JARINGAN ISLAM KAMPUS (JARIK) MATARAM

Meretas Perbedaan, Menuai Rahmat Kebangsaan

Islam “Citra Rasa” Lokal

Ditulis oleh The Young Community di/pada Juli 10, 2009

Sosoknya seakan tak pernah mati, karena mampu “minda rupa” atau berganti peran secara eksistensial. Menyesuaikan diri dengan perkembangan horizon masyarakat Sunda yang kian kompleks. Ia bisa mancala putera, mancala puteri -dalam artian mampu meragamkan pribadi -menjadi sesosok manusia multi-fungsi yang mengasyikkan, menghibur dan menuntun, tulis Sukron Abdilah, Pegiat Sunda dan Kearifan Lokal (Kompas Jabar, Anjungan, 23 Juni 2007)

Oleh IBN GHIFARIE
Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Agama, Demokrasi, Islam, Lokal, Pluralisme | Leave a Comment »

Wahid Institute Luncurkan Buku Baru

Ditulis oleh The Young Community di/pada Juni 2, 2009

Seminar Pancasila dalam Pusaran Globalisasi dan Fundamentalisme
Wahid Luncurkan Buku Islam , Konstitusi dan Hak Asasi Manusia
Jakarta-wahidinstitute.org.Di sela-sela acara Seminar Pancasila dalam Pusaran Globalisasi dan Fundamentalisme di Auditorium Perpustakaan Nasional Senin kemarin (1/06), the Wahid Institute meluncurkan buku terbarunya Islam, Konstitusi dan Hak Asasi Manusia; Problematika Hak Kebebasan Beragam dan Berkeyakinan di Indonesia.
Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Berita, Buku, Demokrasi, Informasi, Politik | Leave a Comment »

Hubungan Negara dan Pasar di Era Neoliberalisme

Ditulis oleh The Young Community di/pada Juni 2, 2009

Barat, kini sedang berada di jalurnya yang benar: membebaskan dirinya dari kungkungan negara. Atau lebih khusus lagi, membebaskan pasar dari intervensi negara. Inilah inti dari demonisasi Boaz dan Crane terhadap peran negara dalam urusan ekonomi. Atau dalam bahasa Ronald Reagan, “jika kita ingin meningkatkan pertumbuhan ekonomi, maka kita harus mengurangi pertumbuhan negara.” Benarkah demikian?

Oleh Coen Husain Pontoh
Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Demokrasi, Sosial | 1 Komentar »

Thersites

Ditulis oleh The Young Community di/pada Mei 12, 2009

180px-Goenawan_Muhammad_3Tempo, Senin, 11 Mei 2009

Demokrasi dimulai dengan seorang buruk muka yang dipukul punggungnya. Namanya Thersites, tokoh yang tak banyak dikenal dalam puisi Iliad karya Homeros dari sekitar abad ke-9 Sebelum Masehi. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Opini | Leave a Comment »

Tiga Nenek Sihir

Ditulis oleh The Young Community di/pada April 28, 2009

kkTiga nenek sihir muncul di tepi jalan, ketika Jendral Macbeth dan Jendral Banquo melewati hutan yang gelap berkabut itu. Cuaca didera hujan dan guntur. Mereka dalam perjalanan pulang dari sebuah pertempuran yang berhasil. Setengah ketakutan setengah ingin tahu, mereka terpacak di depan ketiga makhluk aneh itu – tiga sosok yang mengelu-elukan Macbeth dengan gelar kebangsawanan yang tinggi, seperti bagian dari sebuah ramalan yang dahsyat: bahwa Macbeth kelak bahkan akan disebut sebagai raja.
Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Caping, Kliping | Leave a Comment »

Multikulturalisme kembar dan masalah Buddha Bar

Ditulis oleh The Young Community di/pada April 28, 2009

Prof. Nasr Hamid Abu Zayd dari Mesir pernah dituduh menghina Islam karena menulis sejumlah buku yg mengajukan interpretasi yg berbeda dg kalangan ortodoks.
Sekarang, sebagian umat Buddha memprotes berdirinya restoran dg nama Buddha Bar karena mereka anggap hal itu melukai simbol agama Buddha.
Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Agama, Fundamentalis, Islam, Kliping | 1 Komentar »

Kapabilitas, akseptabilitas, kompetensi, loyalitas, elektabilitas

Ditulis oleh The Young Community di/pada April 22, 2009

ka-pemilu41Selama musim pemilu ini, saya terganggu benar oleh sejumlah istilah asing yang menyerbu kita tanpa dipertimbangkan padanan Indonesianya. Baru-baru ini, dalam sekali pukul, Presiden Yudhoyono secara “rombongan” menggunakan istilah-istilah yang dipinjam dari bahasa Inggris — kapabilitas, kompetensi, akseptabilitas, loyalitas.

Oleh : Ulil Abshar Abdalla Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Opini | Leave a Comment »

BEASISWA ICAS

Ditulis oleh The Young Community di/pada April 22, 2009

ICAS Jakarta, yang merupakan cabang dari ICAS London UK, bekerjasama dengan Universitas Paramadina membuka penerimaan mahasiswa baru untuk program studi “Islamic Philosophy (Filsafat Islam)”, dan “Islamic Mysticism (Tasawuf)”.

Masa Pendaftaran : 2 Maret – 8 Mei 2009
Tes Masuk : 14 Mei 2009, pukul 09.30 WIB
Tes Wawancara : 15 – 16 Mei 2009, pukul 09.30 – Selesai
Biaya Pendaftaran : Rp 150.000

Sebagai wujud kepedulian ICAS Jakarta terhadap upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, ICAS Jakarta juga memberikan beasiswa bagi yang memenuhi syarat.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi :
Plaza Pondok Indah III, Blok F5,
Jln. TB SImatupang, Jakarta Selatan
Telp. : (021) 7651534 u.p. Mr. Max atau Mrs. Rintis
Fax. : (021) 7651601
E-Mail : info@icas-indonesia.org, icas.jakarta@yahoo.com
Contact Person : Max ( 081385446785, 99174815, 32959478 )

atau, kunjungi :
Website : http://www.icas-indonesia.org atau http://www.icas.ac.id

Ditulis dalam Beasiswa, Berita | 1 Komentar »

NILAI ILMU

Ditulis oleh The Young Community di/pada April 7, 2009

NILAI ILMU
(Sebuah Refleksi Filosofis)
Oleh: Jamaluddin Rahmat

Satpam marah.”Apa-apaan saudara ini?” ia membentak. “Saudara ini telah menghina tuan rumah!”
“Menghina bagaimana!” jawab Nasruddin, “Saya telah melakukan apa yang seharusnya saya lakukan. Yang di undang ke pesta ini adalah pakaian yang saya kenakan tadi, sehingga dia pulalah yang saya persilakan makan-minum, dan saya pulang…..”
Apa nilai dari cerita di atas atau bernilaikah cerita di atas? Ilmu yang membentuk moralitas atau moralitas yang membentuk ilmu? Sejauh mana keterkaitan ilmu dengan nilai atau seberapa penting nilai bagi ilmu?

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Agama, Sosial | Leave a Comment »

Nasib kaum teknokrat

Ditulis oleh The Young Community di/pada Maret 31, 2009

Kenapa nasib teknokrat di mana-mana hampir sama — tidak populer, dibenci para politisi, dianggap tidak pro-rakyat, antek-asing, dan sebagainya, dan sebagainya?

Kasus Indonesia adalah contoh yang sangat baik. Mula-mula, kehadiran teknokrat di awal Orde Baru, terutama tahun-tahun pertama setelah Suharto menerima “kekuasaan” dari Bung Karno untuk –konon– “memulihkan” keadaan, banyak dipuji oleh beberapa pihak. Hingga menjelang pemilu pertama 1971, mereka masih dianggap sebagai (istilah zaman itu) “orang kita” oleh para demonstran 66.
Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Demokrasi, Politik, Sosial | Leave a Comment »