<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>JARINGAN ISLAM KAMPUS (JARIK) MATARAM</title>
	<atom:link href="http://jarikmataram.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jarikmataram.wordpress.com</link>
	<description>Meretas Perbedaan, Menuai Rahmat Kebangsaan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 14 Jan 2012 00:19:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='jarikmataram.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/4c157c161524d3e223a07234ba8a2851?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>JARINGAN ISLAM KAMPUS (JARIK) MATARAM</title>
		<link>http://jarikmataram.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://jarikmataram.wordpress.com/osd.xml" title="JARINGAN ISLAM KAMPUS (JARIK) MATARAM" />
	<atom:link rel='hub' href='http://jarikmataram.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Alqur&#8217;an Tak Pernah Membagi Peran Gender</title>
		<link>http://jarikmataram.wordpress.com/2011/11/24/alquran-tak-pernah-membagi-peran-gender/</link>
		<comments>http://jarikmataram.wordpress.com/2011/11/24/alquran-tak-pernah-membagi-peran-gender/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Nov 2011 21:37:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>TimRedaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gender]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[Wawancara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jarikmataram.wordpress.com/?p=793</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Adapun masalah pembagian peran antara laki-laki dan perempuan—menurut saya—tidak ada dalam Al-Quran&#8230;” (Dr. Umaymah Abu Bakr) MESKIPUN jender termasuk istilah baru, “barang impor”, dan tidak dikenal dalam tradisi Islam klasik. Namun bukan berarti tidak penting. Karena melalui studi ini, kita &#8230; <a href="http://jarikmataram.wordpress.com/2011/11/24/alquran-tak-pernah-membagi-peran-gender/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jarikmataram.wordpress.com&amp;blog=1054426&amp;post=793&amp;subd=jarikmataram&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Adapun masalah pembagian peran antara laki-laki dan perempuan—menurut saya—tidak ada dalam Al-Quran&#8230;” (Dr. Umaymah Abu Bakr)</p>
<p><strong>MESKIPUN  </strong>jender termasuk istilah baru, “barang impor”, dan tidak dikenal dalam tradisi Islam klasik. Namun bukan berarti tidak penting. Karena melalui studi ini, kita bisa mengetahui pola pandang masyarakat terhadap perbedaan jenis kelamin yang dipengaruhi oleh faktor sosial dan budaya, dari pada sekadar faktor biologis. Untuk itu, kami mendatangai seorang pemerhati masalah jender; Dr. Umaymah Abu Bakr, di kediamannya<br />
<span id="more-793"></span><br />
<strong>Bisa Anda jelaskan terma jender?<br />
</strong><br />
  Dalam masalah jender ada dua mainstream yang berkembang kira-kira semenjak 20-30 tahun silam. Pertama, aliran yang tidak penting bagi kita dan tidak bisa mengambil faidah darinya yaitu aliran yang memisahkan antara jenis (seks) individu secara biologis (jins al-fard al-bailûjî) baik laki-laki atau perempuan dengan identitas (muatan) seksnya (al-huwiyah al-jinsiyah). Studi ini berkembang di Barat untuk memberikan legitimasi akademis bagi fenomena homoseksual. Dengan studi jender model ini, homoseksual dianggap bagian dari HAM dan relasi jender yang alami. Ini madzhab jender yang tidak bisa kita ikuti dan berkembang dalam diskursus jender di Barat. Kedua, aliran jender yang berfaedah, dan kita bisa belajar darinya. Yaitu diskursus jender dalam arti proses pembentukan budaya dan sosial terhadap jenis kelamin. Studi ini meneliti proses pembentukan karakter laki-laki dan perempuan dari faktor sosial budaya, bukan dari faktor biologis. Seperti, karakter laki-laki didentikakkan kuat, tidak sensitif, dan rasional. Sedangkan perempuan dikonotasikan lembut, sensitif, mengedepankan perasaan, irrasional dan lain sebagainya. Peran perempuan khusus di dalam (domestik), sedangkan laki-laki di luar. Perempuan mengasuh anak di rumah sedang laki-laki di pabrik mengurusi mesin-mesin. Perbedaan pandangan ini sangat kuat dan jelas antara laki-laki dan perempuan. Nah, pandangan budaya dan masyarakat di atas dapat kita ketahui dengan menggunakan studi jender.</p>
<p>  Fenomena jender ini dapat kita jumpai di seluruh masyarakat, tidak hanya pada masyarakat Islam, atau masyarakat Barat saja. Pandangan jender ini terus berubah dan berkembang bersama waktu karena beberapa sebab. Seperti sebab sejarah, penjajah, politik, sosial, dan lain sebagainya. Juga kemungkinan-kemungkinan berubahnya pola pandang terhadap pemahaman jender karena lintas waktu dan geografi. Studi ini mempunyai lahan luas bagi diskursus jender. Beberapa disiplin ilmu seperti ilmu sosial, antrapologi, sastra, hukum dan lain-lain dapat kita lihat secara khusus dari perspektif jender. Yaitu dari perspektif pengaruh masyarakat dan budaya terhadap relasi sosial, baik di keluarga, atau di masyarakat luas.  </p>
<p><strong>Bagaimana melihat turâst Islam dari perspektif jender ini?<br />
</strong><br />
  Bisa dilakukan dalam semua diskursus studi Islam seperti sejarah, fiqih, tafsir, dan studi-studi Islam lainnya. Kita bisa mempelajari teks-teks agama tadi sebagai teks budaya. Tapi berbeda dengan teks Al-Quran dan Sunnah, karena teks keduanya merupakan teks Ilahi. Sedangkan karya (teks) para mufassir, dan ahli fiqih kita mempelajarinya dengan studi analisis wacana. Dalam arti, Mengkritisi pola wacana yang digunakan mereka sebagai &#8220;pisau analisa&#8221; dalam istinbâth hukum (fiqih) laki-laki, perempuan, atau relasi antara manusia. Studi ini bisa kita lakukan menggunakan pespekstif studi jender. Seperti pandangan ahli fiqih klasik terhadap relasi antara laki-laki dan perempuan. </p>
<p>  Saya yakin mereka menggunakan dalil-dalil syar&#8217;i yang menurut mereka layak dan dengan metode yang mereka yakini benar. Tetapi ketika kita melihat hukum-hukum yang berhubungan dengan laki-laki maupun perempuan, terdapat faktor-faktor budaya dan sejarah yang mempengaruhi pandangan ahli fiqih.  Apakah para ahli fiqih sudah memahami syariat Islam secara objektif, adil, dan tanpa bias? Jawabannya, kadang-kadang &#8220;iya&#8221; kadang-kadang &#8220;tidak&#8221;, tentu saja masih banyak hal-hal problematis bukan? Maka, kita bisa mempelajari teks-teks di atas dari perspektif studi jender.  </p>
<p><strong>Tapi jender adalah istilah baru dan tidak akan kita temukan dalam kitab-kitab klasik. Dan tentunya masih menjadi &#8220;problem&#8221; dalam studi Islam?<br />
</strong><br />
  Benar sekali, Jender bukan terma Islam, bukan terma Al-Quran, atau terma-terma yang dipakai di Ushuludin, maupun usul fiqih, karena ia memang bukan terma agama seperti takwa, sabar, jihad  dan ihsan. Tapi  terma ini  bersumber dari disiplin ilmu sosial seperti  terma demokrasi, kependudukan, dan civil society. Saya tidak mengklaim terma jender ini sebagai terma agama, akan tetapi hasil dari perkembangan pemahaman dan kebudayaan masyarakat.</p>
<p><strong>Seberapa jauh pengaruh budaya terhadap pandangan masyarakat khususnya para ulama Islam klasik?<br />
</strong><br />
  Pemahaman masyarakat terpengaruh oleh kondisi sosial, politik, agama maupun budaya. Seperti budaya Iraq, Mesir, Syam yang memiliki budaya tersendiri, memiliki pengaruh terhadap konsep fiqih. Contoh yang paling sederhana adalah ketika Imam Syafii pindah dari Iraq ke Mesir, merubah beberapa pendapatnya. Dan yang bisa kita lakukan sekarang adalah bagaimana meneliti beberapa karya para ulama Islam klasik yang terpengaruh dari faktor budaya, politik dan sosial. Pemikiran ini sudah menjadi mainstream di kalangan pemerhati studi-studi perempuan di pelbagai kawasan, Mesir, Turki, Iran, Asia Tenggara, di Barat dan di belahan dunia lainnya. Mereka menuntut pembaruan fiqih klasik dan pembebasan konsep fiqih dari kungkungan budaya dan distorsi pemahaman dengan menggunakan perspektif Islam, bukan sekular, seperti—semoga Allah melindungi kita—menolak Al-Quran atau syariat. </p>
<p><strong>Bagaimana pandangan Islam terhadap perempuan, dan konsep pembagian peran antara laki-laki dan perempuan, seperti peran perempuan diidentikkan di  wilayah khusus (privat) sedangkan laki-laki di wilayah umum (publik)?<br />
</strong><br />
  Menurut saya, Islam tidak hanya memuliakan perempuan tetapi bahkan memanjakannya. Tetapi sejarah setelah itu—masyarakat Islam, khususnya ahli fiqih, &#8220;merampas&#8221; hak ini dari perempuan. Mereka mulai membebani perempuan di luar kemampuannya, karena mereka merasa Islam sangat memanjakan perempuan. Sebelum kita memasuki perbe-daan peran antar laki-laki dan perempuan kita perhatikan dahulu beberapa hukum untuk laki-laki. Seperti beberapa perkara yang tidak dibolehkan bagi perempuan atau pun sebaliknya. Misalnya, perempuan wajib menutupi rambut, tapi ia tidak wajib sholat Jumat. Perbedaan-perbedaan di atas dalam hukum-hukum ibadah. Dan saya kira hal ini tidak menjadi masalah. Saya yakin Allah menciptakan hikmah di balik perbedaan-perbedaan itu. Hikmah di atas dalam istilah studi jender bisa disebut gender sensitive (sensitifitas jender). Keringanan dalam masalah ibadah terhadap perempuan itu yang saya anggap bahwa Islam memang memanjakan dan sensitif terhadap perempuan. Akan tetapi masyarakat patriarkhi setelah itu, menjadikan perbedaan dalam masalah ibadah ini sebagai dalih untuk memisahkan dan memberikan perbedaan secara lebih luas antara laki-laki dan perempuan. Seperti muncul image laki-laki lebih unggul dari perempuan karena laki-laki sholat Jumat, boleh berjihad dan lain-lain sedangkan perempuan tidak.</p>
<p>   Adapun masalah pembagian peran antara laki-laki dan perempuan—menurut saya—tidak ada dalam Al-Quran sama sekali. Ketika kita membaca sejarah maka akan kita temukan bahwasannya konsep pembagian itu ada di masyarakat Barat dan Eropa. Perempuan berada dalam wilayah khusus (privat sector) dan laki-laki berada pada wilayah umum (public sector). Pemahaman ini merupakan ideologi ekstrim yang berasal dari Barat pada abad XVIII dan XIX. Masyarakat Barat berbicara mengenai ideologi pembagian peran tersebut di buku-buku sastra mereka, mereka yang menciptakan wilayah privat untuk perempuan, sedangkan kita—Islam—tidak mengenal pembagian wilayah privat dan publik tersebut. Seperti perempuan hanya di rumah, memainkan piano, dan menari. Sedangkan wilayah laki-laki di luar rumah, mengurusi pabrik, dan pasar, sebagai gentleman. Ideologi ini menguat sejak era Victoria di Inggris dan di awal terbentuknya masyarakat modern. Kemudian ideologi ini diwarisi oleh masyarakat Islam via imperialisme di luar kesadaran. Sebab lain, kalau kita baca sejarah—misalnya—sejarah Mesir, para pioner kebangkitan Islam di awal abad XX era kolonialisme Inggris, mereka menghadapi misi imperialisme asing dengan jalan menjaga budaya kita secara ketat seperti penjagaan terhadap perempuan, karena perempuan—menurut mereka—simbol dari budaya.</p>
<p>  Nah, sebab-sebab historis dan politis tersebut menciptakan pemahaman tersendiri terhadap perempuan. Tapi, Al-Quran bebas dari pemahaman itu sama sekali. Baik ideologi pembagian peran, atau perbedaan tabiat alami manusia. Apakah ada ayat yang menyatakan bahwa perempuan itu emosional dan laki-laki rasional? Tidak ada bukan?</p>
<p><strong>Bagaimana pendapat Anda sendiri tentang hak perempuan untuk beraktifitas di luar?<br />
</strong><br />
  Tidak ada larangan di dalam Islam sama sekali. Justru yang ada adalah perintah dalam rangka manifestasi amar ma&#8217;rûf nahî munkar. Kita dituntut untuk menjadi bagian dari masyarakat Islam dan agent of change. Seumpamanya kemampuan saya mengajar, maka saya—dituntut—mengajar, saya paham ilmu kedokkteran saya akan berusaha mengobati, saya paham arsitek saya akan menjadi arsitek dan seterusnya. Kita harus bergabung dalam pembangunan dan kreasi kebudayaan yang egaliter dan luhur</p>
<p>Bagaimana kita menghadapi distorsi-distorsi pemahaman khususnya dalam masalah jender?</p>
<p>  Kita harus mulai dan terus-menerus memberikan pencerahan dan kritikan-kritikan lewat tulisan dan buku-buku. Sangat disayangkan sebagian ulama agama masih menggunakan pemahaman klasik ketika memandang masalah perempuan. Seperti kata mereka, perempuan memiliki peran dan karakteristik khusus, atau cara berfikir perempuan yang terbatas. Pemikiran itu bukan berasal dari agama, tapi, mereka—ulama agama—yang masih sangat konservatif.  Anehnya, mereka menganggap hal itu bagian dari agama dan berusaha mengutip beberapa hadis yang menjustifikasi pemahaman mereka. Akan tetapi saya yakin Allah dan Rasul-Nya tidak bermaksud dengan hadis itu seperti yang mereka tafsirkan. Apakah Allah menciptakan laki-laki dan perempuan supaya salah satunya lebih otoritatif dari yang lainnya, ini tidak logis. Sejatinya, kita harus mengambil banyak inspirasi dari syari&#8217;at Tuhan yang sarat dengan keadilan dan kebijaksanaan.</p>
<p>  Tentu kita hafal hadis, kullukum râ&#8217;in wa kullukum masûlun &#8216;an rai&#8217;yyatihi wa al-mar&#8217;ah râ&#8217;iyyah fî bayt zawjihâ wa mas&#8217;ûlah &#8216;an ra&#8217;iyyatihâ. Hadis ini digunakan mereka sebagai senjata bahwa setiap laki-laki dan perempuan mempunyai wilayah dan tugas sendiri-sendiri. Perempuan wajib memasak, atau menyapu, pokoknya perempuan memiliki tanggung jawab seratus persen terhadap tugas itu. Tapi Rasul tidak bermaksud seperti yang mereka pahami bukan? Buktinya, Rasul banyak melakukan perkerjaan rumah tangga. Kami (perempuan) tidak bermaksud menolak tugas rumah itu. Tapi yang kita tolak adalah, penetapan peran tersebut secara mutlak tanpa melihat situasi dan kondisi. Kondisi suatu keluarga berbeda dengan kondisi keluarga yang lain. Seperti, seseorang perempuan yang tidak menyukai pekerjaan di luar rumah dan lebih memiliki pekerjaan rumah tangga, itu baik. Demikian juga jika ada perempuan yang lebih menyukai pekerjaan di luar rumah, dan tidak suka pekerjaan rumah tangga, jangan dilarang. Nah, penetapan peran perempuan terhadap wilayah domestik, bisa disebut sebagai “ ideologi peran rumah tangga”. Ini adalah ideologi Victorian. Sungguh! saya memiliki beberapa literatur sastra Eropa era Victoria di Inggris abad XIX, yang berbicara mirip dengan perkataan ulama-ulama konservatif sekarang ini. Sayang sekali mereka tidak menyadarinya. Dari kenyataan di atas studi jender sangat penting dan berfaedah, bukan berarti kita ingin mengikuti Barat. Tapi karena kita bisa mengambil banyak pelajaran dari studi ini. (Anis, Karim, Iffah, Talaat, dan Gun)</p>
<p><strong><br />
Biodata singkat Umaymah:</strong></p>
<p>Dr. Umaymah Abu Bakr: Lahir di Kairo tahun 1957, alumnus Departemen Sastra Perbandingan di Barkeley University USA. Dosen Sastra Inggris dan Sastra Perbandingan di Cairo University. Salah satu pendiri Multaqâ Al-Mar&#8217;ah Wa Al-Dzâkirah (Forum of Women and Memory). Salah satu karyanya, Al-Ma&#8217;ah Wa Al-Jender (bersama Dr. Syirin Syukri) Libanon: Dâr Al-Fikr Al-Mu&#8217;âshir, 2002.</p>
<p>RESOURCE: http://pcinu-mesir.tripod.com/</p>
<br />Filed under: <a href='http://jarikmataram.wordpress.com/category/gender/'>Gender</a>, <a href='http://jarikmataram.wordpress.com/category/perempuan/'>Perempuan</a>, <a href='http://jarikmataram.wordpress.com/category/wawancara/'>Wawancara</a> Tagged: <a href='http://jarikmataram.wordpress.com/tag/perempuan/'>Perempuan</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jarikmataram.wordpress.com/793/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jarikmataram.wordpress.com/793/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jarikmataram.wordpress.com/793/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jarikmataram.wordpress.com/793/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jarikmataram.wordpress.com/793/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jarikmataram.wordpress.com/793/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jarikmataram.wordpress.com/793/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jarikmataram.wordpress.com/793/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jarikmataram.wordpress.com/793/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jarikmataram.wordpress.com/793/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jarikmataram.wordpress.com/793/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jarikmataram.wordpress.com/793/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jarikmataram.wordpress.com/793/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jarikmataram.wordpress.com/793/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jarikmataram.wordpress.com&amp;blog=1054426&amp;post=793&amp;subd=jarikmataram&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jarikmataram.wordpress.com/2011/11/24/alquran-tak-pernah-membagi-peran-gender/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3769e77ae53654a7952e0bfff7012f8d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">The Young Community</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Langit Makin Mendung</title>
		<link>http://jarikmataram.wordpress.com/2011/04/28/langit-makin-mendung/</link>
		<comments>http://jarikmataram.wordpress.com/2011/04/28/langit-makin-mendung/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Apr 2011 04:22:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>TimRedaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Kliping]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jarikmataram.wordpress.com/?p=787</guid>
		<description><![CDATA[Mohon maaf sebelumnya, saya posting Cerpen langit Makin Mendung karya HB. Jasin (Kipandjikusmin) ini karena banyak sekali teman-teman yang penasaran dan kepengen membacanya secara utuh. Yang sudah baca diabaikan saja ya! Yang belum baca selamat menikmati! Langut Makin Mendung Cerpen: &#8230; <a href="http://jarikmataram.wordpress.com/2011/04/28/langit-makin-mendung/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jarikmataram.wordpress.com&amp;blog=1054426&amp;post=787&amp;subd=jarikmataram&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jarikmataram.files.wordpress.com/2011/04/jassin22.jpg"><img src="http://jarikmataram.files.wordpress.com/2011/04/jassin22.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" title="jassin22" width="225" height="300" class="alignleft size-medium wp-image-790" /></a><a href="http://jarikmataram.files.wordpress.com/2011/04/hb_jassin.jpg"><img src="http://jarikmataram.files.wordpress.com/2011/04/hb_jassin.jpg?w=500" alt="" title="hb_jassin"   class="alignleft size-full wp-image-789" /></a>Mohon maaf sebelumnya, saya posting Cerpen langit Makin Mendung karya HB. Jasin (Kipandjikusmin) ini karena banyak sekali teman-teman yang penasaran dan kepengen membacanya secara utuh. Yang sudah baca diabaikan saja ya!<br />
Yang belum baca selamat menikmati!</p>
<p><strong>Langut Makin Mendung</strong><br />
Cerpen: <a href="http://jhelliesite.blogspot.com">Kipandjikusmin</a></p>
<p>LAMA-LAMA mereka bosan juga dengan status pensiunan nabi di surgaloka. Petisi dibikin, mohon (dan bukan menuntut) agar pensiunan-pensiunan diberi cuti bergilir turba ke bumi, yang konon makin ramai saja.</p>
<p>“Refreshing sangat perlu. Kebahagiaan berlebihan justru siksaan bagi manusia yang biasa berjuang. Kami bukan malaikat atau burung perkutut. Bibir-bibir kami sudah pegal-pegal kejang memuji kebesaran-Mu; beratus tahun tanpa henti.”</p>
<p><span id="more-787"></span>Membaca petisi para nabi, Tuhan terpaksa menggeleng-gelengkan kepala, tak habis pikir pada ketidakpuasan di benak manusia…. Dipanggillah penanda-tangan pertama: Muhammad dari Medinah, Arabia. Orang bumi biasa memanggilnya Muhammad saw..</p>
<p>“Daulat, ya Tuhan.”</p>
<p>“Apalagi yang kurang di surgaku ini? Bidadari jelita berjuta, sungai susu, danau madu, buah apel emas, pohon limau perak. Kijang-kijang platina, burung-burung berbulu intan baiduri. Semua adalah milikmu bersama, sama rasa sama rata!” </p>
<p>“Sesungguhnya bahagia lebih dari cukup, bahkan tumpah ruah melimpah-limpah.”</p>
<p>“Lihat rumput-rumput jamrud di sana. Bunga-bunga mutiara bermekaran.”</p>
<p>“Kau memang mahakaya. Dan manusia alangkah miskin, melarat sekali.”</p>
<p>Tengok permadani sutra yang kau injak. Jubah dan sorban cashmillon yang kau pakai. Sepatu Aladin yang bisa terbang. Telah kuhadiahkan segala yang indah-indah!”</p>
<p>Muhammad tertunduk, terasa betapa hidup manusia hanya jalinan-jalinan penyadong sedekah dari Tuhan. Alangkah nista pihak yang selalu mengharap belas kasihan. la ingat, waktu sowan ke surga dulu dirinya hanya sekeping jiwa telanjang.</p>
<p>“Apa sebenamya kau cari di bumi? Kemesuman, kemunafikan, kelaparan, tangis, dan kebencian sedang berkecamuk hebat sekali.”</p>
<p>“Hamba ingin mengadakan riset,” jawabnya lirih.</p>
<p>“Tentang apa?”</p>
<p>“Akhir-akhir ini begitu sedikit umat hamba yang masuk surga.”</p>
<p>“Ahk, itu kan biasa. Kebanyakan mereka dari daerah tropis kalau tak salah?”</p>
<p>“Betul, kau memang maha tahu.” “Kemarau kelewat panjang di sana. Terik matahari terlalu lama membakar otak-otak mereka yang bodoh.” Kacamata model kuno dari emas diletakkan di atas meja dari emas pula.</p>
<p>“Bagaimana, ya Tuhan?”</p>
<p>“Umatmu banyak kena tusukan siar matahari. Sebagian besar berubah ingatan, lainnya pada mati mendadak.”</p>
<p>“Astaga! Betapa nasib mereka kemudian?”</p>
<p>“Yang pertama asyik membadut di rumah-rumah gila.”</p>
<p>“Dan yang mati?”</p>
<p>“Ada stempel Kalimat Syahadat dalam paspor mereka. Terpaksa raja iblis menolak memberikan visa neraka untuk orang-orang malang itu.”</p>
<p>“Heran, tak pernah mereka mohon suaka ke sini!” dengan kening sedikit mengerut.</p>
<p>“Tentara neraka memang telah merantai kaki-kaki mereka di batu nisan masing-masing.”</p>
<p>“Apa dosa mereka gerangan? Betapa malang nasib umat hamba, ya Tuhan!”</p>
<p>“Jiwa-jiwa mereka kabarnya mambu Nasakom. Keracunan Nasakom!”</p>
<p>“Nasakom? Racun apa itu, ya Tuhan! Iblis laknat mana meracuni jiwa mereka. (Muhammad saw. nampak gusar sekali. Tinju mengepal). Usman, Umar, Ali! Asah pedang kalian tajam-tajam!”</p>
<p>Tuhan hanya mengangguk-angguk, senyum penuh pengertian –penuh kebapaan.</p>
<p>“Carilah sendiri fakta-fakta yang otentik. Tentang pedang-pedang itu kurasa sudah kurang laku di pasar loak pelabuhan Jedah. Pencipta Nasakom sudah punya bom atom, kau tahu!”</p>
<p>“Singkatnya, hamba diizinkan turba ke bumi?” (Ia tak takut bom atom).</p>
<p>“Tentu saja. Mintalah surat jalan pada Sulaiman yang bijak di sekretariat. Tahu sendiri, dirasai Botes polisi-polisi dan hansip-hansip paling sok iseng, gemar sekali ribut-ribut perkara surat jalan.”</p>
<p>“Tidak bisa mereka disogok?”</p>
<p>“Tidak, mereka lain dengan polisi dari bumi. Bawalah Jibril serta, supaya tak sesat!”</p>
<p>“Daulat, ya Tuhan.” (Bersujud penuh sukacita).</p>
<p>***</p>
<p>Sesaat sebelum berangkat, surga sibuk sekali. Timbang terima jabatan Ketua Kelompok Grup Muslimin di surga, telah ditandatangani naskahnya. Abubakar tercantum sebagao pihak penerima. Dan masih banyak lainnya.</p>
<p>“Wahai yang terpuji, jurusan mana yang paduka pilih?” Jibril bertanya takzim.</p>
<p>“Ke tempat jasadku diistirahatkan; Medinah, kau ingat? Ingin kuhitung jumlah musafir-musafir yang ziarah. Di sini kita hanya kenal dua macam angka, satu dan tak berhingga.”</p>
<p>Seluruh penghuni surga mengantar ke lapangan terbang. Lagu-lagu padang pasir terdengar merayu-rayu, tapi tanpa tari perut bidadari-bidadari. Entah dengan berapa juta lengan Muhammad saw. harus berjabat tangan.</p>
<p>Nabi Adam as. sebagai pinisepuh tampil di depan mikropon. Dikatakan bahwa pengorbanan Muhammad saw. merupakan lembaran baru dalam sejarah manusia. Besar harapan akan segera terjalin saling pengertian yang mendalam antara penghuni surga dan bumi.</p>
<p>“Akhir kata saudara-saudara, hasil peninjauan on the spot oleh Muhammad saw. harus dapat dimanfaatkan secara maksimal nantinya. Ya, saudara-saudara para suci! Sebagai kaum arrive surga, kita tak boleh melupakan perjuangan saudara-saudara kita di bumi melawan rongrongan iblis-iblis di neraka beserta antek-anteknya. Kita harus bantu mereka dengan doa-doa dan sumbangan-sumbangan pikiran yang konstruktif, agar mereka scmua mau ditarik ke pihak Tuhan; sekian. Selamat jalan Muhammad. Hidup persatuan Rakyat Surga dan Bumi.”</p>
<p>“Ganyang!!!” Berjuta suara menyahut serempak.</p>
<p>Muhammad segera naik ke punggung buroq-kuda sembrani yang dulu jadi tunggangannya waktu ia mikraj.</p>
<p>Secepat kilat buroq terbang ke arah bumi, dan Jibril yang sudah tua terengah-engah mengikuti di belakang.</p>
<p>Mendadak, sebuah sputnik melayang di angkasa hampa udara.</p>
<p>“Benda apa di sana?” Nabi keheranan.</p>
<p>“Orang bumi bilang sputnik! Ada tiga orang di dalamnya, ya Rasul.”</p>
<p>“Orang? Menjemput kedatanganku kiranya?” (Gembira).</p>
<p>“Bukan, mereka justru rakyat negara kapir terbesar di bumi. Pengikut Marx dan Lenin yang ingkar Tuhan. Tapi pandai-pandai otaknya.”</p>
<p>“Orang-orang malang; semoga Tuhan mengampuni mereka. (Berdoa). Aku ingin lihat orang-orang kapir itu dari dekat. Ayo, buroq!”</p>
<p>Buroq melayang deras menyilang arah sputnik mengorbit. Dengan pedang apinya Jibril memberi isyarat sputnik berhenti sejenak.</p>
<p>Namun sputnik Rusia memang tak ada remnya. Tubrukan tak terhindarkan lagi. Buroq beserta sputnik hancur jadi debu; tanpa suara, tanpa sisa. Kepala botak-botak di lembaga aeronetika di Siberia bersorak gembira.</p>
<p>“Diumumkan bahwa sputnik Rusia berhasil mencium planet yang tak dikenal. Ada sedikit gangguan komunikasi …,” terdengar siaran radio Moskow.</p>
<p>Muhammad dan Jibril terpental ke bawah, mujur mereka tersangkut di gumpalan awan yang empuk bagai kapas.</p>
<p>“Sayang, sayang. Neraka bertambah tiga penghuni lagi.” Berbisik sedih.</p>
<p>Sejenak dilontarkan pandangannya ke bawah. Hatinya tiba-tiba berdesir ngeri.</p>
<p>“Jibril, neraka lapis ke berapa di sana gerangan?”</p>
<p>“Paduka salah duga. Di bawah kita bukan neraka tapi bagian bumi yang paling durhaka. Jakarta namanya. Ibukota sebuah negeri dengan seratus juta rakyat yang malas dan bodoh. Tapi ngakunya sudah bebas B.H.”</p>
<p>“Tak pernah kudengar nama itu. Mana lebih durhaka, Jakarta atau Sodomah dan Gomorah?”</p>
<p>“Hampir sama.”</p>
<p>“Ai, hijau-hijau di sana bukankah warna api neraka?”</p>
<p>“Bukan, paduka! Itulah barisan sukwan dan sukwati guna mengganyang negara tetangga, Malaysia.”</p>
<p>“Adakah umatku di Malaysia?”</p>
<p>“Hampir semua, kecuali Cinanya tentu.”</p>
<p>“Kalau begitu, kapirlah bangsa di bawah ini!”</p>
<p>“Sama sekali tidak, 9o persen dari rakyatnya orang Islam juga.”</p>
<p>“90 persen,” wajah nabi berseri, “90 juta umatku! Muslimin dan muslimat yang tercinta. Tapi tak kulihat mesjid yang cukup besar, di mana mereka bersembahyang Jumat?”</p>
<p>“Soal 90 juta hanya menurut statistik bumiawi yang ngawur. Dalam catatan Abubakar di surga, mereka tak ada sejuta yang betul-betul Islam!”</p>
<p>“Aneh. Gilakah mereka?”</p>
<p>“Tidak, hanya berubah ingatan. Kini mereka akan menghancurkan negara tetangga yang se-agama!”</p>
<p>“Aneh!”</p>
<p>“Memang aneh.”</p>
<p>“Ayo Jibril, segera kita tinggalkan tempat terkutuk ini. Aku terlalu rindu pada Medinah!”</p>
<p>“Tidak inginkah paduka menyelidiki sebab-sebab keanehan itu?”</p>
<p>“Tidak, tidak di tempat ini!” jawabnya tegas, “rencana risetku di Kairo.”</p>
<p>“Sesungguhnya pdukalah nabi terakhir, ya Muhammad?”</p>
<p>“Seperti telah tersurat di kitab Allah,” sahut Nabi dengan rendah hati.</p>
<p>“Tapi bangsa di bawah sana telah menabikan orang lain lagi.”</p>
<p>“Apa peduliku dengan nabi palsu!”</p>
<p>“Umat paduka hampir takluk pada ajaran nabi palsu!”</p>
<p>“Nasakom, jadi tempat inilah sumbernya. Kau bilang umatku takluk, nonsense!” Kegusaran mulai mewarnai wajah Muhammad.</p>
<p>“Ya, Islam terancam. Tidakkah paduka prihatin dan sedih?” terdengar suara Iblis, disambut tertawa riuh rendah.</p>
<p>Nabi tengadah ke atas.</p>
<p>“Sabda Allah tak akan kalah. Betapapun Islam, ia ada dan tetap ada, walau bumi hancur sekalipun!”</p>
<p>Suara Nabi mengguntur dahsyat, menggema di bumi, di lembah-lembah, di puncak-puncak gunung, di kebun-kebun karet, dan berpusar-pusar di laut lepas.</p>
<p>Gaungnya terdengar sampai ke surga, disambut takzim ucapan serentak:</p>
<p>“Amien, amien, amien.”</p>
<p>Neraka guncang, iblis-iblis gemetar menutup telinga. Guntur dan cambuk petir bersahut-sahutan.</p>
<p>“Naiklah, mari kita berangkat ya Rasulullah!”</p>
<p>Muhammad tak hendak beranjak dari awan tempatnya berdiri. Hatinya bimbang pedih dan dukacita. Wajahnya gelap, segelap langit mendung di kiri-kanannya.</p>
<p>Jibril menatap penuh tanda tanya, namun tak berani bertanya.</p>
<p>***</p>
<p>Musim hujan belum datang-datang juga. Di Jakarta banyak orang kejangkitan influensa, pusing-pusing dan muntah-muntah.</p>
<p>Naspro dan APC sekonyong-konyong melonjak harga. Jangan dikata lagi pil vitamin C dan ampul penstrip.</p>
<p>Kata orang, sejak pabriknya diambil alih bangsa sendiri, agen-agen Naspro mati kutu. Hanya politik-politik Cina dan tukang-tukang catut orang dalam leluasa nyomoti jatah lewat jalan belakang.</p>
<p>Koran sore Warta Bahari menulis: Di Bangkok 1000 orang mati kena flu, tapi terhadap flu Jakarta Menteri kesehatan bungkem.</p>
<p>Paginya Menteri Kesehatan yang tetap bungkem dipanggil menghadap Presiden alias PBR.</p>
<p>“Zeg, Jenderal. Flu ini bikin mati orang apa tidak?”</p>
<p>“Tidak, Pak.”</p>
<p>“Jadi tidak berbahaya?”</p>
<p>“Tidak Pak. Komunis yang berbahaya, Pak!”</p>
<p>“Akh, kamu. Komunisto-phobi, ya!”</p>
<p>Namun, meski tak berbahaya flu Jakarta tak sepandai polisi-polisinya. Flu tak bisa disogok, serangannya membabi buta tidak pandang bulu. Mulai dari pengemis-pelacur-nyonya menteri-sampai presiden diterjang semena-mena.</p>
<p>Pelayan-pelayan istana geger, menko-menko menarik muka sedih karena gugup menyaksikan sang PBR muntah-muntah seperti perempuan bunting muda.</p>
<p>Sekejap mata dokter-dokter dikerahkan, kawat telegram sibuk minta hubungan rahasia ke Peking.</p>
<p>“Mohon ssegera dikirim tabib-tabib Cina yang kesohor, Pemimpin Besar kami sakit keras. Mungkin sebentar lagi mati.”</p>
<p>Kawan Mao di singgasananya tcrsenyum-senyum, dengan wajah penuh welas-asih ia menghibur kawan seporos yang sedang sakratulmaut.</p>
<p>“Semoga lekas sembuh. Bersama ini rakyat Cina mengutus beberapa tabib dan dukun untuk memeriksa penyakit Saudara.”</p>
<p>Terhampir obat kuat akar jinsom umur seribu tahun. Tanggung manjur. Kawan nan setia: tertanda Mao. (Tidak lupa, pada tabib-tabib dititipkan pula sedikit oleh-oleh untuk Aidit).</p>
<p>Rupanya berkat khasiat obat kuat, si sakit berangsur-angsur sembuh. Sebagai orang beragama tak lupa mengucap sjukur pada Tuhan yang telah mengaruniai seorang sababat sebaik kawan Mao.</p>
<p>Pesta diadakan. Tabib-tabib Cina dapat tempat duduk istimewa. Untuk sejenak tuan rumah lupa agama, hidangan daging babi dan kodok ijo disikat tandas-tandas. Kyai-kyai yang hadir tersenyum-senyum kecut.</p>
<p>“Saudara-saudara. Pers nekolim gembar-gembor, katanya Soekarno sedang sakit keras. Bahkan hampir mati katanya. (Hadirin tertawa. Menertawakan kebodohan nekolim). Wah, saudara-saudara. Mereka itu selak kemudu-kemudu melihat musuh besarnya mati. Kalau Soekarno mati mereka pikir Indonesia ini akan gampang mereka iles-iles, mereka kuasai seenak udelnya sendiri, seperti negaranya Tengku.</p>
<p>“Padahal (menunjuk dada) lihat badan saya, saudara-saudara, Soekarno tetap segar-bugar. Soekarno belum mau mati. (Tepuk tangan gegup gempita, tabib-tabib Cina tak mau ketinggalan). Insya Allah, saya belum mau menutup mata sebelum proyek nekolim ‘Malaysia’ hancur lebur jadi debu. (Tepuk tangan lagi).”</p>
<p>Acara bebas dimulai. Dengan tulang-tulangnya yang tua Presiden menari lenso bersama gadis-gadis daerah Menteng Spesial diundang.</p>
<p>Patih-patih dan menteri-menterinya tak mau kalah gaya. Tinggal hulubalang-hulubalang cemas melihat Panglima Tertinggi bertingkah seperti anak kecil urung disunat.</p>
<p>Dokter pribadinya berbisik.</p>
<p>“Tak apa. Baik buat ginjalnya, biar kencing batu PYM tidak kumat-kumat.”</p>
<p>“Menyanyi! Menyanyi dong Pak!” Gadis-gadis merengek.</p>
<p>“Baik, baik. Tapi kalian mengiringi, ya!” Bergaya burung unta.</p>
<p>Siapa bilang Bapak dari Blitar </p>
<p>Bapak ini dari Prambanan </p>
<p>Siapa bilang rakyat-</p>
<p>Malaysia yang kelaparan …! </p>
<p>“Mari kita bergembira….” Nada-nada sumbang bau champagne.</p>
<p>Di sudut gelap istana tabib Cina berbisik-bisik dengan seorang menteri.</p>
<p>“Gembira sekali nampaknya dia.”</p>
<p>“Itu tandanya hampir mati.”</p>
<p>“Mati?”</p>
<p>“Ya, mati. Paling tidak lumpuh. Kawan Mao berpesan sudah tiba saatnya.”</p>
<p>“Tapi kami belum siap.”</p>
<p>“Kapan lagi? Jangan sampai keduluan klik Nasution.”</p>
<p>“Tunggu saja tanggal mainnya!”</p>
<p>“Nah, sampai ketemu lagi!” (Tabib Cina tersenyum puas.)</p>
<p>Mereka berpisah.</p>
<p>Mendung makin tebal di langit, bintang-bintang bersinar guram satu-satu. Pesta diakhiri dengan lagu langgam ‘Kembang Kacang’ dibawakan nenek-nenek kisut 68 tahun.</p>
<p>“Kawan lama Presiden!” bisik orang-orang.</p>
<p>Kemudian tamu-tamu permisi pamit. Perut kenyangnya mendahului kaki-kaki setengah lemas; beberapa orang muntah-muntah mabuk di halaman parkir.</p>
<p>Sendawa mulut mereka berbau alkohol. Sebentar-sebentar kiai mengucap ‘alhamdulillah’ secara otomatis.</p>
<p>Menteri-menteri pulang belakangan bersama gadis-gadis, cari kamar sewa. Pelayan-pelayan sibuk kumpulkan sisa-sisa makanan buat oleh-oleh anak istri di rumah.</p>
<p>Anjing-anjing istana mendengkur kekenyangan-mabuk anggur Malaga. Pengemis-pengemis di luar pagar istana memandang kuyu, sesali nasib kenapa jadi manusia dan bukan anjing!</p>
<p>***</p>
<p>Desas-desus Soekarno hampir mati lumpuh cepat menjalar dari mulut ke mulut. Meluas seketika, seperti loncatan api kebakaran gubuk-gubuk gelandangan di atas tanah milik Cina.</p>
<p>Sampai juga ke telinga Muhammad dan Jibril yang mengubah diri jadi sepasang burung elang. Mereka bertengger di puncak menara emas bikinan pabrik Jepang. Pandangan ke sekeliling begitu lepas bebas.</p>
<p>“Allahuakbar, nabi palsu hampir mati.” Jibril sambil mengepakkan sayap.</p>
<p>“Tapi ajarannya tidak. Nasakom bahkan telah mengoroti jiwa prajurit-prajurit. Telah mendarah daging pada sebagian kiai-kiaiku,” mendengus kesal.</p>
<p>“Apa benar yang paduka risaukan?”</p>
<p>“Kenapa kau pilih bentuk burung elang ini dan bukan manusia? Pasti kita akan dapat berbuat banyak untuk umatku!”</p>
<p>“Paduka harap ingat; di Jakarta setiap hidung harus punya kartu penduduk. Salah kena garuk razia gelandangan!”</p>
<p>“Lebih baik sebagai ruh, bebas dan aman.”</p>
<p>“Guna urusan bumi wajib kita jadi sebagian dari bumi.”</p>
<p>“Buat apa?”</p>
<p>“Agar kebenaran tidak telanjang di depan kita.”</p>
<p>“Tapi tetap di luar manusia?”</p>
<p>“Ya, untuk mengikuti gerak hati dna pikiran manusia justru sulit bila satu dengan mereka.”</p>
<p>“Aku tahu!”</p>
<p>“Dan dalam wujud yang sekarang mata kita tajam. Gerak kita cepat!”</p>
<p>“Akh, ya. Kau betul, Tuhan memberkatimu Jibril. Mari kita keliling lagi. Betapapun durhaka, kota ini mulai kucintai.”</p>
<p>Sepasang elang terbang di udara senja Jakarta yang berdebu menyesak dada dan hidung mereka asap knalpot dari beribu mobil.</p>
<p>Di atas Pasar Senen tercium bau timbunan sampah menggunung, busuk dan mesum.</p>
<p>Kemesuman makin keras terbau di atas Stasiun Senen. Penuh ragu Nabi hinggap di atas atap seng, sementara Jibril membuat lingkaran manis di atas gerbong-gerbong kereta Daerah planet.</p>
<p>Pelacur-pelacur dan sundal-sundal asyik berdandan. Bedak-bedak penutup bopeng, gincu merah murahan dan pakaian pengantin bermunculan.</p>
<p>Di bawah-bawah gerbong, beberapa sundal tua mengerang –lagi palang merah– kena raja singa. Kemaluannya penuh borok, lalat-lalat pesta mengisap nanah. Senja terkapar menurun, diganti malam bertebar bintang di sela-sela awan. Pemuda tanggung masuk kamar mandi berpagar sebatas dada, cuci lendir. Menyusul perempuan gemuk penuh panu di punggung, kencing dan cebok. Sekilas bau jengkol mengambang. Ketiak berkeringat amoniak, masih main akrobat di ranjang reot.</p>
<p>Di kamar lain, bandot tua asyik… di atas perut perempuan muda 15 tahun. Si perempuan … dihimpit sibuk cari … dan … lagu melayu.</p>
<p>Hansip repot-repot …</p>
<p>“Apa yang Paduka renungi.”</p>
<p>“Di negeri dengan rakyat Islam terbesar, mereka begitu bebas berbuat cabul!” Menggeleng-gelengkan kepala.</p>
<p>“Mungkin pengaruh adanya Nasakom! Sundal-sundal juga soko guru revolusi,” kata si Nabi palsu.</p>
<p>“Ai, binatang hina yang melata. Mereka harus dilempari batu sampai mati. Tidakkah Abu Bakar, Umar dan Usman teruskan perintahku pada kiai-kiai di sini? Berzina, laangkah kotor bangsa ini. Batu, mana batu!!”</p>
<p>“Batu-batu mahal di sini. Satu kubik 200 rupiah, sayang bila hanya untuk melempari pezina-pezina. Lagipula….”</p>
<p>“Cari di sungai-sungai dan di gunung-gunung!”</p>
<p>“Batu-batu seluruh dunia tak cukup banyak guna melempari pezina-pezinanya. Untuk dirikan masjid pun masih kekurangan, Paduka lihat?”</p>
<p>“Bagaimanapun tak bisa dibiarkan!” Nabi merentak.</p>
<p>“Sundal-sundal diperlukan di negeri ini ya, Rasul.”</p>
<p>“Astaga! Sudahkah Iblis menguasai dirimu Jibril?”</p>
<p>“Tidak Paduka, hamba tetap sadar. Dengarlah penuturan hamba. Kelak akan lahir sebuah sajak, begini bunyinya :</p>
<p>Pelacur-pelacur kota Jakarta</p>
<p>Naikkan tarifmu dua kali </p>
<p>dan mereka akan kelabakan</p>
<p>mogoklah satu bulan</p>
<p>dan mereka akan puyeng</p>
<p>lalu mereka akan berzina</p>
<p>dengan istri saudaranya</p>
<p>“Penyair gila! Cabul!”</p>
<p>“Kenyataan yang bicara. Kecabulan terbuka dan murah justru membendung kecabulan laten di dada-dada mereka.” Muhammad membisu dengan wajah bermuram durja.</p>
<p>Di depan toko buku ‘Remaja’ suasana meriak kemelut, ada copet tertangkap basah. Tukang-tukang becak mimpin orang banyak menghajarnya ramai-ramai. Si copet jatuh bangun minta ampun meski hati geli menertawakan kebodohannya sendiri: hari naas, ia keliru jambret dompet kosong milik kopral sedang preman kosong milik Kopral setengah preman. Hari naas selalu berarti tinju-tinju, tendangan sepatu dan cacian tak menyenangkan baginya. Tapi itu rutin–. Polisi-polisi Senen tak acuh melihat tontonan sehari-hari: orang mengeroyok orang sebagai kesenangan. Mendadak sesosok baju hijau muncul, menyelak di tengah. Si copet diseret keluar dibawa entah kemana.</p>
<p>Orang-orang merasa kehilangan mainan kesayangannya, melongo.</p>
<p>“Dia jagoan Senen; anak buah Syafii, raja copet!”</p>
<p>“Orang tadi mencuri tidak?” Pandangan Nabi penuh selidik.</p>
<p>“Betul. Orang sini menyebutnya copet atau jambret.”</p>
<p>“Kenapa mereka hanya sekali pukul si tangan panjang? Mestinya dipotong tangan celaka itu. Begitu perintah Tuhan kepadaku dulu.”</p>
<p>“Mereka tak punya pedang, ya Rasul.”</p>
<p>“Toh, bisa diimpor!”</p>
<p>“Mereka perlu menghemat devisa. Impor pedang dibatasi untuk perhiasan kadet-kadet Angkatan Laut.”</p>
<p>“Lalu dengan apa bangsa ini berperang?”</p>
<p>“Dengan omong kosong dan bedil-bedil utangan dari Rusia.”</p>
<p>“Negara kapir itu?”</p>
<p>“Ya, sebagian lagi dari Amerika. Negara penyembah harta dan dolar.”</p>
<p>“Sama jahat keduanya pasti!”</p>
<p>“Sama baik dalam mengaco dunia dengan kebencian.”</p>
<p>“Dunia sudah berubah gila!” Mengeluh.</p>
<p>“Ya, dunia sudah tua!”</p>
<p>“Padahal Kiamat masih lama.”</p>
<p>“Masih banyak waktu ya, Nabi!”</p>
<p>“Banyak waktu untuk apa?”</p>
<p>“Untuk mengisi kesepian kita di sorga.”</p>
<p>“Betul, betul, sesungguhnya tontonan ini mengasyikkan, meskipun kotor. Akan kuusulkan dipasang TV di sorga.”</p>
<p>Kedua elang terbang di gelap malam.</p>
<p>“Jibril! Coba lihat! Ada orang berlari-lari anjing ke sana! Hatiku tiba-tiba merasa tak enak.”</p>
<p>“Hamba berperasaan sama. Mari kita ikuti dia, ya Muhammad.”</p>
<p>Sebentar kemudian di atas sebuah pohon pinang yang tinggi mereka bertengger. Mata tajam mengawasi gerak-gerik orang berkaca mata.</p>
<p>“Siapa dia? Mengapa begitu gembira?”</p>
<p>“Jenderal-jenderal menamakannya Durno, Menteri Luar Negeri merangkap pentolan mata-mata.”</p>
<p>“Sebetulnya siapa menurut kamu?”</p>
<p>“Dia hanya Togog. Begundal raja-raja angkara murka.”</p>
<p>“Ssst! Surat apa di tangannya itu?”</p>
<p>“Dokumen.”</p>
<p>“Dokumen?”</p>
<p>“Dokumen Gilchrist, hamba dengar tercecer di rumah Bill Palmer.”</p>
<p>“Gilchrist? Bill Palmer? Kedengarannya seperti nama kuda!”</p>
<p>“Bukan, mereka orang-orang Inggris dan Amerika.”</p>
<p>“Ooh.”</p>
<p>Di bawah sana Togog melonjak kegirangan. Sekali ini betul-betul makan tangan, nemu jimat gratis. Kertas kumal mana ia yakin bakal bikin geger dunia. Tak henti-henti diciuminya jimat wasiat itu.</p>
<p>Angannya mengawang, tiba-tiba senyum sendiri.</p>
<p>“Sejarah akan mencatat dengan tinta emas: Sang Togog berhasil telanjangi komplotan satria-satria pengaman Baginda Raja.”</p>
<p>Terbayang gegap gempita pekik sorak rakyat pengemis di lapangan Senayan.</p>
<p>“Hidup Togog, putra mahkota! Hidup Togog, calon baginda kita!”</p>
<p>Sekali lagi ia senyum-senyum sendiri. Baginda Tua hampir mati, raja muda togog segera naik takhta, begitu jenderal selesai-selesai dibikin mati kutunya.</p>
<p>Pintu markas BPI ditendang keras-keras tiga kali. Itu kode!</p>
<p>“Apa kabar Yang Mulia Togog?”</p>
<p>“Bikin banyak-banyak fotokopi dari dokumen ini! Tapi awas, top secret. Jangan sampai bocor ke tangan dinas-dinas intel lain. Lebih-lebih intel AD.”</p>
<p>“Tapi ini otentik apa tidak, Pak Togog? Pemeriksaan laboratoris…?”</p>
<p>“Baik, baik Yang Mulia” Pura-pura ketakutan.</p>
<p>“Nah, kan begitu. BPI-Togog harus disiplin dan taat tanpa reserve pada saya tanpa hitung-hitung untung atau rugi. Semua demi revolusi yang belum selesai!”</p>
<p>“Betul, Pak, eh, Yang Mulia.”</p>
<p>“Jadi kapan selesai?”</p>
<p>“Seminggu lagi, pasti beres.”</p>
<p>“Kenapa begitu lama?”</p>
<p>“Demi security, Pak. Begitu saya baca dari buku-buku komik detektif.”</p>
<p>“Bagus, kau rajin meng-up-grade otak. Soalnya begini, saya mesti lempar kopi-kopi itu di depan hidung para panglima waktu meeting dengan PBR. Gimana?”</p>
<p>“Besok juga bisa, asal uang lembur…,” sembari membuat gerak menghitung uang dengan jari-jarinya.</p>
<p>Togog meluruskan seragam-dewannya. Dan gumpalan uang puluhan ribu keluar dari kantong belakang. Sambil tertawa senang ditepuk-tepuknnya punggung pembantunya.</p>
<p>“Diam! Diam! Dokumen ini bakal bikin kalang kabut Nekolim dan antek-anteknya dalam negeri.”</p>
<p>“Siapa mereka?”</p>
<p>“Siapa lagi? Natuurlijk de— ‘our local army friends’. Jelas toh?”</p>
<p>Sepeninggal Togog jimat ajaib ganti berganti dibaca jin-jin liar atau setan-setan bodoh penyembah Dewa Mao nan agung. Mereka jadi penghuni markas BPI secara gelap sejak bertahun-tahun.</p>
<p>Syahdan desas-desus makin laris seperti nasi murah. Rakyat jembel dan kakerlak-kakerlak baju hijau rakus berebutan, melahap tanpa mengunyah lagi.</p>
<p>“Soekarno hampir mati lumpuh, jenderal kapir mau coup, bukti-bukti lengkap di tangan partai!”</p>
<p>***</p>
<p>Sayang, ramalan dukun-dukun Cina sama sekali meleset. Soekarno tidak jadi lumpuh, pincang sedikit cuma. Dan pincang tak pernah bikin orang mati. Tanda kematian tak kunjung tampak, sebaliknya Soekarno makin tampak muda dan segar.</p>
<p>Kata orang dia banyak injeksi H-3, obat pemulih tenaga kuda. Kecewalah sang Togog melihat baginda raja makin rajin pidato, makin gemar menyanyi, makin getol menari dan makin giat menggilir ranjang isteri-isteri yang entah berapa jumlahnya.</p>
<p>Hari itu PBR dan Togog termangu-mangu berdua di Bogor. Briefing dengan Panglima-panglima berakhir dengan ganjalan-ganjalan hati yang tak lampias.</p>
<p>“Jangan-jangan dokumen itu palsu, hai Togog.” PBR marah-marah.</p>
<p>“Akh, tak mungkin Pak. Kata pembantu saya, jimat tulen.”</p>
<p>“Tadinya sudah kau pelajari baik-baik?”</p>
<p>“Sudah pak. Pembantu-pembantu saya bilang, siang malam mereka putar otak dan bakar kemenyan.”</p>
<p>“Juga sudah ditanyakan pada dukun-dukun klenik?”</p>
<p>“Lebih dari itu, jailangkung bahkan memberi gambaran begitu pasti!”</p>
<p>“Apa katanya?”</p>
<p>“Biasa, de bekendste op vrije voeten gesteld, altjid…!”</p>
<p>“Akh, lagi-lagi dia. Nasution sudah saya kebiri dengan embel-embel –. Dia tidak berbahaya lagi.</p>
<p>“Ya, tapi jailangkung bilang CIA yang mendalangi ‘our local army friends’.”</p>
<p>“Gilchrist toh orang Inggris, kenapa CIA dicampuradukkan!”</p>
<p>“Begini, Pak. Mereka telah berkomplot. Semua gara-gara kita– kawan Mao buka front baru dengan konfrontasi Malaysia.”</p>
<p>“Dunia tahu, Hanoi bisa bernapas sekarang. Paman Ho agak bebas dari tekanan Amerika.”</p>
<p>“Kenapa begitu?”</p>
<p>“Formil kita berhadapan dengan Inggris-Malaysia. Sesungguhnya Amerika yang kita rugikan: mereka harus memecah armadanya jadi dua. Sebagian tetap mengancam RRT lainnya mengancam kita!”</p>
<p>“Mana lebih besar yang mengancam kita atau RRC?” Ada suara cemas.</p>
<p>“Kita. Itu sebabnya AD ogah-ogahan mengganyang Malaysia. Mereka khawatir Amerika menjamah negeri ini. “</p>
<p>Soekarno tunduk. Keterangan Togog membuatnya sadar telah ditipu mentah-mentah sahabat Cinanya. Kendornya tekanan Amerika berarti biaya pertahanan negeri Cina dapat ditransfer ke produksi. Dan Indonesia yang terpencil jadi keranjang sampah raksasa buat menampung barang-barang rongsokan Cina yang tak laku di pasaran.</p>
<p>Kiriman bom atom –upah mengganyang Malaysia– tak ditepati oleh Chen-Yi yang doyan omong kosong. Tiba-tiba PBR naik pitam.</p>
<p>“Togog, panggil Duta Cina kemari. Sekarang!”</p>
<p>“Persetan dengan tengah malam. Bawa serdadu-serdadu pengawal itu semua kalau kamu takut.”</p>
<p>Seperti maling kesiram air kencing togog berangkat di malam dingin kota bogor. Angan-angan untuk seranjang dengan gundiknya yang di Cibinong buyar. Dua jam kemudian digiring masuk seorang Cina potongan penjual bakso. Dia cuma pakai piyama, mulutnya berbau angciu dan keringatnya berbau daging babi.</p>
<p>“Ada apa malam-malam panggil saya? Ada rejeki nih!” Duta Cina itu sudah pintar ngomong Indonesia. Dan PBR senang pada kepintarannya.</p>
<p>“Betul, kawan. Malam ini juga kau harus pulang ke negeri leluhur. Dan jangan kembali kemari sebelum dibekali oleh-oleh dari Chen Yi. Ngerti tuh?”</p>
<p>“Buat apa bom atom, sih?” Duta Cina mengingat kembali instruksi dari Peking, “tentaramu belum bisa merawatnya. Jangan-jangan malah terbengkalai jadi besi tua dan dijual ke Jepang. Akh, sahabat Ketua Mao; lebih baik kau bentuk angkatan kelima. Bambu runcing lebih cocok untuk rakyatmu.”</p>
<p>“Gimana ini, Togog?”</p>
<p>“Saya khawatir bambu runcing lebih cocok untuk bocorkan isi perut Cina WNA disini,” Togog mendongkol.</p>
<p>“Jelasnya?” tanya PBR dan Duta Cina serentak.</p>
<p>“Amerika mengancam kita gara-gara usul pemerintah kamu supaya Malaysia diganyang. Ngerti, tidak?” (Cina itu mengangguk). Dan sampai sekarang pemerintahmu cuma nyokong dengan omong kosong!”</p>
<p>“Kami tidak memaksa, Bung! Kalau mau stop konfrontasi, silakan.”</p>
<p>“Tidak mungkin!” PBR meradang, betul or tidak, Gog?”</p>
<p>“Akur, pak! Konfrontasi mesti jalan terus. Saya jadi punya alasan berbuat nekad.”</p>
<p>“Nekad bagaimana?” Cina menyipitkan matanya yang sudah sipit.</p>
<p>“Begitu Amerika mendarat akan saya perintahkan potong leher semua Cina-cina WNA.” Menggertak.</p>
<p>“Ah, jangan begitu kawan Haji Togog. Anda kan orang beragama!”</p>
<p>“Masa bodoh. Kecuali kalau itu bom segera dikirim.”</p>
<p>“Baik, baik. Malam ini saya berangkat.”</p>
<p>PBR mau tak mau kagum akan kelihaian Togog. Mereka berangkul-rangkulan.</p>
<p>“Kau memang Menteri Luar Negeri terbaik di dunia.”</p>
<p>“Tapi Yani jenderal terbaik, kata Bapak kemarin.”</p>
<p>“Memang ada apa rupanya? Apa dia ogah-ogahan juga ganyang malaysia?”</p>
<p>“Maaf PYM hal ini kurang jelas. Faktanya keadaan berlarut-larut hanya menguntungkan RRC.”</p>
<p>“Yani ragu-ragu?”</p>
<p>“Begitulah. Sebab PKI ikut jadi sponsor pengganyangan. Sedangkan mayoritas AD anggap aksi ini tak punya dasar.”</p>
<p>“Lalu CIA dengan ‘our local army friends’ nya mau apa?”</p>
<p>“Konfrontasi harus mereka hentikan. Caranya mana kita bisa tebak? Mungkin coba-coba membujuk dulu lewat utusan diplomat penting. Kalau gagal cara khas CIA akan mereka pakai.”</p>
<p>“Bagaimana itu?”</p>
<p>“Unsur-unsur penting dalam konfrontasi akan disingkirkan. Soekarno-Subandrio-Yani dan PKI harus lenyap!”</p>
<p>Sang PBR mengangguk-angguk karena ngantuk dan setuju pada analisia buatan Togog.</p>
<p>Hari berikutnya berkicaulah Togog di depan rakyat jembel yang haus, penjual obat pinggir jalan, ia berpidato. Ia sering lupa mana propaganda dan mana hasil gubahan sendiri.</p>
<p>“Saudara-saudara, di saat ini ada bukti-bukti lengkap di tangan PYM Presiden PBR tentang usaha Nekolim untuk menghancurkan kita. CIA telah… dengan barisan algojonya yang bercokol dalam negeri untuk menyingkirkan musuh-musuh besarnya. Waspadalah saudara-saudara. Soekarno-Subandrio-Yani dan rakyat progresif-revolusioner lainnya akan mereka musnahkan dari muka bumi. Tiga orang ini justru dianggap paling berbahaya untuk majikan mereka di London dan Washington.</p>
<p>“Tapi jangan gentar, Saudara-saudara! Saya sendiri tidak takut demi Presiden/PBR dan demi revolusi yang belum selesai. Saya rela berkorban jiwa raga. Sekali lagi tetaplah waspada. Sebab algojo-algojo tadi ada di antara Saudara-saudara.”</p>
<p>Rakyat bersorak kegirangan. Bangga punya Wakil Perdana Menteri berkaliber Togog yang tidak gentar mati. Sejenak mereka luput perut-perut lapar ditukar dengan kegemasan dan geram meluap-luap atas kekurangajaran nekolim.</p>
<p>Rapat diakhiri dengan membakar orang-orangan berbentuk Tengku sambil menari-nari. Bendera-bendera Inggris dan Amerika yang susah payah dijahit perempuan-perempuan mereka di rumah, diinjak-injak dan dirobek penuh rasa kemenangan dan kepuasan luar biasa.</p>
<p>Setelah bosan mereka bubar satu-satu. Tinggal pemuda-pemudanya yang melantur kesana kemari, bergaya tukang copet. Mereka ingin mencari tahu algojo-algojo Nekolim yang dikatakan Togog barusan.</p>
<p>Di Harmoni segerombolan tukang becak asyik kasak-kusuk, bicara politik. Kalau di Rusia Lenin bilang koki juga mesti melek politik, di Jakarta tukang-tukang becak juga keranjingan ngomong politik.</p>
<p>“Katanya Dewan Jenderal mau coup. Sekarang Yani mau dibunuh, mana yang benar?”</p>
<p>“Dewan Jenderal siapa pemimpinnya?”</p>
<p>“Pak Yani, tentu.”</p>
<p>“Jadi Yani akan bunuh Yani. Gimana, nih?”</p>
<p>“Aaah! Sudahlah. Kamu tahu apa.” Suara sember.</p>
<p>“Untung Menteri Luar Negeri kita jago. Rencana nekolim bisa dibocorin.”</p>
<p>“Dia nggak takut mati?”</p>
<p>“Tentu saja kapan dia sudah puas hidup. Berapa perawan dia ganyang!” suara sember menyela lagi.</p>
<p>Yang lain-lain tidak heran atau marah. Seakan sudah jamak Menteri mengganyang perawan dan isteri orang.</p>
<p>***</p>
<p>Pengganyangan Malaysia yang makin bertele-tele segera dilaporkan PBR ke Peking.</p>
<p>“Kawan-kawan seporos, harap bom atom segera dipaketkan, jangan ditunda-tunda. Tentara kami sudah mogok berperang, jenderal-jenderal asyik ngobyek cari rejeki dan prajurit-prajurit sibuk ngompreng serta nodong.</p>
<p>Jawaban dari Peking tak kunjung datang. Yang datang membanjir hanya tekstil, korek api, senter, sandal, pepsodent, tusuk gigi dan barang-barang lain bikinan cina.</p>
<p>Soekarno tiba-tiba kejatuhan ilham akan pentingnya berdiri di atas kaki sendiri. Rakyat yang sudah lapar dimarahi habis-habisan karena tak mau makan lain kecuali beras.</p>
<p>“Padahal saudara-saudara. Saya tahu banyak sekali makanan bervitamin selain beras. Ubi, jagung, singkong, tikus, bekicot, dan bahkan kadal justru obat eksim yang paling manjur. Saya sendiri dikira makan nasi tiap hari? Tidak! PBR-mu ini cuma kadang-kadang makan nasi sekali sehari. Bahkan sudah sebulan ini tidak makan daging. Tanya saja Jenderal Saboer!”</p>
<p>“Itu Pak Leimena di sana (menunjuk seorang kurus kering). Dia lebih suka makan sagu daripada nasi. Lihat Pak Seda bertubuh tegap (menunjuk seorang bertubuh kukuh mirip tukang becak), dia tak bisa kerja kalau belum sarapan jagung.”</p>
<p>Paginya ramai-ramai koran memuat daftar menteri-menteri yang makan jagung. Lengkap dengan sekalian potretnya.</p>
<p>Sayang, rakyat sudah tidak percaya lagi, mereka lebih percaya pada pelayan-pelayan istana. Makan pagi Soekarno memang bukan nasi, tapi roti panggang bikinan Perancis di HI. Guna mencegah darah tingginya kumat, dia memang tak makan daging. Terpaksa hanya telor goreng setengah matang dicampur sedikit madu pesanan dari Arab sebagai pengiring roti. Menyusul buah apel kiriman Kosygin dari Moskow.</p>
<p>Namun rakyat tidak heran atau marah. Seakan sudah jamak seorang presiden harus bohong dan buka mulut seenaknya. Rakyat Indonesia rata-rata memang pemaaf dan baik hati. Kebohongan dan kesalahan pemimpin selalu disambut dengan dada lapang.</p>
<p>Hati mereka bagai mencari, betapa pun langit makin mendung, sinarnya tetap ingin menyentuh bumi. ***</p>
<p>(Dikutip dari: Pleidoi Sastra: Kontroversi Cerpen Langit Makin Mendung Kipandjikusmin: 17-41, 2004, MELIBAS: Jakarta).</p>
<br />Filed under: <a href='http://jarikmataram.wordpress.com/category/agama/'>Agama</a>, <a href='http://jarikmataram.wordpress.com/category/kliping/'>Kliping</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jarikmataram.wordpress.com/787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jarikmataram.wordpress.com/787/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jarikmataram.wordpress.com/787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jarikmataram.wordpress.com/787/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jarikmataram.wordpress.com/787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jarikmataram.wordpress.com/787/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jarikmataram.wordpress.com/787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jarikmataram.wordpress.com/787/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jarikmataram.wordpress.com/787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jarikmataram.wordpress.com/787/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jarikmataram.wordpress.com/787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jarikmataram.wordpress.com/787/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jarikmataram.wordpress.com/787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jarikmataram.wordpress.com/787/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jarikmataram.wordpress.com&amp;blog=1054426&amp;post=787&amp;subd=jarikmataram&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jarikmataram.wordpress.com/2011/04/28/langit-makin-mendung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3769e77ae53654a7952e0bfff7012f8d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">The Young Community</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jarikmataram.files.wordpress.com/2011/04/jassin22.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">jassin22</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jarikmataram.files.wordpress.com/2011/04/hb_jassin.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">hb_jassin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Benih-benih Islam Radikal di Masjid</title>
		<link>http://jarikmataram.wordpress.com/2011/04/28/benih-benih-islam-radikal-di-masjid/</link>
		<comments>http://jarikmataram.wordpress.com/2011/04/28/benih-benih-islam-radikal-di-masjid/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Apr 2011 04:07:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>TimRedaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jarikmataram.wordpress.com/?p=785</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari seorang teman diundang rapat di sebuah perusahan media di daerah Kedoya, Jakarta Barat. Berhubung saat itu hari Jumat, teman yang tidak pernah ketinggalan salat lima waktu itu ikut salat Jumat di masjid yang berada di basement gedung tersebut. &#8230; <a href="http://jarikmataram.wordpress.com/2011/04/28/benih-benih-islam-radikal-di-masjid/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jarikmataram.wordpress.com&amp;blog=1054426&amp;post=785&amp;subd=jarikmataram&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu hari seorang teman diundang rapat di sebuah perusahan media di daerah Kedoya, Jakarta Barat. Berhubung saat itu hari <strong><a href="http://jhelliesite.blogspot.com/2007/09/artikel-22.html">Jumat</a></strong>, teman yang tidak pernah ketinggalan salat lima waktu itu ikut salat Jumat di masjid yang berada di basement gedung tersebut.</p>
<p>Semula semuanya tampak normal-normal saja. Para karyawan datang satu per satu memenuhi masjid dengan bekal niat untuk melaksanakan salat Jumat dan air wudhu. Sekali lagi, semuanya normal-normal saja.<br />
<span id="more-785"></span><br />
Tidak berapa lama khatib naik ke atas mimbar dan menyampaikan khutbah. Sampai di sini semuanya masih tampak normal-normal saja. Namun semua berubah tatkala khatib berkata, “Seandainya Hitler beragama Islam, pasti dia akan saya angkat sebagai saudara saya”. “Gubrak”.</p>
<p>Dalam kata pengantar sebuah buku, Komaruddin Hidayat menulis bahwa beberapa pekerja profesional dan eksekutif di kawasan bisnis Sudirman, Jakarta, mengeluh kepadanya soal<a href="http://jhelliesite.blogspot.com/2007/09/artikel-22.html"> khutbah Jumat </a>yang disampaikan di beberapa masjid di sana. Satu sisi mereka ingin melaksanakan salat Jumat, tapi di sisi yang lain mereka enggan mendengarkan khutbah.</p>
<p>Alasan mereka: alih-alih memberi ketenangan, khutbah Jumat yang disampaikan malah mengajak mereka untuk berperang. Makanya, pada salat Jumat selanjutnya, mereka selalu datang terlambat. Mereka sengaja tidak ingin mendengar lagi khutbah Jumat yang provokatif seperti itu.</p>
<p>Khatib dan Khutbah di Jakarta<br />
CSRC (Center for the Study of Religion and Culture), salah satu lembaga kajian dan penelitian yang berada di bawah UIN Jakarta, pernah melakukan penelitian beberapa masjid yang ada di Jakarta dan Solo. Penelitian itu dibukukan dan terbit pada 2010. Judulnya Benih-benih Islam Radikal di Masjid; Studi Kasus Jakarta dan Solo.</p>
<p>Semula penelitian di Jakarta bertema “Pemetaan Ideologi Masjid-masjid di DKI Jakarta”. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan (November 2008 sampai Januari 2009). Dengan pendekatan kuantitatif, survei dilakukan terhadap 250 masjid dari total 2.831 masjid di Jakarta. Data ini diperoleh CSRC dari Departemen Agama pada 2004.</p>
<p>Objek penelitian CSRC ini tentu saja bukan masjid sebagai ruang dan bangunan mati. Yang menjadi objek adalah para pengurus masjid yang biasa disebut takmir masjid. Dan untuk mengetahui orientasi ideologis para takmir masjid, CSRC menanyakan opini mereka mengenai lima isu: sistem pemerintahan, formalisasi syariah Islam, jihad, kesetaraan gender, dan pluralisme. </p>
<p>Penelitian ini tidak berpretensi untuk menghasilkan kesimpulan yang komprehensif. Riset ini dimaksudkan CSRC sebagai riset pendahuluan untuk menelisik praktek pengajaran keagamaan di masjid-masjid di DKI Jakarta dan mengukur kecenderungan orientasi ideologis para takmir yang terlibat langsung dengan aktivitas di dalam masjid.</p>
<p>Selanjutnya:</p>
<p>http://www.madina-online.net/index.php/review/buku/905-buku/392-wajah-khutbah-kita</p>
<br />Filed under: <a href='http://jarikmataram.wordpress.com/category/agama/'>Agama</a>, <a href='http://jarikmataram.wordpress.com/category/islam/'>Islam</a>, <a href='http://jarikmataram.wordpress.com/category/uncategorized/'>Opini</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jarikmataram.wordpress.com/785/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jarikmataram.wordpress.com/785/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jarikmataram.wordpress.com/785/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jarikmataram.wordpress.com/785/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jarikmataram.wordpress.com/785/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jarikmataram.wordpress.com/785/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jarikmataram.wordpress.com/785/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jarikmataram.wordpress.com/785/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jarikmataram.wordpress.com/785/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jarikmataram.wordpress.com/785/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jarikmataram.wordpress.com/785/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jarikmataram.wordpress.com/785/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jarikmataram.wordpress.com/785/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jarikmataram.wordpress.com/785/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jarikmataram.wordpress.com&amp;blog=1054426&amp;post=785&amp;subd=jarikmataram&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jarikmataram.wordpress.com/2011/04/28/benih-benih-islam-radikal-di-masjid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3769e77ae53654a7952e0bfff7012f8d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">The Young Community</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Argumen Islam untuk Kebebasan</title>
		<link>http://jarikmataram.wordpress.com/2011/04/20/argumen-islam-untuk-kebebasan/</link>
		<comments>http://jarikmataram.wordpress.com/2011/04/20/argumen-islam-untuk-kebebasan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Apr 2011 16:29:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>TimRedaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kebebasan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jarikmataram.wordpress.com/?p=782</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Saidiman Ahmad Debat yang muncul seputar keberadaan sekte Islam Ahmadiyah memasuki babak baru menyusul perlakukan kekerasan yang mereka alami. Kampanye anti-Ahmadiyah yang begitu massif semakin menyudutkan kelompok yang memang marjinal ini. Betapapun kuat argumen bahwa Ahmadiyah hanyalah sekte di &#8230; <a href="http://jarikmataram.wordpress.com/2011/04/20/argumen-islam-untuk-kebebasan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jarikmataram.wordpress.com&amp;blog=1054426&amp;post=782&amp;subd=jarikmataram&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh Saidiman Ahmad</strong></p>
<p>Debat yang muncul seputar keberadaan sekte Islam Ahmadiyah memasuki babak baru menyusul perlakukan kekerasan yang mereka alami. Kampanye anti-Ahmadiyah yang begitu massif semakin menyudutkan kelompok yang memang marjinal ini. Betapapun kuat argumen bahwa Ahmadiyah hanyalah sekte di dalam Islam, tapi kenyataan bahwa banyak orang yang berpikiran lain tidak bisa diabaikan. Persoalannya, anggapan bahwa Ahmadiyah berada di luar Islam inilah yang dijadikan dalih bagi sekelompok orang untuk terus-menerus menganggu, meneror, bahkan membunuh anggota Ahmadiyah.<br />
<span id="more-782"></span><br />
Dalam konteks hukum positif, Konstitusi, hak azasi manusia, dan akal sehat jelas tidak pernah bisa dibenarkan seorang warga melakukan kekerasan kepada orang lain apalagi dengan hanya alasan agama. Persoalannya, para pelaku kekerasan merasa tidak perlu menggunakan hukum positif, Konstitusi, HAM dan akal sehat dalam aksi brutalnya. Mereka menganggap legitimasi agama jauh lebih kuat dan mengatasi argumen apapun.</p>
<p>Pertanyaan yang mesti terus-menerus diajukan adalah apakah para pelaku kekerasan ini benar-benar memiliki argumen agama, dalam hal ini Islam? Mari kita ambil “murtad/ridda” sebagai bentuk pembangkan terbesar dalam beragama. Murtad (apostasy) jauh lebih serius daripada sesat atau menyimpang (heresy). Sesat atau menyimpang adalah kondisi di mana seseorang menolak satu atau beberapa doktrin tertentu dalam agama. Sementara murtad menolak keseluruhan doktrin atau tidak lagi menjadikan seluruh doktrin dalam sikap dan perilaku beragama.</p>
<p>Tidak ada satupun ayat dalam al-Qur’an yang mengisyaratkan hukuman bagi pelaku murtad. Yang ditekankan oleh al-Qur’an justru adalah prinsip-prinsip kebebasan beragama. Ayat la ikraha fi al-din secara jelas menegaskan bahwa tidak ada paksaan dalam beragama. Ayat ini mengisyaratkan kebebasan dalam beberapa jenjang. Pertama, tidak ada paksaan bagi orang yang akan memeluk agama tertentu maupun meninggalkan agama tersebut. Di masa-masa awal pembentukan Islam, kasus “keluar-masuk” Islam begitu banyak. Ini fenomena umum bagi setiap agama baru. Kalau belum apa-apa mereka yang memutuskan untuk keluar setelah ia menyatakan diri masuk Islam dihukum, maka bisa dibayangkan bahwa agama ini tidak akan memeroleh banyak pengikut. Yang terjadi adalah bahwa dalam waktu singkat Islam tersebar luas karena didasari prinsip kebebasan beragama.</p>
<p>Kedua, ayat “tidak ada paksaan dalam beragama” juga mengisyaratkan kebebasan berkelompok. Jika pada level agama saja al-Qur’an sudah memberi jaminan kebebasan, maka apalagi pada level yang lebih kecil, yakni kelompok-kelompok dalam satu agama. Tidak ada paksaan dalam beragama juga berarti tidak ada paksaan untuk menganut mazhab tertentu atau meninggalkannya.</p>
<p>Ketiga, ayat kebebasan beragama juga menunjukkan bahwa Islam menjamin kebebasan tafsir. Sekali lagi, jika pada level agama saja kebebasan dijamin, apalagi pada level tafsir. Debat mengenai Ahmadiyah adalah debat di seputar tafsir doktrin agama. Di dalam Islam dikenal doktrin mengenai akan datangnya Isa al-Masih dan Imam Mahdi di akhir zaman. Kebanyakan kelompok Islam masih menanti kedatangan juru selamat itu, tapi kelompok Ahmadiyah menyatakan mereka sudah datang dalam satu tubuh, yakni Mirza Ghulam Ahmad. Jika yang satu masih menunggu, yang lain sudah bertemu. Semua ini adalah debat tafsir. Al-Qur’an memberi jaminan tegas mengenai debat tafsir semacam ini. Jaminan kebebasan itulah yang menjadikan Islam begitu kaya dengan khazanah tafsir al-Qur’an. Proses penafsiran ini terus berlangsung hingga sekarang. Indonesia beruntung memiliki salah satu penafsir terkemuka, yakni Prof. Quraisy Shihab, yang telah menerbitkan berjilid-jilid buku tafsir yang ia beri judul “Al-Mishbah.”</p>
<p>Ketiadaan doktrin hukuman bagi pelaku murtad pada Al-Qur’an secara konsisten dikonfirmasi oleh hadits. Memang ada sejumlah hadits yang mendukung pemberian hukuman bagi pelaku murtad, tapi menurut Dr. Mohammad Omar Farooq, semua hadits itu lemah dan memiliki banyak masalah dalam hal validitas. Dan tidak ada satupun hadits yang membolehkan hukuman bagi pelaku murtad semata-mata karena murtad. Dalam Shahih al-Bukhari (buku hadits yang paling otoritatif) justru dikemukakan kisah tentang seorang muallaf Badui yang datang kepada Nabi dan meminta Nabi membatalkan syahadatnya. Tiga kali ia datang kepada Nabi dengan permintaan yang sama, tiga kali pula Nabi mengabaikannya. Sampai orang itu kemudian meninggalkan Madinah, Nabi tetap tidak melakukan apa-apa dan tidak pernah ada berita bahwa Nabi mengeluarkan ancaman hukuman bagi orang yang mengaku murtad itu.</p>
<p>Tentu saja ada pengalaman di mana penguasa Islam menyerang kelompok murtad, misalnya yang dilakukan oleh Abu Bakar al-Shiddiq kepada kelompok Musailamah. Musailama dikabarkan mengaku sebagai Nabi. Peristiwa inilah dan sebuah hadits lemah “man baddala dinahu faqtuluh” (bunuhlah orang yang mengganti agamanya) yang oleh kalangan Islam radikal digunakan sebagai dasar bagi penyerangan terhadap mereka yang dianggap murtad, termasuk Ahmadiyah. Secara gegabah mereka bahkan mengklaim bahwa menghukum orang murtad adalah hasil ijma’ atau kesepakatan mayoritas ulama.</p>
<p>Menurut Mohammad Omar Farooq, sejak zaman klasik Islam sampai sekarang tidak pernah ada kesepakatan ulama untuk menghukum pelaku murtad. Tafsiran yang berkembang secara luas di kalangan ulama terkemuka mengenai peristiwa penyerangan terhadap kelompok Musailamah bukan didasarkan semata-mata karena Musailamah murtad atau mendaku sebagai Nabi, tapi karena dia mencoba melakukan pembangkangan politik. Para ulama justru memandang bahwa murtad pada dirinya sendiri tidak bisa dihukum, ia menjadi bermasalah ketika perilaku murtad diikuti oleh tindakan makar.</p>
<p>Omar Farooq menceritakan sebuah kisah pada masa Umar bin Abdul Azis. Ada sejumlah orang yang menyatakan diri keluar dari Islam. Peristiwa ini kemudian dilaporkan oleh Maimun bin Mahram (seorang gubernur) kepada Umar. Umar memerintahkan untuk membebaskan mereka dan menuntut mereka membayar pajak sebagaimana warga negara pada umumnya.</p>
<p>Sufyan ats-tsauri (amirul mukminin fi al-hadits/raja para ahli hadits) dan Ibrahim Al-Nakha’i (tabi’in) sepakat melarang penghalalan darah orang murtad. Bagi mereka, pintu tobat selalu terbuka. Ketimbang menghalalkan darah, lebih baik mengajak mereka. Sementara Syamsuddin al-Sarakhsi (ahli hukum Islam terkemuka dari mazhab Hanafi) menyatakan bahwa betul murtad atau ingkar iman adalah pelanggaran yang sangat serius, tapi itu urusan antara seorang manusia dengan Tuhan, dan hukumannya ditunda sampai hari pembalasan (akhirat). Syeikh Mahmud Syaltut (mantan Imam Besar al-Azhar) memiliki pandangan senada: ingkar iman adalah dosa. Dalam Quran, hukuman bagi pendosa, menurut Syaltut, hanya di akhirat. Syeikh Gamal al-Banna (adik Hasan al-Banna) secara lebih tegas menyatakan: &#8220;tidak ada hukuman bagi pelaku murtad atau ingkar iman. Kebebasan berpikir adalah tulang punggung Islam.&#8221;</p>
<p>Baik secara nalar biasa, Konstitusi, hukum, HAM, doktrin utama agama Islam, maupun kesepakatan ulama secara tegas dan lugas mendukung kebebasan beragama, kebebasan berpindah agama, kebebasan bergabung dengan kelompok-kelompok dalam satu agama, dan kebebasan menafsir agama. Iman adalah urusan manusia dengan Tuhan. Jika demikian, kita patut bertanya, atas dasar apa sebenarnya para pelaku kekerasan itu melakukan aksinya? Atas dasar apa jemaat Ahmadiyah dikejar-kejar, diteror, dan dibunuh? Akal sehat dan agama jelas tidak berada pada pihak pembunuh dan teroris. []<strong></strong></p>
<br />Filed under: <a href='http://jarikmataram.wordpress.com/category/agama/'>Agama</a>, <a href='http://jarikmataram.wordpress.com/category/islam/'>Islam</a>, <a href='http://jarikmataram.wordpress.com/category/kebebasan/'>Kebebasan</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jarikmataram.wordpress.com/782/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jarikmataram.wordpress.com/782/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jarikmataram.wordpress.com/782/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jarikmataram.wordpress.com/782/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jarikmataram.wordpress.com/782/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jarikmataram.wordpress.com/782/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jarikmataram.wordpress.com/782/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jarikmataram.wordpress.com/782/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jarikmataram.wordpress.com/782/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jarikmataram.wordpress.com/782/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jarikmataram.wordpress.com/782/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jarikmataram.wordpress.com/782/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jarikmataram.wordpress.com/782/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jarikmataram.wordpress.com/782/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jarikmataram.wordpress.com&amp;blog=1054426&amp;post=782&amp;subd=jarikmataram&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jarikmataram.wordpress.com/2011/04/20/argumen-islam-untuk-kebebasan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3769e77ae53654a7952e0bfff7012f8d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">The Young Community</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wawancara dengan Mataharitimoer Pengarang Buku &#8220;Jihad Terlarang&#8221;</title>
		<link>http://jarikmataram.wordpress.com/2011/04/20/wawancara-dengan-mataharitimoer-pengarang-buku-jihad-terlarang/</link>
		<comments>http://jarikmataram.wordpress.com/2011/04/20/wawancara-dengan-mataharitimoer-pengarang-buku-jihad-terlarang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Apr 2011 16:26:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>TimRedaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Kliping]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jarikmataram.wordpress.com/?p=780</guid>
		<description><![CDATA[Sepuluh tahun lebih &#8220;bersembunyi&#8221; di bawah tanah setelah keluar dari gerakan Negara Islam Indonesia (NII), Mataharitimoer muncul kembali ke publik dengan sebuah novel otobiografinya yang menghentak, Jihad Terlarang, Cerita dari Bawah Tanah. Dalam novel itu, Eddy Prayitno alias Mataharitimoer menguraikan &#8230; <a href="http://jarikmataram.wordpress.com/2011/04/20/wawancara-dengan-mataharitimoer-pengarang-buku-jihad-terlarang/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jarikmataram.wordpress.com&amp;blog=1054426&amp;post=780&amp;subd=jarikmataram&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sepuluh tahun lebih &#8220;bersembunyi&#8221; di bawah tanah setelah keluar dari gerakan Negara Islam Indonesia (NII), Mataharitimoer muncul kembali ke publik dengan sebuah novel otobiografinya yang menghentak, Jihad Terlarang, Cerita dari Bawah Tanah. Dalam novel itu, Eddy Prayitno alias Mataharitimoer menguraikan berbagai visi dan metode NII dalam mengimplementasikan hukum Islam.</p>
<p>AA: Judul buku Anda, &#8220;Jihad Terlarang&#8221;, menggelitik banyak orang untuk membacanya, terutama di masa terorisme global ini ketika kata &#8220;jihad&#8221; diidentikkan dengan &#8220;terorisme&#8221;. Apa maksud Anda dengan judul tersebut?<br />
<span id="more-780"></span><br />
M: Kata &#8220;jihad&#8221; menggambarkan apa yang orang-orang NII sadari sebagai Jihad fi Sabilillah, sebuah perjuangan untuk menegakkan hukum Allah dalam bentuk negara Islam. Seburuk apa pun persepsi orang lain terhadap mereka, tetap saja mereka menyatakan diri sedang berjihad di Jalan Allah. Jihad mereka ingin menjadikan Indonesia sebagai negara Islam. Tentu saja hal ini mengancam stabilitas Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sebab itu ia menjadi &#8220;terlarang&#8221;. </p>
<p>AA: Apa sesungguhnya yang mendorong Anda menulis novel tersebut?</p>
<p>M: Dulu, ketika saya keluar dari NII, teman-teman saya bertanya-tanya, kenapa saya keluar (murtad), padahal karier pergerakan saya begitu cemerlang? Jawaban saya: &#8220;Saya berjanji, pada saatnya nanti, saya akan menulis sebuah buku yang menjelaskan secara utuh mengapa saya harus pergi dari lingkungan pergerakan Islam ini.&#8221; JANJI itulah yang mendorong saya menulis Jihad Terlarang.</p>
<p>AA: Dalam &#8220;Jihad Terlarang&#8221;, Anda menyebutkan masih dilanda trauma atas kekerasan yang dilakukan oleh anggota-anggota NII. Apa bukan trauma itu, yang membuat Anda mengangkat pena?</p>
<p>M: Jika saya masih dendam, mungkin yang saya lakukan akan lebih parah dari sekedar bikin novel. Bisa jadi saya akan membongkar rahasia dan keberadaan pentolan NII. Tapi itu tak saya lakukan. Masalah trauma, sejujurnya saat ini pun saya masih trauma dengan metode kekerasan pergerakan tersebut. Saya pernah diteror, difitnah, dipukuli, disekap, bahkan disogok oeh mereka agar saya tak keluar. </p>
<p>AA: Apa visi dan misi NII sesungguhnya?</p>
<p>M: Negara berdasarkan Islam dan hukum yang tertinggi adalah Al Quran dan hadis. Terus terang saja, visi dan misi NII seperti dinyatakan oleh Sang Imam, Sekarmadji Maridjan Kartosuwirjo tahun 1949, saat Indonesia vakum dari pemerintahan akibat Perjanjian Renville, sangat ideal bagi saya. Visi beliau mengenai negara Islam terinspirasi oleh piagam Madinah yang diresmikan oleh Nabi Muhammad SAW. Selama masa Nabi, Madinah merupakan negeri yang adil baik terhadap orang Islam, Yahudi, Nasrani, dan siapa pun yang hidup pada masa itu. </p>
<p>AA: Apa penyelewengan NII saat ini terhadap visi Kartosuwirjo? </p>
<p>M: Penyelewengan yang paling prinsipil adalah mereka melakukan banyak tindakan yang merusak citra Islam. Mereka menganggap hanya kelompok merekalah yang representatif terhadap kebenaran, terhadap Islam. Mereka sulit menerima kritik dan mengandalkan kekerasan ketimbang dialog. Ini menumbuhkan pandangan yang keliru terhadap Islam sebagai agama yang memberikan kasih sayang bagi seluruh dunia (rahmatan lil &#8216;alamin). </p>
<p>AA: Apakah konsepsi negara Islam kompatibel dengan demokrasi?</p>
<p>M: Islam tak bisa dibandingkan dengan demokrasi karena demokrasi hanyalah bagian kecil dari pola interaksi rakyat-pemerintah saja. Demokrasi hanyalah salah satu solusi bagi pemerintahan otoriter atau negara-negara yang dipimpin oleh pemimpin otoriter. Demokrasi bisa jadi sesuai dengan Islam, namun bukan berarti Islam itu demokratis. Islam sangat menghargai dan menjamin keberadaan dan kepentingan rakyat yang plural, namun tidak menjadikan rakyat sebagai sumber kebenaran yang bagaimanapun bisa membawa pada totalitarianisme atas nama kehendak rakyat . </p>
<p>AA: Jika memang konsepsi negara Islam itu baik, benar, ideal dan bisa dilaksanakan, apakah kita harus pula mengekspornya sebagaimana Barat mengekspor &#8220;demokrasi&#8221;? </p>
<p>M: Islam adalah agama yang terbuka terhadap inovasi. Islam bisa menerima dan mengadaptasi konsepsi demokrasi dari Barat dengan berbagai catatan. Lantas, apakah Barat mau terbuka dan &#8220;mengimpor&#8221; Islam? Yang ideal menurut saya adalah, siapa pun kita, apa pun latar belakang ideologi kita, mestinya kita tetap bergandengan tangan, bukan saling merendahkan. Dalam Al-Quran, surah Al-Hujurat (49) ayat 13, disebutkan bahwa Allah menciptakan perbedaan gender, suku, ras, dan bangsa, untuk saling mengenal dan menghormati. Bukan untuk saling bercerai-berai dan angkat senjata. </p>
<p>AA: Apakah demokrasi tak bisa membawa keadilan dan kedamaian? </p>
<p>Mau demokrasi, teokrasi, ataupun nomokrasi, tetap saja tergantung dari kejujuran dan kebaikan hati manusianya. Terhadap konsep negara Islam sendiri, apakah keadilan, persamaan, persaudaraan, dan kesejahteraan rakyatnya terjamin? Negara mana itu? Saya belum pernah tahu faktanya.</p>
<p>AA: Anda tidak takut diteror, diculik, atau bahkan dibunuh karena munulis novel ini? </p>
<p>Entah apakah dampak itu akan terjadi atau tidak, saya tak tahu. Saya hanya berharap kelompok seperti NII mereka lebih bijaksana terhadap kritik. Tetapi jika mereka merasa terusik, saya menyadari segala resiko yang harus saya hadapi. Hidup adalah pilihan, dan setiap pilihan pasti ada resikonya.</p>
<p>###</p>
<p><strong>* Ayu Arman adalah seorang jurnalis freelance tinggal di Jakarta, mantan editor sebuah majalah muslimah terbesar di Indonesia. Artikel ini disebarluaskan oleh Layanan Berita Common Ground (CGNews) dan dapat dibaca di www.commongroundnews.org.</p>
<p>Sumber: Common Ground News Service (CGNews), 11 September 2007, www.commongroundnews.org<br />
Telah memperoleh hak cipta</strong></p>
<br />Filed under: <a href='http://jarikmataram.wordpress.com/category/agama/'>Agama</a>, <a href='http://jarikmataram.wordpress.com/category/buku/'>Buku</a>, <a href='http://jarikmataram.wordpress.com/category/kliping/'>Kliping</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jarikmataram.wordpress.com/780/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jarikmataram.wordpress.com/780/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jarikmataram.wordpress.com/780/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jarikmataram.wordpress.com/780/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jarikmataram.wordpress.com/780/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jarikmataram.wordpress.com/780/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jarikmataram.wordpress.com/780/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jarikmataram.wordpress.com/780/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jarikmataram.wordpress.com/780/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jarikmataram.wordpress.com/780/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jarikmataram.wordpress.com/780/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jarikmataram.wordpress.com/780/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jarikmataram.wordpress.com/780/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jarikmataram.wordpress.com/780/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jarikmataram.wordpress.com&amp;blog=1054426&amp;post=780&amp;subd=jarikmataram&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jarikmataram.wordpress.com/2011/04/20/wawancara-dengan-mataharitimoer-pengarang-buku-jihad-terlarang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3769e77ae53654a7952e0bfff7012f8d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">The Young Community</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mahfud MD Pilih Dilil Gusdur Sikapi Ahmadiyah</title>
		<link>http://jarikmataram.wordpress.com/2011/03/11/mahfud-md-pilih-dilil-gusdur-sikapi-ahmadiyah/</link>
		<comments>http://jarikmataram.wordpress.com/2011/03/11/mahfud-md-pilih-dilil-gusdur-sikapi-ahmadiyah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Mar 2011 06:01:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>TimRedaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Gusdur]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kebebasan]]></category>
		<category><![CDATA[kekerasan]]></category>
		<category><![CDATA[Kliping]]></category>
		<category><![CDATA[MUI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jarikmataram.wordpress.com/?p=777</guid>
		<description><![CDATA[TEMPO Interaktif, Jakarta &#8211; Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud Md menilai, pelarangan Ahmadiyah serba dilematis untuk dilakukan. Karena itu dia lebih suka kembali pada dalil mendiang Gus Dur. &#8220;Secara umum saya katakan dilematis pengaturan Ahmadiyah itu,&#8221; kata Mahfud saat ditemui &#8230; <a href="http://jarikmataram.wordpress.com/2011/03/11/mahfud-md-pilih-dilil-gusdur-sikapi-ahmadiyah/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jarikmataram.wordpress.com&amp;blog=1054426&amp;post=777&amp;subd=jarikmataram&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jarikmataram.files.wordpress.com/2011/03/index.jpg"><img src="http://jarikmataram.files.wordpress.com/2011/03/index.jpg?w=500" alt="" title="index"   class="alignleft size-full wp-image-778" /></a><strong>TEMPO Interaktif, Jakarta &#8211; </strong>Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud Md menilai, pelarangan Ahmadiyah serba dilematis untuk dilakukan. Karena itu dia lebih suka kembali pada dalil mendiang Gus Dur.</p>
<p>&#8220;Secara umum saya katakan dilematis pengaturan Ahmadiyah itu,&#8221; kata Mahfud saat ditemui di Gedung MK, Jakarta, Selasa (8/3).</p>
<p>Dia menjelaskan dilema yang dimaksudnya. Pada dasarnya, kata dia, negara tidak boleh menilai keyakinan orang. Yang boleh dinilai adalah tindakannya, apakah tindakan itu melanggar hukum apa tidak. &#8220;Kalau keyakinan itu tidak bisa dinilai oleh negara dan tidak bisa dihalangi oleh siapapun,&#8221; ujar dia.<br />
<span id="more-777"></span><br />
Di sisi lain, ujar Mahfud, ada sebagian kelompok Islam yang menyatakan keyakinannya juga harus dilindungi karena itu juga hak mereka. Jika Ahmadiyah tetap diperbolehkan beroperasi, mereka menganggap keyakinan yang mereka anut tidak terlindungi. &#8220;Itu misalnya yang disuarakan FPI,&#8221; katanya.</p>
<p>Karena itulah Mahfud meminta semua penyikapan terhadap Ahmadiyah dikembalikan pada hukum. Tindakan saja yang ditindak oleh negara, bukan keyakinan. Ini juga agar orang tidak mudah bertindak sendiri atas nama keyakinan.</p>
<p>Pada titik inilah Mahfud menyatakan lebih baik masyarakat kembali pada dalil mendiang Ketua PBNU Gus Dur. &#8220;Orang itu ndak usah membela Tuhan karena Tuhan ndak perlu dibela. Tuhan itu bisa bela dirinya sendiri kok. Kalau memang Ahmadiyah itu salah biar Tuhan yang menghakimi. Artinya kita secara fisik di dalam berbangsa dan berbegara tidak boleh melakukan kekerasan terhadap orang lain,&#8221; jelas Mahfud.</p>
<p>Upaya pembubaran Ahmadiyah pun, kata dia, akan sulit dilakukan. Organisasi bisa saja bubar. Namun penganut dan keyakinan akan tetap ada. Sebab, &#8220;Keyakinan tidak akan pernah bisa dipaksa oleh kekuatan apapun,&#8221; katanya.</p>
<p>Sebab itulah, Mahfud kembali menegaskan agar yang diadili pemerintah adalah tindakan. Kalau tindakan itu dianggap melanggar hukum, ya, silakan pemerintah proses. Tindakan seseorang menghakimi orang, kata dia, jelas melanggar hukum. Karena itu negara harus hadir dan proaktif.</p>
<p>&#8220;Dan menurut saya penyelesaiannya ada pada hukum, dan ketegasan negara. Karena kalau diambang-ambangkan terus tidak akan selesai ini masalah begini,&#8221; ucap dia.</p>
<p><strong>Amirullah</strong></p>
<br />Filed under: <a href='http://jarikmataram.wordpress.com/category/agama/'>Agama</a>, <a href='http://jarikmataram.wordpress.com/category/ahmadiyah/'>Ahmadiyah</a>, <a href='http://jarikmataram.wordpress.com/category/fatwa/'>Fatwa</a>, <a href='http://jarikmataram.wordpress.com/category/gusdur/'>Gusdur</a>, <a href='http://jarikmataram.wordpress.com/category/islam/'>Islam</a>, <a href='http://jarikmataram.wordpress.com/category/kebebasan/'>Kebebasan</a>, <a href='http://jarikmataram.wordpress.com/category/kekerasan/'>kekerasan</a>, <a href='http://jarikmataram.wordpress.com/category/kliping/'>Kliping</a>, <a href='http://jarikmataram.wordpress.com/category/mui/'>MUI</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jarikmataram.wordpress.com/777/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jarikmataram.wordpress.com/777/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jarikmataram.wordpress.com/777/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jarikmataram.wordpress.com/777/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jarikmataram.wordpress.com/777/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jarikmataram.wordpress.com/777/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jarikmataram.wordpress.com/777/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jarikmataram.wordpress.com/777/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jarikmataram.wordpress.com/777/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jarikmataram.wordpress.com/777/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jarikmataram.wordpress.com/777/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jarikmataram.wordpress.com/777/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jarikmataram.wordpress.com/777/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jarikmataram.wordpress.com/777/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jarikmataram.wordpress.com&amp;blog=1054426&amp;post=777&amp;subd=jarikmataram&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jarikmataram.wordpress.com/2011/03/11/mahfud-md-pilih-dilil-gusdur-sikapi-ahmadiyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3769e77ae53654a7952e0bfff7012f8d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">The Young Community</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jarikmataram.files.wordpress.com/2011/03/index.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">index</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Organisasi Kekerasan dan Teror Rahim</title>
		<link>http://jarikmataram.wordpress.com/2011/03/02/organisasi-kekerasan-dan-teror-rahim/</link>
		<comments>http://jarikmataram.wordpress.com/2011/03/02/organisasi-kekerasan-dan-teror-rahim/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Mar 2011 16:03:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>TimRedaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Pluralisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jarikmataram.wordpress.com/?p=774</guid>
		<description><![CDATA[Neng Dara Affiah* SALAH SATU ANGGOTA KOMISIONER KOMNAS PEREMPUAN DAN PENGURUS PP FATAYAT NU TULISAN INI PENDAPAT PRIBADI Dalam kondisi tubuh yang kurang sehat, saya berkata kepada adik saya, Nong Darol Mahmada, bah wa saya sudah tidak sanggup lagi mendengar &#8230; <a href="http://jarikmataram.wordpress.com/2011/03/02/organisasi-kekerasan-dan-teror-rahim/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jarikmataram.wordpress.com&amp;blog=1054426&amp;post=774&amp;subd=jarikmataram&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Neng Dara Affiah* SALAH SATU ANGGOTA KOMISIONER KOMNAS PEREMPUAN DAN PENGURUS PP FATAYAT NU<br />
TULISAN INI PENDAPAT PRIBADI</p>
<p>Dalam kondisi tubuh yang kurang sehat, saya berkata kepada adik saya, Nong Darol Mahmada, bah wa saya sudah tidak sanggup lagi mendengar nama salah satu organisasi kemasyarakatan (ormas) yang selalu melakukan tindak kekerasan atas nama agama di mana-mana. Setiap mendengar nama organisasi ini, rahim saya melilit kesakitan dan lambung saya mual seperti ada tusukan yang memuncratkan energi negatif yang membuat saya limbung. Apalagi bila menyaksikan pelbagai keberingasan mereka di lapangan melalui televisi. Ekspresi mereka penuh dengan sorot mata kemarahan, kebencian, bahkan ketika mereka menyatroni rumah-rumah yang garis keislamannya tidak sehaluan dengan mereka, mereka meneriakkan kata-kata Allahu Akbar seraya melakukan kekerasan seksual terhadap perempuan penghuni rumah dengan cara yang sangat beringas.<br />
<span id="more-774"></span><br />
Ada banyak dugaan yang dilabelkan kepada ormas ini, misalnya mereka bisa bertahan sampai sekarang karena di belakangnya ada orang kuat yang melindungi mereka. Buat saya, dugaan itu tidak saya hiraukan, karena saya tidak dapat membuktikannya. Jika pun itu benar, itu juga bukan urusan saya.Yang saya hirau adalah mereka meneriakkan Allahu Akbar, sebuah lafaz yang mengagungkan nama Allah untuk menunjukkan kebesaran-Nya, tapi buat mereka lafaz tersebut digunakan untuk mengekspresikan perilaku barbar dengan merusak tempat-tempat tertentu dan rumah-rumah yang dianggap berbeda dengan mereka. Selain itu, atas nama membantu para aparat penegak hukum, dalam bulan-bulan suci, seperti bulan Ramadan, mereka merazia tempat-tempat yang mereka anggap maksiat sebagai wujud yang mereka sebut tindakan amar makruf nahi mungkar (berbuat kebaikan dan mencegah kemungkaran).</p>
<p>Pertanyaan yang dapat diajukan, apakah diri mereka cukup ma&#8217;ruf atau suci sehingga mereka perlu mengajak orang lain dengan cara brutal? Dalam ajaran Islam, seorang yang benar-benar suci tidak akan pernah merasa dirinya suci sebagai wujud dari kerendahhatian bahwa yang suci itu hanyalah milik Allah, dan karena itu umat Islam dianjurkan untuk mengucapkan &#8220;Subhanallah&#8221;untuk menegaskan bahwa kesucian itu hanya milik-Nya semata. Bahkan Abu Ali al-Hasan ibnu Hani al-Hakami, seorang sufi besar dan penyair Islam termasyhur yang kesuciannya diakui oleh para wali (orang suci) dalam dunia tasawuf pada masa Harun al-Rasyid (786-809 H), membuat syair yang disenandungkan oleh Abu Nawas: Ilaahi lastu lilfirdausi ahla, wala aqwa alannaril jahimi, fahabli taubatan waghfir dzunubi, fainnaka ghafirudzdzanbil `adzim (Ya Allah, tidak layak hamba-Mu ini masuk ke dalam surga-Mu, tetapi hamba tiada kuat menerima siksa neraka-Mu. Maka kami mohon tobat dan mohon ampun atas dosaku).</p>
<p>Dalam kaitan dengan ini, hal paling mungkin yang bisa dilakukan terhadap orang-orang yang mengabaikan ajaran Tuhan adalah mengajak mereka pada kebaikan, itu pun jika mereka mau. Jika mereka menolaknya, itu juga bergantung pada pilihan mereka dan kita tidak dapat memaksanya: faman sya`a fal yu`min waman sya`a falyakfur (S. Al Kahf, 29): barangsiapa yang hendak beriman, berimanlah; dan barangsiapa yang ingkar (kafir) juga diberi kebebasan. Demikian kata Al-Quran sebagai wujud kemerdekaan kepada umat manusia, karena merekalah yang akan menanggung untung dan ruginya.</p>
<p>Sepanjang ingatan saya, ormas ini muncul ketika Indonesia memasuki era reformasi (1998). Para preman berjubah ini, meminjam istilah Buya Syafii Maarif, tampak sering membantu aparat penegak hukum dalam merespons pelbagai kekacauan yang sering kali terjadi pada saat itu. Perkembangan lebih lanjut, mereka seperti percaya diri bertindak seolah-olah aparat penegak hukum.</p>
<p>Hal yang saya sayangkan juga, pasukan ormas ini menggunakan baju koko atau berjubah putih dan bersorban. Dalam tradisi NU, pakaian sejenis ini tidak sembarang orang yang memakainya. Hanya orang-orang yang mencerminkan kekokohan pengetahuan agama Islam dan etika yang baik serta menjadi panutan masyarakat yang biasa memakainya.</p>
<p>Dalam sejarah Islam di Indonesia, sejumlah pemuka agama yang menggunakan pakaian sejenis ini misalnya KH Hasyim Asy&#8217;arie, pendiri NU; KH Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah; KH Agung Abdurrahman, pendiri Mathlaul Anwar di Banten, dan sejumlah ulama penerusnya-yang saat saya masih kecil&#8211;tampak penuh keagungan sebagai seorang ulama jika kita bersilaturahmi dengan mereka; mereka berbicara sangat pelan dan hati-hati. Petuah mereka adalah mutiara dan jauh dari mengumbar pernyataan-pernyataan yang membingungkan umat dan teriakan-teri akan yang membuat pendengarnya ketakutan.</p>
<p>Untuk soal pakaian sejenis ini, Buya Hamka dalam novelnya, Di Bawah Lindungan Ka&#8217;bah, melakukan desakralisasi terhadap pakaian jenis ini dengan melakukan pembaruan bahwa keagungan seseorang bukan dari pakaian, melainkan sejauh mana perilaku mereka dihiasi oleh akhlak yang baik dan kedalaman ilmu pengetahuannya. Karena itu, bagi Buya Hamka, seorang pemuka agama pun boleh memakai celana pantalon dan topi daripada memakai jubah dan sorban tapi perilakunya seperti preman dan bromocorah.</p>
<p>Mungkin kelompok ormas ini berniat memerangi kemaksiatan sesuai dengan ajaran Islam. Tetapi hal yang mesti diketahui oleh mereka adalah meskipun Indonesia ini mayoritas beragama Islam, tapi yang taat mengikuti ajarannya juga minoritas. Gus Dur pernah mengatakan kepada saya bahwa diperkirakan hanya 30 persen orang Islam yang taat mengikuti ajarannya. Selebihnya adalah orang-orang yang berislam secara keturunan alias Islam KTP; salatnya belang-belang untuk tidak mengatakan hanya dua kali dalam setahun, yakni salat Idul Fitri dan Idul Adha saja, tidak bisa baca Al-Quran dan tidak berpuasa, meskipun belakangan ini tampak ada gairah baru dari kalangan muslim perkotaan yang menjalankan ketaatan kepada agamanya. Tetapi hal itu tidak apa, sepanjang mereka tidak bertindak onar dan mengganggu ketenteraman terhadap orang lain. Lagi pula jangan berharap dunia ini bersih dari kemaksiatan di mana orang-orang di dalamnya berbuat baik seluruhnya. Justru kesempurnaan dunia ini adalah ketika kita menyaksikan manusiamanusia dan isinya dalam ketidaksempurnaannya.</p>
<p>Hal yang juga membuat saya sedih adalah tidak ada lagi ulama di negeri ini yang memiliki pengaruh atau wibawa untuk menghentikan tindakan keonaran mereka.<br />
Apakah karena para ulama tersebut mendukung gerakan yang mereka lakukan atau mereka sudah tidak peduli lagi pada akibat yang ditimbulkannya? Boleh jadi pula kelompok ormas ini juga sudah enggan mendengar wejangan para ulama yang saat ini agaknya tidak lagi menjadi tempat berlabuh umat, karena hanya dikenal melalui kemilau sorotan media yang sangat tipis bedanya dengan para pemain sinetron dan para politikus di Senayan.</p>
<p>Yang lebih memilukan lagi adalah sikap pemerintah terhadap kelompok ormas ini.<br />
Mereka tampak seperti tidak memiliki taring atau kekuatan dalam menghadapi orang-orang ini. Ibarat gajah yang ketakutan menghadapi kura-kura. Padahal, sejauh yang saya dengar, mereka adalah kelompok minoritas yang secara sumber daya dan sumber dana lemah. Artinya, mereka bukan kelompok terpelajar yang mengandalkan cara kerjanya dengan otak, melainkan hanya dengan otot. Seorang teman bahkan pernah bilang bahwa mereka adalah kelompok pengangguran yang dimobilisasi dan dibayar, terkadang juga tidak tahu sesungguhnya apa yang mereka lakukan. Hanya teriakan dan pentungan, itulah modal mereka.</p>
<p>Jika pemerintah saja tidak berani menghalau pelbagai tindak tanduk mereka yang merugikan banyak pihak, lantas pemerintah kita ini beraninya kepada siapa? Berbusa-busa apa pun bicara soal penegakan hukum, peningkatan kesejahteraan ekonomi, dan stabilitas keamanan negara, jika hal yang sebetulnya bisa dilakukan oleh pemerintah lebih cepat tapi tidak dilakukan, lantas apa yang mereka lakukan?</p>
<p>Soal ini, atas nama pribadi, kepada siapa saya harus bertumpu mendambakan rasa aman untuk tidak terganggu oleh kelompok ormas ini agar rahim saya, dan mungkin juga rahim sejumlah perempuan tempat bereproduksinya kelanjutan umat manusia, tidak lagi merasa terteror dan mengalami kesakitan? Wallahualam.</p>
<p><strong>Sumber: Koran Tempo, 2 Maret 2011 http://epaper.korantempo.com/KT/KT/2011/03/02/ArticleHtmls</strong>/02_03_2011_011_003.shtml </p>
<br />Filed under: <a href='http://jarikmataram.wordpress.com/category/agama/'>Agama</a>, <a href='http://jarikmataram.wordpress.com/category/ahmadiyah/'>Ahmadiyah</a>, <a href='http://jarikmataram.wordpress.com/category/pluralisme/'>Pluralisme</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jarikmataram.wordpress.com/774/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jarikmataram.wordpress.com/774/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jarikmataram.wordpress.com/774/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jarikmataram.wordpress.com/774/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jarikmataram.wordpress.com/774/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jarikmataram.wordpress.com/774/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jarikmataram.wordpress.com/774/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jarikmataram.wordpress.com/774/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jarikmataram.wordpress.com/774/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jarikmataram.wordpress.com/774/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jarikmataram.wordpress.com/774/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jarikmataram.wordpress.com/774/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jarikmataram.wordpress.com/774/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jarikmataram.wordpress.com/774/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jarikmataram.wordpress.com&amp;blog=1054426&amp;post=774&amp;subd=jarikmataram&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jarikmataram.wordpress.com/2011/03/02/organisasi-kekerasan-dan-teror-rahim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3769e77ae53654a7952e0bfff7012f8d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">The Young Community</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Solusi Kasus Ahmadiyah</title>
		<link>http://jarikmataram.wordpress.com/2011/02/14/solusi-kasus-ahmadiyah/</link>
		<comments>http://jarikmataram.wordpress.com/2011/02/14/solusi-kasus-ahmadiyah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Feb 2011 08:36:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>TimRedaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Demokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Fundamentalis]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kebebasan]]></category>
		<category><![CDATA[kekerasan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jarikmataram.wordpress.com/?p=771</guid>
		<description><![CDATA[M. Dawam Rahardjo, cendekiawan Dalam diskusi di suatu stasiun TV, KH Dr Mustafa Ya’qub mengeluarkan pandangan tentang solusi kasus Ahmadiyah dengan mengajukan dua usul alternatif. Pertama, membubarkan Ahmadiyah dan menjadikannya organisasi terlarang sebagaimana telah dilakukan terhadap PKI. Dan jika ingin &#8230; <a href="http://jarikmataram.wordpress.com/2011/02/14/solusi-kasus-ahmadiyah/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jarikmataram.wordpress.com&amp;blog=1054426&amp;post=771&amp;subd=jarikmataram&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>M. Dawam Rahardjo, cendekiawan</p>
<p>Dalam diskusi di suatu stasiun TV, KH Dr Mustafa Ya’qub mengeluarkan pandangan tentang solusi kasus Ahmadiyah dengan mengajukan dua usul alternatif. Pertama, membubarkan Ahmadiyah dan menjadikannya organisasi terlarang sebagaimana telah dilakukan terhadap PKI. Dan jika ingin tetap diakui sebagai muslim, bekas anggota Ahmadiyah harus “kembali kepada ajaran Islam yang benar”, menurut Majelis Ulama Indonesia (MUI), sebagai pemegang otoritas keagamaan di Indonesia atau Departemen Agama sebagai otoritas politik yang mengatur kehidupan beragama. Kedua, meminta kepada Jemaat Ahmadiyah untuk mendirikan agama baru di luar Islam, dengan konsekuensi tidak boleh menjalankan syariat Islam atau mendasarkan doktrin keagamaannya kepada Al-Quran dan Sunnah. Pandangan itu secara implisit menyatakan bahwa, jika salah satu dari alternatif itu tidak dijalankan, tindak kekerasan dari umat Islam akan tetap berlangsung, yang artinya tidak bisa ditolak pembenarannya. Menurut dia, salah satu dari dua pilihan itu, jika dilaksanakan, akan menyelesaikan masalah hingga tuntas.<br />
<span id="more-771"></span><br />
Dalam komentarnya, Muhammad Guntur Romli menjelaskan bahwa solusi mengeluarkan Ahmadiyah dari lingkungan Islam sudah dilaksanakan di Pakistan, tetapi ternyata tidak menyelesaikan masalah, terbukti diskriminasi dan tindakan kekerasan terus saja berlangsung terhadap Jemaat Ahmadiyah dan agama-agama lain yang semula berkaitan dengan Islam, seperti Bahai. Doktrin “bagimu agamamu, bagiku agamaku” (lakum dinukum waliyaddin), sebagaimana dikemukakan oleh Ya’qub, ternyata tidak berlaku. Karena itu, solusinya bagi Guntur adalah perlindungan hukum oleh negara kepada setiap warga negara yang memiliki hak-hak sipil tanpa memandang perbedaan ras, suku, agama, atau aliran politik selama tidak melanggar hukum dan undang-undang.</p>
<p>Solusi alternatif pertama Ya’qub bisa saja dijajaki. Prosedurnya adalah, MUI sebagai wakil umat Islam bisa mengajukan gugatan tertentu, misalnya penodaan agama yang dilakukan oleh Jemaat Ahmadiyah sebagaimana dikemukakan oleh Ya’qub. Namun penggugat harus bisa membuktikan bahwa keyakinan dan kegiatan Ahmadiyah itu bersifat melanggar hukum dan undang-undang, misalnya melakukan aksi-aksi kekerasan, melakukan provokasi yang menimbulkan keresahan masyarakat atau melakukan pembohongan terhadap publik. Demikian pula perlu diajukan dasar hukumnya, bahwa negara bisa menghakimi atau menghukum dan mengkriminalkan suatu keyakinan pribadi atau kelompok masyarakat dalam konteks negara Pancasila. Dalam hal ini pengadilan harus mendasarkan diri atau berpegang pada ketentuan konstitusi, khususnya UUD 1945 mengenai dasar negara, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa dan kebebasan beragama serta menjalankan ibadah menurut agama dan keyakinan masing-masing.</p>
<p>Sepanjang yang dicatat dalam buku, tesis, disertasi, atau hasil pemantauan dan evaluasi yang dilakukan oleh LSM, misalnya Setara Institute atau Wahid Institute, bahkan lembaga pemerintah seperti Departemen Agama dan Majelis Ulama Indonesia, Ahmadiyah tidak pernah melakukan kegiatan yang melanggar hukum status sosial. Di lingkungan Ahmadiyah sendiri juga tidak pernah terjadi konflik internal, apalagi eksternal. Bahkan Ahmadiyah hanya akhir-akhir ini menjadi sasaran dan korban aksi-aksi kekerasan dari kelompok-kelompok umat Islam sendiri. Ketika telah menjadi korban aksi-aksi kekerasan itu pun, pimpinan Ahmadiyah melarang anggotanya membalas dengan kekerasan. Terhadap pemerintahan di Indonesia dan di seluruh dunia, Jemaat Ahmadiyah melarang dirinya dan anggotanya melakukan kegiatan politik, apalagi melakukan oposisi terhadap pemerintah yang sah.</p>
<p>Ahmadiyah adalah organisasi Islam yang menerima prinsip sekularisme yang bergerak di wilayah civil society. Karena itu, anggota Ahmadiyah dinilai sebagai warga negara yang baik di semua negara Barat yang sekuler dan diizinkan mendirikan kantor pusatnya di London, Inggris, bahkan melakukan dakwah secara berbudaya. Jika akan dibubarkan, apa salah Ahmadiyah, selain percaya kepada Islam mengikuti misi Ahmadiyah mengikuti mazhab Hanafi ?</p>
<p>Jika opsi kedua saran Ta’qub yang diikuti, maka itu adalah langkah murtad yang tidak dikehendaki oleh Ahmadiyah. Murtad adalah hak asasi manusia menurut Dokumen Hak Asasi Manusia PBB. Tapi misi Ahmadiyah ketika didirikan adalah justru ingin merestorasi syariat Islam di India yang dinilai oleh Ghulam Ahmad telah menyimpang dan mengalami distorsi. Memang berbeda dengan aliran Islam yang lain, visi Ahmadiyah bukanlah dalam versi hukum fikih, melainkan mengikuti haluan tasauf atau spiritualisme dan, karena itu, doktrin yang paling mendasar dari Ahmadiyah adalah kasih sayang dan perdamaian dan menolak aksi kekerasan.</p>
<p>Untuk mendirikan agama baru, tidak mungkin dilakukan oleh Ahmadiyah, karena Ghulam Ahmad tidak punya konsep keagamaan selain Islam. Ia mengibaratkan dirinya sebagai bulan dan Muhammad sebagai matahari, sehingga ia hanya merupakan pantulan dari sinar Muhammad (al-Nur al-Muhammady). Ia sebenarnya tidak menamakan diri sebagai nabi pembawa syariat baru, melainkan hanya utusan Tuhan yang membawa kabar baik, yaitu seruan kasih sayang dan perdamaian. Ia tidak pernah mengaku membawa kitab suci sendiri, melainkan hanya membuat catatan tentang ilham-ilham kenabian yang diperolehnya. Salah satu keistimewaan, bahkan Ghulam Ahmad dan putranya, Basyiruddin Mahmud Ahman, telah menulis kitab Tafsir Al-Quran yang berjilid-jilid tebalnya.</p>
<p>Dan jika Ahmadiyah diminta mendirikan agama baru, apakah mereka diperbolehkan mengikuti ajaran Al-Quran dan Sunnah bermazhab Hanafi? Apakah mereka boleh menjalankan rukun Islam yang lima dan diperbolehkan menunaikan ibadah haji? Pengalaman di Pakistan, mereka tidak diperbolehkan salat di masjid dan tidak boleh melakukan ibadah haji, karena mereka dianggap sebagai non-muslim. Hal ini berarti melanggar kebebasan beragama di negara Pancasila.</p>
<p>Atas dasar analisis dan argumen di atas, solusi tuntas untuk kasus Ahmadiyah adalah sebagai berikut. Pertama, mencabut SKB Tiga Menteri yang ternyata memicu aksi kekerasan itu. Kedua, mengembalikan fungsi Departemen Agama sebagai wakil NKRI menjadi lembaga penegak konstitusi dan merestorasi hak-hak sipil, khususnya kebebasan beragama. Ketiga, mencabut fatwa MUI yang menghakimi Ahmadiyah sebagai aliran sesat yang dampaknya melegitimasi tindakan kekerasan atas nama agama. Majelis ulama sendiri juga perlu direformasi dari otoritas keagamaan yang seolah-olah pemilik hak paten agama Islam, atau sebagai lembaga penjaga akidah Islam, menjadi lembaga komunikasi internal di antara kelompok-kelompok Islam serta antara Islam dan kelompok agama lain.</p>
<p>Perlu diingat, dewasa ini dikatakan bahwa agama itu, khususnya Islam, tidak mengajarkan kekerasan. Namun, kenyataannya, kehidupan agama adalah sumber konflik yang menimbulkan disintegrasi nasional. Sementara itu, berkembang pula persepsi bahwa Indonesia meluncur ke arah “negara gagal”, khususnya dalam menegakkan hukum dan keamanan bagi warganya. Kegagalan ini tampak jelas dalam kegagalannya mencegah timbulnya aksi-aksi kekerasan atas nama agama. Karena itu, pemecahan konflik atas nama agama yang terus-menerus terjadi itu harus diselesaikan hingga tuntas. *Sumber:<em>http://www.tempointeraktif.com/hg/kolom/2011/02/11/kol,20110211-319,id.html</em></p>
<br />Filed under: <a href='http://jarikmataram.wordpress.com/category/agama/'>Agama</a>, <a href='http://jarikmataram.wordpress.com/category/ahmadiyah/'>Ahmadiyah</a>, <a href='http://jarikmataram.wordpress.com/category/demokrasi/'>Demokrasi</a>, <a href='http://jarikmataram.wordpress.com/category/fundamentalis/'>Fundamentalis</a>, <a href='http://jarikmataram.wordpress.com/category/islam/'>Islam</a>, <a href='http://jarikmataram.wordpress.com/category/kebebasan/'>Kebebasan</a>, <a href='http://jarikmataram.wordpress.com/category/kekerasan/'>kekerasan</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jarikmataram.wordpress.com/771/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jarikmataram.wordpress.com/771/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jarikmataram.wordpress.com/771/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jarikmataram.wordpress.com/771/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jarikmataram.wordpress.com/771/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jarikmataram.wordpress.com/771/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jarikmataram.wordpress.com/771/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jarikmataram.wordpress.com/771/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jarikmataram.wordpress.com/771/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jarikmataram.wordpress.com/771/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jarikmataram.wordpress.com/771/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jarikmataram.wordpress.com/771/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jarikmataram.wordpress.com/771/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jarikmataram.wordpress.com/771/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jarikmataram.wordpress.com&amp;blog=1054426&amp;post=771&amp;subd=jarikmataram&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jarikmataram.wordpress.com/2011/02/14/solusi-kasus-ahmadiyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3769e77ae53654a7952e0bfff7012f8d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">The Young Community</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Setahun, 15 &#8216;Kekerasan&#8217; terhadap Ahmadiyah</title>
		<link>http://jarikmataram.wordpress.com/2011/02/07/setahun-15-kekerasan-terhadap-ahmadiyah/</link>
		<comments>http://jarikmataram.wordpress.com/2011/02/07/setahun-15-kekerasan-terhadap-ahmadiyah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Feb 2011 03:27:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>TimRedaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Demokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Pluralisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jarikmataram.wordpress.com/?p=768</guid>
		<description><![CDATA[TEMPO Interaktif, Jakarta &#8211; Penyerangan terhadap warga Ahmadiyah di Cikeusik menandai awal tak baik di tahun 2011 soal toleransi beragama. Ini adalah peristiwa kedua di tahun 2011. Di tahun 2010, Tempo mencatat setidaknya ada 13 kasus kekerasan terhadap jamaah Ahmadiyah. &#8230; <a href="http://jarikmataram.wordpress.com/2011/02/07/setahun-15-kekerasan-terhadap-ahmadiyah/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jarikmataram.wordpress.com&amp;blog=1054426&amp;post=768&amp;subd=jarikmataram&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>TEMPO Interaktif, Jakarta &#8211; Penyerangan terhadap warga Ahmadiyah di Cikeusik menandai awal tak baik di tahun 2011 soal toleransi beragama. Ini adalah peristiwa kedua di tahun 2011. Di tahun 2010, Tempo mencatat setidaknya ada 13 kasus kekerasan terhadap jamaah Ahmadiyah. Inilah sejumlah peristiwa kekerasan dan tekanan itu.<br />
<span id="more-768"></span><br />
<strong>6 Februari 2011 </strong><br />
Warga menyerang jamaah Ahmadiyah di Cikeusik, Kabupaten Tangerang,  Banten. Hingga pagi ini, tercatat tiga orang dilaporkan tewas dalam insiden penyerangan tersebut. </p>
<p><strong>29 Januari 2011</strong><br />
Puluhan massa Front Pembela Islam (FPI) berunjuk rasa setelah mengetahui terdapat kegiatan di masjid milik jamaah Ahmadiyah di Makassar. Mereka memaksa jamaah itu minggat. Akibatnya, jamaah Ahamadiyah dievakuasi ke masjid An Nushrat, di Jalan Anuang 112, Makassar. </p>
<p><strong>27 Desember 2010</strong><br />
Madrasah Al Mahmud milik ahmadiyah di Kampung Rawa Ekek Desa Sukadana Kecamatan Campaka Kabupaten Cianjur, dibakar orang tak dikenal. Seminggu sebelumnya sebuah musola juga dibakar. Selama ini madrasah dipergunakan jamaah  Ahmadiyah untuk kegiatan pendidikan keagamaan. </p>
<p><strong>10 Desember 2010</strong><br />
Sekitar seribu santri di Sukabumi, Jawa Barat membongkar masjid Ahmadiyah di Kampung Panjalu Desa Warnasari Kecamatan Sukabumi Kabupaten Sukabumi. Pembongkaran dilakukan setelah keluar putusan Mahkamah Agung yang menguatkan keputusan Pengadilan Negeri Cibadak Sukabumi yang menyatakan masjid tersebut bukan milik jamaah Ahmadiyah, melainkan milik warga sekitar.</p>
<p><strong>8 Desember 2010</strong><br />
Hasil rapat koordinasi antara pemerintah kota Tasikmalaya beserta sejumlah pimpinan lembaga pemerintahan kota Tasikmalaya memutuskan untuk menutup sejumlah sarana milik Ahmadiyah di kota Tasikmalaya. </p>
<p><strong>3 Desember 2010</strong><br />
Sekitar pukul 00.37 WIB, sekelompok orang bersepeda motor menyerang dan merusak sebuah masjid Ahmadiyah di Jalan Ciputat Raya. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. </p>
<p><strong>26 November 2010</strong><br />
Puluhan rumah dan satu rumah milik warga Ahmadiyah dibakar di Dusun Ketapang, Lombok Barat. Perusakan dilakukan warga yang tidak ingin desanya ditinggali jamaah Ahmadiyah. Akhirnya, Bupati Lombok Barat  Nusa Tenggara Barat, Zaini Arony, memerintahkan warga Ahmadiyah agar jangan tinggal di Dusun Ketapang untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. </p>
<p>5 November 2010<br />
Massa dari Perguruan Tinggi Dakwah Islam Tanjung Priok menuntut penyegelan Masjid Nuruddin Jalan Kebon Bawang X, Tanjung Priok, Jakarta Utara . Menurut mereka masjid tersebut digunakan oleh jamaah Ahmadiyah. Pengurus masjid membantah mesjid tersebut eksklusif untuk jamaah Ahmadiyah. </p>
<p><strong>29 Oktober 2010</strong><br />
FPI beserta ormas se-kabupaten Ciamis berupaya menyegel masjid Ahmadiyah di Jalan Gayam, Ciamis. Rencana penyegelan gagal setelah aparat kepolisian menjaga ketat lokasi masjid.</p>
<p><strong>11 Oktober 2010</strong><br />
Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat, melarang Jemaaah Ahmadiyah berada di wilayahnya. Hal itu diungkapkan setelah pertemuan antara Dewan Perwakilan Rakyat Daerah bersama bersama Badan Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan.<br />
<strong><br />
4 Oktober 2010</strong><br />
Penghentian aktivitas jemaah Ahmadiyah di Kecamatan Tampan, Pekanbaru, oleh Pemerintah Kota Pekanbaru.</p>
<p><strong>1 Oktober 2010</strong><br />
Sekitar enam bangunan milik jemaah Ahmadiyah di Desa Kampung Cisalada, Desa Ciampea Udik, Kecamatan Ciampea, Bogor, dibakar massa. Termasuk yang dibakar adalah masjid, surau dan madrasah serta rumah. Kerusuhan ini sudah kali ketiga sejak tahun 2008. Pada tahun 2007 keluar Keputusan Bersama tingkat Kec. Ciampea yang diteken Camat, Majelis Ulama Indonesia, Kantor Urusan Agama, yang menyatakan tidak boleh ada aktivitas jamaah Ahmadiyah. Keputusan ini diperkuat dengan SKB tingkat Kabupaten Bogor yang ditandatangani Bupati, Komandan Kodim, dan unsur Muspida lainnya.</p>
<p><strong>10 Agustus 2010</strong><br />
Ratusan massa FPI dan Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) merusak paksa papan nama Jamaah Ahmadiyah yang terpasang di masjid An Nur jalan Bubutan Gang 1 No 2 Surabaya. </p>
<p><strong>29 Juli 2010</strong><br />
Ribuan ormas perang batu dengan jemaah Ahmadiyah di Desa Manis Lor, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Jawa barat. Kejadian ini berlangsung setelah polisi menghadang ribuan massa ormas yang berniat mengusir jamaah Ahmadiyah. Aksi ini kelanjutan dari tindakan Satpol PP yang akhirnya berhasil menyegel 1 masjid dan 7 musola milik Ahmadiyah.<br />
<strong><br />
14 Juli 2010</strong><br />
Ratusan Gerakan Rakyat Anti Ahmadiyah melakukan penyegelan beberapa kantor Pemda di Garut dan melakukan penyisiran. Menurut mereka sebanyak 10 persen dari jumlah pegawai negeri di Garut merupakan pengikut Ahmadiyah dan menduduki jabatan strategis.  []</p>
<p>SUMBER: TEMPO</p>
<br />Filed under: <a href='http://jarikmataram.wordpress.com/category/agama/'>Agama</a>, <a href='http://jarikmataram.wordpress.com/category/ahmadiyah/'>Ahmadiyah</a>, <a href='http://jarikmataram.wordpress.com/category/demokrasi/'>Demokrasi</a>, <a href='http://jarikmataram.wordpress.com/category/fatwa/'>Fatwa</a>, <a href='http://jarikmataram.wordpress.com/category/islam/'>Islam</a>, <a href='http://jarikmataram.wordpress.com/category/pluralisme/'>Pluralisme</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jarikmataram.wordpress.com/768/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jarikmataram.wordpress.com/768/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jarikmataram.wordpress.com/768/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jarikmataram.wordpress.com/768/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jarikmataram.wordpress.com/768/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jarikmataram.wordpress.com/768/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jarikmataram.wordpress.com/768/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jarikmataram.wordpress.com/768/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jarikmataram.wordpress.com/768/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jarikmataram.wordpress.com/768/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jarikmataram.wordpress.com/768/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jarikmataram.wordpress.com/768/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jarikmataram.wordpress.com/768/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jarikmataram.wordpress.com/768/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jarikmataram.wordpress.com&amp;blog=1054426&amp;post=768&amp;subd=jarikmataram&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jarikmataram.wordpress.com/2011/02/07/setahun-15-kekerasan-terhadap-ahmadiyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3769e77ae53654a7952e0bfff7012f8d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">The Young Community</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Warga Ahmadiyah Datangi Kejari Mataram</title>
		<link>http://jarikmataram.wordpress.com/2010/12/02/760/</link>
		<comments>http://jarikmataram.wordpress.com/2010/12/02/760/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Dec 2010 06:24:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>TimRedaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmadiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jarikmataram.wordpress.com/?p=760</guid>
		<description><![CDATA[Mataram (Suara NTB) Rabu (1/12) kemarin, warga Ahmadiyah mendatangi Kejaksaan Negeri Mataram. Bersama muspika, mereka membahas beberapa agenda penting, pascainsiden perusakan dan pembakaran kediaman mereka di Dusun Ketapang Desa Gegerung Kecamatan Lingsar, Lombok Barat. Salah satu poin tuntutan Jemaah Ahmadiyah, &#8230; <a href="http://jarikmataram.wordpress.com/2010/12/02/760/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jarikmataram.wordpress.com&amp;blog=1054426&amp;post=760&amp;subd=jarikmataram&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jarikmataram.files.wordpress.com/2010/12/peristiwa-pemukiman-ahmadiyah-19.jpg"><img src="http://jarikmataram.files.wordpress.com/2010/12/peristiwa-pemukiman-ahmadiyah-19.jpg?w=300&#038;h=199" alt="" title="peristiwa-pemukiman-ahmadiyah-19" width="300" height="199" class="alignleft size-medium wp-image-761" /></a><strong>Mataram (Suara NTB)</strong> Rabu (1/12) kemarin, warga Ahmadiyah mendatangi Kejaksaan Negeri Mataram. Bersama muspika, mereka membahas beberapa agenda penting, pascainsiden perusakan dan pembakaran kediaman mereka di Dusun Ketapang Desa Gegerung Kecamatan Lingsar, Lombok Barat. </p>
<p>Salah satu poin tuntutan Jemaah Ahmadiyah, meminta penawaran aset mereka yang di Ketapang dibahas lebih serius oleh Pemda. Alasannya, pemerintah melalui tim 9 yang dibentuk, belum juga rembuk dengan para jemaah. “Kami sarankan agar Pemprov NTB maupun Pemkab Lobar membicarakan ini dengan para warga kami di Transito,” kata Ketua DPW Ahmadiyah NTB, Jauzi kepada sejumlah wartawan usai berdialog dengan Kajari Mataram, IB Wiswantanu, SH yang sekaligus menjabat Ketua Pengawasan Kepercayaan Masyarakat (Pakem).<br />
<span id="more-760"></span><br />
Bagi Jauzi, persoalan aset, tidak terkait dengan organisasi atau DPW Ahmadiyah yang menaungi keberadaan para jemaah. Urusan itu menurutnya berkaitan langsung dengan para jemaah, karena terkait dengan kepemilikan. Untuk itu, dia sangat berharap pemerintah segera mendekati warga Ahmadiyah dan membahas penjualan aset yang kebanyakan berupa tanah itu.<br />
Harapannya, jika terjual, maka relokasi terharap jemaah bisa segera diputuskan pemerintah.  “Warga Ahmadiyah sebenarnya bukan tidak mau menjual asetnya. Tapi selama ini tidak pernah diajak berdialog siapapun,” tegasnya.<br />
Tuntutan lain, Jauzi meminta penegak hukum mengusut tuntas kasus perusakan yang terjadi. Para jemaahnya kini bertahan di pengungsian Transito Mataram merasa trauma dan takut tinggal di lokasi. “Tolong, kepada aparat agar kasus ini diselesaikan tanpa ada intimidasi kepada warga Ahmadiyah,” harap Jauzi.  </p>
<p>Pertemuan tertutup berlangsung di ruangan Kajari Mataram. Melibatkan pihak Koramil Lingsar, aparat Kecamatan dan Pemdes. Wiswantanu menjawab wartawan, mengatakan, akan segera membahas soal pembelian aset Ahmadiyah dengan tim 9 yang dibentuk Pemda. Kepada Jemaah Ahmadiyah, sementara ini dilarangnya beraktivitas berarti demi keamanan mereka, apalagi kembali ke pemukiman di Desa Gegerung. </p>
<p>‘’Demi menjaga keamanan dan ketertiban, kami minta Jemaah Ahmadiyah tidak kembali ke kampungnya,’’ kata Wiswantanu. Apalagi reaksi penolakan dari warga setempat masih kuat. Namun di sisi lain, dirinya tidak bisa melarang warga Ahmadiyah untuk mengais rezeki di lahan milik mereka di Gegerung. “Silahkan, kalau sekadar menggarap sawah atau kebun disana. Tapi kami minta untuk tetap menjaga situasi tetap kondusif,’’ harapnya. (ris)</p>
<p>SUMBER : <a href="http://SUARANTB.COM">SUARANTB.COM</a></p>
<br />Filed under: <a href='http://jarikmataram.wordpress.com/category/agama/'>Agama</a>, <a href='http://jarikmataram.wordpress.com/category/ahmadiyah/'>Ahmadiyah</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jarikmataram.wordpress.com/760/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jarikmataram.wordpress.com/760/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jarikmataram.wordpress.com/760/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jarikmataram.wordpress.com/760/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jarikmataram.wordpress.com/760/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jarikmataram.wordpress.com/760/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jarikmataram.wordpress.com/760/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jarikmataram.wordpress.com/760/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jarikmataram.wordpress.com/760/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jarikmataram.wordpress.com/760/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jarikmataram.wordpress.com/760/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jarikmataram.wordpress.com/760/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jarikmataram.wordpress.com/760/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jarikmataram.wordpress.com/760/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jarikmataram.wordpress.com&amp;blog=1054426&amp;post=760&amp;subd=jarikmataram&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jarikmataram.wordpress.com/2010/12/02/760/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3769e77ae53654a7952e0bfff7012f8d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">The Young Community</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jarikmataram.files.wordpress.com/2010/12/peristiwa-pemukiman-ahmadiyah-19.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">peristiwa-pemukiman-ahmadiyah-19</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
