Category Archives: Kebebasan

Media Statement Irshad Manji

Empat tahun yang lalu, saya datang ke Indonesia dan merasakan sebuah negara yang penuh dengan toleransi, keterbukaan dan pluralisme. Karena itu, saya menyebutkan di dalam buku baru saya, “Allah, Liberty and Love”, bahwa Indonesia adalah contoh yang patut ditiru negara-negara muslim lainnya.

Namun sekarang banyak hal berubah. Seperti yang terjadi tadi malam, di kantor LkiS, sekelompok preman berjubah agama menyerang 150 peserta diskusi sampai terluka, termasuk di antaranya asisten saya, Emily Rees. Ia dipukuli berkali-kali dengan besi panjang dan harus dilarikan ke rumah sakit. Lengannya terluka dan harus dibalut perban. Dua peserta diskusi lainnya mengalami luka cukup parah di kepala. Dan saya mengatakan kepada mereka bahwa, dengan rahmat Allah, mereka akan segera pulih. Baca lebih lanjut

2 Komentar

Filed under Agama, Berita, Demokrasi, Fundamentalis, Kebebasan, kekerasan, menulis

Argumen Islam untuk Kebebasan

Oleh Saidiman Ahmad

Debat yang muncul seputar keberadaan sekte Islam Ahmadiyah memasuki babak baru menyusul perlakukan kekerasan yang mereka alami. Kampanye anti-Ahmadiyah yang begitu massif semakin menyudutkan kelompok yang memang marjinal ini. Betapapun kuat argumen bahwa Ahmadiyah hanyalah sekte di dalam Islam, tapi kenyataan bahwa banyak orang yang berpikiran lain tidak bisa diabaikan. Persoalannya, anggapan bahwa Ahmadiyah berada di luar Islam inilah yang dijadikan dalih bagi sekelompok orang untuk terus-menerus menganggu, meneror, bahkan membunuh anggota Ahmadiyah.
Baca lebih lanjut

5 Komentar

Filed under Agama, Islam, Kebebasan

Mahfud MD Pilih Dilil Gusdur Sikapi Ahmadiyah

TEMPO Interaktif, Jakarta – Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud Md menilai, pelarangan Ahmadiyah serba dilematis untuk dilakukan. Karena itu dia lebih suka kembali pada dalil mendiang Gus Dur.

“Secara umum saya katakan dilematis pengaturan Ahmadiyah itu,” kata Mahfud saat ditemui di Gedung MK, Jakarta, Selasa (8/3).

Dia menjelaskan dilema yang dimaksudnya. Pada dasarnya, kata dia, negara tidak boleh menilai keyakinan orang. Yang boleh dinilai adalah tindakannya, apakah tindakan itu melanggar hukum apa tidak. “Kalau keyakinan itu tidak bisa dinilai oleh negara dan tidak bisa dihalangi oleh siapapun,” ujar dia.
Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Agama, Ahmadiyah, Fatwa, Gusdur, Islam, Kebebasan, kekerasan, Kliping, MUI

Solusi Kasus Ahmadiyah

M. Dawam Rahardjo, cendekiawan

Dalam diskusi di suatu stasiun TV, KH Dr Mustafa Ya’qub mengeluarkan pandangan tentang solusi kasus Ahmadiyah dengan mengajukan dua usul alternatif. Pertama, membubarkan Ahmadiyah dan menjadikannya organisasi terlarang sebagaimana telah dilakukan terhadap PKI. Dan jika ingin tetap diakui sebagai muslim, bekas anggota Ahmadiyah harus “kembali kepada ajaran Islam yang benar”, menurut Majelis Ulama Indonesia (MUI), sebagai pemegang otoritas keagamaan di Indonesia atau Departemen Agama sebagai otoritas politik yang mengatur kehidupan beragama. Kedua, meminta kepada Jemaat Ahmadiyah untuk mendirikan agama baru di luar Islam, dengan konsekuensi tidak boleh menjalankan syariat Islam atau mendasarkan doktrin keagamaannya kepada Al-Quran dan Sunnah. Pandangan itu secara implisit menyatakan bahwa, jika salah satu dari alternatif itu tidak dijalankan, tindak kekerasan dari umat Islam akan tetap berlangsung, yang artinya tidak bisa ditolak pembenarannya. Menurut dia, salah satu dari dua pilihan itu, jika dilaksanakan, akan menyelesaikan masalah hingga tuntas.
Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Agama, Ahmadiyah, Demokrasi, Fundamentalis, Islam, Kebebasan, kekerasan

Pejabat Publik dan Etika Publik

Seorang anggota DPRD baru-baru ini mengusulkan tes keperawanan sebagai salah satu persyaratan akademik. Tujuannya, membuat malu para siswa. Lalu, seorang menteri berkomentar bahwa seni harus sesuai kaidah Islam sehingga ia melarang festival film gay. Maka, masyarakat pun bertanya, ”Sejauh manakah pejabat publik negeri ini memiliki kompetensi memimpin?”

Oleh Gadis Arivia
Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Demokrasi, Kebebasan, Opini

Warga Ahmadiyah akan Direlokasi Ke Sekotong

Bupati Lombok Barat Dr. Zaini Arony mengungkapkan, dalam upaya memberikan perlindungan terhadap warga ahmadiyah, Pemkab Lobar akan membuat kebijakan untuk menempatkan warga terkait di salah satu Pulau di Sekotong.

Hal ini diungkapkan Bupati Lombok Barat di hadapan Gubernur, Kapolda dan semua kepala daerah yang hadir dalam pertemauan membahas masalah konflik di daerah NTB Kamis (6/10) lalu.
Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Agama, Ahmadiyah, Berita, Demokrasi, Kebebasan, kekerasan, Nasionalisme, Pluralisme, Politik, Sosial, Teologi

Lebih dari 50 Al-Quran Dibakar di Cisalada

BOGOR — Lebih dari 50 Al-Quran dibakar di Kampung Cisalada, Desa Ciampea, kawasan pemukiman jama’ah Ahmadiyah. Al-Quran yang dibakar sama seperti Al-Quran yang digunakan umat Islam di seluruh dunia. Kejadian itu terjadi pada Jumat (3/10) sekitar pukul 19.30 WIB.

Peristiwa itu tidak mendapatkan perhatian dari media-media arus besar. Padahal sebelumnya, media-media arus besar memberitakan besar-besaran wacana pembakaran Al-Quran di Amerika. Tidak lama, wacana itu mendapat reaksi dari banyak kelompok Islam di dunia, termasuk di Indonesia.
Baca lebih lanjut

2 Komentar

Filed under Agama, Ahmadiyah, Berita, Demokrasi, Fundamentalis, Hukum, Informasi, Kebebasan, kekerasan, Kliping, Pluralisme, Teologi

Mahasiswa Muslim dan Kristen Demo Kecam Pembakaran Al-Quran

Aksi pembakaran Al-Quran oleh pengikut Terry Jones terus menuai kecaman. Selasa (21/9) kemarin, sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Forum Silaturrahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) NTB menggelar aksi unjukrasa. Tidak hanya mahasiswa muslim, aksi juga didukung Perhimpunan Mahasiswa Katolik Indonesia (FKMRI).
Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Agama, Berita, blog, Demokrasi, Fundamentalis, Islam, Kebebasan, kekerasan, PKS

Sasak Bodha Lombok Utara Lakukan Ritual Muja Balit

KOMUNITAS Sasak Bodha di Lenek, Desa Bentek, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara (KLU) punya tradisi ritual yang diberi nama muja balit atau pemujaan terhadap leluhur. Acara biasanya digelar pada musim panas yang dirangkaikan dengan ritual mulek kaya atau syukuran atas hasil tanaman sawah dan kebun yang diperoleh selama ini. Rangkaian ritual itu berlangsung selama empat hari, mulai dari membersihkan tempat pemujaan, turun gong atau menurunkan gamelan hingga perang nasi dan perang topat.
Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Agama, Demokrasi, Kebebasan, Kliping, Lokal, Nasionalisme, Pluralisme, Sasak, Sosial, Teologi

AS dan Kebebasan Beragama

Kontroversi pembangunan pusat Islam di dekat Ground Zero—tempat serangan teroris 11 September 2001— membuat Presiden Amerika Serikat Barack Obama yang beragama Protestan harus angkat bicara. Wali Kota New York Michael Bloomberg, yang beragama Yahudi, sebelumnya mendukung.

Muhamad Ali
Baca lebih lanjut

3 Komentar

Filed under Agama, Demokrasi, Fundamentalis, Islam, Kebebasan, Politik