Category Archives: Politik

Warga Ahmadiyah akan Direlokasi Ke Sekotong

Bupati Lombok Barat Dr. Zaini Arony mengungkapkan, dalam upaya memberikan perlindungan terhadap warga ahmadiyah, Pemkab Lobar akan membuat kebijakan untuk menempatkan warga terkait di salah satu Pulau di Sekotong.

Hal ini diungkapkan Bupati Lombok Barat di hadapan Gubernur, Kapolda dan semua kepala daerah yang hadir dalam pertemauan membahas masalah konflik di daerah NTB Kamis (6/10) lalu.
Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Agama, Ahmadiyah, Berita, Demokrasi, Kebebasan, kekerasan, Nasionalisme, Pluralisme, Politik, Sosial, Teologi

‘Roh’, ‘Api’, Kata Bung Karno

Bung Karno mungkin kesepian. Di Ende, diasingkan oleh pemerintah kolonial sejak Februari 1934, hanya satu-dua orang yang berani mengunjunginya. Tentu saja tak ada rapat umum tempat ia bisa berpidato, dielu-elukan orang ramai, didengarkan dengan kagum.

Seorang penulis biografi politiknya, Bernard Dahm, menyebutkan, dalam kesendirian itu Bung Karno “berpaling mencari lindungan ke dalam Islam”. Di Ende, Bung Karno memang banyak bicara soal Islam, tapi saya tak yakin tepatkah kata “lindungan” (dalam versi Inggris “refuge”) di situ.
Baca lebih lanjut

Komentar Dinonaktifkan pada ‘Roh’, ‘Api’, Kata Bung Karno

Filed under Agama, Caping, Islam, Kliping, Nasionalisme, Opini, Pluralisme, Politik, Sosial

AS dan Kebebasan Beragama

Kontroversi pembangunan pusat Islam di dekat Ground Zero—tempat serangan teroris 11 September 2001— membuat Presiden Amerika Serikat Barack Obama yang beragama Protestan harus angkat bicara. Wali Kota New York Michael Bloomberg, yang beragama Yahudi, sebelumnya mendukung.

Muhamad Ali
Baca lebih lanjut

3 Komentar

Filed under Agama, Demokrasi, Fundamentalis, Islam, Kebebasan, Politik

“Ukhuwwah Islamiyyah”

Beberapa waktu yang lalu seorang kawan lama yang saat mahasiswa aktif bersama saya di Himpunan Mahasiswa Islam datang kepada saya untuk meminta tolong agar, atas nama ukhuwwah islamiyyah, saya membantu memenangkan seorang calon kepala daerah yang sedang beperkara di Mahkamah Konstitusi.

Moh Mahfud MD
Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Agama, Demokrasi, Hukum, Islam, Kebebasan, Kliping, Nasionalisme, NU, Opini, Politik, Teologi

Mencari Akar Konflik

Otonomi Daerah Nusa Tenggra Barat (Bagian 3)

Nusa Tenggara Barat adalah wilayah yang tergolong rawan konflik. Tercatat ada 79 konflik komunal sepanjang 2007-Februari 2010, sebanyak 49 adalah kasus perkelahian dan 30 kasus perusakan. Hal ini disampaikan Maret 2010 oleh Kepala Polda Nusa Tenggara barat (NTB) Brigadir Jendral (Pol) Arif Wachjunadi, seperti diberitakan Global FM Mataram. Konflik terbanyak ada di Kabupaten Lombok Barat dengan 24 kasus serta Kabupaten Lombok Tengah dan Kabupaten Bima yang masing-masing 29 dan 14 kasus.

Oleh Khaerul Anwar dan Edna C Pattisina
Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Agama, Demokrasi, Islam, Kebebasan, Kliping, Lokal, Pluralisme, Politik, Sosial

PKS Mengancam PAN dan PKB

R Ferdian Andi R [inilah.com/Wirasatria]

INILAH.COM,
Jakarta – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) serius memperteguh posisinya sebagai partai Islam terbesar. Melalui Munas II ini, PKS membentuk lembaga khusus bidang keumatan. PKS pun membidik suara NU dan Muhammadiyah. PAN dan PKB potensial kehilangan basis massa.
Baca lebih lanjut

2 Komentar

Filed under Berita, PKS, Politik

Skema Politik Loteng di Putaran Kedua

Munculnya Gde Sakti (Salam) yang memanggul Ikon Nahdlatul Wathan (NW) mau tidak mau telah membawa polarisasi ideologi besar di pentas politik Lombok Tengah. “NW” telah memperlihatkan perilaku ekspansif bagi warga diluar NW yang tentu saja membuat sentimen organisasi yang begitu besar bagi masyarakat diluar NW.

Oleh : Achmad Jumaely*
Baca lebih lanjut

6 Komentar

Filed under Demokrasi, Informasi, Lokal, Opini, Politik, Sosial

Pilkada Loteng dan Politisasi Agama

Pelaksanaan PILKADA Kabupaten Lombok Tengah telah mencapai tahapan yang cukup jauh. Sepuluh pasang kandidat yang mendaftar ke KPUD Lombok Tengah telah menjalani berbagai uji kelayakan secara fisik dan psikis serta uji kelengkapan persyaratan administrasi. KPUD memang belum menghasilkan hasil verfikasi yang mereka lakukan, tetapi desas-desus mengenai hal tersebut telah dimunculkan melalui berbagai media massa lokal. Media massa lokal jauh-jauh hari memang sudah diramaikan dengan pemberitaan seputar PILKADA. Bahkan, hingar bingar PILKADA Kabupaten Lombok Tengah ini juga menjadi pemberitaan utama di media maya baik di forum-forum diskusi, mailing list, situs jejaring social Facebook, ataupun di berbagai web-portal.

Oleh : A. Syalabi Mujahid *
Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Agama, Demokrasi, Islam, Opini, Politik

Senja Kala Sekularisme

AKAR terorisme tidak selalu dimotivasi oleh agama. Bahkan, dalam berbagai kasus agama dijadikan jubah dan penambah amunisi, padahal akarnya bisa jadi adanya dominasi mayoritas terhadap minoritas atau kekuatan asing yang akan menguasai atau menjarah wilayah bangsa lain.

KOMARUDDIN HIDAYAT
Baca lebih lanjut

2 Komentar

Filed under Agama, Berita, Demokrasi, Fundamentalis, Kebebasan, kekerasan, Opini, Pluralisme, Politik, Sosial, Teologi

Facebook dan Pembangkangan Sipil

Dukungan masyarakat sipil untuk Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah dua pimpinan KPK non aktif yang sempat di penjarakan itu terus mengalir. Dukungan tak hanya lewat dunia nyata dalam bentuk aksi demonstrasi tapi juga dari dunia maya, facebook (FB).
Oleh : Jhellie Maestro*
75Art
Di dunia nyata aksi-aski berlangsung tidak hanya di Jakarta tapi juga di daerah-daerah. Tokoh-tokoh nasional seperti Gusdur, Syafi’i Ma’arif, Masdar Farid Mas’udi dan lain-lain juga tak tanggung-tanggung turut turun kejalan. Sementara di dunia maya dukungan tak kalah dahsyat. Seorang bernama Usman Yasin dosen universitas muhammadiyah Bengkulu memulainya dengan mengangkat tema Gerakan 1 juta Facebookers Dukung Chandra Hamzah & Bibit Samad Riyanto.

Fantastis, dua hari setelah dukungan itu dibuat ada 200 ribuan orang menyatakaan dukungannya. Sampai dibentuknya tim 8 oleh presiden pada selasa lalu, angkanya sudah mencapai 500 ribu orang. Angka yang begitu fantastis konon menurut beberapa analis, telah menginspirasi SBY membentuk TIM 8. Hari ini angka dukungan itu sudah menembus 894.323 orang.

Aksi dukungan melalui FB seperti ini juga pernah mencuat ketika Prita Mulya Sari mengalami kriminalsasi oleh rumah sakit omni internasional. Hasilnya prita dibebaskan ketika angka dukungan mencapai 80 ribu orang. Bahkan diliputan televisi, dengan jujur polisi mengatakan, mereka membebaskan Prita salah satu alasannya karena besarnya dukungan masyarakat lewat FB.

Diakui maupun tidak, FB hari ini telah ikut mewarnai sistem demokrasi kita. Ketika saluran demokrasi formal seperti partai politik, DPR dan DPD sudah tersumbat dan tak lagi bisa diandalkan rakyat, ketika dunia hukum mengabaikan nalar dan akal sehat, maka FB yang awalnya hanya sebuah jejaring pertemanan menjadi saluran demokrasi alternatif yang sangat efektif.

Suka tidak suka, dalam kontestasi dua kasus ini, FB telah menghasilkan people power yang luarbiasa dan tak bisa dianggap remeh penguasa. Sebuah media massa menulis, dalam kasus KPK, FB telah menstimulasi munculnya pembangkangan sipil. Masyarakat secara sadar dan mengikuti nurani bersuara lantang, KPK harus diselamatkan, dan mafioso-mafioso politik dinegeri ini harus dilawan. []

Tinggalkan komentar

Filed under Demokrasi, Konspirasi, Korupsi, Opini, Politik