Monthly Archives: Agustus 2008

KEBANGKITAN NASIONAL DAN DILEMA KEMANUSIAAN


Oleh : Yusep Munawar Sofyan

Para founding father Negara Indonesia setidaknya telah bersepakat bahwa Indonesia dibentuk di atas segala komunitas agama, ras, suku, bangsa, dan bahasa. Momentum tersebut terakomodir dalam falsafah Pancasila dengan selogan Bhineka Tunggal Ika (meskipun berbeda-beda tetapi tetap satu jua).
Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Agama, Demokrasi, Islam, Opini, Pluralisme, Sosial

Refleksi Agustusan


Oleh Bahrul Haq Al-Amin

Hajat Agustusan jaman sekarang jarang sekali ditinggalkan. Momentum kemerdekaan negara Republik Indonesia itu menjadi sarana rakyat untuk menghempaskan segala kepenatan hidup sebagai warga negara Indonesia. Ada harapan dan keyakinan mendalam, bahwa bumi Indonesia ini masih mungkin semakin maju dan memakmurkan rakyatnya.
Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Opini

Beasiswa Penulisan & Penerjemahan Novel


Beasiswa Penulisan & Penerjemahan Novel – Majelis Kata Indonesia 2008

Majelis Kata Indonesia merupakan lembaga filantropi yang berikhtiar menumbuhkan dan mewadahi bentuk-bentuk penciptaan sastra yang menggerakkan kritisisme sosial, semangat toleransi, dan kesadaran kebangsaan. Lembaga ini mendorong dan mendukung bentuk-bentuk penciptaan sastra yang memperluas cakrawala memahami kemanusiaan.
Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Beasiswa, Informasi, menulis, novel

Undangan Menulis


Berpijak dari sengkarut persoalan kebangsaan dan keberagaman di negeri ini yang ditingkahi pelbagai laku intoleran dalam beragama dan berkeyakinan, kami dari Buletin Kebebasan LSAF (Lembaga Studi Agama dan Filsafat) kembali mengundang Anda semua membuat tulisan, untuk edisi ke-9 sampai ke-14, baik berupa artikel (opini) dengan analisisnya terhadap problem yang diangkat ataupun sekadar reportase dengan sedikit komentar atas problem sosial-politik-keagamaan yang terjadi di tingkat lokal ataupun nasional.
Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Informasi

Tiga Presiden dipanggil tuhan

Tuhan memanggil presiden tiga negara, AS, Cina, dan Indonesia untuk dimarahi. Dari Amerika muncul George Bush. Dari Cina datang Presiden Hu Jintao dan dari Indonesia diutus Jusuf Kalla. SBY konon nggak berani karena tau diri banyak menyengsarakan rakyat.

Setelah habis-habisan mencela tindakan tiga orang pemimpin dunia ini, Tuhan menyampaikan keputusan maha penting, ia menyatakan dirinya sudah muak dengan tingkah laku manusia dan memutuskan, dalam tiga hari, dunia akan kiamat.

Setelah selesai marah-marah, Tuhan menyuruh tiga pemimpin ini kembali ke negaranya dan menyampaikan keputusan Tuhan kepada rakyatnya masing-masing..

Ketiga pemimpin pulang ke negara masing-masing sambil putar otak, bagaimana menyampaikan kabar buruk ini kepada rakyatnya.

Di depan Kongres Amerika dan disiarkan langsung di TV, presiden Bush mencoba, “Congressmen, ada kabar baik dan ada kabar buruk. Pertama kabar baik dulu ya. Tuhan itu benar-benar ada, seperti yang kita yakini. Kabar buruk: Tuhan akan memusnahkan dunia ini dalam tiga hari”. Hasilnya payah, terjadi kerusuhan dan penjarahan dimana-mana.

Di depan Kongres Partai Komunis Cina, Hu Jintao memodifikasi taktik Bush, “Kamerad, ada kabar baik dan ada kabar buruk. Pertama kabar baik dulu ya. Ternyata Marx, Stalin, Ketua Mao, dan para pendahulu kita salah, Tuhan itu benar-benar ada. Kabar buruk: Tiga hari lagi Tuhan akan mengkiamatkan dunia ini.”. Hasilnya lumayan, orang-orang Cina lari, heboh dan menangis ketakutan dan membanjiri tempat ibadah, mau bertobat.

Yang paling sukses Jusuf Kalla. Di depan sidang paripurna DPR yang disiarkan langsung, ia tersenyum sumringah. “Saudara sebangsa dan setanah air, saya membawa dua kabar baik. Kabar baik pertama: Sila pertama Pancasila kita sudah benar, Tuhan itu benar-benar ada. Kabar baik kedua: dalam tiga hari semua masalah energi, pangan, kemiskinan, terorisme, dan penderitaan di Indonesia akan segera berakhir..” Sukses besar, seluruh rakyat larut dalam pesta dangdutan dan pawai dimana-mana.[]

Millis Jarik

Tinggalkan komentar

Filed under Agama, Humoria