Tag Archives: Islam

‘Roh’, ‘Api’, Kata Bung Karno

Bung Karno mungkin kesepian. Di Ende, diasingkan oleh pemerintah kolonial sejak Februari 1934, hanya satu-dua orang yang berani mengunjunginya. Tentu saja tak ada rapat umum tempat ia bisa berpidato, dielu-elukan orang ramai, didengarkan dengan kagum.

Seorang penulis biografi politiknya, Bernard Dahm, menyebutkan, dalam kesendirian itu Bung Karno “berpaling mencari lindungan ke dalam Islam”. Di Ende, Bung Karno memang banyak bicara soal Islam, tapi saya tak yakin tepatkah kata “lindungan” (dalam versi Inggris “refuge”) di situ.
Baca lebih lanjut

Iklan

Komentar Dinonaktifkan pada ‘Roh’, ‘Api’, Kata Bung Karno

Filed under Agama, Caping, Islam, Kliping, Nasionalisme, Opini, Pluralisme, Politik, Sosial

MENEGUHKAN OTORITAS WAHYU (Upaya Melawan Hegemoni Akal)*

Di saat berbagai permasalahan menghantam umat dan bangsa ini, kita membutuhkan sosok ulama seperti Al-Ghozali dan sosok negarawan seperti Sholahudin al-Ayubi. Dengan memadukan dua sosok seperti ini, maka problematika yang sedang dihadapi umat dan bangsa ini kita harapkan menemukan titik akhir. Dan, generasi muda seperti kita harus turut terlibat membentuk tradisi intelektual.

Oleh: Syamsudin Kadir**
Baca lebih lanjut

3 Komentar

Filed under Agama, Fundamentalis, Islam, Opini, PKS

Potret Kebebasan Beragama di NTB Tahun 2009

Potret kebebasan beragama dan berkeyakinan di NTB sepanjang tahun 2009 belum menggembirakan. Hal ini terungkap dalam laporan pemantauan yang dilakukan oleh Lembaga Studi Kemanusiaan (LENSA) NTB dan The Wahid Institute (WI) Jakarta.

Dalam pemantauan itu terungkap dua problem keagamaan. Pertama, pelanggaran kebebasan beragama dan berkeyakinan. Pelanggaran yang dimaksud adalah tindakan pelanggaran langsung (comission) atau pembiaran (ommision) yang dilakukan oleh aparatur negara seperti polisi, Pol PP, tentara, kepala desa dan lain-lain terhadap pengikut (jamaah) agama atau keyakinan tertentu. Baca lebih lanjut

2 Komentar

Filed under Agama, Ahmadiyah, Berita, Demokrasi, Fundamentalis, Hukum, Kebebasan, kekerasan, Nasionalisme, Pluralisme, Sosial

Pelanggaran Menurun, Intoleransi Masih Tinggi

Angka kasus pelanggaran kebebasan beragama dan berkeyakinan serta intoleransi di propinsi Nusa Tenggara Barat pada tahun 2008 menunjukkan penurunan yang cukup drastis dibandingkan dengan tahun 2009.

Hal ini terungkap pada acara Focus Group Discussion (FGD) bertema “Potret kebebasan beragama dan berkeyakinan di NTB tahun 2009” yang diadakan Lembaga Studi kemanusiaan (LeNSA) NTB dan The Wahid Institut (WI) Jakarta di Mataram (31/3).
Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Agama, Ahmadiyah, Berita, Demokrasi, Fundamentalis, Hukum, Islam, Kebebasan, kekerasan, Kliping, PKS, Pluralisme, Sasak, Sosial, Teologi

Senja Kala Sekularisme

AKAR terorisme tidak selalu dimotivasi oleh agama. Bahkan, dalam berbagai kasus agama dijadikan jubah dan penambah amunisi, padahal akarnya bisa jadi adanya dominasi mayoritas terhadap minoritas atau kekuatan asing yang akan menguasai atau menjarah wilayah bangsa lain.

KOMARUDDIN HIDAYAT
Baca lebih lanjut

2 Komentar

Filed under Agama, Berita, Demokrasi, Fundamentalis, Kebebasan, kekerasan, Opini, Pluralisme, Politik, Sosial, Teologi

Islam Krisis

KH Abdurrahman “Gus Dur” Wahid meninggalkan pengaruh yang dalam pada saya, jauh sebelum saya menjadi penyiarnya di acara “Kongkow Bareng Gus Dur” tiap Sabtu di Utan Kayu. Pada awal tahun 1997, ketika saya baru lulus dari sebuah pesantren dan menjadi guru muda di pesantren itu, saya mengikuti sebuah pelatihan untuk guru dan santri se Jawa Timur. Sohibul bait-nya: Kajian 193 Universitas Islam Malang. Gus Dur hadir sebagai narasumber. Jujur saja waktu itu saya tak suka Gus Dur dan Nurcholish “Cak Nur” Madjid. Saya memperoleh informasi tentang dua tokoh ini dari media-media seperti Sabili, Media Dakwah dan Hidayatullah. Kala itu saya mengidolakan sosok Amien Rais yang dianggap sebagai representasi tokoh Islam, sedangkan Gus Dur dan Cak Nur sering dituding oleh media-media itu “kurang kadar keislamannya”.
Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Agama, Demokrasi, Gusdur, Kebebasan, Kliping, Opini, Sosial

Gus Dur dan Pencerahan Kaum Muda: Sebuah Kesaksian

Dalam perjalanan hidup saya, ada tiga orang yang meninggalnya membuat saya luruh menangis: meninggal Ibu saya, karena ia adalah tiang dalam keluarga kami, fisik maupun psikis; Nenek saya yang mengenalkan saya pada keislaman dan keimanan dengan konsepnya yang sederhana, tapi ia praktekan dalam hidup nyata sehari-hari; dan Gus Dur yang mengenalkan kepada saya tentang keislaman dan keimanan dengan maknanya yang sangat luas seluas alam semesta ini. Mengapa Gus Dur demikian penting dalam penjelajahan hidup saya? Ini adalah fragmen kecil dari kesaksian tersebut.

Neng Dara Affiah
Baca lebih lanjut

2 Komentar

Filed under Agama, Ahmadiyah, Berita, Demokrasi, Gusdur, Informasi, Islam, Kebebasan, Nasionalisme, Opini, Pluralisme, Sosial

Kemanusiaan YME

(Sebuah Apresiasi Spiritual terhadap Antologi Puisi Tiada Tuhan Selain Ahmad karya Ahmad Yulden Erwin )

Saya menangkap perkembangan yang menarik akhir-akhir ini. Bagi sebagian orang, sila Ketuhanan Yang Maha Esa masih menjadi ganjalan. Barangkali mereka berpendapat sila yang satu ini dihilangkan saja, karena konflik agama dianggap bermula dari sini. Dengan sila ini, Negara menjadi begitu mengurusi agama setiap warganya. Sila ini berpeluang terhadap perselingkuhan antara penguasa dan ulama untuk mendikte keyakinan orang. Politisasi agama seperti ini memang menjadi masalah yang tak ada habisnya di negeri ini, bahkan mungkin di seantero dunia.

Oleh Arief Rahman Baca lebih lanjut

2 Komentar

Filed under Agama, Buku, Fundamentalis, Islam, Teologi

Integrasi Iman dan Kehidupan

Formalitas keberagamaan terbukti sangat tidak memadai untuk membangun karakter kita menjadi lebih baik. Menurut penulis, formalitas ini juga sesungguhnya adalah bagian dari kesekuleran kita

Istilah ini penulis dapatkan dari buku God is My Success karya Larry Julian. Istilah ini mungkin tidak cocok dan pas untuk seorang Muslim yang paham betul ajaran agamanya.

Karena baginya, iman dan kehidupan itu memang tidak terpisah, dan tidak akan terpisahkan selamanya. Iman harus mewujud dan terealisasi dalam kehidupan. Iman juga menjadi pengendali dan penuntun dalam hidupnya.
Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Agama, Islam, Opini

Kerja Besar Kita ke Depan

Oleh Abdurrahman Wahid

KITA dibuat tertegun dengan kenyataan bahwa dalam proses pembangunannya bangsa ini didominasi orang kaya/elite. Tidak punya uang, maka harus “mengalah” dari mereka yang lebih beruntung. Pendidikan dan sebagainya hanya menganakemaskan mereka yang kaya.

Dikotomi kaya-miskin ini berlaku di hampir semua bidang kehidupan. Nah, bagi mereka yang merasa tertinggal, mengakibatkan munculnya rasa marah dan dendam. Pemerintah turut bersalah dalam hal ini, karena mengambil pihak yang salah untuk dijadikan panutan.
Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Agama, Ahmadiyah, Demokrasi, Fundamentalis, Gusdur, Islam, Kebebasan, MUI, Nasionalisme, PKS, Pluralisme, Sosial