PERNYATAAN SIKAP TENTANG PERUSAKAN PURA SANGKAREANG


PERNYATAAN SIKAP
TENTANG
PERUSAKAN PURA SANGKAREANG
DI KECAMATAN NARMADA, KABUPATEN LOMBOK BARAT, NUSA TENGGARA BARAT
kmhdi.jpg

KEKERASAN tampaknya mulai mewarnai awal tahun 2008 ini. Berbagai isu yang berbau sara (suku, agama, ras, antar golongan) terus dilakukan dan dihembuskan untuk memecah kebersamaan serta toleransi warga negara. Pluralisme yang terus didengungkan seolah menjadi pemanis untuk merajut kebersamaan yang pelaksanaannya jauh dari harapan. Semangat kerukunan dan perdamaian sesuai ajaran masing-masing agama pun tidak bisa diimplementasikan secara nyata dan bersama di masyarakat. Ada saja alasan-alasan dangkal untuk melegitimasi kekerasan terhadap kelompok lainnya.

Negara sebagai lembaga yang berwenang mengatur warga negara tentunya harus dapat memberikan rasa aman kepada semua elemen bangsa. Negara melalui aparatur pemerintahannya harus menjalankan tugas sesuai amanat undang-undang. Memberikan jaminan untuk beribadat, rasa aman, dan netral dalam melindungi warga negara.

Sayangnya, semua itu tidak dapat dilaksanakan secara baik. Kasus perusakan dan pembakaran Pura Sangkareang di kecamatan Narmada, kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat pada tanggal 15 Januari 2008 lalu, adalah bukti bahwa perdamaian di negara ini telah rapuh. Negara tidak bersikap tegas dan cenderung berpihak sehingga kejadian serupa terus terulang.

Adanya perusakan tempat ibadah dan intimidasi kepada umat Hindu tersebut adalah cermin kegagalan penanaman nilai-nilai kebersamaan dan pelaksanaan dari ajaran agama. Bila tidak diredam, potensi konflik ini akan terus merambah kepada tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena kasus-kasus seperti ini sering terjadi dan penyelesaiannya pun lambat dan terkesan meninggalkan rasa keadilan.

Untuk itu, Pimpinan Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PP KMHDI) menyatakan sikap sebagai berikut:

1.

Agama manapun tidak membenarkan umatnya untuk merusak tempat suci umat lain. Toleransilah yang seharusnya dilakukan sebagai sesama mahluk ciptaan Tuhan. Untuk itu, KMHDI mengutuk keras perusakan tempat ibadah tersebut.
2.

Negara merupakan lembaga yang mengatur stabilitas keamanan dan memberikan jaminan keamanan serta ketertiban masyarakat. Untuk itu, KMHDI menuntut pemerintah dan jajaran aparat keamanan untuk bertindak tegas dan bersikap netral dalam penanganan kasus ini.
3.

Pemerintah sebaiknya tidak terkooptasi oleh kelompok tertentu sehingga menimbulkan ketidaknetralan dalam tindakan. Karena hal ini akan menimbulkan potensi konflik berkepanjangan. Untuk itu, KMHDI menghimbau agar pemerintah dapat segera menyelesaikan permasalahan-permasalahan keagamaan secara cepat dan adil dengan tidak berpihak kepada salah satu kelompok sesuai dengan amanat UUD 1945.
4.

Ahimsa (tanpa kekerasan) adalah semangat perjuangan yang senantiasa melandasi umat Hindu untuk menciptakan perdamaian. KMHDI menghimbau kepada seluruh umat Hindu untuk tetap tenang, dan melihat kasus ini secara jernih sehingga tidak mudah ter-provokasi. Kami berharap segenap elemen umat untuk tetap berkoordinasi menciptakan perdamaian sebagai wujud dari dharma agama dan dharma negara.
5.

Perdamaian dan kebersamaan mutlak diperlukan dalam membangun bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku bangsa, agama, dan keanekaragaman budaya. Kami menghimbau agar segenap elemen bangsa dapat bersatu dan menjunjung hak azasi manusia serta menghormati pluralisme untuk memperjuangkan kebebasan beribadah di wilayah hukum NKRI.

Demikianlah pernyataan sikap KMHDI. Semoga negara dan warganya dapat mendukung perdamaian antar komponen bangsa. Dan kami akan tetap berpegang teguh bahwa kebenaran pasti akan menang!

Satyam Eva Jayate!

Jakarta, 17 Januari 2008

Pimpinan Pusat KMHDI

Wayan Sudane
Presidium

RESOURCE : http://www.kmhdi.org/index.php?menu=news&id=121

Iklan

11 Komentar

Filed under Agama, Berita, Lokal, Pluralisme

11 responses to “PERNYATAAN SIKAP TENTANG PERUSAKAN PURA SANGKAREANG

  1. Om Swastyastu!

    Semoga kepengecutan umat muslim yang tidak berakhlak itu segera mendapat balasan.

    Lu gaya aja sok suci padahal banyak banget kaum lo yang pake jilbab tapi ngentot di jalanan

  2. Muhamad Ben Gurion

    Menurut Saya pengrusakan pura tersebut mungkin berawal dari rendahnya intelektual masyarakat setempat yang tidak bisa meluruskan masalah dengan cara damai,padahal jika saja masalah ini diselesaikan dengan cara damai pastilah tidak akan ada pihak yang dirugikan contohlah Mahatma Gandhi yang terkenal dengan ajaran anti kekerasann

  3. Bush jr

    aduh!!! gimana sih agama islam ini semua masalahnya pasti ada hubungannya dengan kekerasan,emang islam tidak mengajarkan cinta kasih???? jangan mentang-mentang mayoritas dong bisa seenaknya aja!!!!!!

  4. sejarah

    mestinya mereka disana malu dan ingat sejarah bagaimana nenek moyang mereka dari kerajaan Sasak pernah ditaklukkan sama kerajaan Karangasem dari Bali

  5. Maklum sama islam

    Bagi semua umat beragama yang pernah disakiti oleh umat Islam mohon maklum yang sebesar-besarnya karena umat Islam tidak pernah diajari tentan cinta kasih(tau sendiri kan gimana orang islam)

  6. Maklum sama islam

    tiada kekerasan tanpa Islam

  7. Anonim

    Sangat menyayangkan perusakan, dan kekerasan tersebut, kalau saja umat islam di lombok mengetahui dan memahahi sejarah berdirinya sebuah tempat suci (pura) di lombbok tak terjadi kekrasan
    Di bali toleransinya tinggi, semoga tidak terulang.

    Wardana Astawa Klungkung Bali ( nenek moyang saya di lombok )

  8. Kalau orang di sana ingin pariwisatanya maju, seharusnya tidak begitu.

  9. BROO.. DMPU

    PANATIK SICH BOLEH…..! TP INGAT JANGAN GANGGU RUMAH ORANG, ENTAR KUWALAT.

  10. Putu Semadiyasa Bagoes

    Wow., jeg nyante gen bow.. cank nak Bali… De bes sangetanga tow bli2 lan embok2… Pasti ane ngae usak to lakar kena karma phala… Gumine ditu pasti lakar uug… Antiang gen!

  11. Salah Petinggi Negeri

    Sebenarnya yang salah pada masa itu pokok utamanya masyarakat, karena rasa kecemburuan yang amat besar. Lihat di pulau Bali? Pernah gak ada berita perusakan Masjid? Gak kan? Apa di sana mayoritas islam dengan seenaknya merusak tempat ibadah orang lain? Disini aku bukan nyalahin agamanya ya, Tapi orangnya yang gak bisa merasapi dari ajaran agamanya dia sendiri… Apakah waktu anda belajar agama, tertera tulisan “silahkan dan perbolehkan merusak tempat ibadah orang lain? ” gak kan? Lebih baik.kalo kayak begitu jgn menganut agama aja, karena dari agama islam sendiri mengajarkan saling berdampingan, tidak hanya islam, hindu dan agama yang lainnya juga sama. NGERTI!!!
    Yang selanjutnya, PEtinggi daerah dan negara pada masa itu yang kurang tegas!!! Kalo gak tegas.lebih baik jgn menjabat aja, lebih baik tidur dirumah aja!!! Saya tahu pekerjaan anda berat, tp untuk hal seperti ini harus ditindak lanjuti, pada kala itu. NGERTI!!! Kalo di tahun 2015 ini terulang lagi, dan petinggi.setempat tidak berrindak tegas. Turun jabatan lebik baik ya. !!!! NGERTI???!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s