Tuhan Juga Manusia


zakatimg.jpg
Tuhan yang manusia itu hanya ada dalam manusia-manusia yang berakal dan cerdas-pandai dan satu hal lagi harus punya hati nurani. Kata hati nurani sesungguhnya adalah kata Tuhan yang harus diikuti. Sekarang tinggal kita cari mana hati nurani yang betul-betul inspirasi ketuhanan kita dan mana hati nurani yang sebetulnya adalah refleksi dari nafsu dan kemanusiaan kita.

Oleh: Jhellie Maestro*

MASIH lekat di ingatan saya, ketika pagi itu Drs. Gazali, M.Ag, dosen mata kuliah tasawuf saya yang cukup liberal di kampus memberikan kuliah cukup menarik. Kata beliau, pada saat awal penciptaan manusia, Allah YMT (Yang Maha Tahu) memberi injeksi dua unsur pada jasad manusia. Pertama unsur kemanusiaan yang mengarahkan manusia untuk serta-merta ingin selalu berbuat berdasarkan nafsu dan akal “berorientasi kejelekan” serta yang kedua adalah unsur ketuhanan yang mengarahkan manusia pada perbuatan yang didasarkan pada kehendak nurani yang “berorientasi pada kebaikan”.

Dua unsur ini, Ketuhanan dan Kemanusiaan, melekat dalam diri yang kemudian terefleksikan dalam tingkah-polah kehidupan yang dilakoni oleh manusia di dunia. Ke-Tuhan-an mewakili pola tingkah yang benar dan ke-Manusia-an menjadi wakil dari tingkah polah yang tidak baik. Nah, dalam ilmu tasawuf, dua unsur ini diketahui bertarung untuk masing-masing membawa manusia menuju baik atau buruk. Sehingga upaya keduanya akan terus bekerja selama manusia itu menghirup udara hidup. Dan akhir dari segalanya nanti adalah ketika manusia dihadapkan pada nyatanya hari perhitungan (hisab), disitu akan ditakar, mana diantara keduanya yang memiliki daya keja optimal. Jika kebaikan yang dominan, maka syurga hadiahnya tapi jika sealiknya maka jelas neraka imbalannya.

Para ahli taswauf (sufi) melakukan ritual-ritual seperti dzikir dan tasbih adalah tidak lain sebagai upaya untuk memenangkan unsur ketuhanan dalam dirinya. Ia tidak akan berhenti menjalani ritual-ritual kesalehan itu manakala unsur kemanusiaan masih hinggap walau sedikit. Proses yang berjalan baik, diyakini, akan mampu membawa mereka menuju penyatuan diri dengan tuhan, atau istilah tasawuf Wahdatul Wujud. Sebuah proses puncak ketika dua unsur –Ketuhanan dan kemanusiaan- menyatu dalam satu jasad bernama manusia. Inilah sebetulnya yang pernah dicapai oleh Syech Siti Jenar dan Al-Hallaj.

Lalu apakah proses wahdlatul wujud seperti itu hanya bisa dicapai melalui tasawuf? Padahal tasawuf itu sendiri hanya dapat ditemukan dalam ensiklopedi satu agama bernama “islam”?. Tidak mungkinkah orang diluar islam mencapai wahdatul wujud pula? dengan tentu saja melalui jalan yang lain semisal pergi ke bulan atau dengan tekhnologi canggih yang lain?

Tuhan sesungguhnya bukan barang yang bisa di monopoli oleh sekelompok ummat atau agama tertentu. Ia adalah sebuah inspirasi personal yang semua jasad memilikinya dan berhak memanfaatkannya untuk mengispirasikan tingkah-polah kebaikan. Ia bukan milik sufi atau para pendeta. Ia ada dalam diri kita semua. Bahkan jika mau kutebak “tuhan juga adalah manusia”, tapi tentu saja tidak semua manusia adalah tuhan.

Tuhan yang manusia itu hanya ada dalam manusia-manusia yang berakal dan cerdas-pandai dan satu hal lagi harus punya hati nurani. Kata hati nurani sesungguhnya adalah kata Tuhan yang harus diikuti. Sekarang tinggal kita cari mana hati nurani yang betul-betul inspirasi ketuhanan kita dan mana hati nurani yang sebetulnya adalah refleksi dari nafsu dan kemanusiaan kita. Kita sama-sama mencari tuhan. Tapi ingat! Jika anda sudah menemukan diri-Nya, jangan anda ceritakan pada orang lain, karena yakin saya Tuhan tidak akan senang di ceritakan pada orang lain seperti Musa di Gunung Tursina. Selamat mencari!. []

* Aktifis Islamic Institute dan Jaringan Islam Kampus (JARIK) Mataram

Iklan

4 Komentar

Filed under Opini

4 responses to “Tuhan Juga Manusia

  1. EFUL

    teriring salam kebijaksanaan dari langit

    aku hanya ingin tahu siapa tuhan itu yang kau persepsikan itu?
    adakah dia itu atau hanya ada dalam imajinasimu saja?
    tuhan kamu dan tuhanku sangatlah berbeda,
    janganlah kau pikirkan tentang tuhan itu karena tuhan tidak memikirkan siapa dirimu selama kamu tidak memikirkannya, jadi tuhan itu siapa, apa dia juga makhluk sama denganmu atau dia itu sesungguhnya tidak ada.
    pada dasarnya tassawuf itu tidak menyelesaikan tentang tekateki wujud tuhan karena hanya berupa persepsi saja, karena manusia memiliki batas kemampuan.
    maka dari itu banyak orang yang menyatakan telah menemukan tuhan didalam dirinya termasuk Alhallaj dengan jargonnya yang berbunyi “ana al haqq” sesungguhnya itu hanya kebohongan karena apa yang dipersepsikan oleh alhallaj hanya dirasakan olehnya saja bukan olehku, kamu bahkan kita’

    “aku adalah salah seorang yang banyak memikirkan tentang TUHAN dan AGAMA tapi menurutku tuhan dan agama hanyalah BEBAN saja”. itulah salah satu ucapan Pramudia Ananta Toer sebelum dia ter bebas dari belenggu kehidupan dan menuju pada hierarki yang sempurna.

    ini bukanlah sanggahan, argumen, atau kritik.
    apalah seorang eful yang hanya bisa diam dan termenung melihat phenomena yang terjadi selama ini, temen2 mataram salam perjuangan selalu dari balik dunia yang aku simbolkan dengan tai ini.
    irvan n jhelly; aku titip salam buat kawan2 qta yang ada di mataram

    • alien

      maaf sebelumnya,,,,
      sampean bisa saja merasakan seperti yang dirasakan Al-Hallaj,,, Anda tinggal mencari saja….
      karena Al-Hallaj sendiri sudah mencari dan sudah ketemu apa yang beliau cari….
      sedangkan sampean belum,,,,
      terimakasih….

  2. irvan

    halo epul pa kabar…..? mubazir berfikir tentang tuhan karena tuhan itu itu ada jika diyakini…. kalau tidak.. tuhan juga tidak ada…!!! udahlah lepas saja perhatian tentang tuhan. yang jelas tuhan adalah jebakan yang dibuat guru moral untuk menutup pemahaman baru yang mungkin ada dan dipikirkan oleh setiap orang.
    kita jadikan bandung kota manusia bukan kota tuhan atau tempat memikirkan tuhan… udahlah tuhan ada atau tidak besok stlah mati kita tahu.. oke.

    salam hormat dari kawan-kawan mataram

    • alien

      emang susah berbicara masalah Tuhan, karena sangat rumit, jadi yang mau mencari tahu tentang Tuhan yang monggo, yang tidak ya gak ngusik yang lagi mencari…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s