Category Archives: Fundamentalis

Media Statement Irshad Manji

Empat tahun yang lalu, saya datang ke Indonesia dan merasakan sebuah negara yang penuh dengan toleransi, keterbukaan dan pluralisme. Karena itu, saya menyebutkan di dalam buku baru saya, “Allah, Liberty and Love”, bahwa Indonesia adalah contoh yang patut ditiru negara-negara muslim lainnya.

Namun sekarang banyak hal berubah. Seperti yang terjadi tadi malam, di kantor LkiS, sekelompok preman berjubah agama menyerang 150 peserta diskusi sampai terluka, termasuk di antaranya asisten saya, Emily Rees. Ia dipukuli berkali-kali dengan besi panjang dan harus dilarikan ke rumah sakit. Lengannya terluka dan harus dibalut perban. Dua peserta diskusi lainnya mengalami luka cukup parah di kepala. Dan saya mengatakan kepada mereka bahwa, dengan rahmat Allah, mereka akan segera pulih. Baca lebih lanjut

Iklan

2 Komentar

Filed under Agama, Berita, Demokrasi, Fundamentalis, Kebebasan, kekerasan, menulis

Solusi Kasus Ahmadiyah

M. Dawam Rahardjo, cendekiawan

Dalam diskusi di suatu stasiun TV, KH Dr Mustafa Ya’qub mengeluarkan pandangan tentang solusi kasus Ahmadiyah dengan mengajukan dua usul alternatif. Pertama, membubarkan Ahmadiyah dan menjadikannya organisasi terlarang sebagaimana telah dilakukan terhadap PKI. Dan jika ingin tetap diakui sebagai muslim, bekas anggota Ahmadiyah harus “kembali kepada ajaran Islam yang benar”, menurut Majelis Ulama Indonesia (MUI), sebagai pemegang otoritas keagamaan di Indonesia atau Departemen Agama sebagai otoritas politik yang mengatur kehidupan beragama. Kedua, meminta kepada Jemaat Ahmadiyah untuk mendirikan agama baru di luar Islam, dengan konsekuensi tidak boleh menjalankan syariat Islam atau mendasarkan doktrin keagamaannya kepada Al-Quran dan Sunnah. Pandangan itu secara implisit menyatakan bahwa, jika salah satu dari alternatif itu tidak dijalankan, tindak kekerasan dari umat Islam akan tetap berlangsung, yang artinya tidak bisa ditolak pembenarannya. Menurut dia, salah satu dari dua pilihan itu, jika dilaksanakan, akan menyelesaikan masalah hingga tuntas.
Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Agama, Ahmadiyah, Demokrasi, Fundamentalis, Islam, Kebebasan, kekerasan

Lebih dari 50 Al-Quran Dibakar di Cisalada

BOGOR — Lebih dari 50 Al-Quran dibakar di Kampung Cisalada, Desa Ciampea, kawasan pemukiman jama’ah Ahmadiyah. Al-Quran yang dibakar sama seperti Al-Quran yang digunakan umat Islam di seluruh dunia. Kejadian itu terjadi pada Jumat (3/10) sekitar pukul 19.30 WIB.

Peristiwa itu tidak mendapatkan perhatian dari media-media arus besar. Padahal sebelumnya, media-media arus besar memberitakan besar-besaran wacana pembakaran Al-Quran di Amerika. Tidak lama, wacana itu mendapat reaksi dari banyak kelompok Islam di dunia, termasuk di Indonesia.
Baca lebih lanjut

2 Komentar

Filed under Agama, Ahmadiyah, Berita, Demokrasi, Fundamentalis, Hukum, Informasi, Kebebasan, kekerasan, Kliping, Pluralisme, Teologi

Mahasiswa Muslim dan Kristen Demo Kecam Pembakaran Al-Quran

Aksi pembakaran Al-Quran oleh pengikut Terry Jones terus menuai kecaman. Selasa (21/9) kemarin, sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Forum Silaturrahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) NTB menggelar aksi unjukrasa. Tidak hanya mahasiswa muslim, aksi juga didukung Perhimpunan Mahasiswa Katolik Indonesia (FKMRI).
Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Agama, Berita, blog, Demokrasi, Fundamentalis, Islam, Kebebasan, kekerasan, PKS

MENEGUHKAN OTORITAS WAHYU (Upaya Melawan Hegemoni Akal)*

Di saat berbagai permasalahan menghantam umat dan bangsa ini, kita membutuhkan sosok ulama seperti Al-Ghozali dan sosok negarawan seperti Sholahudin al-Ayubi. Dengan memadukan dua sosok seperti ini, maka problematika yang sedang dihadapi umat dan bangsa ini kita harapkan menemukan titik akhir. Dan, generasi muda seperti kita harus turut terlibat membentuk tradisi intelektual.

Oleh: Syamsudin Kadir**
Baca lebih lanjut

3 Komentar

Filed under Agama, Fundamentalis, Islam, Opini, PKS

AS dan Kebebasan Beragama

Kontroversi pembangunan pusat Islam di dekat Ground Zero—tempat serangan teroris 11 September 2001— membuat Presiden Amerika Serikat Barack Obama yang beragama Protestan harus angkat bicara. Wali Kota New York Michael Bloomberg, yang beragama Yahudi, sebelumnya mendukung.

Muhamad Ali
Baca lebih lanjut

3 Komentar

Filed under Agama, Demokrasi, Fundamentalis, Islam, Kebebasan, Politik

Bukan Teror Sarung dan Peci

VIDEO amatir itu berdurasi 75 menit 34 detik. Dibuka dengan kaligrafi Arab mengutip ayat-ayat suci Al-Quran, disusul satu demi satu cuplikan gambar kekerasan yang melibatkan umat Islam di Indonesia. Lagu nasyid berirama cepat berkumandang jadi latar belakang. Liriknya berulang-ulang mengajak muslim berjihad.
Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Agama, Ahmadiyah, Berita, Demokrasi, Fatwa, Fundamentalis, Lokal, MUI, Opini, PKS, Pluralisme

Affandi Mochtar: “Agar Tidak Radikal, Pendidikan Islam Harus Belajar dari Pesantren”

“Agar tidak menjadi radikal, pendidikan Islam di Indonesia harus belajar dari pesantren”. Ini secara implisit dinyatakan oleh DR. H. Affandi Mochtar, MA, dalam acara penutupan workshop perpustakaan yang diselengarakan Dikti Depag RI, Minggu 16/05/2010 di Hotel Syahid Yogyakarta.
Baca lebih lanjut

3 Komentar

Filed under Agama, Berita, Demokrasi, Fundamentalis, Kliping, NU

Dialog Ulil Abshar-Abdalla dan H.M. Nur Abdurrahman

Sekarang saya tanya: apa bahasa Allah itu? Apakah Allah itu berbahasa Arab, Inggris, Belanda, Sunda, atau yang lain? Jawaban saya: Allah menggambarkan diri-Nya dalam Qur’an, “Laisa kamitslihi syai’un”, Allah tidak menyerupai apapaun. Artinya: Allah tidak mempunyai bahasa; Allah itu “beyond languages, beyond symbols,” begitulah orang-orang sufi sering menggambarkan zat Allah. Tetapi ketika Allah hendak “berbicara” kepada manusia, “terpaksa” Allah memakai bahasa. Ketika Allah hendak “berkomunikasi” dengan komunitas yang kebetulan adalah orang-orang Arab, maka “terpaksa” Allah menggunakan bahasa Arab.
Baca lebih lanjut

6 Komentar

Filed under Demokrasi, Fundamentalis, menulis, Wawancara

Potret Kebebasan Beragama di NTB Tahun 2009

Potret kebebasan beragama dan berkeyakinan di NTB sepanjang tahun 2009 belum menggembirakan. Hal ini terungkap dalam laporan pemantauan yang dilakukan oleh Lembaga Studi Kemanusiaan (LENSA) NTB dan The Wahid Institute (WI) Jakarta.

Dalam pemantauan itu terungkap dua problem keagamaan. Pertama, pelanggaran kebebasan beragama dan berkeyakinan. Pelanggaran yang dimaksud adalah tindakan pelanggaran langsung (comission) atau pembiaran (ommision) yang dilakukan oleh aparatur negara seperti polisi, Pol PP, tentara, kepala desa dan lain-lain terhadap pengikut (jamaah) agama atau keyakinan tertentu. Baca lebih lanjut

2 Komentar

Filed under Agama, Ahmadiyah, Berita, Demokrasi, Fundamentalis, Hukum, Kebebasan, kekerasan, Nasionalisme, Pluralisme, Sosial