PKS Mengancam PAN dan PKB


R Ferdian Andi R [inilah.com/Wirasatria]

INILAH.COM,
Jakarta – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) serius memperteguh posisinya sebagai partai Islam terbesar. Melalui Munas II ini, PKS membentuk lembaga khusus bidang keumatan. PKS pun membidik suara NU dan Muhammadiyah. PAN dan PKB potensial kehilangan basis massa.

Realistis, rasional, dan reflektif. Inilah yang tampak dalam Munas II PKS. Beberapa isu penting mulanya tabu diperbincangkan justru menjadi keputusan penting Munas. Salah satunya membentuk lembaga baru dalam struktur kepengurusan DPP PKS periode 2010-2015 yakni bidang pengembangan keumatan.

Demikian ditegaskan Sekjen DPP PKS Anis Matta saat berbincang di lokasi Munas II PKS di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (16/6) malam. “Bidang itu mengurus keumatan seperti sekolah, pesantren dan ormas. Bagaimana PKS bisa bekerjasama dengan Muhammadiyah dan NU,” ujarnya. Di bidang ini bakal diisi Ahmad Zainudin yang juga anggota FPKS di Komisi X.

Anis mengakui, munculnya lembaga baru di struktur PKS, tidak terlepas dari refleksi atas ketegangan selama ini antara PKS dengan sejumlah ormas Islam seperti NU dan Muhammadiyah. “Ini refleksi atas perseteruan soal aliran antara NU dan Muhammadiyah,” tegasnya.

Sebagaimana dimaklumi, dalam 10 tahun terakhir ini, memang terjadi ketegangan antara PKS dengan sejumlah ormas Islam seperti NU dan Muhammadiyah. Pokok masalahnya soal perebutan masjid antara kader PKS dengan NU maupun Muhammadiyah. Ketegangan ini ditanggapi serius dengan reaksi dari pimpinan ormas Islam baik NU maupun Muhammadiyah.

Perebutan masjid tidak sekadar ‘akuisisi’ oleh sejumlah kader PKS. Lebih dari itu, ketegangan yang lain juga bermuara dari praktik keagamaan. Seperti praktik tahlilan, Maulid Nabi Muhammad, yasinan, dibaiyyah yang kerap menjadi sumber persoalan antara PKS dengan sejumlah warga ormas Islam. Meski dalam perkembangannya, PKS juga turut serta dalam praktik-praktik keagamaan yang kerap dilakukan muslim tradisional.

Jika akhirnya PKS serius menggarap ormas Islam terbesar di Indonesia yakni NU dan Muhammadiyah, yang bakal terkena dampaknya adalah PAN dan PKB. Kedua partai ini mengandalkan suara basis ormas NU dan Muhammadiyah.

Hal itu terekam melalui Pemilu 2009 lalu. PKS menjadi satu-satunya partai Islam yang tidak mengalami penurunan suara. Bahkan dalam Pemilu 2009 lalu juga menobatkan PKS sebagai partai Islam terbesar.

Dalam perolehan Pemilu 2009 lalu, PKS meraih suara 7,88% atau sebanyak 59 kursi DPR RI. Perolehan ini menyalip partai Islam atau berbasis Islam lainnya seperti PAN meraih 6,01%, PPP 5,32%, dan PKB hanya meraih 4,94%.

Wakil Sekjen DPP PKB Muhammad Hanif Dhakiri merespon munculnya struktur baru di PKS terkait dengan upaya menggarap suara NU dan Muhammadiyah. Hanif menegaskan pihaknya sama tidak khawatir dengan upaya PKS mendekati kalangan nahdliyin. “Itu bukan hal baru dan sama sekali tidak mengkhawatirkan,” ujarnya melalui percakapan elektronik dengan INILAH.COM, Kamis (17/6).

Hanif menegaskan, PKS boleh masuk ke mana saja, akan tetapi password-nya NU tetap PKB. Menurut dia, jika pada akhirnya upaya PKS tidak berhasil meraup dukungan dari kalangan nahdlyin, maka jangan kaget. “Kalau nanti yang keluar tulisannya error atau your password doesn’t match, ya jangan kaget,” cetusnya seraya menegaskan PKB siap bersaing fair dengan PKS. [mdr]

2 Komentar

Filed under Berita, PKS, Politik

2 responses to “PKS Mengancam PAN dan PKB

  1. ummat sulit bedakan antara PKS dgn PSK

  2. pks sdh kehilangan kepercayaan masyarakat karena terll mengklaim diri menjadi paling suci,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s