Monthly Archives: Oktober 2007

Gelisah dan Gejala Ketakutan Beragama

depressed.jpg

Saya manusia yang mengakui dan percaya adanya Tuhan, karena tidak ada sesuatu apapun tanpa ada Penciptanya. Lalu saya ingin mencari bagaimana cara bersikap kepada Tuhan tanpa meninggalkan nilai-nilai kemanusiaan yang bersifat universal. Kemudian saya mendapatkan informasi bahwa agamalah solusinya yang akan mengajarkan itu semua. Namun, saya melihat suatu kejadian bahwa ketika seseorang atau saya masuk ke agama Kristen atau budha, atau hindu atau “yang lainnya” maka sebagian umat Islam menganggap kristen itu tidak benar dan sebaliknya ketika saya masuk agama Islam maka sebagian umat agama-agama lainpun menganggap bahwa agama Islam tidak benar.

Oleh: Alamsyaruddin Pasaribu
Baca lebih lanjut

Iklan

1 Komentar

Filed under Opini

Orang Miskin Dilarang Berfikir!

miskin.gif
Aku menemukan kebebasan dan keamananku dalam kegilaanku -josten garder-

Ada banyak unek- unek di kepala ini. Tentang apa yang kualami hari ini, kemaren, atau beberapa waktu silam. Bahkan, hal- hal yang kejadiannya baru akan saya rasakan di kemudian hari juga menjadi gumpalan pemikiran dalam otak yang pas- pasan ini.

Seorang teman dekat yang tergolong manusia cerdas pernah berujar kepada saya. Orang bisa kehilangan akal sehatnya jika ia menjadi orang yang sibuk dengan beragam ide, gagasan, ataupun pmikiran yang berbeit- belit. Apa yang ia pikirkan sedemikian jauh dan luar biasa hebatnya tanpa pernah berusaha untuk melakukan apa- apa yang ia pikirkan.

Oleh emhal_zibilla
Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Opini

Konflik Mazhab di Pulau Seribu Masjid

20041221.jpg
Religion can be as emotional support an as psychoteraphy. Religion offer consolation to oppressed peoples by giving the hope that can achieve salvation and eternal happines in an after life
(Mredith B. McGuire)

Beberapa tahun belakangan ini, media sering memberikan kita hidangan pagi dalam berita kriminal. Mulai dari penganiayaan antar pelajar, antar kelompok warga, antarkomunitas, antarsuku, bahkan antaragama. Konflik yang terakhir ini terkesan lebih menarik, sebab semua orang merasa terlibat secara psikis, walaupun secara fisik tidak. Tentunya karena semua manusia beragama, dan ketika terjadi konflik antaragama, maka tiap-tiap pemeluk agama, disadari atau tidak, pasti akan membela orang-orang yang terlibat dalam konflik dan se-agama dengannya. Perasaan ini tidak bisa dihilangkan begitu saja, sebab sudah menjadi naluri manusia mempercayai apa yang diyakininya benar. Tetapi bagaimana dengan konflik yang terjadi dalam intern suatu agama? Sebut saja Islam. Bukankah para penganutnya memiliki sumber yang sama, Al-Qur’an dan As-Sunnah?

Fathurrahman Tulus*
Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Opini

Pocong vs Descartes

descartes.jpg
“Kalau fisik sudah mati, apakah pikiran bisa tetap hidup?” demikian kurang lebih salah satu tagline dari Pocong 2, film terkiwari Rudi Soedjarwo. Tulisan ini juga tercantum dalam kaos yang menjadi merchandise film ini. Di film produksi Sinemart itu, agaknya, Rudi dan Monty Tiwa, penulis skenarionya, ingin menunjukkan kalau film mereka walau pun bergenre horror, seperti belasan judul film lainnya yang beredar, tetapi sangat berbeda. Maka, mereka pun ingin melakukan “rasionalisasi” cerita, lewat filsafat. Berhasilkah?
Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Opini

27 Oktober, Hari Blogger Nasional

nuhcahndapb2007.jpg
Jakarta – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Mohammad Nuh tanpa basa-basi mendeklarasikan tanggal 27 Oktober sebagai Hari Blogger Nasional. Momentumnya dibuat seiring Pesta Blogger 2007.

Hal itu dicetuskannya saat memberikan sambutan dalam Pesta Blogger 2007 (PB2007), sebuah acara gathering blogger nasional yang diadakan di Blitz Megaplex, Jakarta, Sabtu (27/10/2007). “Hari ini saya nyatakan sebagai Hari Blogger Nasional!” tukasnya disambut tepuk tangan meriah para penulis blog.

“Momentumnya sangat tepat untuk mendeklarasikan hari ini sebagai hari blogger nasional. Sebelumnya hal ini belum direncanakan sama sekali,” ujarnya kepada wartawan setelah memberi sambutan.

Disinggung mengenai langkah selanjutnya dari deklarasi Hari Blogger Nasional dan apakah pemerintah akan membakukan sebuah kode etik bagi blogger, Nuh mengaku hal itu belum dipertimbangkan. “Ini masih awal, belum sampai sejauh itu untuk dipikirkan. Masih yang sederhana saja,” tukasnya.

Cetusan untuk menjadikan Hari Blogger Nasional muncul pada acara itu secara spontan. Diawali oleh Enda Nasution, Ketua Komite PB2007, dalam sambutannya.

Menurut Nuh, blogger memiliki peran dalam hal edukasi dan memberdayakan masyarakat. Ia juga berharap blogger tidak ‘malu-malu’ atau takut dalam menulis blog. “Kami jamin tidak akan ada pembreidelan,” ujarnya dalam acara PB2007.

Enda, yang ditemui sewaktu makan siang, mengatakan deklarasi tersebut memang tidak direncanakan. Untuk ke depannya, Enda pun mengaku belum ada rencana spesifik.

“Paling tidak sudah ada satu tanggal yang bisa dijadikan momentum. Nanti setiap komunitas atau individu blogger bisa membuat interprestasinya sendiri untuk memperingati hari ini,” ia menjelaskan.

PB2007 menghadirkan blogger dari berbagai daerah di Indonesia. Mulai dari Anging Mammiri dari Makassar, Go Ranah Minang dari Sumatera Barat, Loenpia.net dari Semarang, Komunitas Blog Jogja hingga blogger yang mewakili komunitas di Poso. Komunitas non-regional seperti Blogfam, id-Gmail, Multiply Indonesia, dan Muslim Blog juga ikut meramaikan acara ini.

Keterangan Foto, ki-ka: Menkominfo M. Nuh, Dirjen Aplikasi Telematika Cahyana Ahmadjayadi, dan Ketua Komite PB2007 Enda Nasution. Fotografer: ash/inet. ( Wicaksono Hidayat / wsh )

RESOURCE : http://www.detikinet.com

Tinggalkan komentar

Filed under Opini

Kegembiraan Idul Fitri

2007-06-04-moqsith-sp.jpg
Idul Fitri adalah hari istimewa. Di dalamnya terkandung sekaligus dua peristiwa, spiritual dan sosial. Secara spiritual, Idul Fitri kerap diartikan sebagai momen kemenangan bagi umat Islam, setelah melaksanakan ibadah puasa sebulan penuh. Ketika puasa, seseorang menahan lapar-haus sepanjang hari dan tidak melakukan perkara-perkara yang membatalkan puasa. Orang kaya bisa ikut merasakan penderitaan orang-orang miskin yang hari-harinya penuh lapar dan haus, sementara si miskin bisa meningkatkan daya sabarnya di tengah kemiskinan dan kemelaratan yang melilitnya.

Oleh Abd Moqsith Ghazali*

Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Opini

Pilkada dan Netralitas Kaum Muda

jhelly-gawul-82.jpg
Posisi netral buat saya bukan berarti mereka steril dari politik dan tidak boleh melakukan aktivitas politik, yang saya maksud adalah semestinya mereka bisa tidak melakukan politik rendah yang hanya berorientasi kepada kekuasaan dan kepentingan, hanya mengedepankan kekuasaan, jabatan, serta pemenangan pemilu dan pilkada. Sebaliknya diharapkan mereka mengamalkan politik tinggi yaitu politik moral yang mengedepankan idealisme dan etika, mengutamakan kepentingan rakyat dan negara, serta menjunjung tinggi demokrasi, keadilan dan hak azasi manusia.

Oleh : Achmad Jumaely
Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Opini

Sudah Dimaafkan

news41181808713.jpg
Disebutkan bahwa pada bulan suci Ramadhan anugerah Allah dibagi menjadi tiga bagian; sepuluh hari pertama berupa rahmah, sepuluh hari kedua maghfirah, dan hari-hari selebihnya I’qun minnaar.

Oleh: KH. A. Mustofa Bisri

Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Opini

Hidup Bersama, Demikianlah Pesan Nabi

online1_041.jpg
Ketika dunia menyaksikan letusan kekerasan antara Sunni dan Shiah di Irak dan dihadapkan dengan pesan-pesan yang menyebar secara acak dari pihak-pihak berseteru yang menyerukan kekerasan maupun tidak terhadap musuh-musuh mereka dalam masyarakat Muslim. Banyak orang yang tak akrab dengan Islam dan Muslim mungkin bisa dimaafkan kalau memikirkan hal terburuk terhadap kedua agama tersebut dan para pengikutnya. Dalam dalam sejarah Islam dan umat Muslim sendiri, preseden bagi koeksistensi relijius merupakan hal yang dari awal telah ada.

Oleh : Hisham al-Zoubeir*
Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Opini

STOP Seks di Depan Kamera!

1_710808958l.jpg
Kini, sebagian kaum muda telah sadar akan bahaya seks di depan kamera. Beberapa memulai kampanye “Jangan Bugil didepan Kamera”. Kiranya, kampanye tersebut dapat menyadarkan semua orang, terutama kaum muda, untuk bertindak lebih bijaksana dan menghormati tubuh(diri)nya bukan sebagai komoditi semata

Oleh: Che*
Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Opini