Warga Ahmadiyah akan Direlokasi Ke Sekotong


Bupati Lombok Barat Dr. Zaini Arony mengungkapkan, dalam upaya memberikan perlindungan terhadap warga ahmadiyah, Pemkab Lobar akan membuat kebijakan untuk menempatkan warga terkait di salah satu Pulau di Sekotong.

Hal ini diungkapkan Bupati Lombok Barat di hadapan Gubernur, Kapolda dan semua kepala daerah yang hadir dalam pertemauan membahas masalah konflik di daerah NTB Kamis (6/10) lalu.

Ditegaskannya, pihaknya dalam hal ini telah membuat suatu kebijakan agar bisa dibicarakan dengan semua kalangan terkait keberadaan warga ahmadiyah di Lobar. Pihaknya telah mengumpulkan semua kalangan dari tokoh agama, masyarakat, pemuda untuk membahas itu, namun hingga saat ini belum mendapatkan jalan penyelesaian.

Hal ini tentu kata Zaini atas pertimbangan hak azasi manusia sesuai peraturan undang-undang, karena bagaimanapun juga warga apapun alirannya semasih warga Indonesia dia berhak untuk di lindungi. “Terlepas dari pemeluk agama apapun,” imbuhnya. Sehingga di sini perlu peran Pemkab Lobar dan provinssi untuk membantu penyelesaian permasalahan ini.

Dalam kesempatan itu, ia meminta pihak pemerintah provinsi dalam hal ini Gubernur NTB, TGH. M. Zainul Majdi MA, jajaran kepolisian untuk membantu memfasilitasi penyelesaian permasahan tersebut

Sementara itu, setidaknya 20 kepala keluarga (KK) jemaah Ahmadiyah pulang ke kampungnya di Dusun Ketapang Desa Gegerung Kecamatan Lingsar Lombok Barat (Lobar).

Pantauan Suara NTB di Dusun Ketapang Desa Gegerung Minggu (10/10) kemarin, lokasi perkampungan Jemaah Ahmadiyah terlihat tenang. Kepala Desa Gegerung Syahudin yang ditemui di kediamannya mengakui keberadaan jemaah Ahmadiyah tersebut ada sejak dua bulan yang lalu.

Dijelaskan Syahudin, semenjak kejadian 2006 silam atau pascaterjadinya keributan antara masyarakat yang menolak kehadiran Ahmadiyah pihak pemerintah Desa bersama dengan Pemkab Lobar dan Pemprov NTB yang dibantu juga oleh aparat kepolisian sudah melakukan beberapa kali pertemuan untuk membahas tindaklanjut keberadaan Ahmadiyah. Namun, sampai detik ini belum ada solusi yang dirasa pas dan bisa diterima oleh warga setempat dan juga jemaah Ahmadiyah.

Selain membahas masalah nasib jemaah Ahmadiyah, pemerintah pada tahun 2009 lalu sempat melakukan pertemuan yang dipimpin Sekda Lobar Drs. H.L. Serinata MM guna membahas aset Ahmadiyah yang ada di Desa Gegerung. Menindaklanjuti pertemuan itu pihak BPKP juga sempat turun ke Ketapang untuk meninjau lebih lanjut aset milik jemaah Ahmadiyah, dan ternyata hanya dua rumah yang memiliki Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). “Sebenarnya, pada Februari 2008 pernah ada kesepakatan tentang harga seluruh aset Ahmadiyah yang mencapai Rp 710 juta, namun mereka (Ahmadiyah, red) menolak dan meminta harga yang jauh lebih tinggi yakni Rp 1 miliar lebih,” terangnya. (smd/her)

SUMBER : http://www.suarantb.com/2010/10/11/Sosial/detil2%202.html

1 Komentar

Filed under Agama, Ahmadiyah, Berita, Demokrasi, Kebebasan, kekerasan, Nasionalisme, Pluralisme, Politik, Sosial, Teologi

One response to “Warga Ahmadiyah akan Direlokasi Ke Sekotong

  1. Memang berat sekali memaksakan suatu kelompok yang mengaku Islam tetapi dengan menggunakan seorang Nabi yang selain Nabi Muhammad. Namun jika memang mereka para Ahmadyah itu tidak mau keluar dari Islam ya biarkan sajalah, asalkan jangan mengajak orang yang sudah memeluk Islam dengan mengikuti Nabi Muhammad SAW saja. Jadi yang perlu diperhatikan dengan baik adalah apakah mereka mengajak orang Islam lain atau tidak, jika tidak mengajak yang lain, yah biarkan saja. Betul juga jika dibuatkan suatu perkampungan khusus yang terdiri hanya orang Ahmadyah, jika nanti Allah SWT tidak berkenan dengan mereka kan mereka pasti akan diberikan Azaab di dunia. Tetapi jika mungkin Allah masih melihat satu sisi kebaikan mereka dengan mengakui Lailaha Illallah Muhammadarrasulullah, maka kemungkinan mereka hidup aman juga bisa saja terjadi. Biarlah mereka hidup aman dengan keyakinan mereka. Di zaman Nabi Muhammad juga ada orang musyrik dan kafir yang bebas hidup di kampung mereka kan? Bahkan kita dilarang mengganggu mereka, jika mereka tidak mengganggu kita yang Islam Ahli Sunnah Nabi Muhammad SAW.

    Sekian urun rembug ini, semoga semua kita menjadi semakin baik adanya. Amin. Yang Maha benar Allah SWT yang selalu benar dan suci Nabi Muhammad SAW, kita banyak dosa dan kesalahan, marilah kita saling memaafkan saja. Terimakasih.

    Wasalam dan sayang sejati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s