Tag Archives: Politik

‘Roh’, ‘Api’, Kata Bung Karno

Bung Karno mungkin kesepian. Di Ende, diasingkan oleh pemerintah kolonial sejak Februari 1934, hanya satu-dua orang yang berani mengunjunginya. Tentu saja tak ada rapat umum tempat ia bisa berpidato, dielu-elukan orang ramai, didengarkan dengan kagum.

Seorang penulis biografi politiknya, Bernard Dahm, menyebutkan, dalam kesendirian itu Bung Karno “berpaling mencari lindungan ke dalam Islam”. Di Ende, Bung Karno memang banyak bicara soal Islam, tapi saya tak yakin tepatkah kata “lindungan” (dalam versi Inggris “refuge”) di situ.
Baca lebih lanjut

Iklan

Komentar Dinonaktifkan pada ‘Roh’, ‘Api’, Kata Bung Karno

Filed under Agama, Caping, Islam, Kliping, Nasionalisme, Opini, Pluralisme, Politik, Sosial

AS dan Kebebasan Beragama

Kontroversi pembangunan pusat Islam di dekat Ground Zero—tempat serangan teroris 11 September 2001— membuat Presiden Amerika Serikat Barack Obama yang beragama Protestan harus angkat bicara. Wali Kota New York Michael Bloomberg, yang beragama Yahudi, sebelumnya mendukung.

Muhamad Ali
Baca lebih lanjut

3 Komentar

Filed under Agama, Demokrasi, Fundamentalis, Islam, Kebebasan, Politik

“Ukhuwwah Islamiyyah”

Beberapa waktu yang lalu seorang kawan lama yang saat mahasiswa aktif bersama saya di Himpunan Mahasiswa Islam datang kepada saya untuk meminta tolong agar, atas nama ukhuwwah islamiyyah, saya membantu memenangkan seorang calon kepala daerah yang sedang beperkara di Mahkamah Konstitusi.

Moh Mahfud MD
Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Agama, Demokrasi, Hukum, Islam, Kebebasan, Kliping, Nasionalisme, NU, Opini, Politik, Teologi

Potret Kebebasan Beragama di NTB Tahun 2009

Potret kebebasan beragama dan berkeyakinan di NTB sepanjang tahun 2009 belum menggembirakan. Hal ini terungkap dalam laporan pemantauan yang dilakukan oleh Lembaga Studi Kemanusiaan (LENSA) NTB dan The Wahid Institute (WI) Jakarta.

Dalam pemantauan itu terungkap dua problem keagamaan. Pertama, pelanggaran kebebasan beragama dan berkeyakinan. Pelanggaran yang dimaksud adalah tindakan pelanggaran langsung (comission) atau pembiaran (ommision) yang dilakukan oleh aparatur negara seperti polisi, Pol PP, tentara, kepala desa dan lain-lain terhadap pengikut (jamaah) agama atau keyakinan tertentu. Baca lebih lanjut

2 Komentar

Filed under Agama, Ahmadiyah, Berita, Demokrasi, Fundamentalis, Hukum, Kebebasan, kekerasan, Nasionalisme, Pluralisme, Sosial

Pelanggaran Menurun, Intoleransi Masih Tinggi

Angka kasus pelanggaran kebebasan beragama dan berkeyakinan serta intoleransi di propinsi Nusa Tenggara Barat pada tahun 2008 menunjukkan penurunan yang cukup drastis dibandingkan dengan tahun 2009.

Hal ini terungkap pada acara Focus Group Discussion (FGD) bertema “Potret kebebasan beragama dan berkeyakinan di NTB tahun 2009” yang diadakan Lembaga Studi kemanusiaan (LeNSA) NTB dan The Wahid Institut (WI) Jakarta di Mataram (31/3).
Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Agama, Ahmadiyah, Berita, Demokrasi, Fundamentalis, Hukum, Islam, Kebebasan, kekerasan, Kliping, PKS, Pluralisme, Sasak, Sosial, Teologi

Senja Kala Sekularisme

AKAR terorisme tidak selalu dimotivasi oleh agama. Bahkan, dalam berbagai kasus agama dijadikan jubah dan penambah amunisi, padahal akarnya bisa jadi adanya dominasi mayoritas terhadap minoritas atau kekuatan asing yang akan menguasai atau menjarah wilayah bangsa lain.

KOMARUDDIN HIDAYAT
Baca lebih lanjut

2 Komentar

Filed under Agama, Berita, Demokrasi, Fundamentalis, Kebebasan, kekerasan, Opini, Pluralisme, Politik, Sosial, Teologi

Kerja Besar Kita ke Depan

Oleh Abdurrahman Wahid

KITA dibuat tertegun dengan kenyataan bahwa dalam proses pembangunannya bangsa ini didominasi orang kaya/elite. Tidak punya uang, maka harus “mengalah” dari mereka yang lebih beruntung. Pendidikan dan sebagainya hanya menganakemaskan mereka yang kaya.

Dikotomi kaya-miskin ini berlaku di hampir semua bidang kehidupan. Nah, bagi mereka yang merasa tertinggal, mengakibatkan munculnya rasa marah dan dendam. Pemerintah turut bersalah dalam hal ini, karena mengambil pihak yang salah untuk dijadikan panutan.
Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Agama, Ahmadiyah, Demokrasi, Fundamentalis, Gusdur, Islam, Kebebasan, MUI, Nasionalisme, PKS, Pluralisme, Sosial

Mereka Memeras Yakobus, Menghukumnya, Memenjarakannya

Rambut putihnya menandakan usianya yang cukup senja. Berjalan sedikit membungkuk menaiki tangga, orang tua ini menaruh harapan besar pada kantor yang sedang didatanginya.

Yakobus Lay alias Asinku, seorang pria 65 tahun. Matahari sudah mulai terik ketika ia datang, tapi belum juga melewati atas kepala. Diterima oleh seorang Pekerja Bantuan Hukum di Gedung YLBHI, Jalan Diponegoro 74, Selasa (22/12), orang tua ini bercerita tentang kasus yang dialaminya.
Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Demokrasi, Informasi

RELIGIOUS FREEDOM REPORT 2009

Kebebasan beragama tidak hanya menyangkut kebebasan untuk beragama dan berpindah agama, tapi juga kebebasan untuk mengekspresikan agama yang dianggap benar oleh tiap individu. Pada tingkat ekspresi inilah, baik regulasi pemerintah maupun aturan sosial masih mengandung beberapa masalah. Ketika terdesak oleh tekanan sosial seperti aksi massa radikal Islam, pemerintah tak jarang tejebak untuk menunjukkan favoritismenya dalam memilih kebijakan agama. Konsekuensinya, seringkali favoritisme itu bersifat diskriminatif terhadap kalangan non-Islam maupun kelompok Islam non-mainstream. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Agama, Berita, Demokrasi, Nasionalisme, Sosial

Facebook dan Pembangkangan Sipil

Dukungan masyarakat sipil untuk Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah dua pimpinan KPK non aktif yang sempat di penjarakan itu terus mengalir. Dukungan tak hanya lewat dunia nyata dalam bentuk aksi demonstrasi tapi juga dari dunia maya, facebook (FB).
Oleh : Jhellie Maestro*
75Art
Di dunia nyata aksi-aski berlangsung tidak hanya di Jakarta tapi juga di daerah-daerah. Tokoh-tokoh nasional seperti Gusdur, Syafi’i Ma’arif, Masdar Farid Mas’udi dan lain-lain juga tak tanggung-tanggung turut turun kejalan. Sementara di dunia maya dukungan tak kalah dahsyat. Seorang bernama Usman Yasin dosen universitas muhammadiyah Bengkulu memulainya dengan mengangkat tema Gerakan 1 juta Facebookers Dukung Chandra Hamzah & Bibit Samad Riyanto.

Fantastis, dua hari setelah dukungan itu dibuat ada 200 ribuan orang menyatakaan dukungannya. Sampai dibentuknya tim 8 oleh presiden pada selasa lalu, angkanya sudah mencapai 500 ribu orang. Angka yang begitu fantastis konon menurut beberapa analis, telah menginspirasi SBY membentuk TIM 8. Hari ini angka dukungan itu sudah menembus 894.323 orang.

Aksi dukungan melalui FB seperti ini juga pernah mencuat ketika Prita Mulya Sari mengalami kriminalsasi oleh rumah sakit omni internasional. Hasilnya prita dibebaskan ketika angka dukungan mencapai 80 ribu orang. Bahkan diliputan televisi, dengan jujur polisi mengatakan, mereka membebaskan Prita salah satu alasannya karena besarnya dukungan masyarakat lewat FB.

Diakui maupun tidak, FB hari ini telah ikut mewarnai sistem demokrasi kita. Ketika saluran demokrasi formal seperti partai politik, DPR dan DPD sudah tersumbat dan tak lagi bisa diandalkan rakyat, ketika dunia hukum mengabaikan nalar dan akal sehat, maka FB yang awalnya hanya sebuah jejaring pertemanan menjadi saluran demokrasi alternatif yang sangat efektif.

Suka tidak suka, dalam kontestasi dua kasus ini, FB telah menghasilkan people power yang luarbiasa dan tak bisa dianggap remeh penguasa. Sebuah media massa menulis, dalam kasus KPK, FB telah menstimulasi munculnya pembangkangan sipil. Masyarakat secara sadar dan mengikuti nurani bersuara lantang, KPK harus diselamatkan, dan mafioso-mafioso politik dinegeri ini harus dilawan. []

Tinggalkan komentar

Filed under Demokrasi, Konspirasi, Korupsi, Opini, Politik