Jemaah Ahmadiyah NTB Dibolehkan Berhaji


Foto-Tokoh140Kantor Wilayah Departemen Agama (Depag) Nusa Tenggara Barat (NTB) masih memperbolehkan warga Ahmadiyah berhaji atau menunaikan ibadah haji meskipun ada larangan Pemerintah Arab Saudi.

“Kami tidak melarang mereka berhaji makanya tidak ada pendeteksian warga Ahmadiyah dalam daftar calon haji,” kata Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Depag NTB, Suhaimy Ismy, di Mataram, Senin (7/9), usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pemberangkatan calon haji dan dan pemulangan jamaah haji asal NTB.

Ia mengatakan, Pemerintah Arab Saudi yang melarang pengikut Ahmadiyah menunaikan ibadah haji karena beranggapan bahwa Ahmadiyah itu sudah dinyatakan pengikut di luar Islam. Kebijakan tegas Pemerintah Arab Saudi itu kemudian ditindaklanjuti berbagai organisasi Islam di Indonesia yang ikut melarang warga Ahmadiyah berhaji.

“Namun, itu tidak berarti kami melarang warga Ahmadiyah untuk menunaikan ibadah haji. Terserah Pemerintah Arab Saudi karena aturan negara itu berbeda dengan negara kita,” ujarnya.

Dengan demikian, tambah Suhaimy, pihaknya tidak dapat memastikan bahwa rombongan calon haji asal NTB yang akan diberangkatkan akhir Oktober mendatang, bebas dari pengikut Ahmadiyah.

Dengan kata lain, mungkin saja ada warga Ahmadiyah yang ikut berhaji pada musim haji tahun ini karena tidak dideteksi oleh pengurus haji.

Data versi Kanwil Depag NTB, jumlah calon haji asal NTB tahun ini dijatahkan sebanyak 4.550 orang dan yang sudah mendaftar sebanyak 4.494 orang, termasuk tim pendamping haji daerah.

Sementara pengikut Ahmadiyah di wilayah NTB diperkirakan mencapai 180 orang. Sebanyak 33 Kepala Keluarga (KK) atau 130 jiwa mendiami Mataram, Ibukota Provinsi NTB dan puluhan pengikut lainnya yang berjumlah 50 jiwa berada di Kabupaten Lombok Tengah.

Khusus di Mataram, sejak tiga tahun lalu sebanyak 130 orang mendiami asrama Transito Mataram setelah rumah mereka di Kecamatan Lingsar, Lombok Barat dirusak dan dibakar massa. (Ant/OL-04)

RESOURCE :MEDIA INDONESIA

Iklan

13 Komentar

Filed under Agama, Ahmadiyah, Berita, Demokrasi, Pluralisme

13 responses to “Jemaah Ahmadiyah NTB Dibolehkan Berhaji

  1. ocoybetwansadutt

    salut kepada Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Depag NTB, Suhaimy Ismy….
    jadi jelas selama ini fitnah belaka bahwa kami (orang ahmadiyah) berhaji selain ke mekkah,,, justru sebaliknya kami (orang ahmadiyah) yang dilarang ke mekkah…

  2. HASAN

    berati pake manasik hajinya muhammad SAW atau Mirza ghulam ahmad laknatullah??

  3. HASAN

    tuh kan yang kerasa marah2
    orang nanya kok dibilang bego.

  4. Ass. Alhamdulillah, kesengsaraan membawa berkat, ayao Kanwil mana lagi yang nyusul, fastabiqul khairat. Masa Ibadah dihalangi. wss

  5. Ass. Saya rasa kebolohan itu ga ada pengaruhnya buat Ahmadiyah, kata Amin Jamaluddin sesuai dengan penelitiannya Ahmadiyah naik hajinya bukan di mekah. apa Ahmadiyah boleh naik haji di India. Lucu juga ya LPPI. Iya kan! Wss

  6. Allah menganjurkan kepada umat manusia bukan umat islam saja dengan seruan nabi Ibrahim (asal-usul mbahnya umat Yahudi, umat Nasrani dan umat Islam) sendiri agar menunaikan haji, sedangkam Arab Saudi melarangnya. jelas yang dosa adalah rakyat Arab Saudi melanggar seruan nabi Ibrahim. Bagus putusan MUI NTB.

    Salamun ‘alaikum daiman ila wa fia yaumiddin.
    Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3.

  7. HASAN

    mau ke saudi kek..mau ke india kek..yang jelas hajinya pake manasik gulam ahmad pasti tertolak

  8. SYARAT-SYARAT BAI’AT
    DALAM JEMA’AT AHMADIYAH

    Oleh: HAZRAT IMAM MAHDI, MASIH MAU’UD A.S.

    Orang yang bai’at berjanji dengan hati yang jujur bahwa:

    1. Di masa yang akan datang hingga masuk ke dalam kubur senantiasa akan menjauhi syirik.
    2. Akan senantiasa menghindarkan diri dari segala corak bohong, zina, pandangan birahi terhadap bukan muhrim, perbuatan fasiq, kejahatan, aniaya, khianat, mengadakan huru-hara, dan memberontak serta tidak akan dikalahkan oleh hawa nafsunya meskipun bagaimana juga dorongan terhadapnya.
    3. Akan senantiasa mendirikan shalat lima waktu semata-mata karena mengikuti perintah Allah Ta’ala dan Rasul-Nya, dan dengan sekuat tenaga akan senantiasa mendirikan shalat Tahajud, dan mengirim salawat kepada Junjungannya Yang Mulia Muhammad Rasulullah s.a.w. dan memohon ampun dari kesalahan dan mohon perlindungan dari dosa; akan ingat setiap saat kepada nikmat-nikmat Allah, lalu mensyukurinya dengan hati tulus, serta memuji dan menjunjung-Nya dengan hati yang penuh kecintaan.
    4. Tidak akan mendatangkan kesusahan apa pun yang tidak pada tempatnya terhadap makhluk Allah umumnya dan kaum Muslimin khususnya karena dorongan hawa nafsunya, biar dengan lisan atau dengan tangan atau dengan cara apa pun juga.
    5. Akan tetap setia terhadap Allah Ta’ala baik dalam segala keadaan susah atau pun senang, dalam duka atau suka, nikmat atau musibah; pendeknya, akan rela atas keputusan Allah Ta’ala. Dan senantiasa akan bersedia menerima segala kehinaan dan kesusahan di jalan Allah. Tidak akan memalingkan mukanya dari Allah Ta’ala ketika ditimpa suatu musibah, bahkan akan terus melangkah ke muka.
    6. Akan berhenti dari adat yang buruk dan dari menuruti hawa nafsu, dan benar-benar akan menjunjung tinggi perintah Alquran Suci di atas dirinya. Firman Allah dan sabda Rasul-Nya itu akan menjadi pedoman baginya dalam tiap langkahnya.
    7. Meninggalkan takabur dan sombong; akan hidup dengan merendahkan diri, beradat lemah-lembut, berbudi pekerti yang halus, dan sopan santun.
    8. Akan menghargai agama, kehormatan agama dan mencintai Islam lebih daripada jiwanya, hartanya, anak-anaknya, dan dari segala yang dicintainya.
    9. Akan selamanya menaruh belas kasih terhadap makhluk Allah umumnya, dan akan sejauh mungkin mendatangkan faedah kepada umat manusia dengan kekuatan dan nikmat yang dianugerahkan Allah Ta’ala kepadanya.
    10. Akan mengikat tali persaudaraan dengan hamba ini “Imam Mahdi dan Al-Masih Al-Mau’ud” semata-mata karena Allah dengan pengakuan taat dalam hal makruf (segala hal yang baik) dan akan berdiri di atas perjanjian ini hingga mautnya, dan menjunjung tinggi ikatan perjanjian ini melebihi ikatan duniawi, baik ikatan keluarga, ikatan persahabatan ataupun ikatan kerja.

    Diterjemahkan dari “ISYTIHAR TAKMIL TABLIGH”

  9. HASAN

    tukang tipu masih mau nipu niy…
    bang Jamal ngapain juga tuh isi bai’at dilampirin.. ga da kerjaan

  10. Melaaaaaaaaaarang Ahmadiyah kehaji adalah melanggar Al Baqarah (2) ayat 217

    Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi

  11. Untuk jelasnya Baca Buku Oanduan;
    “Bhinneka Catur Sila Tunggal Ika”
    Bonus “Skema Tunggal Ilmu Laduni Tempat Acuan Ayat Kitab Suci Tentang Kesatuan Agama”
    Penulis Soegana Gandakoesoema
    Tersedia di
    Perumahan Puri BSI Permai Blok A3
    Jl. Samudera Jaya
    Kelurahan Rangkapan Jaya
    Kecamatan Pancoran Mas
    Depok 16435
    Telp./Fax. 02177884755
    HP. 085881409050

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s