Gusdur; Tangkap itu ketua MUI!


gus.jpg
Jakarta, gusdur.net
Mantan Presiden KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) geram dengan sikap pemerintah yang tidak bertindak tegas terhadap kelompok berlabel Islam yang merusak gedung dan harta orang lain. Selama empat bulan terakhir, kelompok ini menyerang dan merusak gedung milik aliran Ahmadiyah dan Wahidiyah di Tasikmalaya.

“Ia (Presiden SBY, red.) tidak mampu mengendalikan keadaan. Yakni, ketidakmampuan untuk mengawasi dan mengambil tindakan yang tepat seperti terjadi di Kabupaten dan Kotamadya Tasikmalaya sehingga terjadi tindakan main hakim sendiri oleh beberapa elemen masyarakat,” kata Gus Dur saat jumpa pers yang digelar di Gedung PBNU Jakarta, Selasa (18/9/2007).

Oleh sebab itu Gus Dur meminta polisi menindak para tokoh yang menggerakkan aksi-aksi penyerangan tersebut, antara lain Ajengan Asep dari Manonjaya. “Karena dia tidak bisa mengendalikan anak buahnya.”

Selain itu, juga Ketua Komisi Fatwa MUI Kabupaten Tasikmalaya KH Saefudin Juhri dan Ketua MUI Tasikmalaya H. Dudung Akasah. “Saya minta dilakukan penangkapan atas dua orang tersebut,” ujar Gus Dur.

Alasannya, beberapa aksi penyerangan oleh kelompok berlabel Islam terhadap aliran-aliran Islam di Tasikmalaya dipicu oleh Fatwa MUI Tasikmalaya yang menyebutkan bahwa aliran-aliran seperti Ahmadiyah dan Wahidiyah adalah sesat, dan menyesatkan.

Sebab itu, pemerintah diminta bertindak tegas terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat pada penyerangan tersebut. “Kalau salah ya salah, kita harus berani,” tegas Ketua Dewan Syura DPP PKB ini.

Sebelumnya, Seratusan anggota Front Pembela Islam (FPI) mendatangi salah satu rumah yang dianggap sebagai pusat pertemuan kelompok Wahidiyah di Kampung Keretek, Mangkubumi, Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (11/9) sekitar pukul 15.00 WIB. Kepada warga setempat, FPI menyatakan akan membersihkan daerah itu karena Wahidiyah dinilah telah merusak kesucian Islam.

Di rumah tersebut, FPI tidak menemukan anggota Wahidiyah. Anggota FPI kemudian mencabut spanduk berlambang Wahidiyah dan membakarnya. Aksi pembakaran ini didiamkan oleh polisi yang berjaga di rumah itu. Usai aksi pembakaran, anggota FPI melempari rumah itu dengan batu serta telur busuk.

Tidak ada korban jiwa dalam aksi amuk massa tersebut, namun kerugian materi yang dialami oleh korban, puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Pada pertengahan Juni lalu, ratusan massa yang terdiri dari santri pelbagai pondok pesantren di Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat, Front Pembela Islam (FPI) Leuwisari, serta FPI Kab. Ciamis yang tergabung dalam Forum Penyelamat Ummat Islam (FPUI), menyerbu kantor Ahmadiyah, Singaparna, Kab. Tasikmalaya.

Massa yang dipimpin oleh H. Dudung Akasah, itu sempat mencopot plang nama tempat ibadah Ahmadiyah dan dua lampu besar di gedung itu rusak dilempar batu. Tak hanya itu, massa juga berusaha masuk ke gedung Ahmadiyah, namun puluhan polisi menghadang.

SUMBER : GUSDUR.NET

Iklan

56 Komentar

Filed under Opini

56 responses to “Gusdur; Tangkap itu ketua MUI!

  1. agung

    Assalamulaikum wR Wb
    Alhamdulillah segala puji bagi ALLoh SWT Tuhan penguasa semesta alam,dan semoga sholawat dan salam selalu tercurah kepada Rosululloh SAW.Dan semoga salam barokah dan nadroh selalu terlimpah kepada para kekasih2 ALLOH SWT khususnya kepada ghouts pada zaman ini.
    sesungguhnya ALLOH mengutus pada tiap umat di tiap masanya untuk memperbaiki agama umat pada zaman tersebut dan waktunya di tiap penhujung abad”kurang lebih begitulah arti sebuah hadist sahih yang aku baca kemarin.Sebagai seorang mahasiswa muslam saya kecewa sekali dengan apa yang dilakukan oleh FPI tasikmalaya yang diamini oleh MUI tasikmalaya.apalagi jika alasannya adalah adanya orang yang dipercaya oleh orang2wahidiyah sebagai seorang ghouts,dalam hadist yang saya utarakan diatas memang Rosululloh saw sudah menyebut dengan jelas dan gamblang kan klo emang pada tiap abadnya ada manusia yang diutus oleh ALLOH SWT untuk menuntun umat kembali kepada ALLOH dan mengikuti sunah Rosulnya.Kita bisa mengingat ada imam al Ghozali yang mampu menulis kembali rahasia2batiniyah dalam ihya’,syeikh Abdul qodir jaealani dengan tarikat qodiriyahnya yang menuntut umat kembali lagi kejalan rosululloh dizamannya masing bahkan masih banyak kita temui para pengikutnya sampai saat ini.saya rasa seharusnya sebagai masyarakat modern terpelajar kita harusnya lihat apakah ajaran itu benar2menyimpang dari ajaran islam klo perlu kita selain kita pelajari juga kita tanyakan kepada pengikut yang bersangkutan apa dasarnya dia berbuat/memiliki kepercayaan demikian,tanyakan pada ahlinya bukan pada orang yang hanya “ikut2an” aja.klo yang dilakukan oleh FPI seperti itu saya juga bisa mengklam bahwa FPI itu ajaran sesat karena suka merusak fasilitas umum dan juga karena tidak patuh kepada pemerintah,buktinya ya alasan diatas tadi serta g pernah pake’ helm klo pawai dijalan raya,kan itu melanggar UU lalulintas.

  2. salam kenal mas agung!

    Terimakasih pertama-tama atas kunjungannya ke blog kami ini….
    Komentar anda bagus sekali, saya ingin menambahkan…bahwa organisasi-organsiasi yang cenderung bertindak anarkis (tidak hanya FPI) bagi saya jug di pengaruhi oleh ideologi transnasional itu (baca: hasyim muzadi)…
    Ideologi2 itu ternyata telah merambah jauh ke kerak terdasar dari masyarakat kita….saya kira juga karena penegakan hukum yang tak tegak-tegak…
    karena jika mau konsisten…FPI dari dulu di tangkap polri dan habib Rizik di masukin penjara..kenapa itu tidak terjadi…?
    Asumsi saya, kongkalikong anatara aparat dan FPI (Dkk) jelas sangat nyata di beberapa kasus, termasuk di ambon, poso, dan solo baru-baru ini…terimakasih

    jhellie

  3. DEFINISIKAN SUCI

    anggota FPI itu bagaikan Anjing penjaga yang tidak punya mata dan hati..semua perintah majikannya selalu dilakukan dan dituruti tanpa pernah menyadari apakah tindakannya itu benar??yang ada cuma emosi aja.. sungguh kasihan kepada kalian semua yang telah jadi anggota FPI, kalian cuma hasil doktrinan pemimpin2mu. aq yakin semua pengikut2 FPI gak bgitu ngerti n paham tentang islam dan ajarannya itu sendiri. seandainya mereka(anggota FPI) bener2 ngerti dan paham tentang ajaran islam itu sndiri psti mereka tidak akan berbuat sebrutal itu..seanarkis itu…
    menurut saya semua tindakan2 FPI itu malah mnimbulkan citra yang buruk bagi islam itu sendiri.. kesucian islam akan ternodai dengan sikap dan tindakan2 anggota FPI…
    dan parahnya lagi,knapa sich kok masih ada aja oknum yang jadi beking FPI.. lha sudah terang-terangan tindakan itu melanggar hukum knp ga dibubarkan aja Organisasi FPI trsebut?????????????

    dan untuk para MUI tasikmalaya jangan asal buat keputusan seenaknya sendiri…
    anda itu adalah Majelis Ulama Indonesia,seharusnya klo anda mau mengambil keputusan ya harus berdasarkan persetujuan MUI pusat,jangan asal buat pernyataan aja tanpa ada koordinasi ke pusat dulu, ne menandakan klo MUI daerah tasikmalaya sangat tidak berguna n tdk bermanfaat ,bisanya cuma mengadu domba umat islam aja.
    kalian itu sebenarnya jg panutan rakyat..tapi ya jangan seenaknya kayak gto.kalo emang ada hal-hal yang jadi kejanggalan ya di pelajari dengan cermat dulu jgn asal mengeluarkan pendapat gto!!

  4. FPI hanya bagian dari konpirasi global…..
    terimakasih atas kawan2

  5. assalamualaikum wr wb. Sebelumnya mari kita senantiasa mengadakan puja puji tasyakur kehadirat Allah SWt atas segala rahmat dan nikmat yang diberikan. shalawat salam yang seindah indahnya dan yang setepat tepatnya semoga senantiasa tercurah keharibaan beliau Rasulullah SAW.salam ikroman tadhiman wamahabbatan semoga kunjukkepangkuan beliau ghoutsu hadzazzman RA. saya mengecam langkah yang dilakukan MUI tasikmalaya tersebut karena pengeluaran fatwa tidak dilandasi dengan pemahaman yang matang terlebih dahulu terhadap ajaran wahidiyah sehingga itulah hasilnya, mereka hanya membuat keresahan di masyarakat dengan fatwanya. langkah itu menunjukkan bahwa MUi bukanlah seperti yang kita pikirkan sebagai sebuah lembaga yang mengayomi dan memberikan tuntunan pada masyarakat tentang hakikat hidup sebenarnya, dan selalu hati hati dalam mengambil keputusan.melainkan menunjukkan bahwa mereka lebih mengutamakan sebuah kepentingan sekelompok golongan dalam tubuh MUI itu sendiri. matang dulu lah dalam mempelajari, baru kemudian mengeluarkan fatwa.saya yakin jika mereka matang dalam mempelajari, tidak akan terjadi seperti ini. yang jelas mereka telah membuat keresahan ditengah masyarakat.segera cabut fatwa tak beralasan itu daripada terus menerus jadi sumber keresahan masyarakat

  6. ip3nk

    salamun manitaba’a HUDA
    APa yang bisa kalian lakukan kalau tidaka ada FPI dan MUI????
    hanya berkhotbah dan berdoa saja!!! sedangkan para koruptor, kejaksaaan, polisi berkoalisi tuk membodohi kalian, kalaupun kalian pintar itupun hanya untuk diri kalian sendiri…….. TOLERAN ITU BOLEH TAPI TIDAK DALAM PRINSIPIL
    saudaraku.. kekerasan itu terkadang perlu utuk membangunkan kalian yang tidur.. walau terkadang kasar, toh kalau tidak ada kejadian itu ada kalian atau ada yang sedang terjadi sedangkan kalian hanya patung yang cuma bisa komentar tanpa reaksi.. atau kalian tidak pernah tau SEJARAH kalo UMAR alKhattab pernah memberagus para orang munafik yang menolak zakat.. bagai mana yang lain… jangan2 konsfirasi global itu telah memakan dari kita yang terlalu nyeyak dengan gaya2 kebebasan yang kebablasan

  7. Salam kenal Mas ip3nk!
    Membaca komentar “kegelisahan” saudara ini, saya langsung teringat kegelisahan yang sama diungkapkan Amrozi, Ali Imron dan Mukhlas ketika di wawancarai satsiun Lativi baru lalu. Alasan mereka melakukan mengeboman di Bali dan beberapa bom lain seperti di malam natal dan di JW. Mariot adalah
    karena mereka putus harapan pada polisi yang tak kunjung menindak
    kejahatan dan perilaku maksiat di negeri ini. Habib Riziq dan
    kelompoknya FPI melakukan kekerasan di berbagai tempat juga
    mengabsahkan diri dengan alasan yang sama. Lalu apa yang bermasalah?

    Pertama-tama saya menyatakan sepakat dengan anda di point bahwa
    polisi, kejaksaan, kehakiman dan aparat pemerintah yang lain belum
    benar-benar menegakkan supremasi hukum di negeri ini. Mereka masih
    membiarkan korupsi, kolusi, nepotisme, mafia peradilan dan lain-lain.
    Ini adalah keresahan kita semua. Namun saya bertanya dengan FPI, MUI,
    MMI dan lainnya, sudahkah mereka meresahkan hal ini? Mengapa diskotik,
    bar, cafe, hotel dan semacamnya yang mereka rusak dan sweping? Mengapa
    tak mensweping koruptor, pembalak hutan, hakim-hakim culas, pejabat
    yang korup dan semacamnya saja?

    Lalu apakah karena mereka dongkol pada aparat yang tak bekerja
    maksimal itu, lalu mereka berhak melakukan kejahatan lain berupa
    pengerusakan dls. ? Saya kira anda faham tindakan itu salah alamat.

    Dan harus anda memantapkan lagi nasionalisme anda bahwa negara kita
    negara hukum bukan negara agama. Segala sesuatu telah diatur dalam
    hukum. Maka ketika kita bertindak, adalah sangat beralasan untuk
    selalu menghormati hukum. Itu artinya menghormati negara, menghormati
    negara berarti menghormati kepentingan umum. Menghormati kepentingan
    umum adalah menghormati kepentingan bangsa dan rakyat secara
    keseluruhan tanpa membedakan agama, etnis ras dan sebagainya.

    Anda kemudian mengatakan “kekerasan itu terkadang perlu utuk
    membangunkan kalian yang tidur”. Tuduhan Ini juga anda alamatkan
    dengan SANGAT TIDAK TEPAT. Sama seperti anda, kami juga jelek-jelek
    begini tau dan faham persoalan bangsa ini. Cuman kenapa Kami tidak
    melakukan kekerasan seperti FPI, MMI dan lain sebagainya? Karena kami
    berfikir sebelum bertindak. Nah MUI, FPI dan kelompok-kelompok itu
    tidak berfikir. Mestinya difikirkan apa akibatnya bagi bangsa dan
    negara jika saya berbuat kerusakan? Sejauhmana Maslahah dan
    Mafsadatnya bagi orang banyak?. Disini saya heran, mereka pakai jubah,
    surban, kopyah, mengaku mengerti agama, tapi kok melakukan kerusakan
    di muka bumi?

    Perihal sejarah Umar Ibn Khattab memerangi orang-orang yang tidak
    membayar zakat saya anjurkan anda membaca sejarah nabawiyah lebih
    complette lagi. Karena setahu saya, Abu Bakar dan Umar memerangi
    orang-orang yang tidak berzakat itu karena saat itu konteks Zakat
    adalah Pajak. Mereka tidak membayar pajak. Apakah pengusha cafe,
    restoran, hotel, diskotik dan lainnya tidak membayar pajak pada
    negara? Jelas tidak kan? Maka dimana nyambungnya keinginan anda
    mengambil semangat umar dalam memerangi orang-2 yang tidak membayar
    pajak itu dengan FPI yang merusak dengan jelas-jelas kriminil?

    Oke, hanya Allah yang akan menyelesaikan perselisihan kita!!

    Salam

    Jhellie Maestro

  8. ip3nk

    wa’alaikum salam
    tolong ya esensi yang anda tanggapi tidak ada
    kaitan dengan tema yg diperbincangkan.. secara tema yang
    diangkat adalah “Gusdur; Tangkap itu ketua MUI!” jelas
    banget itu adalah masalh kekisruhan interen Pemikiran
    islam yang didasarkan dengan aqidah makanya ditarik contok
    kasus Abu bakar, sekarang kl pun anda membahas eksistensi
    kelompok muslim yg mecoba lebih keras dalam amar ma’ruf
    itu karena HUKUM yang adatidak pernah bs memberi
    kontribusi maksimal karena motor pengeraknya sudah lumpuh
    dibawah aturan kolusi aparat..
    oke skrang kalo permasalahan yg dilakukan oleh amrozi CS
    itu tidak bisa disamakan dengan yang dilakukan FPI CS
    konteksnya berbeda mas… (amrozi cs lebih karena hegemoni
    dan arogansi barat diatas penderitaan muslim didunia itu
    pun masih ada faktor permainan kepentingna politik)
    sedangkan (FPI Cs murni karena adanya kesadaran masyarakat
    yang lama menanti adanya gerakan hukum positif yang lebih
    berpihak kepada masyarakat dan aqidah umat tapi apa mo di
    kata penantian itu tak kunjung ada… mulai dari anda
    belum lahir hingga sampe awal 1999)kalo anda menekankan
    hukum, sekarang bila ditanya kemana hukum ketika kasus
    AMBON (pembantaian Muslim ketika idul fitri), Poso
    (pembantaian Penduduk dipesantren Darussalam) Lampung,
    Tanjung Priok, DLL Please dong ah… jgn terlalu
    mengagungkan hukum berlebihan kalo fakta berbicara lain…
    toh aparat pun menjadi bagian dari kerusakan yg terjadi..
    (saya bukan tidak mendukung hukum positif cuman
    permasalahnnya siapa pengendali hukum sekarng???) saya
    sependapat dengan anda bahwa (tindakan mereka yang dongkol
    pada aparat yang tak bekerja
    maksimal itu, lalu mereka berhak melakukan kejahatan lain
    berupa
    pengerusakan dls. ? Saya kira anda faham tindakan itu
    salah alamat.) trus bila ditanya apa yang akan anda
    lakukan???? berdiam diri atau bergerak mencoba bangkit
    kasusnya kalo dianggap usaha kesadaran mereka itu dianggap
    merusak dan mjd mafsadah karena mereka tidak tahan karena
    ulah arogansi munkarat.. kalo ternyata aparat kepolisian
    merasa dilangkahi itu karena sifat ke”akuan’ meraka yng
    bicara hingga medepankan status mereka sebagai petugas yg
    berwenang padahal kalo mereka yg bertidak hasilnya jg akan
    jln ditmpt.
    sejujurnya yg saya tekankan kredibelitar dan
    intrgritas aparat yng perlu diperbaiki bukan nama
    institusinya jd makanya saya katakan siapa yang memegang
    hukum sekarang?? masih banyak PR mas jgn hanya karena
    sekelompok muslim yang bergerak kemudian cakupan masalh
    hanya sampe disitu, masih ada ratusan masalah yang jg
    menjadi PR HUKUM INDONESIA yang tersebar di seentero tanah
    indonesia (mulai urusan imigrasi yang banyak bocor,
    pertanahan, energi,hak masyarakat, pendidikan dlll…)
    saya berharap sih hukum indonesia bisa bicara banyak
    tapi ga tau kalo masih suka kompromi.. gak salah dong
    negara lain gak naruh hormat sama negara hukum ini

    indonesia memang negara hukum bukan negara agama tapi
    banyak pelangi diindonesia yang diwarnai oleh agama
    terbesar dinegara ini.. sedihnya banyak orang alergi
    dengan kontribusi agam disini
    sekali lagi Saya secara pribadi tidak menginginkan adanya
    kekerasan dlm pemecahan masalah di negeri ini tetapi
    sangat menghormati orang2 yang berani beraktualisasi dalam
    amar ma’ruf dan bukan hanya berlipstik teori apalagi
    mencaci orang2 sambil ongkang2 kaki karena takut mati
    seandainya anda hanya sekedar bisa mencegah nahyi mungkar
    dengan qolbu jangan mengecam orang2 yang mengunakan
    yaddnya. karena posisi dalam hati hanya untuk orang yang
    adaful iman

    wassalam
    Di foward dari email jhelliemaestro@gmail.com

  9. only a simple human being

    untuk saudara Agung, Wahid dan Jhellie segeralah bertaubat atas statement anda tadi sebelum ada yang bertindak supaya anda menyesal dan tidak bisa memberikan statement provokatif seperti itu lagi untuk selamanya

  10. KANG_GOZIEM

    Hallo para jabrigg…. Mari kita tolak segala bentuk kekerasan atas nama kemanusiaaan. Nt sama saja… bedanya nt lebih pintar menggunakan berbagai media dan pintar memunculkan even atau saat yang pas untuk menuduh suatu organisasi berbuat anarkis…Nt pandai memunculkan opini seolah-olah ada kerjasama dengan fihak aparat, padahal buktinya tidak ada….Inget Gus Dur juga punya kolega dan aparat yang berupa massa dll yang abangan yang senantiasa dapat digunakan atau dimanfaatin bila dia dalam keadaan terpojok….dengan dalih yang macam-macam.Nt terlalu

  11. kalong_bodas

    Hallooo pak Gusdur jangan emosi….kaum nt juga jaman dulu suka merusakkkk….

  12. kalong_bodas

    Hallooo pak Gusdur jangan emosi….kaum nt juga jaman dulu suka merusakkkk….merusak kaum kafir atas nama kemerdekaaann….

  13. samurai

    assalam.emang dipikir pikir anak muda zaman sekarang pada bahokk semua,cara pemikirannya cenderung saite dan individualis dari pada beraninya keroyokan main hakim sendiri,lebih baik satu lawan satu gak usah banyak komentar.paling klo dah terbujur kaku bisa apa tuh manusia sok pinter,wallohu aglam,islam kok maunya diadu domba.yahudi ya tepuk tangan.hahahaha

  14. Dinar

    untuk A simple human being saya rasa anda harus bisa berkaca apakah anda sudah merasa benar dengan pandangan sempit anda hingga menyuruh orang lain yang anti FPI bertobat?!..FPI bukan tuhan yang bisa seenaknya menghakimi orang lain walaupun orang itu memang terbukti salah..yang jelas saya tidak merasa terwakili dengan FPI..

  15. gimana kabarnya pak Gusdur??? gitu aja kok repot, saya masih bersyukur kepada Allah ketika melihat ke bawah,

  16. KILLER

    Tidak selamanya tindakan keras dan tegas tu salah dan tidak selamanya tindakan lembut2 baek…orang2 maksiat kalo susah dikasi tau secara baek2 dan lembut truss diapain???…tidak ada asap kalo tidak ada api…untuk FPI jangan mudah terprovokasi untuk pro gusur…kelaut ajee..

  17. Anonim

    Hi man,taukah km ttg apa2 yg terjadi di muka bumi,baik atau buruk,dosa atau pahala itu merupakan ketentuanya,kita sbg manusia tk punya daya dan upaya,inilah dunia yg di desain penuh tipu daya,kita ga usah heran atau kaget dg tumbuh bnyk kemaksiatan krn tipu daya syaitan sngt nyata apabila kita berlebihan,tebarkanlah hikmah,ingat !!! lain dulu lain sekarang,carilah guru yg bermoral.
    Maaf dg yudi,Oia aku buat artikel di atas ini utk org2 yg suka keras

  18. sulyadi

    Organisai/ajaran Wahidiyah sengaja dibentuk dan disebarluaskan pasti dengan tujuan tertntu, jika memang mereka (wahidiyah) nbenar2 ingin mengajak ummat islam kembali kepada Allah, tidak mungkin mreka mengiming-imingi orang awam jika mengamalkan Sholawat Wahidyah akan terkabul semua permintaan.. saya yakin para pemimpin ajaran wahidiyah ini ingin mencari popularitas..

  19. ini ko ribut2 tp gak menyertakan nama yg bisa di rujuk (alamat website atau apa, imel dsb) klau cuma naro nama apalagi anonym.. ya gak usah pake emosi atau marah2 gudge pihak lain dan mengakui pihak tertentu benar dsb… santai saja tokh mas.. 🙂

    @ admin : terimakasih utk artikelnya, memberikan perspektif bagus supaya kita sebagai umat sudah seharusnya segera bersatu.. jangan mudah di cerai berai hanya karena satu dan lain hal.. saya setuju sama komentar yg mengatakan, kita ribut.. yahudi tepuk tangan 😦

  20. Fjr

    Yaa sayyidii yaa rosuulalloh

  21. satu

    maaf,sy memang bukan ahli agama n sangat minim pengetahuan agama. menurut saya, sepertinya semua itu kembali kepada Al-Quran n Hadits. kebanyakan dasar2 agama yang bermunculan itu adalah sesuatu yang sangat dipaksakan n untk suatu kepentingan. memang niatnya baik tp mgkin caranya yang ga sesuai. memang segala seuatu itu harus qt kembalikan kepada Al-Quran n Hadits, tp tidak semena2 dijadikan dasar untuk menjadikan sesuatu itu benar yg ternyata sesuatu itu menyimpang. kebanyakan org2 yg ikut suatu kelompok tidak mengetahui sejarah n dasar2nya,hanya ikut2an aja. misalnya wahidiyah, yg sy tau sblm pembuat sholawat meninggal(pendiri wahidiyah) menyebarkan selebaran yg isinya kurang lebih “barang siapa yang mengamalkan sholawat wahidiyah maka dijamin masuk surga, dan bila bila tidak masuk surga saya siap dihukum didunia dan akhirat” (maaf kl mgkin ada yang kurang). menurut saya orang tersebut berani mmberi jaminan masuk surga yg berarti kedudukannya menjamin seseorang masuk surga melebihi Allah.dan hal sholawat wahidiyah tdk prnah ada tuntunan dari nabi Muhammad. kedua tentang GHAUTSU HADZAZ ZAMAN yg katanya merupakan pemimpinnya para wali Allah zaman skrang. yg katanya GHAUTSU HADZAZ ZAMAN ini diangkat langsung oleh Allah. yg jd pertanyaan, bgmna mereka mengetahui kalo kyainya itu GHAUTSU HADZAZ ZAMAN ???!!! kep diagungkan??padahal dia hanya manusia??? dan yg menurut saya vatal lagi yaitu GHAUTSU HADZAZ ZAMAN ini di karuniai hak wewenang yang di sebut “JALLAAB” dan ”SALLAAB”.
    “Jallaab” = menarik mengangkat derajat dan iman seseorang.
    ”Sallaab”= mencabut/ melorot martabat iman seseorang.

    dan katanya perlu sekali mengadakan kontak hubungan dengan Ghoutsu Hadzaz Zaman rodliyallohu ‘anh. padahal yg punya hak mengangkat dan menurunkan derajat IMAN seseorang itu hnya ALLAH!!!
    ketiga tentang pemberian gelar “r.a”. seperti yg saya ketahui bhwa gelar tersebut hnya dimiliki oleh sahabat nabi yg hidup pada zaman nabi sebelum nabi meninggal dunia.
    dalam hal ini mari qt kembalikan pd Al-Qur’an dan Hadits. sabar dalam mencari kebenaran. dan jgn malu ato tdk mau bertanya kpd seseorang, ulama ato ustad yg berada di luar kelompok tertentu.

  22. satu

    oia, knp blg ya Yaa sayyidii yaa rosuulalloh????
    apakah itu ada dalilnya??(Al-Quran n Hadits)
    yg patut disebut sich hanya nama Allah

  23. JPW

    buat saudaraku sekalian,yg belum mengamalkan sholawat wahidiyah, jangan koment yg macem2 dulu. . ibarat belum merasakan permen,tapi udah bilang kalo permen itu rasanya gak enak..lha apa itu gak sesat-menyesatkan namanya?? salah satu misi wahidiyah adalah memperbaiki moral anak bangsa yg sudah amburadul ini,, daripada menentang wahidiyah,, lebih baik kalian perangin tu yg namanya seks bebas ,pergaulan bebas,pornografi,judi,korupsi,dan segala perbuatan munkar lainnya.. kayaknya itu lebih efisien,jangan buang2 tenaga untuk menentang kami.. teliti dulu ,baru komentar. Gak semua yg nampak itu jelas & benar,sebelum kau tau isinya!!! laa haula wa la quwwata illa billah.

  24. Hai saudaraku sejak dulu kita tidak pernah ada kericuhan .tapi mengapa sekarang mulai ada banyak aliran yang membuat kesatuan kita semakin retak.munkinkah ini salah satu cara orang yahudi menghancurkan islam.
    mari kita renungkan bersama dan jgnlah merasa diri ini selalu benar.egois itu akan membuat keadaan semakin terpuruk bukan membaik

  25. kami atas nama rakyat indonesia berharap MUI pusat agar segera mengeluarkan rekomendasi surat edaran keseluruh masjid di indonesia tentang daftar aliran-aliran sesat yang tdk blh diikuti oleh umat islam khususnya.karena bisa membuat perang saudara antar umat beragama.
    pemerintahpun harus berperan utama menanggapi dan menuntaskan masalah ini.itulah harapan kami semua.

  26. adry

    Yaa Sayyidi Yaa Rosululloh,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, “”

  27. MUI lagi..MUI lagi..
    mana ilmumu kini…
    jangan jadi ulama kalau masih menyesatkan orang lain
    ulama itu ngayomi..bukan malah provokasi.
    tolonglah…slalu instropeksi diri..
    Quran dan hadist jangan cuma buat dalil untuk egomu sendiri..

  28. tusiran

    Pada tahun 2005 MUI Tasikmalaya mengkaji buku Pengalaman Rohani milik Pengamal Sholawat Wahidiyah (YPW & Ponpes Kedunglo) dan MUI Tasikmalaya menyatakan ada kesesatan dalam Wahidiyah.

    Hal ini menimbulkan kekacauan dan diadakan berbagai pertemuan, bahkan Beliau Bp Gusdur dan MUI Pusat meneliti ke Kedunglo.

    Dalam pertemuan itu Hadir: pengurus pusat Wahidiyah Kyai Zainudin, Bp Ihwan, dan lainnya. Dari PKB, hadir Wakil Sekjen PKB Bp Abdul Muis, dan Ketua PKB Kota Tasikmalaya Bp Dindin Noerdin.
    Akhirnya Ketua MUI Kota Tasikmalaya Kyai Dudung Akasah tidak mengeluarkan fatwa bahwa Wahidiyah sesat, hampir saja lambenya kyai Dudung…ke sulut rokok……..gara2…gugup…..seng di sedot malah genine……wkwkwkwk

    Berikut komentar Mentri Agama RI (M. Maftuh Basyuni) dan Bp. KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur)

    1. Pengakuan Mentri Agama RI (M. Maftuh Basyuni) dan saat tim MUI datang ke Kedunglo yang mempermasalahkan buku Pengalaman Rohani:

    Pengakuan Mentri Agama RI (M. Maftuh Basyuni) dan saat tim MUI datang ke Kedunglo menyatakan: Sejauh yang ia pahami dan dapati amalan wahidiyah Pon.Pes Kedunglo yang di asuh KH. Abdul Latif Madjid RA, tidak ada yang menyimpang sampai saat ini, saya terus menerus mempelajari secara seksama buku-buku tentang wahidiyah. Dan menegaskan bahwa tuntunan/ajaran wahidiyah tidak menyimpang, “sampai saat ini, saya memandang tak ubahnya JAMA’AH THORIQOH QODIRIYAH dan NAKSYABANDIAH”

    Kyai Zainudin selaku pramu penyiaran mengatakan “Sebetulnya buku yang dipermasalahkanbeberapa waktu lalu oleh segelintir orang itu tidak di jadikan pijakan diacara Wahidiyah untuk pendekatan diri kepada Allah” lanjutnya kalau orang itu memahami LAA HAW LAA WALAA QUWWATAA ILLA BILLAH dan memahami LILLAH-BILLAH tidak akan mengkultusindividukan seseorang.

    Memang ada kesepakatan antara kami dengan MUI , jika dalam pengalaman ruhani ada yang di anggap menyimpang, maka MUI akan memberi keterangan secara tertulis. Lanjutnya sebetulnya itu kan sekedar pengalaman rohani yang bisa di alami siapa saja, lagi pula buku tersebut hanya diperuntukkan bagi kalangan sendiri, tidak ada di pasaran, kenapa dipersoalkan? Sementara banyak media yang memuat cerita-cerita Ghoib di jual bebas di masyarakat.

    Sedangkan buku kitab ” IHYA ULUMUDDIN” karya AL-Ghazali justru kental berisi Pengalaman Rohani Syekh Abu Yazid Al-Busthomi, Juga Kitab Tanbihun Ghofilin, as-Samarqhondi penuh pengalaman rohani, Kitab Mukasyafatul Qulub karangan Hujjatul Islam Al Imam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad Al Ghazali RA, Kitab Mukasyafatul Qulub karangan Hujjatul Islam Al Imam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad bin Muhammad Al Ghazali Ath Thurthusy.

    2. PETIKAN SAMBUTAN KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Mujahadah Kubro Gelombang Bapak-Bapak 3 Febuari 2008.
    Para Bapak, Ibu dan Saudara-saudaraPengamal Sholawat Wahidiyah. Saya menghaturkan.

    Syukur Alhamdulillah karena pada malam hari ini saya bisa sowan ke Kedunglo ini.
    Para hadirin-hadiradsekalian. Hari ini kita memperingati haul almarhum pendiri Pondok Pesantren Kedunglo. Almarhum tersebut hendaknya menjadi contoh bagi kita semua, agar kita bisa memiliki akhlak yang mulia. Sehingga kita bisa berjuang untuk agama kita dengan ikhlas. Ini juga dijelaskan Ghoutsu Hadddzazzaman, yang menurut saya, itu merupakan peringatan yang sangat baik bagi kita.

    Hadirin-hadiradkita dilahirkan kedunia ini mempunyai dua tugas utama. Pertama sebagai umat Islam. Sebagai seorang santri, kita harus mengagungkan Allah SWT, Kanjeng Nabi Muhammad SAW, Ghoutsu Hadddzazzaman RA, menurut saya hal inilah yang harus benar-benar di pahami dan di jalankan. Adapun jika ada yang mengganggap ini salah, itu salah, itukan hanya anggapan, mengapa mesti dipersulit? Biarkan sajalah! Bila ada yang menganggap bahwa saudara-saudaraPengamal Wahidiyah itu sesat, saya tidak terima.

    Maaf, dulu ketika saya masih kecil, saya juga pernah soan ke sini. Di ajak eyang saya alm Kyai Muhammad Bisri Syamsuri. Paman sa
    ya alm Kyai Muhammad Shohib Bisri ini juga mondok di sini. Adanya dakwaan sesat karena ketidak fahaman terhadap wahidiya

  29. kebanyakan komentar didisini kok katanya, katanya, dan katanya……

    • Paimin

      Yang enak memang gak pake katanya, menurut aku sbg orang awam yg gak ngerti ilmu agama, sebaiknya Mendemo diri sendiri aja daripada mendemo orang lain. Toh itu belum tentu dibenarkan oleh agama dan pemerintah kalo demonya anarkis, merusak dll Kalo tiap orang selalu ngoreksi diri masing2 aku yakin negara ini aman gak perlu ada pak polisi. Yg dikatakan aliran apa saja biarkan asal tidak mengganggu dan tdk merugikan kepentingan dan hak orang lain. Kalopun ada tg begitu ya kita nasehati kalo gak mau ya kita doakan saja. Aman kan?

  30. arman

    Katanya, katanya……
    Begitulah para kader wahidiyah sangat-sangat gencar mengembangkan ajarannya. Mereka mengajak siapa saja yang dikenalnya dengan iming-iming perbaikan kwalitas hidup yang cenderung duniawi. Gak ada yang salah ngajak orang untuk lebih baik, tapi masa iya dengan sebuah amalan sholawat?
    Kalau ngajak bersholawat ya bersholawat aja jangan mbujuki.
    Wah memang benar-benar salah kaprah.

    • kami tidak pernah mengiming ngimingi hal hal yang anda sebut diatas, kami tidak pernah memaksa orang lain untuk mengamalkan sholawat kami
      jadi sebelum anda berkomentar lebih baik anda instropeksi diri anda sendiri
      dan mungkin anda mengatakan hal diatas karna anda belum sepenuhnya paham atasan ajaran sholawat wahidiyah yaitu
      “BILLAH LILLAH, LIRROSUL BIRROSUL, LILGHOUTSU BILGHOUTSU”
      dan kami hanya mengajak manusia kembali ke jalan yang lurus kepada ALLAH SWT
      “FAFIRUILLAH” (kembalilah ke jalan allah)

  31. Di dunia pasti ada baik
    Dan jelek dan itu
    Sudah ada di
    Alqur’an.Yang pentìng kuu anfusakum wa’ahliikum naaron.nek iku wes sukses baru orang laen
    Di ajak? Gausah muluk2

  32. Anonim

    ORANG KOK PADA RIBUT….NAFSU AMARAH KOK PADA DI OBRAL TO…INGAT MAS MBAK BU BAPAK…SENG PENTING WONG URIP SENG RUKUN,SALING MENGHORMATI SATU DENGAN YANG LAINNYA
    BYE:ORANG BODOH

  33. Kalau dg agama lain kita bisa mengamalkan lakum dinukum waliyadin,kenapa dg saudara sendi ri tidak?bukankah sesama muslim saudara

  34. Pelajari dulu isi ajaran sebelum komentar ,,setau saya allah beserta malaikatpun bersolawat untuk nabi ,, jadi jelas intinya mengamalkan solawat itu baik , apa lagi solawat wahidiyah kebanyakan solawat nya.

  35. bagus nderek Beliau

    YAA ROBBANAA ALLOHUMMA SHOLLI SALLIMI * ‘ALAA MUHAMMADIN SYAFII’IL UMAMI
    WAL AALI WAJ’ALIL A N A A M A MUSRI’IIN *BIL WAAHIDIYYATI LIROBBIL ‘AALAMIN
    YAA ROBBANAGHFIR YASSIR IFTAH WAHDINAA * QORRIB, WA ALLIF BAINANAA YAA ROBBANAA

  36. Anonim

    yaarobbanallohumma sollisallimi ‘alaamuhammadin syafi’ilumami wal alii waj’alil anaamamusr’in bilwahidiyyati lirobbil’alamin yaarobbanaghfir ……sds

  37. choiri agus

    yang mananya yg d anggap sesat dari ajaran wahidiyah it,,,,

  38. gun

    Assalm…
    yen kroso yo rumongso o………wahidiyah itu tdak sesat…selama ini lum ada yg membuktikan letak kesesatanya,,,klo tdak tau tanya pada ahlinya,, jngan tanya yg bukan ahlinya,,,ingat tanya pda bukan ahlinya justru ..sesat,,,,,tnya msalah ilmu jahit ya pada tukang jahit, jngan ke tkang batu,,,ya?…tanya wahidiyah ke pengamal wahidIyah,,,jngan ke MUI,,MUI itu gak tau..sking gak taunya,,,dia bilang sesat…itu krena MUI bukan ahlinya,,,,,dia hnya tau syariat….dan gak paham HAKEKAT….makanya untuk mwakili keodohannya,,,dia bilang wahidiyah sesat…..Wassalam……

  39. Benarkah Wahidiyah sesat???? Kunjungi:: http://wahidiyah.org/

  40. Ajaran Wahidiyah
    AJARAN WAHIDIYAH adalah bimbingan praktis lahiriyah dan bathiniyah, berpedoman kepada Al-Qur’an dan Al-Hadits dalam melaksanakan tuntunan Rosululloh . Meliputi bidang iman, bidang islam dan bidang ihsan. Mencakup segi syari’ah, segi haqiqah dan segi akhlaq.

    Disamping mengamalkan Sholawat Wahidiyah ini, supaya melatih hati menerapkan Ajaran Wahidiyah yang rumusannya adalah “LILLAH BILLAH”, “LIRROSUL BIRROSUL” dan berusaha melaksanakan :”YUKTII KULLA DZII HAQQIN HAQQOH” dengan prinsip “TAQDIIMUL AHAM FAL AHAM TSUMMAL ANFA’ FAL ANFA’ “.

    LILLAH :
    Segala amal perbuatan apa saja, baik yang berhubungan langsung dengan Alloh dan Rosul-NYA, maupun yang berhubungan dengan masyarakat, dengan makhluq pada umumnya, baik yang bersifat wajib, yang sunah atau yang mubah (wenang), asal bukan perbuatan yang merugikan / bukan perbuatan yang tidak diridloi Alloh , melaksanakannya supaya disertai niat dan tujuan mengabdikan diri kepada Alloh Tuhan Yang Mahaesa dengan ikhlas tanpa pamrih ! (LILLAAHI TA’AALA) ”LAA ILAAHA ILLALLOOH” (Tiada Tuhan selain kepada Alloh ).

    (Tiada AKU menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-KU) (Q.S. Adz-Dzaa-riyat : 56).

    BILLAH:
    Menyadari dan merasa senantiasa kapanpun dan dimanapun berada, bahwa segala sesuatu termasuk gerak-gerik dirinya lahir bathin, adalah ALLOH TUHAN MAHA PENCIPTA yang menciptakan dan menitahkannya. Jangan sekali-kali merasa, lebih-lebih mengaku diri kita memiliki kekuatan dan kemampuan “LAA HAULA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAAH”

    (Tiada daya dan kekuatan melainkan atas kehendak Alloh (Billah).

    LIRROSUL:
    Disamping menerapkan Lillah seperti di atas, dalam segala tindakan dan perbuatan apa saja, asal bukan perbuatan yang tidak diridloi Alloh bukan perbuatan yang merugikan supaya juga disertai niat mengikuti jejak tuntunan Rosululloh .

    “YAA AYYUHAL-LADZIINA AAMANUU ATHII’ULLOHA WA-ATHII’URROSUULA WALAA TUBTHILUU A’MAALA-KUM”. (QS. Muhammad, 33)

    (Hai orang-orang yang beriman (BILLAH), taatlah kepada Alloh (LILLAH) dan taatlah kepada Rosul (LIRROSUL), dan janganlah merusak amal-amalmu).

    BIRROSUL:
    Disamping sadar Billah seperti di atas, supaya juga menyadari dan merasa bahwa segala sesuatu termasuk gerak gerik dirinya lahir bathin (yang diridloi Alloh ) adalah karena syafa’at dan jasa Rosululloh .

    “WAMAA ARSALNAAKA ILLAA ROHMATAL LIL ‘AALAMIIN”. (QS. Al-Anbiyaa, 107)

    (Dan tiadalah AKU mengutus Engkau (Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam)

    Penerapan LILLAH BILLAH dan LIRROSUL BIRROSUL seperti di atas adalah merupakan realisasi dalam praktek hati dari dua kalimat syahadat “ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLALLOOH WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR-ROSUULULLOH”.

    YUKTI KULLA DZII HAQQIN HAQQOH :
    Mengisi dan memenuhi segala bidang kewajiban, melaksanakan kewajiban tanpa menuntut hak. Baik kewajiban-kewajiban terhadap Alloh wa Rosuululihi maupun kewajiban-kewajiban yang berhubungan dengan masyarakat di segala bidang dan terhadap makhluq pada umumnya.

    TAQDIIMUL AHAM FAL AHAM TSUMMAL ANFA’ FAL ANFA’
    Di dalam melaksanakan kewajiban – kewajiban tersebut supaya mendahulukan yang lebih penting (AHAMMU). Jika sama-sama pentingnya, supaya dipilih yang lebih besar manfaatnya (ANFA’U). Hal-hal yang berhubungan kepada Alloh wa Rosuululihi terutama yang wajib, pada umumnya harus dipandang “AHAMMU” (lebih penting). Dan hal-hal yang manfaatnya dirasakan juga oleh orang lain atau umat dan masyarakat pada umumnya harus dipandang ANFA’U (lebih bermanfaat).

  41. Sholawat Wahidiyah
    Sholawat Wahidiyah adalah rangkaian doa-doa Sholawat Nabi seperti tertulis dalam Lembaran Sholawat Wahidiyah, termasuk kaifiyah (cara dan adab / tatakrama) dalam mengamalkannya. Mulai disiarkan dan diamalkan sejak tahun 1963.

    Muallif Sholawat Wahidiyah adalah al-Mukarrom Kyai Al-Haj Abdoel Madjid Ma’roef Pengasuh Pondok Pesantren Kedunglo, Desa Bandarlor, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Propinsi Jawa Timur.
    Sholawat Wahidiyah berfaedah menjernihkan hati, dan ma’rifat (sadar) kepada Alloh dan Rosul-NYA .
    Alhamdulillah, bifadlillahi warohmatih wabisyafaa’ati Rosuulillahi mereka yang mengamalkan Sholawat Wahidiyah sesuai dengan bimbingan yang benar dikaruniai hati lebih jernih, batin lebih tenang, jiwa lebih tentram, makin bertambah banyak sadar kepada Alloh (ma’rifat Billah) wa Rosuulihi , disamping diberi kemudahan dalam berbagai keperluan.
    Sholawat Wahidiyah tidak termasuk dalam kategori jamiyah Thoriqoh, tetapi berfungsi sebagai thoriqoh dalam arti “JALAN” menuju sadar kepada Alloh wa Rosuulihi .
    Mengamalkan Sholawat Wahidiyah tidak disertai syarat-syarat / ketentuan khusus yang mengikat, tetapi harus dengan adab (tatakrama): hudlur dan yakin kepada Alloh , mahabbah dan ta’dhim kepada Rosululloh .
    Sholawat Wahidiyah, seperti sholawat-sholawat yang lain, boleh diamalkan oleh siapa saja, tanpa syarat adanya sanad atau silsilah, karena sanad dari segala sholawat adalah Shohibus Sholawat itu sendiri, yakni Rosululloh .
    Sholawat Wahidiyah telah diijazahkan secara mutlak oleh Muallifnya untuk diamalkan dan disiarkan dengan ikhlas (tanpa pamrih) dan bijaksana, kepada masyarakat luas tanpa pandang bulu dan golongan.
    Pengamalan Sholawat Wahidiyah disebut Mujahadah.

    Sumber http://wahidiyah.org/sholawat-wahidiyah/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s