Category Archives: MUI

Mahfud MD Pilih Dilil Gusdur Sikapi Ahmadiyah

TEMPO Interaktif, Jakarta – Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud Md menilai, pelarangan Ahmadiyah serba dilematis untuk dilakukan. Karena itu dia lebih suka kembali pada dalil mendiang Gus Dur.

“Secara umum saya katakan dilematis pengaturan Ahmadiyah itu,” kata Mahfud saat ditemui di Gedung MK, Jakarta, Selasa (8/3).

Dia menjelaskan dilema yang dimaksudnya. Pada dasarnya, kata dia, negara tidak boleh menilai keyakinan orang. Yang boleh dinilai adalah tindakannya, apakah tindakan itu melanggar hukum apa tidak. “Kalau keyakinan itu tidak bisa dinilai oleh negara dan tidak bisa dihalangi oleh siapapun,” ujar dia.
Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Agama, Ahmadiyah, Fatwa, Gusdur, Islam, Kebebasan, kekerasan, Kliping, MUI

Greg Barton: SBY Salah Besar Mendengar MUI

Pada 2002, Greg Barton, seorang profesor di Monash University menulis biografi tentang presiden Indonesia Abdurrahman Wahid berjudul Abdurrahman Wahid, Muslim Democrat, Indonesian President: A View From The Inside.

Kekuatan biografi itu adalah kedekatan yang ditampilkan oleh Barton pada Gus Dur. Barton seolah hampir menjadi bagian dari anggota keluarga Gus Dur. Ia membahasakannya seolah mereka adalah ayah dan menantu.
Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Agama, Gusdur, Islam, MUI, NU

Bukan Teror Sarung dan Peci

VIDEO amatir itu berdurasi 75 menit 34 detik. Dibuka dengan kaligrafi Arab mengutip ayat-ayat suci Al-Quran, disusul satu demi satu cuplikan gambar kekerasan yang melibatkan umat Islam di Indonesia. Lagu nasyid berirama cepat berkumandang jadi latar belakang. Liriknya berulang-ulang mengajak muslim berjihad.
Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Agama, Ahmadiyah, Berita, Demokrasi, Fatwa, Fundamentalis, Lokal, MUI, Opini, PKS, Pluralisme

Kerja Besar Kita ke Depan

Oleh Abdurrahman Wahid

KITA dibuat tertegun dengan kenyataan bahwa dalam proses pembangunannya bangsa ini didominasi orang kaya/elite. Tidak punya uang, maka harus “mengalah” dari mereka yang lebih beruntung. Pendidikan dan sebagainya hanya menganakemaskan mereka yang kaya.

Dikotomi kaya-miskin ini berlaku di hampir semua bidang kehidupan. Nah, bagi mereka yang merasa tertinggal, mengakibatkan munculnya rasa marah dan dendam. Pemerintah turut bersalah dalam hal ini, karena mengambil pihak yang salah untuk dijadikan panutan.
Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Agama, Ahmadiyah, Demokrasi, Fundamentalis, Gusdur, Islam, Kebebasan, MUI, Nasionalisme, PKS, Pluralisme, Sosial