Tag Archives: Gusdur

Sejumlah Paradoks dalam Pidato Hasyim Muzadi

Tak sedikit peserta muktamar NU ke-32 di Makassar yang terkesima dengan pidato pertanggung-jawaban Hasyim Muzadi, Ketua Umum PBNU 2004-2009, Kamis 24 Maret 2010. Namun, banyak juga yang mempertanyakan dan mempersoalkannya. Menurut kelompok kedua ini, dalam pidato tersebut ada sejumlah pernyataan Hasyim yang paradoks, bertentangan satu dengan yang lain. Bahkan juga terkesan simplistis. Beberapa hal berikut yang digugat kelompok kedua tersebut, persis beberapa menit setelah Hasyim Muzadi berpidato.

Oleh : Abd Moqsith Ghazali

Baca lebih lanjut

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Agama, Berita, Demokrasi, Fatwa, Gusdur, Informasi, Islam, Kebebasan, Kliping, Nasionalisme, NU, Opini, pernyataan sikap, Pluralisme, Sosial

Sedikit Dari Yang Saya Kenal Tentang Gus Dur (KH.Abdurrahman Wahid)


Saya sempat merasa gelisah ketika Gus Dur bakal benar-benar berhasil menduduki posisi sebagai Ketua Umum PBNU. Saya membayangkan antara Gus Dur sendiri dengan umat yang akan dipimpinnya berjarak sedemikian jauh. Saya tahu Gus Dur cucu pendiri NU tetapi bagaimana dengan pemikiran-pemikirannya?

PROF. DR. H. IMAM SUPRAYOGO
Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Gusdur

Islam Krisis

KH Abdurrahman “Gus Dur” Wahid meninggalkan pengaruh yang dalam pada saya, jauh sebelum saya menjadi penyiarnya di acara “Kongkow Bareng Gus Dur” tiap Sabtu di Utan Kayu. Pada awal tahun 1997, ketika saya baru lulus dari sebuah pesantren dan menjadi guru muda di pesantren itu, saya mengikuti sebuah pelatihan untuk guru dan santri se Jawa Timur. Sohibul bait-nya: Kajian 193 Universitas Islam Malang. Gus Dur hadir sebagai narasumber. Jujur saja waktu itu saya tak suka Gus Dur dan Nurcholish “Cak Nur” Madjid. Saya memperoleh informasi tentang dua tokoh ini dari media-media seperti Sabili, Media Dakwah dan Hidayatullah. Kala itu saya mengidolakan sosok Amien Rais yang dianggap sebagai representasi tokoh Islam, sedangkan Gus Dur dan Cak Nur sering dituding oleh media-media itu “kurang kadar keislamannya”.
Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Agama, Demokrasi, Gusdur, Kebebasan, Kliping, Opini, Sosial

Selamat Jalan Guru Bangsa yang Fenomenal

WALAU kesehatannya tidak prima lagi karena stroke dan duduk di kursi roda sejak lama, wafatnya Adurrahman Wahid, presiden keempat Indonesia, sangat mengejutkan. Kita kehilangan seorang tokoh yang boleh disebut sang fenomenal.

Banyak julukan diberikan kepada mantan Ketua Umum PBNU itu. Tetapi paling jamak adalah guru bangsa. Dia mengabdikan dirinya demi bangsa. Bangsa yang tetap menjiwai dan dijiwai keanekaragaman.
Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Agama, Berita, Demokrasi, Gusdur, Informasi, Islam, Nasionalisme, Opini, Pluralisme, Sosial

Kerja Besar Kita ke Depan

Oleh Abdurrahman Wahid

KITA dibuat tertegun dengan kenyataan bahwa dalam proses pembangunannya bangsa ini didominasi orang kaya/elite. Tidak punya uang, maka harus “mengalah” dari mereka yang lebih beruntung. Pendidikan dan sebagainya hanya menganakemaskan mereka yang kaya.

Dikotomi kaya-miskin ini berlaku di hampir semua bidang kehidupan. Nah, bagi mereka yang merasa tertinggal, mengakibatkan munculnya rasa marah dan dendam. Pemerintah turut bersalah dalam hal ini, karena mengambil pihak yang salah untuk dijadikan panutan.
Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Agama, Ahmadiyah, Demokrasi, Fundamentalis, Gusdur, Islam, Kebebasan, MUI, Nasionalisme, PKS, Pluralisme, Sosial

Untukmu Gusdur

Kau telinga yang tak pernah lelah mendengar penindasan
Kau mata yang tak pernah pejam pada ketidakadilan
Kau mulut yang tak pernah diam menyuarakan kemanusiaan

Kau pecahkan kebisuan, ketika semua orang diam
Kau luluhkan kemarahan menjadi tawa tak berkesudahan

Jiwamu, jiwa para nabi
Fikiranmu, fikiran para ressi
Agamamu, agama para rabbi
Karomahmu, koromah para wali

Kau patriot
Kau ulama
Kau pejuang

Selamat gus
Jutaan milyard manusia hari ini menghantarkanmu dengan doa

JHELLIE MaESTRO, Mataram, 31 Desember 2009

Tinggalkan komentar

Filed under Gusdur

Selamat Jalan Guru Kebebasan Beragama

Meninggalnya mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Rabu (30/12) pukul 18.45, di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta menyimpan duka yang mendalam bagi keluarga, kerabat, koleg, kawan, pejabat, tokoh lintas iman. Pasalnya, Gus Dur merupakan lokomotif kebebasan beragama di Bumi Pertiwi ini.

Dicabutnya Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967 yang melarang segala aktivitas berbau Tionghoa dan SE Menteri Dalam Negeri Nomor 477/74054/BA.01.2/4683/95 oleh Presiden Abdurrahman Wahid merupakan pilar menjamin kebebasan beragama bagi komunitas Tionghoa.
Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Gusdur