Ayat-ayat Teror


ist2_1217682-cartoon-explosionSaat mudik ke Kampung halaman, Darussalam Bungbulang (Kandangwesi) Garut. Tentu tak ada aktivitas ngenet; ngeblog, ngefacebook, noongan Harian Umum. Jangankan berinternet ria, listrik saja harus rela menunggu giliran nyala.

Memang kampung sekali. Tiba-tiba beberapa kawan di Tim Sunan Gunung Djati memberikan pesan malulai pesan singkat “Apa komentarmu tentang aksi terorisme? Adakah setiap agama memerintahkan dan membenarkan praktik bom bunuh diri? Haruskan ajaran Islam dinodai dengan kekerasan? Dimanakah Slogan Rahmatan Lil Alamin itu?”

Ibnu Gifari*

Dalam benaku temen-temen pasti sedang membuat sesuatu. Benar saja “Stop Kekerasan atas nama agama”. Mari menebar perdamaian dan persatuan. Mari kita tengok kedua Maha Karya ini; “Teror dan Rasa Takut: Surat buat Sukron Abdilah oleh Badru Tamam Mifka” dan “Berjamaah dengan Bijak; Surat Balasan for Badru Oleh Sukron Abdilah“ Kedua tulisan itu mengusung Ayat-ayat Antiteror (A3T). Kala Kopi Darat pun ihwal A3T terus dibicarakan. Semua tertuju padaku; Mana Karyamu tentang A3T? Kami tunggu postinganya pada web Sunan Gunung Djati Mencoba menjawab sekaligus berkarya tentang A3T, tanpa kuduga aku membuka catatan harianku. Tersingkaplah beberapa petuah para pemuka agama yang melarang sakaligus mengutuk perbuatan biadab tersebut. Inilah kutipanya; Bagi kaum Hindu ada doktrin “Maju teruslah engkau, jangan berselisih (tikai) diantara kamu; milikilah pikiran-pikiran yang luhur dan pusatkan pikiranmu pada kerja; ucapkanlah kata-kata manis diantara kamu; Aku jadikan engkau semuanya bersatu dan aku anugrahi engkau pikiran-pikiran mulia” (Weda-Athanwa III, 30: 5)

Kaum Buddhis terdapat Dharma “Di dunia ini kebancian belum berakhir jika dibalas dengan kebancian, tetapi kebencian akan berakhir kalau dibahas dengan cinta kasih ini adalah hukum yang kekal abadi” (Dhammapada, Yamaka Vagga Bab I: 6)

Penganut Guru Agung Khonghucu ingat petuahnya “Mati hidup adalah firman, kaya mulia adalah pada Tuhan yang Maha Esa. Seorang Junzi selalu bersikap sungguh-sungguh maka tidak hilap. Kepada orang lain bersikaf hormat dan selalu susila. di empat penjuru lautan semuanya saudara. Mengapakah seorang Junzi merana karena tdak mempunyai saudara” (Shisu, dalam Lun Yi Jilid XII, ayat 15 Sub 2)

Mereka yang mempercayai kesucian Mesias, mari menelaah pesan Yesus Kristus (Katolik) “Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan itu tidak seorang pun akan melihat Tuhan” (Ibrani, 12:14)

Juga yang mengimana perombakan dalam kerajaan Roma (Protestan), “Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni sebagaimana Allah dalam Kristus mengampuni kamu” (Efesusi, 4:32)

Untuk umat Muhammad ingat pada khotbahnya “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu untuk berlaku adil dan berbuat kebajikan membari (kasih) kepada kaum kerabat dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran, permusuhan. Ia memberi pengajaran kepada kamu agar kamu mengambil pelajaran” (QS An-Nahl [116]: 90)

“Sesungguhnya orang yang paling dimurkai Allah ialah orang yang sangat banyak memusuhi orang” (HR Muslim)

Bila kita kuat memegang ajaran setiap keagamaan niscaya tak akan ada lagi upaya ‘mempercepat kematian’ oleh kelompok tertentu terhadap golongan yang berbeda sekalipun kuat memegang teguh tradisi leluhurnya. Seolah-oleh mereka tak pernah tersentuh oleh risalah yang dibawa para pemuk agama. Inilah wajah muram keberagamaan di Bumi Pertiwi. Sejatinya beberapa nukilan kitab suci agama-agama menjadi modal utama guna menebarkan pesan perdamaian, persaudaraan dan kesatuan sakaligus membumi hanguskan aksi terorisme di Indonesia. Terwujudnya masyarakat yang adil, toleran, ramah, rukun, sejahtera, makmur menjadi cita-cita tertinggi bangsa yang tak kunjung membaik ini. Semoga.(*)

IBN GHIFARIE, Pegiat Studi Agama-agama dan Pemerhati Kebebasan Beragama

4 Komentar

Filed under Agama, Berita, Demokrasi, Fundamentalis, Informasi, kekerasan, Kliping, Opini, Pluralisme, Politik, Sosial

4 responses to “Ayat-ayat Teror

  1. Pelaku teroris adalah sekelompok orang yang salah menafsirkan Qur’an , mereka memenggal menggal ayat Qur’an sesenaknya sendiri dan menyesuaikan maksud ayat tersebut dengan keinginan mereka. Al-Qur’an hanya mengizinkan memerangi orang yang memerangi Islam, bukannya membom dan membunuh warga sipil yang sedang santai direstoran atau tempat umum lainnya.

    Mereka mengajarkan pemahaman yang keliru ini melalui pengajian tertutup setelah dibai’at untuk patuh pada amir (pimpinannya). Umumnya mereka patuh secara membabi buta terhadap perintah amirnya karena mereka sudah dibaiat. Mereka sangat gigih mencari anggota baru. Kelompok inilah yang merusak citra umat Islam.

  2. UDIN MUNA

    Hendknya fitnah terorisme tidak menjadikan sesama kaum Muslimin saling meniftnah dan menuduh dengan tuduhan macem-macem.jujur aja ,ane ngaji kepada ustad-ustad yang selalu mengajak untuk kembalai kepada Al- Qurana dan As-sunnah berdasrkan pemahaman para sahabat.tapi sejak 10 tahun ngaji tidak pernah diajari untuk melakukan tindakan kekerasan.Jadi hati-hati melkukan stigmatisasi kepada mereka-mereka yang menghidupkan Sunnah Rasulullah.

  3. UDIN MUNA

    Jihad yes,terorisme No

    • Ass wr wb
      Alhamdulillah sdr Udin Muna menemukan pengajian yang benar. Saya pernah hampir kejebak pengajian aliran keras kaya gitu. Bahkan temen saya sempat dibawa kesuatu tempat untuk dibaiat . Selama diperjalanan matanya ditutup agar tidak tahu jalan yang ditempuh. Setelah mengetahui aliran kaya gitu akhirnya dia keluar. Makanya saya menyarankan agar teman-teman hati-hati, anak saya juga hampir digarap kelompok ini. Kelompok kaya gini diam diam masih eksis di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s