkan dengan kalimat La ilahaillallah,’’ ujarnya.</p>
<p>Rupanya yang dicari selama ini adalah hati. Setelah membersihkan hati itu, di bawahnya ada gumpalan hitam, itu adalah dosa, ketika dia memegangnya rasanya sangat tajam. Kemudian sang hati berkata, aku ini milik Allah, dan di dunia ini jalan untuk mengetahui Allah. ‘’Setelah itu kembali bersatu badan saya,’’ ujarnya.</p>
<p>Cukup lama dia memendam pengalaman ini. Dia hanya memeberitahu pada orang-orang terdekat, mulai saat itu juga sudah menyebar tentang pengalamannya ini. ‘’Saya tidak keliling berdakwah, orang itulah yang kesini setelah mereka mendapat petunjuk,’’ katanya.</p>
<p>Sampai pada akhirnya, ketika banyak muncul desas-desus ajarannya ini- saat itu belum memiliki nama—dia pun dipanggil aparat pemerintahan. Katanya, ajaran yang dia bawa meresahkan masyarakat. ‘’Saya dipermalukan saat itu dan diumumkan bahwa ilmu Sanggar Putung yang saya punya tidak boleh diajarkan,’’ tuturnya.</p>
<p>Pasca kejadian itu, malam harinya, kembali ia mengalami pengalaman spiritual, sama seperti pengalaman pertama, mi’raj. ‘’Tapi ini Jibril langsung yang membawa saya,’’ ujarnya. Sama seperti pengalaman pertamanya, hanya saja dalam proses mi’raj nya yang kedua ini, dia pulang membawa ijazah : ajaran yang dia bawa ini diberi nama Isti Jenar Raksa Gunung Rinjani.</p>
<p>Isti Jenar bermakna kebenaran yang ada di dalam tubuh kita, Raksa bermakna yang akan kita pelihara dalam diri kita, Gunung bermakna tubuh kita, dan Rinjani merupakan simbol manusia merupakan makhluk yang tertinggi derajatnya.</p>
<p>Di masa-masa tahun 1997 sampai tahu 2000 inilah Abdullah banyak dicerca masyarakat. Namun dia sendiri mengaku tidak masalah dengan pandangan masyarakat itu.</p>
<p>Tahun 2005 kembali dia merasakan perjalanan mi’raj yang ketiga. Namun kali ini, dia masuk dalam alam roh. Yang dalam tradisi Islam, alam yang hanya Allah sendiri yang tahu.</p>
<p>Kata Abdullah, ketika dia bertemu dengan roh-roh tersebut, roh tersebut serempak memanggil Bapak pada Abdullah. Abdullah menolak, namun roh-roh tersebut memberikan alasan bahwa bintang yang paling besar di langit adalah bintang Zohrah, dan bintang itu ada pada diri Abdullah. </p>
<p>Dari tiga pengalaman ruhaninya ini, Abdullah kemudian secara eksplisit mengatakan hasil perjalanan ruhaninya ini sebagai “wahyu”. Mendengar cerita ini, persis sama ketika Nabi Muhammad SAW melakukan Isra MI’raj, dimana salah satu “hasil” yang diperoleh adalah ajaran tentang salat. Dari penuturan pengalaman mi’raj inilah lalu berkembang isu, Abdullah mengaku nabi. Sebuah pengakuan yang tidak diucapkannya langsung.</p>
<p>Abdullah, mengatakan hasil mi’raj tersebut adalah pertama dia bisa melihat langsung, merasakan dan berintraksi dengan alam akhirat, kedua dia sempat berganti hidup, ketiga dia menerima kedudukan sebagai “Pande” yang dia analogikan seperti tukang Pande Besi, dalam hal ini Abdullah mendapat kedudukan sebagai Pande Manusia, keempat dia menjadi Jawa’, sebagai penunjuk jalan yang benar dan keenam sebagai Nandang atau setiap ucapan yang dia katakan merupakan kebenaran, penyeru amar ma’ruf nahi munkar.</p>
<p>Dalam menybarluaskan ajarannya ini, Abdullah tidak berkeliling seperti para dai umumnya. Katanya, orang yang mau berguru lah yang datang mencarinya. Orang tersebut datang, kata Abdullah, biasanya setelah mendapat petunjuk. </p>
<p>Dalam pengajian sehari-hari, biasanya dilakukan tiga malam dalam seminggu, malam Senin, malam Rabu, dan malam Jumat. Kini jumlah jamaahnya yang rutin datang 40 an orang. ‘’Banyak yang dari jauh, dari Sikur dan Mantang (Lombok Tengah),’’ ujarnya.</p>
<p>Tak ada ajaran khusus yang dia sampaikan, tak ada kitab yang dia ajarkan, dan tak ada syarat khusus. Hanya dalam setiap pertemuan jamaah diajak zikir. ‘’Kalau kuat sampai 5000 kali, kami hanya membaca La ilahaillallah,’’ katanya.</p>
<p>Dalam ajarannya juga tidak diharuskan datang mengaji tiap kali pertemuan. Ajaran Sanggar Putung, cukup diberikan sekali saja. ‘’Setelah itu tinggal menjaganya,’’ ujarnya.</p>
<p>Dua tahun terakhir, kata Abdullah, sering datang muballig mengajaknya diskusi dan bahkan mengajarknya keliling berdakwah. Dia pun pernah ikut, bahkan sampai menginap 40 malam. Hanya saja, dari pengalamannya bergaul dengan dai, dia mengatakan, ajaran yang disampaikan dia ibaratkan seperti botol. Apa yang ada di dalam botol semua ditumpah, apa yang dibaca di kibat, buku itu yang diberikan, tanpa tahu maknanya. ‘’Hanya mengucapkan saja, tanpa tahu maknanya,’’ ujarnya. (*)</p>
<p>* WARTAWAN dan Kontributor Jarik Mataram</p>
Posted in Agama, Berita, Informasi, Islam, Kebebasan, Pluralisme Tagged: Bebas, Islam, Lokal <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jarikmataram.wordpress.com/496/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jarikmataram.wordpress.com/496/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jarikmataram.wordpress.com/496/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jarikmataram.wordpress.com/496/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jarikmataram.wordpress.com/496/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jarikmataram.wordpress.com/496/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jarikmataram.wordpress.com/496/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jarikmataram.wordpress.com/496/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jarikmataram.wordpress.com/496/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jarikmataram.wordpress.com/496/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jarikmataram.wordpress.com&blog=1054426&post=496&subd=jarikmataram&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jarikmataram.wordpress.com/2009/10/22/orang-yang-menjuluki-saya-nabi-kata-abdullah-alias-amaq-bakri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3769e77ae53654a7952e0bfff7012f8d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">The Young Community</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ada ‘Nabi’ di Lombok Timur ?</title>
		<link>http://jarikmataram.wordpress.com/2009/10/22/ada-%e2%80%98nabi%e2%80%99-di-lombok-timur-mengaku-pernah-mi%e2%80%99raj-ke-langit-ketujuh-dan-melihat-surga/</link>
		<comments>http://jarikmataram.wordpress.com/2009/10/22/ada-%e2%80%98nabi%e2%80%99-di-lombok-timur-mengaku-pernah-mi%e2%80%99raj-ke-langit-ketujuh-dan-melihat-surga/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Oct 2009 10:24:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>The Young Community</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Demokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Lokal]]></category>
		<category><![CDATA[Pluralisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jarikmataram.wordpress.com/2009/10/22/ada-%e2%80%98nabi%e2%80%99-di-lombok-timur-mengaku-pernah-mi%e2%80%99raj-ke-langit-ketujuh-dan-melihat-surga/</guid>
		<description><![CDATA[Marak diberitakan, seseorang laki-laki paruh baya bernama Amaq Bakri asal Desa sambelia Lombok Timur mengaku menjadi nabi. Isu itu merebak setelah selebaran berjudul “seputar nabi palsu” beredar di tengah masyarakat.  Menurut  selebaran itu Amaq Bakri mengaku diri seorang nabi karena telah melakukan perjalanan isra’ mi’raj persis seperti yang dilakukan nabi muhammad.

Kepala desa Sambelia, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jarikmataram.wordpress.com&blog=1054426&post=490&subd=jarikmataram&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://jarikmataram.files.wordpress.com/2009/10/abdullah-alias-amaq-bakri1.jpg?w=99&#038;h=150" alt="Abdullah alias Amaq  Bakri" title="Abdullah alias Amaq  Bakri" width="99" height="150" class="alignleft size-thumbnail wp-image-493" />Marak diberitakan, seseorang laki-laki paruh baya bernama Amaq Bakri asal Desa sambelia Lombok Timur mengaku menjadi nabi. Isu itu merebak setelah selebaran berjudul “seputar nabi palsu” beredar di tengah masyarakat.  Menurut  selebaran itu Amaq Bakri mengaku diri seorang nabi karena telah melakukan perjalanan isra’ mi’raj persis seperti yang dilakukan nabi muhammad.<br />
<span id="more-490"></span></p>
<p>Kepala desa Sambelia, Umar mengiyakan adanya isu ini. Dikatakan Umar, isu tersebut pernah muncul tahun 1990 ketika Amaq Bakri pertama kali mengaku mengalami kejadian aneh “isra’ mi’raj” itu. Saat itu, Amaq Bakri sempat di sidang di kantor kecamatan oleh beberapa tokoh masyarakat, aparat desa dan aparat kecamatan. Namun karena Amaq bakri tak terbukti menyebarkan ajarannya, peserta sidang memaafkannya. Belakangan, isu Amaq Bakri mengaku nabi itu kembai menyeruak setelah selebaran gelap itu beredar di tengah masyarakat. </p>
<p>Amaq bakri ketika di temui dirumahnya (15/10) dusun Bebile, desa Sambalia, Kecamatan sambelia, Lombok Timur lantas membantah isu bahwa dirinya pernah mengaku nabi. Sebutan nabi sebenarnya diberikan dua orang yang mengaku wartawan dari Jawa dan pernah mewawancarainya. ‘’Dia langsung bilang berarti anda ini nabi. Saat itu saya stop ucapan mereka. saya tidak mengaku nabi,’’ katanya.</p>
<p>Hanya saja, Amaq Bakri tidak menolak jika ada orang yang menjulukinya nabi. Menurutnya itu hak setiap orang. ‘’Orang boleh panggil saya apa saja, yang penting bukan saya yang mengatakan begitu,’’. </p>
<p>Amaq Bakri membenarkan, tahun 1990-an ajarannya pernah menghebohkan Desa Sambelia dan berujung penyidangan dirinya di kantor kecamatan. ‘’Saya ingat itu tahun 1997 dan 9 kali saya di sidang. Saya malu sekali saat itu, dipertontonkan seperti maling,’’ ujarnya menggunakan bahasa Sasak.</p>
<p>Kasus heboh Amaq Bakri yang bernama asli Abdullah ini bermula ketika ia menuturkan pengalaman spritualnya kepada beberapa orang. Dalam pengalamannya itu, ia mengaku naik ke langit ketujuh dan melihat langsung surga. ‘’Bahasa dunianya mi’raj,’’ ujarnya.</p>
<p>Amaq bakri mengaku mengalami kejadian seperti ini dua kali, pertama tahun 1970 dan kedua tahun 2005. Pengalaman tahun 2005 bahkan lebih dalam, ia mengaku masuk ke alam roh. Pengalaman inilah yang ia tuturkan dan membuat gempar masyarakat sekitar. Karena hasil perjalanannya banyak yang dinilai tidak masuk dalam akal sehat masyarakat sempat menyebutnya Gila.</p>
<p>Beberapa pengalaman yang diceritakan amaq bakri, saat Isra’ Mi’raj itu ia dapat melihat syurga secara langsung, merasakan dan berintraksi dengan alam akhirat, sempat berganti hidup, menerima kedudukan sebagai “Pande” yang dia analogikan seperti tukang Pande Besi. Ia mengibaratkan dirinya mendapat kedudukan sebagai Pande Manusia.  Ia juga mengatakan di nobatkan allah sebagai Jawa’, sebagai penunjuk jalan yang benar. Tak hanya itu, Amaq Bakri dinobatkan seagai “Nandang” atau setiap ucapan yang dia katakan merupakan kebenaran, penyeru amar ma’ruf nahi munkar.</p>
<p>Amaq Bakri mengaku beberapa waktu lalu pernah ada muballigh yang datang ke tempatnya dan diminta untuk bertaubat. Muballigh itu bahkan sempat mengikuti pengajian-pengajiannya serta berdiskusi dengannya. Amaq bakri meduga muballigh inilah yang menyebarluaskan pemikirannya ini. </p>
<p>‘’Dia memang merekam dan katanya mau membuat jadi kaset,’’ ujarnya. </p>
<p>Sementara itu Asisten I Setda Lotim H Muhasim membenarkan kasus Abdullah alias Amaq Bakri alias papuq Junaedi ini merupakan kasus lama. Pemerintah daerah pun sudah sering mendekati dan melakukan pembinaan. ‘’Jamaahnya juga sudah sedikit,’’ ujarnya.</p>
<p>Kasus Abdullan ini sebenarnya tidak akan menjadi kontroversi kalau dia tidak menceritakan pada orang lain. Belakangan, bukan sekadar menceritakan pada orang lain tapi juga memiliki jamaah. Inilah yang kemudian menjadi keresahan masyarakat. ‘’Kalau masalah pengalaman spiritual itu masalah individu, ini dia mengajak orang lain,’’ ujarnya.</p>
<p>Kasus ini mencuat kembali, setelah sepekan ini merebak isu adanya orang yang mengaku nabi, setelah ditelusuri ternyata itu Amaq Bakri. Entah dari mana dan siapa yang kali pertama menghembuskan isu ini. ‘’Kami akan kesana nanti (hari ini, Red) untuk mendekati dan memberikan masukan pada Amaq Bakri,’’ ujarnya. (fat)</p>
Posted in Agama, Berita, Demokrasi, Informasi, Lokal, Pluralisme  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jarikmataram.wordpress.com/490/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jarikmataram.wordpress.com/490/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jarikmataram.wordpress.com/490/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jarikmataram.wordpress.com/490/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jarikmataram.wordpress.com/490/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jarikmataram.wordpress.com/490/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jarikmataram.wordpress.com/490/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jarikmataram.wordpress.com/490/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jarikmataram.wordpress.com/490/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jarikmataram.wordpress.com/490/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jarikmataram.wordpress.com&blog=1054426&post=490&subd=jarikmataram&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jarikmataram.wordpress.com/2009/10/22/ada-%e2%80%98nabi%e2%80%99-di-lombok-timur-mengaku-pernah-mi%e2%80%99raj-ke-langit-ketujuh-dan-melihat-surga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3769e77ae53654a7952e0bfff7012f8d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">The Young Community</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jarikmataram.files.wordpress.com/2009/10/abdullah-alias-amaq-bakri1.jpg?w=99" medium="image">
			<media:title type="html">Abdullah alias Amaq  Bakri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pesan Sebuah Surat Pendek</title>
		<link>http://jarikmataram.wordpress.com/2009/10/05/pesan-sebuah-surat-pendek/</link>
		<comments>http://jarikmataram.wordpress.com/2009/10/05/pesan-sebuah-surat-pendek/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Oct 2009 06:47:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>The Young Community</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jarikmataram.wordpress.com/?p=482</guid>
		<description><![CDATA[Hampir tiap hari kita dicekoki berita tentang aksi-aksi terorisme bunuh diri. Umumnya dari luar negeri (Irak, Pakistan, Afganistan, dan lainnya, sesekali London atau Madrid). Tapi juga dari dalam negeri, seperti yang terjadi di Jakarta 17 Juli lalu.
Anda muak? Saya, terus terang, ya. Apalagi ada stasiun teve yang seperti hendak menjadikannya semacam reality show. Menyaksikannya, saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jarikmataram.wordpress.com&blog=1054426&post=482&subd=jarikmataram&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://jarikmataram.files.wordpress.com/2009/10/surat-pendek.jpg?w=94&#038;h=150" alt="surat-pendek" title="surat-pendek" width="94" height="150" class="alignleft size-thumbnail wp-image-486" />Hampir tiap hari kita dicekoki berita tentang aksi-aksi terorisme bunuh diri. Umumnya dari luar negeri (Irak, Pakistan, Afganistan, dan lainnya, sesekali London atau Madrid). Tapi juga dari dalam negeri, seperti yang terjadi di Jakarta 17 Juli lalu.</p>
<p>Anda muak? Saya, terus terang, ya. Apalagi ada stasiun teve yang seperti hendak menjadikannya semacam reality show. Menyaksikannya, saya seperti mau muntah!</p>
<p><strong>IHSAN ALI FAUZI</strong><br />
<span id="more-482"></span><br />
Untungnya, kini saya bisa menghibur diri (sambil menambah wawasan dong) dengan membaca bagaimana aksi-aksi terorisme bunuh diri itu difiksikan dalam novel. Ini bukan karena saya suka aksi-aksi itu. Tapi karena saya mau lebih tahu mengapa orang-orang rela melakukannya.</p>
<p>Untuk itu, ternyata fiksi bisa banyak membantu. Beda dari reportase media yang serba singkat dan kadang sensasional, atau karya kesarjanaan yang umumnya kaku dan kering, fiksi memberi gambaran tentang peristiwa secara lebih utuh dan bernuansa. Tentu ada dramatisasinya juga (namanya saja fiksi!). Tergantung pada kepiawaian penulisnya, kita bisa jatuh cinta pada tokohnya, atau minta ampun membencinya, karena kita merasa lebih mengenalnya.</p>
<p>Tapi, begitu mungkin Anda protes, fiksi bukan fakta. Itu betul. Namun, “seliar” apa pun, fiksi tidak sepenuhnya bisa lepas dari fakta. Inilah yang kita pelajari, misalnya, dari karya-karya Pramoedya Ananta Toer. Kata Pram, fiksi adalah hilir dari arus imajinasi yang bermuasal dari fakta di hulu. Pada tetralogi Pram, Minke bermula dari Tirto Adhie Suryo.</p>
<p>Bagusnya lagi, karena orang lebih suka baca karya-karya fiksi ketimbang buku-buku “kering” tentang fakta, peluangnya untuk dibaca lebih besar. Ini tentu baik buat pembaca dan pengarang!</p>
<p>II</p>
<p>Nah, beberapa tahun belakangan ini, karya-karya fiksi tentang terorisme bunuh diri mudah ditemukan di toko-toko buku kita. Ini kecenderungan dunia juga, sejalan dengan “naiknya” pamor aksi-aksi itu. Sayang, di kita umumnya karya-karya terjemahan, sekalipun kualitasnya okay punya!</p>
<p>Misalnya Di balik Keheningan Salju (Serambi, 2008), oleh Orhan Pamuk, peraih Nobel asal Turki itu. Alur besarnya lebih tentang pergulatan antara fundamentalisme Islam dan sekularisme di Kar, satu kota kecil di Turki. Aksi terorisme bunuh diri menjadi bagiannya. Saya menyukainya antara lain karena para fundamentalis militan digambarkan sangat manusiawi di situ: suka ngibul, memanfaatkan agama untuk duit dan perempuan, wawasannya cetek tapi sok pintar. Asyiknya lagi: para pelaku bunuh diri di sini umumnya perempuan (emansipasi dong!). Mereka antara lain tersedot kharisma Si Blue, otak Islam militan bermata biru yang karismatis dan dengan aura seksual tak tertolak.</p>
<p>Contoh lainnya karya Mohsin Hamid, Lelaki yang Terbuang (Mizan, 2008). Ini cerita tentang terpuruknya nasib Changez, pemuda muslim asal Pakistan di AS, pasca-September 11. Sesudah memperoleh beasiswa dan lulus dari Princeton, dia kerja dengan gaji besar di sebuah firma hukum di New York. Tapi tiba-tiba roda nasibnya berputar 180 derajat: sakit-keras pacarnya yang Kristen, di tengah meningkatnya sentimen anti-Islam, membuat prioritasnya terganggu, rencananya buyar, dan dia dipecat! Tapi saya kurang menyukai novel ini karena saya tak mengerti mengapa Changez menjadi marah besar pada AS, dan ingin menghancurkannya, sekalipun “Setan Besar” itu tak berbuat apa-apa yang menyebabkan keterpurukannya. Pikir saya: sesudah apa yang disediakan negara itu untuk pertumbuhannya sebagai pribadi, dia sedikitnya perlu berterimakasih pada AS.</p>
<p>Masih ada beberapa karya lain lagi. Tapi dua yang menjadi favorit saya adalah Terrorist (Alvabet, 2007) dan The Attack (Alvabet, 2008), oleh John Updike dan Yasmina Khadra. Kebetulan, di dunia, dua karya inilah yang paling sering disebut ketika orang bicara tentang fiksi terorisme bunuh diri.</p>
<p>Updike adalah pengarang terkenal AS. Novel di atas ditulisnya karena dia terguncang oleh peristiwa September 11. Di situ dia bercerita tentang rencana pemboman terowongan di Washington yang gagal. (Calon) pelakunya Ahmad, remaja muslim yang tumbuh dalam keluarga broken home. Dia dibesarkan ibunya, Yahudi warga AS, yang tanpa alasan jelas ditinggalkan suaminya, seorang laki-laki Mesir.</p>
<p>Khadra tak semenonjol Updike. Tapi pengarang Aljazair itu sedang meningkat reputasinya, khususnya di Eropa. Novelnya adalah cerita memilukan tentang Sihem, istri seorang dokter mapan keturunan Arab yang sudah menjadi warganegara Israel, yang rela menghancurkan tubuhnya dalam aksi bom bunuh diri di sebuah restoran di Israel. Selain memakan 20 korban, termasuk 11 anak kecil yang sedang pesta ulang tahun, aksi itu juga telah mengubur idaman lama Sihem dan suaminya tentang hidup yang nikmat dan beradab (anggur, musik, pertemanan lintasagama), di sebuah perkampungan elite di Israel.</p>
<p>III</p>
<p>Apa yang mendorong niat Ahmad dan aksi Sihem? Mereka ingin merebut kembali kedaulatan bangsa mereka, Palestina dan Arab, yang mereka pandang terus digerogoti kekuatan asing &#8211;di sini AS dan Israel. Mereka adalah ujung tombak dari jaringan organisasi lebih besar, yang, karena tak mungkin mengalahkan AS dan Israel dalam perang biasa, menjadikan tubuh mereka sebagai senjata.</p>
<p>Dalam studi-studi ilmiah tentang terorisme bunuh diri, ini motif yang diakui cukup menonjol. Jadi bukan ideologi Islam militan yang menjadi faktor utama aksi itu, tapi perjuangan mengusir agresor. Dalam bahasa Robert Pape (dalam Dying to Win, 2005), ilmuwan politik yang paling sistematis mempelajari terorisme bunuh diri di dunia, tubuh mereka menjadi weapons of the weak, senjata mematikan si lemah lawan si kuat.</p>
<p>Dalam The Attack, motif itu dinyatakan Khadra lewat surat pendek Sihem kepada Amin, suaminya, yang diposkan beberapa saat sebelum ia pergi meledakkan diri. Setelah menyinggung soal kebahagiaan mereka yang belum lengkap karena mereka belum juga punya anak, Sihem menulis: “Tapi tak ada anak yang benar-benar aman jika dia tak punya negara.”</p>
<p>Bagi saya, surat inilah tokoh utama The Attack. Pertama, ia seperti menjadi “juru bicara” Sihem, yang meledakkan diri di awal novel dan hanya diceritakan in absentia di sisanya. Tapi, yang lebih penting, pesan surat itu menjadi tema pokok seluruh cerita novel, khususnya obsesi Amin untuk memahami alasan Sihem dan jaringan teroris yang membantunya. Pesan itu juga terus menghantui kesadaran kawan-kawan dekatnya, juga tentara Israel, yang memandang aksi Sihem sebagai sesuatu yang tak terbayangkan. Ya, si naif, atau pemberani, Sihem itu: ibu muda kaya, tak taat beragama, bergaul dekat dengan banyak Yahudi dan Nasrani dan lainnya &#8211;terlibat jaringan teroris, membunuh anak-anak, untuk Palestina?</p>
<p>Dalam Terrorist, motif politik di atas hanya tampil samar-samar. Mungkin karena kejadiannya di AS, yang jauh dari tempat di mana kedaulatan kaum muslim sehari-hari digerogoti. Atau mungkin juga karena Updike tidak mau menonjolkannya. Dia tampak lebih menekankan kuatnya alasan keagamaan yang mendorong niat Ahmad, yang digambarkan mengaji kepada seorang ustad fundamentalis asal Yaman, tiga kali seminggu.</p>
<p>Walau mengagumi ketelitiannya dalam mengungkap doktrin-doktrin Islam radikal (New York Times menyebutkan, dan saya setuju, paparan teologis Updike benar-benar pas!), secara keseluruhan narasinya tak saya nikmati benar. Dari sisi ini, motif, fiksi Updike terlalu jauh dari fakta yang saya kenal.</p>
<p>Tapi deskripsi Updike mengenai lingkungan di mana Ahmad tumbuh, sebuah kantong yang disebut Little Egypt di New Jersey, sebuah kota di Negara Bagian New York, amat kaya, hidup, dan meyakinkan. Dia saya duga sudah membaca Oliver Roy, yang dalam Globalized Islam (2003) mengungkap peran sentral bagian kota ini dalam pertumbuhan generasi kedua jaringan teroris al-Qaeda di AS. Di situlah imigran asal Mesir, negara paling maju dalam memproduksi organisasi Islam radikal, berkumpul dan bibit-bibit terorisme ditanam dan disemai.</p>
<p>Dengan lincah Updike juga menyertakan sisi-sisi gelap, bahkan kriminal, dalam hidup kaum teroris muslim yang sering mendaku paling taat itu. Ada Charlie, misalnya, yang merekrut Ahmad dan sering bicara tentang kesyahidan, tetapi sebenarnya seorang bayaran CIA. Ahmad sendiri ditampilkan munafik: sementara percaya bahwa jihad itu wajib (karena “kaum muslim dijajah” dan “kami harus menentang kezaliman,” dan “di surga sudah menanti 72 bidadari”), dia suka melirik dada Joryleen, cewek Hispanik temannya di SMA, dan belakangan sempat bercinta dengannya di luar nikah.</p>
<p>Dari segi ini, The Attack adalah sebuah bacaan yang muram. Setelah Sihem “dibunuh” di awal novel, yang mengakibatkan banyak kematian lainnya, kita dihadapkan kepada matinya banyak harapan dan impian, satu demi satu. Karier Amin habis. Kampung keluarga Sihem dibuldoser tank-tank Israel. Sementara itu, aksi Sihem mengikis optimisme kawan-kawannya dan mereka yang mau melihat konflik Israel-Palestina berakhir damai.</p>
<p>Demokrasi Israel, yang sering disebut “oase” di tengah gurun otoritarianisme Timur Tengah, juga digambarkan kelam. Setelah Sihem menuntun kita kepada cacat demokrasi itu dari kacamatanya yang pro-Palestina, kita menemukan cacat lainnya di Israel sendiri. Itu tampak, misalnya, dalam perlakuan warga terhadap Amin: sekalipun warganegara Israel dan dokter terkenal, ia tetap saja seorang Arab yang berkali-kali dicurigai; seorang korban bom Sihem bahkan lebih rela mati daripada diobati Amin.</p>
<p>Untungnya, Khadra memberi kita seorang perempuan sebagai hero. Lepas dari kita setuju atau tidak dengan aksinya, Sihem di sini bukanlah wakil Islam radikal, melainkan seorang pemberani, berdedikasi. Dia mencintai bukan saja suami dan teman-temannya, tapi juga kemanusiaan. Ini tidak ada presedennya.</p>
<p>IV</p>
<p>Fiksi bukan fakta. Di situ terletak keterbatasan karya-karya ini. Tapi di sana juga terletak kelebihannya. Dengannya kita bisa melampaui fakta-fakta, seraya merenungkan kemungkinan-kemungkinan baru.</p>
<p>Salah satu contohnya diberikan Updike. Di ujung novelnya, ia mempertemukan Ahmad, yang sedang meluncur dengan mobil berisi bom, dengan Jack Levy, si Yahudi yang sekaligus gurunya di sekolah dan teman kumpul kebo ibunya di rumah, yang menyetopnya tiba-tiba di tengah jalan menuju Washington.</p>
<p>Di mobil mereka diskusi tentang Sayyid Qutub, konsep jahiliyah, dan alasan terorisme. Kata Ahmad: “Apakah Anda pernah membaca tentang Sayyid Qutub&#8230;? Dia datang ke AS 50 tahun lalu dan harus menghadapi diskriminasi rasial dan kecerobohan tindakan seks bebas. Dia menyimpulkan, tak ada masyarakat yang lebih jauh dari Tuhan daripada masyarakat AS. Tapi jahiliyah&#8230; juga meluas ke sebagian besar muslim di dunia.” Jack menjawab: “Kedengarannya bijak. Aku akan menempatkan Beliau sebagai bacaan pilihan, jika aku tetap hidup. Aku telah menandatangani kontrak untuk mengajar kewarganegaraan semester ini.”</p>
<p>Saya sulit membayangkan bagaimana obrolan di atas terjadi lima menit sebelum bom di mobil Ahmad meledak, kecuali dia mematikan timer-nya. Tapi dengan obrolan itulah Updike menyelamatkan Ahmad dan Jack dari kematian, dan kemanusiaan dari terorisme.</p>
<p>Kita tidak perlu gusar dengan imajinasi Updike yang kurang masuk akal itu. Mari kita nikmati saja, sambil belajar sesuatu darinya. Misalnya dengan melakukan dialog seperti di atas di dalam kelas, bukan di mobil dengan bom yang mau meledak.</p>
<p>Sementara itu, sambil menikmati karya-karya ini sebelum bedug magrib tiba, mari kita berdoa semoga karya-karya sejenis bisa segera lahir dari para penulis fiksi kita. Bukankah Indonesia ladang yang cukup subur untuk itu?</p>
<p><strong><a href="http://www.ruangbaca.com/ruangbaca/?doky=MjAwOQ==&amp;dokm=MDg=&amp;dokd=MzE=&amp;dig=YXJjaGl2ZXM=&amp;on=YXJs&amp;uniq=OTM4">RUANG BACA</a></strong></p>
Posted in Buku, Islam, Opini  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jarikmataram.wordpress.com/482/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jarikmataram.wordpress.com/482/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jarikmataram.wordpress.com/482/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jarikmataram.wordpress.com/482/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jarikmataram.wordpress.com/482/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jarikmataram.wordpress.com/482/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jarikmataram.wordpress.com/482/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jarikmataram.wordpress.com/482/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jarikmataram.wordpress.com/482/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jarikmataram.wordpress.com/482/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jarikmataram.wordpress.com&blog=1054426&post=482&subd=jarikmataram&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jarikmataram.wordpress.com/2009/10/05/pesan-sebuah-surat-pendek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3769e77ae53654a7952e0bfff7012f8d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">The Young Community</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jarikmataram.files.wordpress.com/2009/10/surat-pendek.jpg?w=94" medium="image">
			<media:title type="html">surat-pendek</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jemaah Ahmadiyah NTB Dibolehkan Berhaji</title>
		<link>http://jarikmataram.wordpress.com/2009/09/29/jemaah-ahmadiyah-ntb-dibolehkan-berhaji/</link>
		<comments>http://jarikmataram.wordpress.com/2009/09/29/jemaah-ahmadiyah-ntb-dibolehkan-berhaji/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Sep 2009 10:21:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>The Young Community</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Demokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pluralisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jarikmataram.wordpress.com/?p=479</guid>
		<description><![CDATA[Kantor Wilayah Departemen Agama (Depag) Nusa Tenggara Barat (NTB) masih memperbolehkan warga Ahmadiyah berhaji atau menunaikan ibadah haji meskipun ada larangan Pemerintah Arab Saudi.
&#8220;Kami tidak melarang mereka berhaji makanya tidak ada pendeteksian warga Ahmadiyah dalam daftar calon haji,&#8221; kata Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Depag NTB, Suhaimy Ismy, di Mataram, Senin (7/9), usai penandatanganan nota kesepahaman [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jarikmataram.wordpress.com&blog=1054426&post=479&subd=jarikmataram&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://jarikmataram.files.wordpress.com/2009/09/foto-tokoh140.gif?w=126&#038;h=150" alt="Foto-Tokoh140" title="Foto-Tokoh140" width="126" height="150" class="alignleft size-thumbnail wp-image-480" />Kantor Wilayah Departemen Agama (Depag) Nusa Tenggara Barat (NTB) masih memperbolehkan warga Ahmadiyah berhaji atau menunaikan ibadah haji meskipun ada larangan Pemerintah Arab Saudi.</p>
<p>&#8220;Kami tidak melarang mereka berhaji makanya tidak ada pendeteksian warga Ahmadiyah dalam daftar calon haji,&#8221; kata Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Depag NTB, Suhaimy Ismy, di Mataram, Senin (7/9), usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pemberangkatan calon haji dan dan pemulangan jamaah haji asal NTB.<br />
<span id="more-479"></span><br />
Ia mengatakan, Pemerintah Arab Saudi yang melarang pengikut Ahmadiyah menunaikan ibadah haji karena beranggapan bahwa Ahmadiyah itu sudah dinyatakan pengikut di luar Islam. Kebijakan tegas Pemerintah Arab Saudi itu kemudian ditindaklanjuti berbagai organisasi Islam di Indonesia yang ikut melarang warga Ahmadiyah berhaji.</p>
<p>&#8220;Namun, itu tidak berarti kami melarang warga Ahmadiyah untuk menunaikan ibadah haji. Terserah Pemerintah Arab Saudi karena aturan negara itu berbeda dengan negara kita,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dengan demikian, tambah Suhaimy, pihaknya tidak dapat memastikan bahwa rombongan calon haji asal NTB yang akan diberangkatkan akhir Oktober mendatang, bebas dari pengikut Ahmadiyah.</p>
<p>Dengan kata lain, mungkin saja ada warga Ahmadiyah yang ikut berhaji pada musim haji tahun ini karena tidak dideteksi oleh pengurus haji.</p>
<p>Data versi Kanwil Depag NTB, jumlah calon haji asal NTB tahun ini dijatahkan sebanyak 4.550 orang dan yang sudah mendaftar sebanyak 4.494 orang, termasuk tim pendamping haji daerah.</p>
<p>Sementara pengikut Ahmadiyah di wilayah NTB diperkirakan mencapai 180 orang. Sebanyak 33 Kepala Keluarga (KK) atau 130 jiwa mendiami Mataram, Ibukota Provinsi NTB dan puluhan pengikut lainnya yang berjumlah 50 jiwa berada di Kabupaten Lombok Tengah.</p>
<p>Khusus di Mataram, sejak tiga tahun lalu sebanyak 130 orang mendiami asrama Transito Mataram setelah rumah mereka di Kecamatan Lingsar, Lombok Barat dirusak dan dibakar massa. (Ant/OL-04) </p>
<p><strong>RESOURCE</strong> :<strong><a href="http://www.mediaindonesia.com/read/2009/09/09/94507/91/14/Jemaah-Ahmadiyah-Dibolehkan-Berhaji">MEDIA INDONESIA</a></strong></p>
Posted in Agama, Ahmadiyah, Berita, Demokrasi, Pluralisme  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jarikmataram.wordpress.com/479/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jarikmataram.wordpress.com/479/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jarikmataram.wordpress.com/479/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jarikmataram.wordpress.com/479/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jarikmataram.wordpress.com/479/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jarikmataram.wordpress.com/479/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jarikmataram.wordpress.com/479/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jarikmataram.wordpress.com/479/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jarikmataram.wordpress.com/479/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jarikmataram.wordpress.com/479/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jarikmataram.wordpress.com&blog=1054426&post=479&subd=jarikmataram&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jarikmataram.wordpress.com/2009/09/29/jemaah-ahmadiyah-ntb-dibolehkan-berhaji/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3769e77ae53654a7952e0bfff7012f8d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">The Young Community</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jarikmataram.files.wordpress.com/2009/09/foto-tokoh140.gif?w=126" medium="image">
			<media:title type="html">Foto-Tokoh140</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perang Antar Kampung, Lima Orang Tewas</title>
		<link>http://jarikmataram.wordpress.com/2009/09/27/perang-antar-kampung-lima-orang-tewas/</link>
		<comments>http://jarikmataram.wordpress.com/2009/09/27/perang-antar-kampung-lima-orang-tewas/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Sep 2009 14:30:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>The Young Community</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Demokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Lokal]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Sasak]]></category>
		<category><![CDATA[kekerasan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jarikmataram.wordpress.com/2009/09/27/perang-antar-kampung-lima-orang-tewas/</guid>
		<description><![CDATA[VIVAnews - Lima orang tewas dan sejumlah orang luka-luka dalam peristiwa bentrokan antara dua kelompok  warga yakni Dusun Daye Lurung dan Dusun Bagekdewe di Desa Ketare Lombok Tengah.
Kelima korban tersebut masing-masing bernama Haji Ali, Lalu Budi, Misbah, Haji Nila keempatnya warga Dayen Lurung, Ketare, serta Sujan warga Rangge Gate Lombok Tengah.

Perang antar kampung itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jarikmataram.wordpress.com&blog=1054426&post=477&subd=jarikmataram&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img alt="" src="http://media.vivanews.com/thumbs/55216_ilustrasi_rusuh_thumb_300_225.jpg" class="alignleft" width="300" height="225" /><strong>VIVAnews -</strong> Lima orang tewas dan sejumlah orang luka-luka dalam peristiwa bentrokan antara dua kelompok  warga yakni Dusun Daye Lurung dan Dusun Bagekdewe di Desa Ketare Lombok Tengah.</p>
<p>Kelima korban tersebut masing-masing bernama Haji Ali, Lalu Budi, Misbah, Haji Nila keempatnya warga Dayen Lurung, Ketare, serta Sujan warga Rangge Gate Lombok Tengah.<br />
<span id="more-477"></span><br />
Perang antar kampung itu terjadi pada pukul 05.15 waktu setempat. Aksi saling serang antara kedua warga tidak terhindarkan. Petugas kepolisian yang disiagakan di lokasi kejadian tidak mampu memisahkan kedua kelompok massa. Bahkan sejumlah polisi menjadi sasaran aksi massa yang brutal.</p>
<p>Bentrok antara desa Dayen Lurung dengan desa Bagekdewe terjadi sejak Kamis sore 24 September lalu. Bentrokan itu dipicu salah paham antara warga desa. Akibat bentrokan itu dua remaja warga Bagek Dewe<br />
bernama Lalu Putra Wijaya dan Lalu Yan Patra Wijaya menderita luka bacok dan dirawat di Rumah Sakit Umum Praya.</p>
<p>Warga Bagekdewa yang tidak terima dengan peristiwa bentrok pertama rencananya melakukan penyerangan hari ini. Warga di dua dusun itu sudah menyiapkan berbagai senjata tajam seperti tombak, pedang, parang,  dan bambu runcing. Pagi hari tadi, bentrokan antara kedua dusun pun terjadi.</p>
<p>Kepala Bagian Bina Mitra Komisaris Polisi Lalu Mahsun mengatakan penyerangan terjadi secara mendadak. Warga Bagekdewe memanfaatkan area persawahan untuk menyerang warga Dayen<br />
Lurung.</p>
<p>Akibatnya petugas yang  sudah disiagakan sejak kemarin terkecoh dan tidak mampu membendung bentrokan. &#8220;Kami sudah berupaya maksimal untuk mencegah betrokan,namun jumlah warga Bagekdesa yang banyak sudah lebih dahulu menyerang,&#8221; kata Lalu Mahsun kepada VIVAnews di lokasi kejadian.</p>
<p>Hingga saat ini suasana di lokasi masih tegang dan warga masing-masing dusun berjaga-jaga didusun mereka. Sebanyak tiga pelton pasukan dari kepolisian Resort Lombok Tengah disiagakan untuk menjaga kawasan Desa Ketare, Praya, Lombok Tengah. Polisi yang terdiri dari pasukan Dalmas, Brimob Polda NTB dan TNI mencoba menghalau dua kelompok massa agar tidak kembali terlibat benturan fisik.</p>
<p>Polisi juga sudah melakukan pendekatan persuasif terhadap kedua kelompok warga di Desa Ketare tersebut.Meski demikian kedua kelompok massa tampaknya tidak mengindahkan peringatan polisi. &#8220;sejak kemarin kami sudah menyiagakan petugas di Ketare untuk mengantisipasi bentrokan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dalam tiga tahun terakhir kedua kampung tersebut memang terlibat perselisihan. Bahkan terkadang peperangan antara warga itu juga dipicu dendam lama.</p>
<p><strong>Laporan: Edy Gustan | Lombok</strong><br />
RESOURCE :  <a href="http://nasional.vivanews.com/news/read/92409-perang_antar_kampung__lima_orang_tewas">VIVANEWS</a></p>
Posted in Berita, Demokrasi, Informasi, kekerasan, Lokal, Politik, Sasak  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jarikmataram.wordpress.com/477/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jarikmataram.wordpress.com/477/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jarikmataram.wordpress.com/477/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jarikmataram.wordpress.com/477/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jarikmataram.wordpress.com/477/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jarikmataram.wordpress.com/477/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jarikmataram.wordpress.com/477/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jarikmataram.wordpress.com/477/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jarikmataram.wordpress.com/477/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jarikmataram.wordpress.com/477/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jarikmataram.wordpress.com&blog=1054426&post=477&subd=jarikmataram&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jarikmataram.wordpress.com/2009/09/27/perang-antar-kampung-lima-orang-tewas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3769e77ae53654a7952e0bfff7012f8d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">The Young Community</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://media.vivanews.com/thumbs/55216_ilustrasi_rusuh_thumb_300_225.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Pengawasan Ceramah Perlu</title>
		<link>http://jarikmataram.wordpress.com/2009/09/01/pengawasan-ceramah-perlu/</link>
		<comments>http://jarikmataram.wordpress.com/2009/09/01/pengawasan-ceramah-perlu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Sep 2009 15:08:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>The Young Community</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jarikmataram.wordpress.com/2009/09/01/pengawasan-ceramah-perlu/</guid>
		<description><![CDATA[Menurut saya, NU ke depan bukan hanya milik muslim tradisional. Tantangannya adalah bagaimana mendekatkan NU ke kelas menengah kota dan bagaimana berhadapan dengan kelompok radikal. Diaspora kaum muda NU juga sudah sedemikian luas, tak hanya di pedalaman, tapi juga di kota-kota besar. Jumlah mereka besar. Banyak juga yang bersekolah hingga ke berbagai negara, dari Mesir, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jarikmataram.wordpress.com&blog=1054426&post=476&subd=jarikmataram&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Menurut saya, NU ke depan bukan hanya milik muslim tradisional. Tantangannya adalah bagaimana mendekatkan NU ke kelas menengah kota dan bagaimana berhadapan dengan kelompok radikal. Diaspora kaum muda NU juga sudah sedemikian luas, tak hanya di pedalaman, tapi juga di kota-kota besar. Jumlah mereka besar. Banyak juga yang bersekolah hingga ke berbagai negara, dari Mesir, Saudi, Pakistan, hingga Inggris dan Amerika. Ini yang harus diperhatikan NU di masa depan. Dan saya kira untuk merangkul mereka dibutuhkan pemimpin muda (tertawa).<br />
<strong><br />
Ulil Abshar Abdalla</strong><br />
<span id="more-476"></span><br />
&#8220;SAYA meletakkan Islam pertama-tama sebagai sebuah ’organisme’ yang hidup; sebuah agama yang berkembang sesuai dengan denyut nadi perkembangan manusia. Islam bukan sebuah monumen mati yang dipahat pada abad ke-7 Masehi, lalu dianggap sebagai ’patung’ indah yang tak boleh disentuh tangan sejarah.”</p>
<p>Alinea itulah yang membuka tulisan Ulil Abshar Abdalla bertajuk ”Menyegarkan Kembali Pemahaman Islam” dan dimuat di Kompas, 18 November 2002. Tulisan Ulil, ketika itu dia Koordinator Jaringan Islam Liberal, memantik reaksi keras dari sebagian kelompok Islam. Forum Ulama Umat Islam, misalnya, mengetuk palu fatwa mati bagi menantu KH A. Mustofa Bisri, pengasuh Pondok Pesantren Raudhatul Thalibien, Rembang, itu.</p>
<p>Empat tahun ”menghilang” ke Amerika Serikat, Ulil pulang ke Indonesia dan melempar kejutan: dia mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dalam Muktamar Ke-32, Januari mendatang. Menurut Ulil, Nahdlatul Ulama sudah berubah dan saatnya dipimpin orang yang lebih muda. ”Tentu dengan dukungan kiai-kiai senior,” katanya.</p>
<p>Kepada para senior di Nahdlatul Ulama ini, Ulil juga siap menjelaskan berbagai pendapatnya yang dianggap kelewat liberal. Dia mengatakan pikiran dan kritiknya selama ini sebenarnya tak diarahkan ke Nahdlatul Ulama, tapi dialamatkan ke kelompok-kelompok radikal di Indonesia.</p>
<p>Menjelang buka puasa Kamis pekan lalu, di Teater Utan Kayu, Jakarta, kandidat doktor dari Universitas Harvard, Amerika, ini membeberkan pandangannya soal Islam radikal, Nahdlatul Ulama, dan kehidupan keberagamaan di Amerika kepada Sapto Pradityo, Yos Rizal Suriaji, Yophiandi, dan Irfan Budiman.</p>
<p>Apa modal Anda maju sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama?<br />
Bukannya sombong, saya rasa modal saya memadai. Saya punya pendidikan pesantren yang baik, mengaji fikih sesuai dengan hierarki pesantren, punya pemahaman kitab kuning cukup baik. Saya lulus dari LIPIA (Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab) dan punya pendidikan Barat. Saya juga lahir dari keluarga NU dan berkiprah di NU cukup lama.</p>
<p>Untuk maju sebagai ketua umum, bukankah perlu restu kiai, seperti kiai Langitan, Tebuireng, dan Asembagus? Bagaimana penerimaan pesantren-pesantren itu terhadap Anda?</p>
<p>Saya memang baru pergi ke Asembagus, Situbondo. Itu pun baru ketemu beberapa kiai. Tapi, insya Allah, saya bisa mendapat restu pesantren-pesantren itu. Memang ada yang beranggapan saya punya pikiran terlalu bebas. Tapi saya yakin mereka bisa paham kalau saya jelaskan.</p>
<p>Sebagian kalangan NU merespons negatif Jaringan Islam Liberal. Ini jelas tak menguntungkan pencalonan Anda.<br />
Pencitraan negatif itu datang dari luar NU dan merembes ke NU. Saya ingin mengubah citra itu. Pikiran dan kritik saya selama ini sebenarnya tak diarahkan ke NU, tapi dialamatkan ke kelompok-kelompok radikal di Indonesia. Bagi saya, liberal juga bukan berarti bebas tanpa batas. Saya akan berusaha mendekatkan ide-ide saya dengan bahasa NU. Di NU sendiri sebenarnya banyak sekali tradisi liberal. Dalam kasus bunga bank, misalnya, tak ada keputusan final bahwa bunga bank termasuk riba yang haram. Ada tiga pendapat di NU.</p>
<p>Apa yang perlu direformasi di tubuh NU?<br />
Menurut saya, NU ke depan bukan hanya milik muslim tradisional. Tantangannya adalah bagaimana mendekatkan NU ke kelas menengah kota dan bagaimana berhadapan dengan kelompok radikal. Diaspora kaum muda NU juga sudah sedemikian luas, tak hanya di pedalaman, tapi juga di kota-kota besar. Jumlah mereka besar. Banyak juga yang bersekolah hingga ke berbagai negara, dari Mesir, Saudi, Pakistan, hingga Inggris dan Amerika. Ini yang harus diperhatikan NU di masa depan. Dan saya kira untuk merangkul mereka dibutuhkan pemimpin muda (tertawa).</p>
<p>Bagaimana Anda melihat kecenderungan NU yang kerap tergiur terjun ke politik?<br />
Itu memang masalah besar. Aura partai memang merusak langgam NU. NU memang sulit berpisah dengan politik karena, sebagai ormas besar, bobot politiknya juga besar sekali. Idealnya sih kiai memang tidak berpolitik. Seperti kata Arief Budiman, mereka harusnya menjadi cendekiawan di atas angin. Tapi okelah, tantangan ke depan, bagaimana NU menempatkan diri secara proporsional.<br />
Soal terorisme dan kelompok radikal yang sering menjadi kritik Anda. Aksi teror belakangan marak lagi di Indonesia. Bagaimana sebetulnya memahami ideologi terorisme mereka?</p>
<p>Fenomena terorisme itu kompleks sekali. Tapi faktor utamanya ideologi. Dan ideologi tak bisa diindoktrinasikan kalau tak ada kondisi sosial politik yang kondusif. Ini bisa ditelusuri dari awal abad ke-20, sejak pendirian Ikhwanul Muslimin di Mesir oleh Hassan al-Banna pada 1928. Mulanya mereka tak radikal, tapi kemudian semakin radikal sejak 1950-an ketika ditekan dan aktivisnya banyak ditangkap pemerintah Presiden Mesir Gamal Abdul Nasser. Salah satu ideolog yang paling berpengaruh adalah Sayyid Qutb. Saat di dalam penjara, sekitar 1954, Qutb menulis pamflet Ma’alim fi’l Tariq atau Rambu-rambu di Jalan. Tulisan ini menjadi inspirasi bagi aktivis muslim di berbagai negara untuk melakukan perubahan radikal.</p>
<p>Ideolog lainnya?<br />
Tokoh lain adalah Syed Abul A’ala Maududi, wartawan dan pemikir Islam dari Pakistan. Dia banyak sekali menulis buku dan pamflet dalam bahasa Urdu. Salah satunya Al-jihad fi’l Islam pada pertengahan 1930-an. Dalam pamflet itu, dia mengajukan penafsiran ulang atas doktrin jihad yang baru sama sekali. Semula jihad di kalangan ulama Islam dimaknai sebagai doktrin defensif. Di kalangan Nahdlatul Ulama, misalnya, jihad dipahami bahwa kalau negara atau tanah Islam diserang oleh umat nonmuslim, umat Islam berhak membela diri. Salah satu contoh jihad defensif ini, ketika pada akhir 1940-an Belanda melancarkan agresi pertama, pendiri NU, Kiai Hasyim Asy’ari, menyerukan resolusi jihad melawan Belanda di Jawa Timur.</p>
<p>Seperti apa jihad versi Maududi?<br />
Maududi memaknai jihad sebagai perang ofensif yang sah. Artinya, umat Islam boleh berdakwah dengan cara perang. Qutb juga bilang, kalau orang-orang lain di luar Islam tak mau menerima kebenaran Allah, mereka boleh diperangi. Nah, tafsir itu yang menginspirasi anak-anak muda bergairah kembali mempelajari Islam, terutama setelah revolusi Iran pada 1979. Mereka mengharapkan kebangkitan Islam melalui revolusi baru yang dapat mengubah tatanan dunia melawan dominasi Amerika Serikat.</p>
<p>Siapa lawan mereka sebenarnya: zionis, Amerika, negara Barat, atau kafir?<br />
Lawan utama mereka adalah kafir. Makanya mereka memakai konsep Darul Islam, negara di mana Islam dijalankan, dan Darul Harb, negara tempat Islam dimusuhi. Pembagian seperti itu menjadi pembenaran mereka mengumandangkan perang terhadap negara lain yang dianggap memusuhi Islam. Amerika dianggap sebagai ikon musuh Islam, melambangkan sekularisme, sementara Amerika sendiri melakukan petualangan berbahaya seperti mendukung Israel, menjatuhkan Taliban, dan menginvasi Irak.</p>
<p>Berbeda dengan Ikhwanul, bukankah Al-Qaidah tak mengkampanyekan pendirian negara Islam?<br />
Fokus mereka saat ini memang mengusir pasukan kafir dan salibis dari tanah-tanah Islam: Irak, Afganistan, Indonesia. Tapi cita-cita akhir mereka jelas, yakni mendirikan negara Islam. Tokoh Al-Qaidah, Ayman al-Zawahiri, berasal dari Mesir, dipengaruhi tokoh Ikhwanul, terutama Qutb. Menurut Qutb, walaupun umat Islam saat ini membaca syahadat, menjalankan salat, dan membayar zakat, Islam mereka tak berarti apa-apa karena hanya menjalankan ritual formal Islam. Mereka hidup di era jahiliyah. Tugas umat Islam saat ini, kata Qutb, mengislamkan kembali orang Islam dan menumbangkan rezim sekuler.</p>
<p>Ada yang mengatakan terorisme berakar pada persoalan ekonomi. Menurut Anda?<br />
Itu analisis yang dipaksakan. Sebab, kalau diteliti bahasa dan retorika mereka, tak ada indikasi sedikit pun mereka peduli pada masalah kemiskinan. Bagi mereka, masalah kemiskinan, kesenjangan sosial, dan urusan duniawi hanya urusan remeh-temeh.<br />
Walaupun kemudian dibantah, polisi berniat mengawasi ceramah di masjid. Apakah Anda setuju?<br />
Pengawasan memang perlu, tapi tak perlu diungkap ke publik. Kelompok ini kan tidak banyak, jadi yang diawasi tidak setiap masjid seperti zaman Orde Baru. Yang diawasi hanya kelompok yang ditengarai terkait dengan jaringan teroris. Masjid NU, Muhammadiyah, atau Betawi tak usah diawasi. Tapi kalau polisi mau mengawasi semua masjid, ya, harus ditentang.</p>
<p>Polisi juga memeriksa Jemaah Tabligh. Apa benang merahnya dengan kelompok radikal?<br />
Jemaah Tabligh sama sekali tak ada hubungannya dengan gerakan radikal. Ciri-ciri kelompok radikal itu sangat khas, yakni doktrin jihad dengan kekerasan. Dalam Jemaah Tabligh, tak ada ajaran seperti itu.<br />
Bagaimana dengan ide deradikalisasi teroris? Apakah mungkin?<br />
Ada dua bentuk. Pertama terhadap mereka yang sudah terpapar ideologi ini. Program seperti ini sudah pernah dilakukan negara seperti Mesir dan Yaman. Orang-orang yang pernah bergabung dengan organisasi radikal dengan metode kekerasan, tapi kemudian bertobat, dipakai pemerintah Mesir untuk menyadarkan rekan-rekannya. Cara ini ada hasilnya. Polisi Indonesia sepertinya juga sudah memakai metode ini. Yang kedua adalah melindungi orang-orang yang belum terkena ideologi tersebut. Ulama muslim perlu membuat tafsir tandingan supaya orang tidak terpukau dengan doktrin jihad kekerasan.</p>
<p>Anda sudah empat tahun di Amerika Serikat. Apakah fobia terhadap Islam di sana masih ada?<br />
Saya tak pernah mengalami pengalaman yang menyakitkan. Setelah peristiwa 11 September, memang muncul fobia terhadap Islam, tapi usaha untuk memahami Islam juga besar sekali. Peristiwa 11 September seperti berkah di balik bencana. Setelah kejadian itu, orang-orang berminat mempelajari Islam. Kursi studi Islam di perguruan tinggi laku. Buku-buku tentang Islam laris sekali, walaupun buku anti-Islam juga laris. Misalnya Robert Spencer, yang menulis buku-buku anti-Islam, seperti The Invasion of Islam, jadi perbincangan dan sering jadi narasumber di kanal Fox. Tapi kanal televisi utama seperti CNN, PBS, dan NBC malah mempromosikan pemahaman terhadap Islam.</p>
<p>Tak pernah mengalami gangguan?<br />
Sama sekali tidak. Istri saya mengenakan jilbab, bekerja sebagai juru masak. Teman-temannya beragama Yahudi, Katolik, dan Protestan, dari Venezuela, Israel, dan Jepang. Mereka malah bersimpati kepada istri saya. Mereka bilang, ”Anda pakai jilbab, tapi tidak merasa terhalang bersosialisasi dengan kami.” Anak saya juga kalau bulan puasa berpuasa. Gurunya berusaha sebaik mungkin menjelaskan soal puasa kepada murid yang lain dan mengajarkan toleransi terhadap ritual muslim. Saat saya mengundang tetangga apartemen, yang tak satu pun muslim, untuk buka puasa bersama, saya terkejut tetangga saya yang Kristen hari itu ikut puasa untuk menghormati saya.</p>
<p>Bagaimana pengalaman di Harvard?<br />
Suatu kali ada tuntutan dari beberapa muslimah yang tak nyaman berolahraga bersama laki-laki. Mereka minta diberi waktu khusus fitness. Universitas Harvard mengabulkannya. Memang ada yang memprotes keputusan itu, tapi universitas jalan terus.</p>
<p><strong>RESOURCE : Majalah Tempo, 31 Agustus &#8211; 6 September 2009</strong></p>
Posted in Agama  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jarikmataram.wordpress.com/476/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jarikmataram.wordpress.com/476/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jarikmataram.wordpress.com/476/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jarikmataram.wordpress.com/476/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jarikmataram.wordpress.com/476/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jarikmataram.wordpress.com/476/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jarikmataram.wordpress.com/476/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jarikmataram.wordpress.com/476/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jarikmataram.wordpress.com/476/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jarikmataram.wordpress.com/476/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jarikmataram.wordpress.com&blog=1054426&post=476&subd=jarikmataram&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jarikmataram.wordpress.com/2009/09/01/pengawasan-ceramah-perlu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3769e77ae53654a7952e0bfff7012f8d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">The Young Community</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tadarrus Blog dan Tadarrus Al-Qur&#8217;an</title>
		<link>http://jarikmataram.wordpress.com/2009/08/25/470/</link>
		<comments>http://jarikmataram.wordpress.com/2009/08/25/470/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Aug 2009 18:49:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>The Young Community</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jarikmataram.wordpress.com/2009/08/25/470/</guid>
		<description><![CDATA[
Yang dilakukan orang-orang di masjid sebelah rumah saya itu sebetulnya Iqro’ saja bukan tadarrus. Mereka sekadar membaca alqur’an saja bukan mempelajari alqur’an. Tapi bukankah membaca saja mendapatkan pahala? Saya sedang menulis jawaban pertanyaan ini yang intinya maksud nabi dalam hadist itu bukanlah sekadar Membaca tapi juga mempelajari dan memahami.
Achmad Jumaely*

SUDAH jam 12 malam, hiruk-pikuk suara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jarikmataram.wordpress.com&blog=1054426&post=470&subd=jarikmataram&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://jarikmataram.files.wordpress.com/2009/08/mengaji_787_l.jpg?w=100&#038;h=150" alt="mengaji_787_l" title="mengaji_787_l" width="100" height="150" class="alignleft size-thumbnail wp-image-469" /><br />
Yang dilakukan orang-orang di masjid sebelah rumah saya itu sebetulnya Iqro’ saja bukan tadarrus. Mereka sekadar membaca alqur’an saja bukan mempelajari alqur’an. Tapi bukankah membaca saja mendapatkan pahala? Saya sedang menulis jawaban pertanyaan ini yang intinya maksud nabi dalam hadist itu bukanlah sekadar Membaca tapi juga mempelajari dan memahami.</p>
<p><strong>Achmad Jumaely*<br />
</strong><span id="more-470"></span><br />
<strong>SUDAH</strong> jam 12 malam, hiruk-pikuk suara orang membaca alqur’an masih menggema memenuhi ruang-ruang sempit rumah saya. Suara-suara itu berasal dari masjid-masjid yang bertebaran di areal kampung. Tak terkecuali mushalla-mushalla kecil yang menampung sekitar 10 sampai 15 jama’ah semuanya terdengar bertadarrus. Kegiatan ini berlangsung semalam suntuk, mulai selesai tarawih hingga subuh tiba.</p>
<p>Sepintas, suasana seperti ini tampak menarik dan semarak. Namun dibalik itu, saya merasakan ada hal yang patut dikritisi. Sejumlah masjid, terutama masjid yang agak gede, menggunakan sound system yang cukup besar sehingga (maaf) membuat kenyamanan tidur orang yang sedang istirahat terganggu.</p>
<p>Saya merasakan betul kejadian ini. Pada malam kedua ramadhan kemarin, saya pulang tadarrusan dari masjid sekitar jam 10 wita. Saya berniat bangun setengah empat nanti untuk salat tahajjud. Namun mata saya tak kunjung mau terpejam karena suara dari masjid sebelah rumah sangat nyaring. Saya sempat menutup telinga dengan selimut dan bantal tapi sia-sia. Suara itu tetap mengganggu saya. Sialnya lagi suara mengaji orang-orang itu cempreng dan tak menari. Bacanya salah-salah lagi!.Menjengkelkan!</p>
<p>Karena tak jua bisa tidur, saya bangkit dari ranjang dan mengambil HP dan mulai browsing di google. Saya mengunjungi blog temen-temen yang tulisannya menarik. Ada banyak blog yang membuat saya senang dan sangat menikmati postingannya. Dari beragam blog yang saya temui, terdapat sebuah blog yang sangat bagus beralamatnya di http://jendelakumenatapdunia.blogspot.com/. Blog ini ditulis seorang yang yang menamakan dirinya Sinta Nisfuanna. Ia menulis resensi buku-buku bermutu. Saya senang dengan resensi-resensinya karena nyaris selalu disetiap posingan ia menitipkan pesan-pesan ilahiyah yang menggugah.</p>
<p>Sebutlah salah satu resensinya untuk buku Spiritual Kitchen. Ia menulis</p>
<p>    Dapur sebenarnya salah satu wadah untuk berkreasi dan berdzikir, lewat tafakur, mencerna ayat-ayat kauniyyah yang tercecer dan tidak tertulis dalam Al-qur’an</p>
<p>Ia mengajak kita bertanya soal termos dengan lapisan logam beremisi 0 yang mampu menahan panas. Ini bermakna</p>
<p>    Manusia selayaknya menjaga keimanannya seperti lapisan termosManusia selayaknya menjaga keimanannya seperti lapisan termos</p>
<p>Katanya. Banyak hal menarik yang lain dalam blog ini dan saya tak mungkin menuliskannya dalam postingan ini. Saya merenung, sebetulnya saya sedang tadarrus. Ya tadarrus blog.</p>
<p>Mari kita perhatikan!. Tadarrus berasal dari kata arab darrasa-yudarrisu-tadriisan yang artinya belajar. Istilah Tadarrus Alqur’an (sejatinya) juga berarti mempelajari alqur’an, begitupula dengan Taddarrus blog. Mempelajari tak sama dengan membaca, dan tadarrus bukanlah membaca. Membaca dalam bahasa arabnya Iqro’.</p>
<p>Yang dilakukan orang-orang di masjid sebelah rumah saya itu sebetulnya Iqro’ saja bukan tadarrus. Mereka sekadar membaca alqur’an saja bukan mempelajari alqur’an. Tapi bukankah membaca saja mendapatkan pahala? Saya sedang menulis jawaban pertanyaan ini yang intinya maksud nabi dalam hadist itu bukanlah sekadar Membaca tapi juga mempelajari dan memahami.</p>
<p>Kembali ke soal tadarrus tadi. Saya teringat dengan cerita seorang wanita kristen dimasa kesultanan Kerajaan Abbasyiah. Si kristen konon mempunyai seorang anak gadis yang sudah lama ingin masuk islam. Tetangga-tetangganya yang muslim sudah mengetahui desa-desus gadis itu tertarik pada islam dan itu membuat mereka senang.</p>
<p>Namun pada suatu hari, si ibu dari si gadis mendatangi seorang ulama dengan tergopoh-gopoh. Di hadapan ulama itu, ia mengatakan dengan sarkasme yang cukup tinggi. “Terimakasih pak kiai, terimakasih karena suara adzan di masjid sebelah rumah saya”. “Loh kegapa?” tanya ulama itu. “Suara muadzin di masjid itu jelek sekali pak kiai, makanya anak saya tidak jadi islam” jawabnya.</p>
<p>Mungkin benar, gemerlap tadarusan di masjid-masjid membuat islam tambah semarak dan orang yang melakukan aktifitas itu mendapat pahala. Namun ketika aktifitas tadarusan itu membuat ketidaknyamanan sosial maka persoalannya menjadi lain. Saya yakin bukan pahala yang didapat tapi malah dosa, persis seperti muadzin dengan suara jelek tadi.</p>
<p>Ditambah lagi dengan tak adanya substansi tadarrusan disana karena sekali lagi mereka hanya membaca saja tidak mempelajari, yakin saya ini membuat aktifitas tadrrusan kian runyam. []</p>
<p>* Aktifis Jaringan Islam Kampus (Jarik) Mataram</p>
<p><strong>RESOURCE </strong>: <a href="http://jhelliesite.blogspot.com">http://jhelliesite.blogspot.com</a></p>
Posted in Agama, blog, Islam, Sosial  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jarikmataram.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jarikmataram.wordpress.com/470/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jarikmataram.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jarikmataram.wordpress.com/470/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jarikmataram.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jarikmataram.wordpress.com/470/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jarikmataram.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jarikmataram.wordpress.com/470/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jarikmataram.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jarikmataram.wordpress.com/470/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jarikmataram.wordpress.com&blog=1054426&post=470&subd=jarikmataram&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jarikmataram.wordpress.com/2009/08/25/470/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3769e77ae53654a7952e0bfff7012f8d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">The Young Community</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jarikmataram.files.wordpress.com/2009/08/mengaji_787_l.jpg?w=100" medium="image">
			<media:title type="html">mengaji_787_l</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>