Amerika Dibalik Islam Fundamentalis


robert_dreyfuss_265x345.jpg
Dreyfuss dengan berani melancarkan kritik kepada pemerintah AS yang gegabah dan ceroboh dalam pertemanannya dengan Islam fundamentalis. Di mata Dreyfuss ada persamaan signifikan antara Islam fundamentalis dan radikalisme Gereja yaitu keduanya menganggap pendapat kelompoknya yang paling benar dan “yang lain” adalah murtad dan kafir

Terorisme adalah istilah Amerika untuk melegalkan perburuan pembasmian murid-murid mereka yang sudah berhasil menyerap ilmu perang ketika terjadi perang dingin US – Uni Sovyet. Amerika jelas mempunyai data siapa murid-murid mereka itu, sehingga dalam perburuan (yang juga diproyekkan, Polisi Indonesia pun kecipratan) selalu nama-nama alias ketika para murid sedang belajar di Afghanistan dan Pakistan.

Indikasi bahwa data-data Kepolisian Indonesia merupakan pesanan dari Amerika dan Australia jelas merupakan data tahun 80-an yang Polisi pun kesulitan mengidentifikasi nama Abu Dujana alias dari Yusron Mahmud alias Ainul Bahri. Justru Australia lebih dulu tahu.

Jangan terjebak dengan istilah terorisme karena merupakan komoditas politik dan proyek besar Amerika menghabisi murid-muridnya.Tujuannya memutus mata rantai estafet pemberian ilmu kepada banyak orang. Amerika khawatir dalam peperangan akan mati (kalah). Padahal kunci umat Islam dalam peperangan adalah mencari mati (syahid). Buku bagus yang membahas tentang hal di atas bisa anda baca ulasannya:

Ulasan Buku:
book-home.jpg

Judul : Devil’s Game, Orchestra Iblis
Penulis : Robert Dreyluss
Penerjemah : Asyhabudin dan Team SR-Ins Publishing
Penerbit : SR-Ins Publishing, Yogyakarta
Cetakan : Pertama, Maret 2007
Tebal : viii + 486 halaman

Buku karya Dreyfuss ini aslinya berjudul Devil’s Game How the United States helped unleash Fundamentalist Islam. Buku ini merupakan konklusi dari pengembaraan Robert Dreyfuss di gurun sahara politik Timur Tengah. Investigasi Dreyfuss ini melibatkan para pejabat Departemen Luar negeri AS, para mantan pejabat intelijen, para diplomat, militer dan para expert Timur Tengah. Buku edisi Inggris setebal 390 halaman ini membeberkan data keterlibatan AS dalam proyek penumbuhsuburan Religious Extremist. Edisi Indonesia setebal 500-an halaman.

Data-data yang ditampilkan oleh Dreyfuss memang sesuatu yang sangat fresh, genuine dan spektakuler. Dreyfuss dengan berani melancarkan kritik kepada pemerintah AS yang gegabah dan ceroboh dalam pertemanannya dengan Islam fundamentalis. Di mata Dreyfuss ada persamaan signifikan antara Islam fundamentalis dan radikalisme Gereja yaitu keduanya menganggap pendapat kelompoknya yang paling benar dan “yang lain” adalah murtad dan kafir.

“Sayang, Dreyfuss tidak mengungkapkan perkembangan di Indonesia meski dalam bukunya ia menyebut Indonesia beberapa kali. Dalam beberapa kali kontak saya dengan Dreyfuss, dia minta maaf karena cerita perselingkuhan AS-Islam Fundamentalis yang locus-nya di Indonesia tidak sempat terekam dalam buku Devil’s-nya,” tegas Maftuh yang pernah menerbitkan buku Negara Tuhan yang juga mengungkap masalah serupa.

Dengan membaca buku Dreyfuss ini pembaca akan mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif terhadap latar belakang dan dinamika perpolitikan Timur Tengah saat ini. (Jawa Pos)

Buku setebal 390 halaman ini hadir di Indonesia untuk menyingkap tabir gelap tersebut sekaligus membeberkan data keterlibatan AS dalam proyek ’penumbuhsuburan’ religius ekstrimis.

Robert Dreyfuss dalam buku itu juga menyatakan ada persamaan signifikan antara Islam fundamentalis dan radikalisme gereja, yakni keduanya menganggap pendapat kelompoknya yang paling benar. Membaca buku ini, pembaca akan mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif tentang latar belakang dan dinamika perpolitikan khususnya di Timur Tengah saat ini.

Penyingkapan tabir perselingkuhan AS dan religius ekstrimis atau Islam Fundamentalis itu, diharapkan akan semakin dipahami apa yang telah terjadi sesungguhnya sehingga dapat diwujudkan nilai humanisme dan penebaran kedamaian di kalangan komunitas bumi. Nahdatul Ulama

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Opini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s