Category Archives: PKS

Mahasiswa Muslim dan Kristen Demo Kecam Pembakaran Al-Quran

Aksi pembakaran Al-Quran oleh pengikut Terry Jones terus menuai kecaman. Selasa (21/9) kemarin, sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Forum Silaturrahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) NTB menggelar aksi unjukrasa. Tidak hanya mahasiswa muslim, aksi juga didukung Perhimpunan Mahasiswa Katolik Indonesia (FKMRI).
Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Agama, Berita, blog, Demokrasi, Fundamentalis, Islam, Kebebasan, kekerasan, PKS

MENEGUHKAN OTORITAS WAHYU (Upaya Melawan Hegemoni Akal)*

Di saat berbagai permasalahan menghantam umat dan bangsa ini, kita membutuhkan sosok ulama seperti Al-Ghozali dan sosok negarawan seperti Sholahudin al-Ayubi. Dengan memadukan dua sosok seperti ini, maka problematika yang sedang dihadapi umat dan bangsa ini kita harapkan menemukan titik akhir. Dan, generasi muda seperti kita harus turut terlibat membentuk tradisi intelektual.

Oleh: Syamsudin Kadir**
Baca lebih lanjut

3 Komentar

Filed under Agama, Fundamentalis, Islam, Opini, PKS

Bukan Teror Sarung dan Peci

VIDEO amatir itu berdurasi 75 menit 34 detik. Dibuka dengan kaligrafi Arab mengutip ayat-ayat suci Al-Quran, disusul satu demi satu cuplikan gambar kekerasan yang melibatkan umat Islam di Indonesia. Lagu nasyid berirama cepat berkumandang jadi latar belakang. Liriknya berulang-ulang mengajak muslim berjihad.
Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Agama, Ahmadiyah, Berita, Demokrasi, Fatwa, Fundamentalis, Lokal, MUI, Opini, PKS, Pluralisme

PKS Mengancam PAN dan PKB

R Ferdian Andi R [inilah.com/Wirasatria]

INILAH.COM,
Jakarta – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) serius memperteguh posisinya sebagai partai Islam terbesar. Melalui Munas II ini, PKS membentuk lembaga khusus bidang keumatan. PKS pun membidik suara NU dan Muhammadiyah. PAN dan PKB potensial kehilangan basis massa.
Baca lebih lanjut

2 Komentar

Filed under Berita, PKS, Politik

Pelanggaran Menurun, Intoleransi Masih Tinggi

Angka kasus pelanggaran kebebasan beragama dan berkeyakinan serta intoleransi di propinsi Nusa Tenggara Barat pada tahun 2008 menunjukkan penurunan yang cukup drastis dibandingkan dengan tahun 2009.

Hal ini terungkap pada acara Focus Group Discussion (FGD) bertema “Potret kebebasan beragama dan berkeyakinan di NTB tahun 2009” yang diadakan Lembaga Studi kemanusiaan (LeNSA) NTB dan The Wahid Institut (WI) Jakarta di Mataram (31/3).
Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Agama, Ahmadiyah, Berita, Demokrasi, Fundamentalis, Hukum, Islam, Kebebasan, kekerasan, Kliping, PKS, Pluralisme, Sasak, Sosial, Teologi

Kerja Besar Kita ke Depan

Oleh Abdurrahman Wahid

KITA dibuat tertegun dengan kenyataan bahwa dalam proses pembangunannya bangsa ini didominasi orang kaya/elite. Tidak punya uang, maka harus “mengalah” dari mereka yang lebih beruntung. Pendidikan dan sebagainya hanya menganakemaskan mereka yang kaya.

Dikotomi kaya-miskin ini berlaku di hampir semua bidang kehidupan. Nah, bagi mereka yang merasa tertinggal, mengakibatkan munculnya rasa marah dan dendam. Pemerintah turut bersalah dalam hal ini, karena mengambil pihak yang salah untuk dijadikan panutan.
Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Agama, Ahmadiyah, Demokrasi, Fundamentalis, Gusdur, Islam, Kebebasan, MUI, Nasionalisme, PKS, Pluralisme, Sosial

A subversive agent: woman in burqa

On my way to the office every morning, I often stumbled on an intriguing scene: a woman was clad in a black garb that covers her entire body, including her face. She always wore a black glasses that seems she deliberately put on to hide her eyes. What makes the scene even more intriguing for me is that she rides a motorcycle alone, zigzagging through a jammed and crowded traffic in a way that is not so dissimilar from other ‘wild’ motorcyclists in Jakarta.

Ulil Abshar Abdalla
Baca lebih lanjut

2 Komentar

Filed under Demokrasi, Islam, Kebebasan, Opini, PKS

Pemikiran Liberal Masih ditentang

Kampanye anti pemikiran islam liberal nampaknya semakin gencar dilakukan aktifis-aktifis islam kanan di NTB. Setelah baru lalu mengadakan diskusi-diskusi anti penyesatan, kemaren (5/11) mereka mengadakan seminar dengan tema “kajian pemikiran islam” di Gedung Graha Bakti Kantor Gubernur NTB.

Acara yang diselenggarakan Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor cabang Mataram tersebut menghadirkan tiga aktifis garda depan penentang islam liberal yakni Dr. Adian Husaini (Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia), dan dua aktifis dari Institute for the Study of Islamic Thought and Civilization (INSISTS) Jakarta, DR. Hamid Fahmy Zarkasyi dan Dr. Nirwan Safrin.

Gubernur NTB TGH. Zainul Majedi dalam sambutannya mengatakan, liberalisasi pemikiran dan hukum islam menjadi ancaman serius tehadap eksistensi agama Islam, persepsi dan pemahaman agama islam seperti ini harus dikaji lebih dalam.

“proses liberalisasi pemikiran dalam islam tidak lahir begitu saja, tapi sengaja diskenario dan direkayasa secara oleh pihak-pihak tertentu” tambah Gubernur yang baru lalu mendapat rekor sebagai Gubernur termuda dari MURI itu.

Ketua penyelenggara kegiatan tersebut Dr. Lalu Wira mengatakan, acara ini dimaksudkan sebagai counter dari pemikiran islam liberal yang selama ini berkembang ditengah masyarakat.

Selain menghadirkan para pembicara, panitia juga menghadirkan pimpinan pondok pesantren modern Gontor KH. Abdullah Zarkasyi dan beberapa pimpinan pondok pesantren di NTB seperti TGH. Safwan hakim Kediri dan TGH. Lalu Anas Hasry Anjani Lombok Timur. []

3 Komentar

Filed under Agama, Demokrasi, Fundamentalis, Islam, Kebebasan, PKS, Pluralisme

Berkah Demokrasi Untuk PKS

simbah-pksTerkait kontribusi partai politik agama terhadap demokrasi, hasil penelitian Stathis N. Kalyvas tentang partai-partai Kristen Demokrat di Eropa sangat menarik untuk dikemukakan. Menurut Kalyvas, para pelaku politik keagamaan ternyata tidak hanya diikat oleh keyakinan ideologi keagamaan mereka, tapi juga oleh perhitungan untung-rugi dalam usaha mencapai atau mempertahankan kekuasaan. Karena berorientasi pada kekuasaan, partai-partai ini berupaya memoderatkan posisi politik mereka dalam rangka mendapatkan banyak dukungan suara rakyat. Sebab, mereka sadar bahwa mayoritas massa pemilih lebih menyukai posisi politik moderat ketimbang yang terlalu ekstrem.

Oleh Iqbal Hasanuddin

Baca lebih lanjut

2 Komentar

Filed under Agama, Demokrasi, Fundamentalis, Islam, Nasionalisme, Opini, PKS, Pluralisme, Politik, Sosial