Koalisi Kebangsaan Menyerbu POLDA NTB


image.jpg

Mataram-Menyusul terjadinya dua tragedi kekerasan keagamaan beruntun di Nusa tenggara Barat (NTB) yakni pertama pembubaran pengajian Ikatan Jama’ah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) di kecamatan Ampenan pada Sabtu (12/01) dan tragedi perusakan dan pembakaran Pure Sangkareang di desa Keru Kecamatan Narmada Lombok Barat Selasa (15/01). Koalisi Kebangsaan Untuk Perdamaian (KKUP) Mataram pada Jumat (17/01) pagi tadi melakukan aksi besar-besaran turun ke jalan dengan melibatkan tidak kurang dari 500 orang.

KKUP adalah koalisi yang mereka bentuk sehari sebelumnya. Terdiri dari sedikitnya tujuh elemen pemuda yakni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Mataram, Jaringan Islam Kampus (JARIK) Mataram, Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI), Keluarga Mahasiswa Hindu Dharma (KMHD) UNRAM, Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) Dewan Kota Mataram, Persatuan Pemuda Hindu (PERADA) Mataram dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STAH Mataram.

Massa yang mayoritas mahasiswa itu sejak pukul 08.00 pagi telah terlihat kumpul di dua titik, pertama di jalan pendidikan depan kampus IAIN Mataram dan kedua di Jalan Pemuda depan kampus STAHN Mataram. Tepat pukul 08.30, massa yang berkumpul di depan IAIN Mataram langsung bergerak menuju kampus STAHN, “Dari sini kita mulai lalu berangkat ke Polda” kata Jayadi yang bertindak selaku koordinator lapangan.

Ada yang terlihat mencolok dari penampilan para peserta aksi, yakni kepala mereka diikat dengan sobekan kain putih sebagai simbol koalisi perdamaian mereka. Sebuah spanduk besar berbunyi “TOLAK Kekerasan Atas Nama Agama” dengan merah mencolok mereka pentangkan sepanjang barisan. Spanduk dan kertas manila yang telah di tulisi dengan beragam tuntutan dibawa tak kurang dari 20-an orang. Pukul 09.00, ratusan peserta aksi itu terlihat mulai menaiki tiga buah truk yang sudah disiapkan sebelumnya. Truk itu mengangkut mereka ke polda NTB dengan pengawalan ketat polisi.

Sesampai di polda NTB, para peserta aksi berhamburan turun dari truk dan membuat barisan yang cukup panjang. Dari Megapone terdengar komando yang menyuruh mereka berbaris lima shaf ke belakang, “Mari kawan-kawan, hari ini kita melakukan aksi damai, rapatkan barisan, jangan biarkan orang-orang yang ingin mengacau kita masuk” Tandas Jayadi garang dari megaponenya.

Setelah rapih, para orator mulai maju secara bergantian menyampaikan orasinya. Achmad Jumaely dari Jarik Mataram menyoroti perlunya negara mengingat bahwa indonesia adalah negara yang dibangun diatas pondasi Bhineka Tunggal Ika. Karenanya, Menurutnya keragaman bagaimanapun tidak bisa dihilangkan sebagai identitas kebangsaan. “Kita sangat menyayangkan aksi sekelompok masyarakat yang seakan ingin mengadakan penyeragaman atas keyakinan saudara-saudara kita yang memilih beragama dan berkeyakinan berbeda, mereka arogan, mereka preman dan sudah tidak menghormati konstitusi negeri ini” Kata laki-laki yang akrab di panggil Jhellie ini.

Setelah Jhellie, Wayan dari Persatuan Pemuda Hindu mendapat giliran, Wayan menuntut penegakan supremasi hukum atas pelaku pelanggaran keagamaan selama ini termasuk dalam dua kasus terakhir. Wayan bahkan menduga kepolisian tidak mampu melaksanakan tugasnya sebagai pelindung rakyat. “Jika bapak-bapak tidak bisa melindungi kebebasan beragama di negeri ini berarti bapak-bapak polisi telah mengkhianati negara dan tidak menjalankan konstitusi kita”.

Selepas Wayan, giliran Nuairi dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia yang orasi hingga berkeringat. Mirip seperti tuntutan teman-temannya, Nuairi juga menuntut tanggungjawab polisi sebagai pelindung dan penjaga ketertiban masyarakat NTB. Menurutnya, polisi adalah abdi rakyat yang harus melayani dengan sebaik-baiknya tanpa pandang agama, suku, ras dan golongan.

“Aparat jangan sekali-kali tebang pilih, semua warga negara di indonesia ini punya hak yang sama untuk di lindungi dan di beri kebebasan menjalankan keyakinannya, betapapun konyolnya keyakinan itu, negara harus dan harus menjamin kemanannya” kata nuairi bersemangat.

Setelah puas orasi, para demonstran meminta Kapolda NTB melayani mereka dialog. Namun pihak polda tidak bersedia berdialog di luar. “Dengan perwakilan satu orang satu orang saja” Kata pejabat polda.

Akhirnya jam 11.00 mereka menerima tawaran kepolisian. Tujuh wakil dari koalisi ini, di terima oleh Wakil Kapolda NTB L. Suprapta yang ditemani Kasi Humas dan Kasi Intel Polda NTB. Dalam dialog yang berlangsung sekitar dua jam tersebut, tujuh orang perwakilan koalisi itu menumpahkan aspirasinya satu-satu. Dari KMHDI meminta Polda untuk mengusut tuntas siapa dalang dari perusakan dan pembakaran pure tersebut. Mereka mengingatkan polda, bahwa tidak hanya hari ini saja pure hindu di hancurkan di NTB. Tapi lebih dari tiga kali sejak dua tahun terakhir.

Perwakilan dari PMII menuntut agar semua kasus pelanggaran keagamaan di NTB entah itu antara Islam dan Hindu, antara Islam dan Islam atau Antara Hindu dan Hindu, polda mesti berlaku adil dan menyamakan mereka di depan hukum. Selain kasus pure, kasus Ahmadiyah yang hingga hari ini belum jelas nasibnya harus segera di selesaikan. Selain itu, kasus pengepungan dan pembubaran pengajian Ijabi, kasus penyerangan Salafi dan kasus-kasus yang lain harus semuanya di tuntaskan kapolda NTB.

“Jika tidak di tuntaskan, mohon maaf pak, bisa jadi kami tak akan lagi percaya sama polisi” Kata Jay menutup pertemuan itu. [] Tim Investigasi Jarik Mataram

Iklan

3 Komentar

Filed under Agama, Berita, Kliping

3 responses to “Koalisi Kebangsaan Menyerbu POLDA NTB

  1. SALAM JUMPA
    Pertama kami ucapkan selamat pada JARIK Mataram, walaupun kumpulan anak muda tetapi punya pikiran yang sangat briliant didalam menjaga kedewasaan sebagai manusia(berbangsa dan bernegara).
    Khusus mengenai menyerbuan tempat ibadah termasuk penyerbuan Pura Sangkareang Lombok, jangan biarkan terulang kembali penyerbuan terhadap tempat ibadah manapun dan keyakinan manapun,hal ini akan membuat citra buruk agama itu sendiri dan bisa juga menjadi stigma buruk, apa lagi memang ada juga oknum membuat opini kurang baik terhadap agama, karena dianggap menularkan kekerasan dan memaksakan kehendak sehingga peran agama yang percaya pada Yang Maha Kuasa menjadi tanya tanya besar ” TIDAKKAH TUHAN ITU MAMPU SEHINGGA HARUS KITA MELAKUKAN”
    Tetapi janganlah juga membalas saudara2 yang sebagian masih seperti itu dengan kekerasan juga, sudah tepat cara ormas agama khususnya di Lombok dalam menyampaikan protes melalui jalur penegakan hukum.
    dan perlu juga kita ketahui bahwa oknum2 masyarakat yg mengatas namakan agama melakukan kekerasan seolah-olah paling kuat dan benar harus menundukkan yg lain dikarenakan latar belakang sbb; tingkat pendidikan relativ rendah sehingga mudah dipropokasi, tingkat pemahaman agama cendrung sempit, tingkat penganguran tinggi sehinga mudah emosi. dsb

    Untuk itu mari dari masing2 pemeluk agama menjalankan apa yg diyakini tanpa harus ada perselisihan satu dgn yang lain sehingga bangsa ini manjadi besar dan disegani, masalah dengan Tuhan biarkan pada personal masing-masing.

    Sekian terima kasih

  2. I Nyoman Kormek

    walau baru sempat baca, shallut buat jarik dan element generasi muda lainnya. begitulah semestinya kalau kelompok ksatria mempertahankan kebenaran tidak perlu memandang dari mana asalnya, ibarat jalannya ular ditengah padang ilalang tidak menentu dari mana arahnya tapi ada. Saya puji jaringan islam liberal sewaktu acara di media TV, perwakilannya sangat netral dan rasional mengenai pengiriman jihad ke israel. semoga tuhan memberikan anak negeri ini yang berfikiran cerdas dan netral serta selalu berpihak kepada kebenaran dan kejujuran seperti kelompok anda semua. OM Santih, Santih, Santih OM

  3. DARE

    JARIK bisa netral karena mereka memang tidak memiliki agama yang pasti..

    kesimpulannya : mari tidak beragama kayak jarik..!!?

    sory la yaw…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s