Category Archives: Sosial

Warga Ahmadiyah akan Direlokasi Ke Sekotong

Bupati Lombok Barat Dr. Zaini Arony mengungkapkan, dalam upaya memberikan perlindungan terhadap warga ahmadiyah, Pemkab Lobar akan membuat kebijakan untuk menempatkan warga terkait di salah satu Pulau di Sekotong.

Hal ini diungkapkan Bupati Lombok Barat di hadapan Gubernur, Kapolda dan semua kepala daerah yang hadir dalam pertemauan membahas masalah konflik di daerah NTB Kamis (6/10) lalu.
Baca lebih lanjut

Iklan

1 Komentar

Filed under Agama, Ahmadiyah, Berita, Demokrasi, Kebebasan, kekerasan, Nasionalisme, Pluralisme, Politik, Sosial, Teologi

Sasak Bodha Lombok Utara Lakukan Ritual Muja Balit

KOMUNITAS Sasak Bodha di Lenek, Desa Bentek, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara (KLU) punya tradisi ritual yang diberi nama muja balit atau pemujaan terhadap leluhur. Acara biasanya digelar pada musim panas yang dirangkaikan dengan ritual mulek kaya atau syukuran atas hasil tanaman sawah dan kebun yang diperoleh selama ini. Rangkaian ritual itu berlangsung selama empat hari, mulai dari membersihkan tempat pemujaan, turun gong atau menurunkan gamelan hingga perang nasi dan perang topat.
Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Agama, Demokrasi, Kebebasan, Kliping, Lokal, Nasionalisme, Pluralisme, Sasak, Sosial, Teologi

‘Roh’, ‘Api’, Kata Bung Karno

Bung Karno mungkin kesepian. Di Ende, diasingkan oleh pemerintah kolonial sejak Februari 1934, hanya satu-dua orang yang berani mengunjunginya. Tentu saja tak ada rapat umum tempat ia bisa berpidato, dielu-elukan orang ramai, didengarkan dengan kagum.

Seorang penulis biografi politiknya, Bernard Dahm, menyebutkan, dalam kesendirian itu Bung Karno “berpaling mencari lindungan ke dalam Islam”. Di Ende, Bung Karno memang banyak bicara soal Islam, tapi saya tak yakin tepatkah kata “lindungan” (dalam versi Inggris “refuge”) di situ.
Baca lebih lanjut

Komentar Dinonaktifkan pada ‘Roh’, ‘Api’, Kata Bung Karno

Filed under Agama, Caping, Islam, Kliping, Nasionalisme, Opini, Pluralisme, Politik, Sosial

Islam Lokal Mampu Ciptakan Kebangkitan Islam di Lombok

YOGYA (KRjogja.com) – Pemikiran Islam lokal yang disampaikan oleh Tuan Guru Haji Muchammad Soleh Chambali Bengkel al-Ampenani atau sering disebut Tuan Guru Bengkel, ternyata mampu menciptakan kebangkitan Islam di Lombok. Tuan Guru Bengkel merupakan tokoh Islam di Lombok abad ke-20 yang sudah menerbitkan dua kitab tentang dakwah Islam.
Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Agama, Informasi, Islam, Lokal, Nasionalisme, NU, Pluralisme, Sasak, Sosial, Teologi

Mencari Akar Konflik

Otonomi Daerah Nusa Tenggra Barat (Bagian 3)

Nusa Tenggara Barat adalah wilayah yang tergolong rawan konflik. Tercatat ada 79 konflik komunal sepanjang 2007-Februari 2010, sebanyak 49 adalah kasus perkelahian dan 30 kasus perusakan. Hal ini disampaikan Maret 2010 oleh Kepala Polda Nusa Tenggara barat (NTB) Brigadir Jendral (Pol) Arif Wachjunadi, seperti diberitakan Global FM Mataram. Konflik terbanyak ada di Kabupaten Lombok Barat dengan 24 kasus serta Kabupaten Lombok Tengah dan Kabupaten Bima yang masing-masing 29 dan 14 kasus.

Oleh Khaerul Anwar dan Edna C Pattisina
Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Agama, Demokrasi, Islam, Kebebasan, Kliping, Lokal, Pluralisme, Politik, Sosial

Skema Politik Loteng di Putaran Kedua

Munculnya Gde Sakti (Salam) yang memanggul Ikon Nahdlatul Wathan (NW) mau tidak mau telah membawa polarisasi ideologi besar di pentas politik Lombok Tengah. “NW” telah memperlihatkan perilaku ekspansif bagi warga diluar NW yang tentu saja membuat sentimen organisasi yang begitu besar bagi masyarakat diluar NW.

Oleh : Achmad Jumaely*
Baca lebih lanjut

6 Komentar

Filed under Demokrasi, Informasi, Lokal, Opini, Politik, Sosial

Bank Murka

Judul di atas memakai istilah dari Peter Sloterdijk untuk menjelaskan kenyataan rumit dalam jiwa kolektif masyarakat kita yang telah menyumbang kata ”amuk” kepada dunia.

Acuannya beragam, seperti pengeroyokan, pembakaran tempat ibadah, aksi intimidasi, teror atas nama agama, pemo- gokan buruh, kerusuhan, sampai revolusi besar. Kejadiannya bisa berciri lokal, seperti kerusuhan Koja atau Batam yang baru-baru ini terjadi, atau bisa berskala nasional, seperti peristiwa pada tahun 1965 atau 1998 yang menandai kelahiran dan keruntuhan Orde Baru.

F Budi Hardiman
Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Demokrasi, Kebebasan, Nasionalisme, Opini, Sosial

Potret Kebebasan Beragama di NTB Tahun 2009

Potret kebebasan beragama dan berkeyakinan di NTB sepanjang tahun 2009 belum menggembirakan. Hal ini terungkap dalam laporan pemantauan yang dilakukan oleh Lembaga Studi Kemanusiaan (LENSA) NTB dan The Wahid Institute (WI) Jakarta.

Dalam pemantauan itu terungkap dua problem keagamaan. Pertama, pelanggaran kebebasan beragama dan berkeyakinan. Pelanggaran yang dimaksud adalah tindakan pelanggaran langsung (comission) atau pembiaran (ommision) yang dilakukan oleh aparatur negara seperti polisi, Pol PP, tentara, kepala desa dan lain-lain terhadap pengikut (jamaah) agama atau keyakinan tertentu. Baca lebih lanjut

2 Komentar

Filed under Agama, Ahmadiyah, Berita, Demokrasi, Fundamentalis, Hukum, Kebebasan, kekerasan, Nasionalisme, Pluralisme, Sosial

Sejumlah Paradoks dalam Pidato Hasyim Muzadi

Tak sedikit peserta muktamar NU ke-32 di Makassar yang terkesima dengan pidato pertanggung-jawaban Hasyim Muzadi, Ketua Umum PBNU 2004-2009, Kamis 24 Maret 2010. Namun, banyak juga yang mempertanyakan dan mempersoalkannya. Menurut kelompok kedua ini, dalam pidato tersebut ada sejumlah pernyataan Hasyim yang paradoks, bertentangan satu dengan yang lain. Bahkan juga terkesan simplistis. Beberapa hal berikut yang digugat kelompok kedua tersebut, persis beberapa menit setelah Hasyim Muzadi berpidato.

Oleh : Abd Moqsith Ghazali

Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Agama, Berita, Demokrasi, Fatwa, Gusdur, Informasi, Islam, Kebebasan, Kliping, Nasionalisme, NU, Opini, pernyataan sikap, Pluralisme, Sosial

Pelanggaran Menurun, Intoleransi Masih Tinggi

Angka kasus pelanggaran kebebasan beragama dan berkeyakinan serta intoleransi di propinsi Nusa Tenggara Barat pada tahun 2008 menunjukkan penurunan yang cukup drastis dibandingkan dengan tahun 2009.

Hal ini terungkap pada acara Focus Group Discussion (FGD) bertema “Potret kebebasan beragama dan berkeyakinan di NTB tahun 2009” yang diadakan Lembaga Studi kemanusiaan (LeNSA) NTB dan The Wahid Institut (WI) Jakarta di Mataram (31/3).
Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Agama, Ahmadiyah, Berita, Demokrasi, Fundamentalis, Hukum, Islam, Kebebasan, kekerasan, Kliping, PKS, Pluralisme, Sasak, Sosial, Teologi